
Jane lalu menggendong baby Ace ke kamarnya karena dia sudah sangat mengantuk sekali, dan Jane akan membiarkan para pria itu berbincang dengan sangat leluasa. Tadi tampaknya mereka terlihat sangat canggung saat ada Jane disana, jadi Jane sekarang pergi ke kamarnya untuk menidurkan baby Ace. Jane memberi baby Ace susu serta mengusap rambutnya sampai dia tertidur nyenyak, akan tetapi semakin lama dia juga akan ikut tertidur. Disisi lain para pria saat ini sedang bermain game bersama menggunakan handphonenya masing - masing, dan sesekali mereka juga memakan martabak tadi yang dibawa oleh Josh.
Malam sudah mulai larut namun mereka berlima masih asyik bermain game online, dan untungnya mereka masih bisa mengkondisikan mulut mereka agar tidak berteriak - teriak seperti biasanya. Mereka semua juga bisa menghargai si tuan rumah alias Liam apalagi sekarang Liam sudah mempunyai istri dan seorang anak bayi. Mereka merasa tidak enak hati jika nanti mereka mengganggu waktu istirahat anak dan istrinya. Selesai bermain game, mereka memutuskan untuk menonton sebuah film di televisi Liam yang sangat besar.
Dio dan Chicko menjadi betah berada disana karena beberapa fasilitas yang diberikan oleh Liam yaitu, wifi gratis yang kecepatan jaringannya sangat kencang, camilan gratis yang sangat banyak seperti di minimarket, televisi yang sangat besar seperti sedang menonton di bioskop, dan lain sebagainya. Tentu saja semua orangpun akan merasa sangat betah berada di rumah Liam karena semua hal itu, jadi tak heran jika mereka berada di sana sampai larut malam.
Namun mereka juga tetap menaati aturan yang dibuat oleh Liam, dan aturan yang paling penting adalah jangan ada yang merokok di sekitar kawasan rumahnya. Liam membuat aturan tersebut karena Jane yang sangat tidak menyukai bau dari asap rokok. Liam melakukan itu semua juga karena dia tidak ingin bahwa nanti anaknya menghirup asap rokok yang berbahaya sehingga membuatnya sakit, jadi Liam sudah berhenti merokok sejak dia memiliki seorang anak.
"Sepertinya tadi adikku semakin cantik dan sexy saja rupanya," ucap Josh menepuk bahu Liam.
"Itu artinya Liam sangat pandai mengurus adikmu, bukankah begitu?" tanya Dio.
"Benar, apalagi sekarang sepertinya ehem itu."
"Dia semakin besar karena sekarang sudah mempunyai anak," ucap Liam.
"Bukan karena hasil karyamu hahaha?" tanyanya bercanda.
"Bukan Josh."
"Di Bali enak tidak?" tanya Ricko.
"Enak dan sangat menyenangkan sekali karena setelah sekian lama tidak pergi berlibur akhirnya bisa berlibur juga."
"Hahaha pastilah seperti itu, aku ingin berlibur namun belum menemukan waktu yang pas."
"Berlibur saat hari Sabtu sampai Minggu saja, dan tidak perlu yang jauh karena yang terpenting bisa berlibur sekaligus menenangkan fikiran."
"Benar yang dikatakan oleh Chicko, berlibur itu tidak perlu yang jauh karena yang terpenting adalah merasa bahagia."
"Iya benar."
"Ya sudah nanti aku akan membicarakannya kepada Gita."
"Iya Ric."
"Eh tapi bukankah lumayan banyak tempat wisata di daerah asalnya Gita, ya Ric?" tanya Liam.
Dio langsung menepuk bahu Ricko.
"Nah benar tuh apa yang dikatakan oleh Liam, nanti berlibur di tempatnya Gita saja kan lumayan tidak lerlu keluar uang lebih untuk menyewa hotel karena bisa menginap di rumah mertua."
__ADS_1
"Benar juga sih, nantilah aku bicarakan kepada Gita."
"Okay."
"Aku heran denganmu, Li mengapa kamu selalu menuruti keinginan adikku yang gaya hidupnya sangat hedon seperti itu sih?"
"Ya tidak apa - apa, selama aku mampu memberikannya ya why not? lagipula katanya kalau pelit dengan istri itu justru malah membuat rezekinya seret, iya tidak Ric?" tanya Liam menatap Ricko.
Ricko langsung mengacungkan kedua jempolnya.
"Iya benar, justru kalau kita selalu loyal kepada istri maka rezekinya yang kita dapat akan semakin banyak."
"Kenapa bisa begitu Ric?" tanya Chicko bingung.
"Karena kalau kita memberikan uang ataupun sesuatu yang diinginkan oleh istri kita, maka dia akan senantiasa mendoakan kita yang baik - baik termasuk berdoa agar dimudahkan mencari rezeki."
"Oh begitu ya rupanya," ucap Chicko paham.
"Makanya jangan pelit - pelit dengan istri Chic," ucap Dio mengejek.
"Aku kan belum mempunyai seorang istri."
"Iya Dio."
"Aku penasaran sebenarnya kamu memberikan uang bulanan kepada Jane itu berapa nominalnya?" tanya Josh.
"Rahasia, hahaha."
"Dih kenapa begitu?"
"Janganlah itu termasuk privasi hehe."
"Hmm baiklah. Kalau sekali main kuat berapa ronde?"
"Eh busett Josh semakin malam pertanyaannya semakin melenceng saja," ucap Dio.
"Dih apalagi yang itu, menurutku itu merupakan hal yang sangat pribadi serta tidak sopan untuk ditanyakan kepada orang meskipun masih memiliki hubungan keluarga."
"Iya deh iya," jawab Josh malas.
"Lagipula kamu ini juga kenapa bertanya seperti itu seperti tidak ada topik pembicaraan yang lain saja," ucap Chicko yang ikut merasa geram dengan ucapan Josh.
__ADS_1
"Benar tuh meskipun kalian berdua sudah menjadi keluarga, sudah sepantasnya urusan ranjang itu tidak boleh diceritakan kepada siapapun termasuk keluarganya."
"Benar tuh, apa ini untuk perbandingan jika kamu menikah nanti ha?" tanya Dio yang juga merasa geram.
"Iya deh iya anj*ng," jawab Josh.
"Sudah jangan seperti ini nanti kalian semua ujung - ujungnya pasti akan ribut juga," ucap Ricko yang berusaha menengahi mereka bertiga.
Ricko sudah sangat hafal mengenai sifat teman - temannya itu, bahwa jika sudah seperti itu pasti akan terjadi pertempuran diantara mereka semua. Malam semakin larut dan saat pukul 11 malam, mereka semua langsung berpamitan untuk pulang ke rumah. Setelah itu Liam membereskan ruang tengahnya dan langsung mencuci beberapa gelas yang kotor agar dia bisa tidur nyenyak.
Jika misalnya semua itu belum beres serta bersih, pasti Liam tidak akan bisa tertidur dan akan selalu kepikiran. Begitu selesai membereskan semuanya, Liam langsung pergi ke kamarnya namun ternyata Jane tidak ada di sana, jadi Liam pergi ke kamar baby Ace dan menemukan bahwa Jane sudah tertidur di ranjang baby Ace. Setelah itu Liam membawa Jane ke kamarnya.
"Eh jam berapa ini hubby?" tanya Jane yang masig mengantuk.
"Jam setengah 12 malam sayang, memangnya ada apa?"
"Tidak ada apa - apa, memangnya semua temanmu sudah pulang."
"Sudah, sebentar aku ke kamar mandi."
"Oh iya hubby."
Tidak lama kemudian Liam kembali menghampiri Jane dan langsung memeluknya.
"Besok aku masih libur kerja Jane?"
"Masih hubby."
"Oh baiklah jika seperti itu."
"Hubby kemarilah!"
"Iya sayang, kenapa?" tanya Liam mendekat ke arah Jane.
"Aku sangat merindukanmu hubby," ucap Jane memeluk Liam.
"Bukankah setiap hari kita sudah bertemu ya!"
"Iya namun selalu saja aku merindukanmu saat kamu jauh dariku."
"Oh begitu."
__ADS_1