Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #376


__ADS_3

1 setengah jam kemudian jam kerja Liam sudah selesai, dan saatnya Liam untuk pulang. Liam kemudian mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya namun saat berada di tengah jalan, Liam lalu berbalik arah dan pergi ke sebuah tempat karena dia sedang ingin berjalan - jalan. Liam mengendarai mobilnya dengan sangat cepat sembari bernyanyi untuk meluapkan rasa kesalnya. Sesampainya di pantai, Liam langsung menepikan mobilnya. Setelah itu dia naik ke atas mobilnya dan memilih untuk berbaring di atas mobilnya dengan menggunakan sunglasses.


Liam kemudian membuang jas serta dasinya ke dalam mobilnya dan setelah itu dia bersantai disana layaknya seperti tidak ada beban sama sekali, padahal bebannya sangat banyak sekali. Liam merasa bahwa dirinya adalah seorang pecundang yang patut untuk dikasihani, meskipun sebenarnya dia tidak suka dikasihani. Karena keadaan pantai tersebut sedang sepi, jadi Liam bisa berteriak sesuka hatinya untuk meluapkan semua rasa kesalnya.


Liam merasa bimbang karena dia sekarang sudah sangat menyayangi Jane namun disisi lain dia juga belum bisa move on dari Yunna, apalagi Liam sudah sangat nyaman sekali berbincang sekaligus bercerita dengan Yunna. Disisi lain Jane sedang merasa resah karena sudah 1 jam sejak jam pulang kantor, Liam belum sampai rumah juga. Beberapa kali Jane menghubungi nomor handphone Liam namun handphone Liam tidak bisa dihubungi.


Jane juga sempat bertanya - tanya kepada beberapa teman dekat Liam namun mereka semua menjawab bahwa mereka sedang tidak bersama Liam saat ini. Saat malam hari barulah terdengar suara mobil Liam yang masuk ke dalam basement rumah. Jane langsung buru - buru berlari untuk menemui Liam namun Liam mengabaikannya dan langsung pergi ke kamarnya untuk tidur, bahkan beberapa hari kemudian Liam tetap melakukan hal yang sama setiap harinya. Namun yang berbeda pada hari ini adalah Liam langsung mandi sepulang kerja, dan setelah itu dia menggendong baby Ace di kamarnya.


"Jagoan daddy harus menjadi anak yang kuat ketika sudah besar nanti, dan tetaplah jadi anak yang kuat bahkan saat daddy sudah tidak bisa menemanimu menjalani hari - harimu lagi."


Setelah itu Liam mencium baby Ace dan menidurkannya di box ranjangnya. Liam kemudian pergi ke rooftop rumahnya dan tiba - tiba saja ada yang memeluk Liam dari belakang.


"Tolong jangan lakukan hal ini hubby, aku sangat menyayangimu dan tolong jangan tinggalkan aku."


"Biarkanlah, aku sudah bosan dan sangat bosan."


"Ja-jangan kumohon, tolong jangan tinggalkan kami berdua karena kami tidak bisa apapun tanpa kamu."


"Aku yakin kamu pasti bisa. Carilah seseorang yang benar - benar menyayangimu dengan sangat tulus dan hiduplah dengan bahagia."


"Hiks hiks kumohon jangan katakan seperti ini lagi, aku sungguh bahagia hidup denganmu."


"Aku..." Belum selesai berbicara Liam langsung pingsan, dan hal itu membuat Jane semakin panik.


"Hubby bangun!!" ucap Jane berusaha menyadarkan Liam.


Keesokan harinya.


"Ah sialan kepalaku terasa sangat pusing sekali," ucap Liam yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Hubby," panggil Jane lirih.


"Hmm, kamu sedang mengigau?" tanya Liam.


Jane langsung terbangun.


"Eh sudah bangun hubby?" tanya Jane memperlihatkan senyum manisnya.


"Ya begitulah, apa yang terjadi semalam hingga aku bisa tiba - tiba terbangun disini?" tanya Liam menatap Jane.


"Ya terjadi semalam adalah kamu tidur bersamaku," ucap Jane berbohong.


"Benarkah? kenapa rasanya ada yang janggal?"


"Ah mungkin itu hanya perasaanmu saja hubby, ayo kita kembali tidur saja."


"Hei ini sudah jam berapa? aku sudah terlambat ke kantor."


"Ini weekend, dan kamu libur."

__ADS_1


"Oh begitukah?"


"Iya. Ihh kamu sangat menggemaskan sekaligus tampan sekali sayang," ucap Jane menciumi wajah Liam.


"Terima kasih."


Ciuman Jane turun ke leher Liam dan sekarang gantian dia yang membuat tanda kepemilikan di leher Liam.


"Ini milikku dan aku sudah menandainya hehe," ucap Jane sembari melihat tanda buatannya dengan bangga.


"Ckckck ceritanya balas dendam ya?"


"Iya, kenapa? tidak suka?" tanya Jane ketus.


"Tidak, makanya aku akan membalasmu."


Liam lalu menciumi wajah Jane dan setelah itu dia menanggalkan pakaian Jane satu persatu. Lalu setelah itu dia juga menanggalkan pakaiannya juga.


"Kemarilah kittenku hup."


"Hubby, aku sangat menyayangimu dan mencintaimu, jadi..."


"Jadi?"


"Jangan tinggalkan aku."


"Hmm baiklah."


"Aku merasa merinding hubby."


"Eh kenapa begitu? pagi - pagi tidak ada hantu sayang."


"Bukan merinding karena hantu namun merinding melihat otot lenganmu yang semakin membesar."


Liam langsung tertawa.


"Oh begitu rupanya, bagaimana pendapatmu? keren bukan?"


"Keren sih, tapi aku merinding."


"Hahaha kamu ini bisa saja, tenang saja aku tidak akan menyakitimu."


"Syukurlah jika seperti itu."


"Ini selimutnya dipakai nanti kamu kedinginan."


"Iya hubby."


"Ayo kita lanjutkan saja."

__ADS_1


"Oh baiklah."


"Namun aku tiba - tiba saja merasa mengantuk."


"Ya sudah kalau begitu tidur saja, kita lanjutkan nanti setelah kamu bangun tidur lagi."


"Okay, mmm Jane."


"Ya hubby?"


"Aku ingin memelihara dinosaurus, boleh tidak?"


Jane tertawa mendengar keinginan Liam itu.


"Ha? darimana kamu akan mendapatkan seekor dinosaurus?"


"Dari toko hewan."


"Di toko hewan tidak ada dinosaurus sayang, kalau anjing dan kucing baru ada."


"Eh Kiko sekarang bagaimana? aku sudah lama tidak bertemu dengannya."


"Kiko sekarang berada di rumah appa."


"Kenapa kamu tidak membawanya kemari saja?"


"Tidak bisa, eomma berkata bahwa dia ingin merawat Kiko jadinya aku mengiyakan saja."


"Oh begitu rupanya."


Setelah itu Liam kembali tertidur, sedangkan Jane mengusap pipi Liam untuk menidurkannya. Jane merasa bahwa semakin lama Liam itu semakin memperlihatkan sifatnya yang seperti anak kecil dan yang haus akan kasih sayang. Jadi rasanya Jane seperti sedang mengurus dua orang anak, akan tetapi meskipun begitu Liam tetap bisa bersikap dewasa layaknya pria seumurannya.


Mungkin karena dia anak tengah jadinya Liam kurang mendapatkan kasih sayang, begitu fikir Jane. Tiba - tiba saja terlintas di fikirannya mengenai kejadian semalam yang membuat Jane merasa sangat ngeri sekali, tepat di depan matanya suaminya itu akan mengakhiri hidupnya setelah mengucapkan salam perpisahan kepada anaknya.


"Hmm tumben sekali tubuhmu terasa lengket sekali," ucap Liam.


"Tadikan kita habis..."


"Oh iya ya hehe."


"Kenapa tidak jadi tidur heum?"


"Malas."


"Tumben malas tidur, biasanya kamu suka tidur selama seharian penuh."


"Aku ingin memelukmu."


"Baiklah," ucap Jane memeluk Liam juga.

__ADS_1


"Ya sudah aku tidur dulu ya?"


"Iya hubby sayang cup," ucap Jane mencium pipi Liam.


__ADS_2