
Mereka berdua lalu kembali berjalan - jalan bersama sembari memakan ice cream, dan terkadang Mr Robinson masih bersikap seperti anak muda hingga membuat Mrs Robinson merasa keheranan. Dia keheranan karena suaminya itu memperlakukannya seperti saat mereka berdua masih muda dengan menggandeng tangannya, memeluknya, dan bermesraan di depan umum. Mr Robinson tidak merasa malu sedikitpun untuk bermesraan di depan umum padahal umur mereka berdua sudah memasuki kepala 4.
Mungkin Mr Robinson sedang berusaha untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan pada istrinya waktu mereka berdua masih dalam tahap pendekatan. Waktu itu saat masa pendekatan, Mrs Robinson bersikap dingin kepada suaminya dan hanya bereaksi yang biasa saja dengannya. Mungkin karena itulah sekarang suaminya ingin melakukan serta mendapatkan apa yang semestinya dia dapatkan waktu itu, jadi sekarang Mrs Robinson hanya bisa memakluminya saja.
Sesekali Mr Robinson menceritakan lelucon kepada istrinya agar suasananya tidak terlalu canggung, hingga membuat istrinya selalu melemparkan senyuman kepadanya dan juga tertawa lepas. Hanya bersama Mr Robinsonlah dia bisa tertawa lepas setelah berulang kali tawanya itu dihancurkan oleh mantan suami serta keluarga mantannya. Setelah itu mereka berdua pergi ke Paddington karena Mr Robinson menginginkan jika istrinya itu berbelanja untuk kebutuhannya sendiri.
Sesampainya disana mereka berdua berjalan - jalan menyusuri beberapa bangunan butik dan lain sebagainya. Mr Robinson lalu menarik tangan istrinya dan membawanya masuk ke dalam salah satu butik yang berada di sana.
"Kenapa kamu membawaku kesini hon?" tanya Mrs Robinson bingung.
"Sudah, sekarang kamu bebas memilih apapun yang kamu inginkan karena aku ingin memanjakanmu."
"Baiklah hon."
"Aku tunggu disini."
"Iya."
Mrs Robinson lalu memilih beberapa tas yang akan dibeli olehnya, sedangkan suaminya menunggu di sofa. Namun tiba - tiba saja ada seorang yang mendekati Mr Robinson.
"Hai tampan, apakah kamu sedang membutuhkan seorang pasangan?"
Mendengar hal itu Mr Robinson lalu menunjukkan cincin nikah yang selalu dipakai olehnya.
"Sorry."
Bukannya langsung pergi namun wanita tersebut semakin getol mendekati Mr Robinson, padahal sudah jelas - jelas bahwa dia sudah beristri.
"Atau kamu mau menjadikanku sebagai wanita simpanan?"
"Tidak, saya tidak berminat karena sudah beristri."
"Ayolah, jika istrimu tidak tahu kan tidak masalah."
"Maaf saya tidak berminat," ucapnya langsung pergi mencari istrinya.
Mrs Robinson yang sedari tadi mendengar pembicaraan suaminya dan wanita penggoda itu, langsung merasa senang karena ternyata suaminya benar - benar tulus mencintainya. Saat Mrs Robinson melihat suaminya pergi untuk mencarinya, dia langsung berpura - pura untuk memilih beberapa tas di dalam etalase.
"Sudah menemukan tas yang ingin kamu beli hon?" tanya Mr Robinson merangkul pinggul istrinya.
"Belum hon, menurutmu bagus yang ini atau yang itu?" tanyanya meminta pendapat suaminya.
Mr Robinson berfikir sejenak.
__ADS_1
"Saya ingin mengambil tas ini dan yang itu," ucap Mr Robinson kepada karyawan butik.
Seketika Mrs Robinson terkejut.
"Eh hon satu saja jangan dua, nanti buat apa kalau aku beli dua?"
"Tidak apa - apa kan bisa buat gantian, lagipula sepertinya akan ada banyak gathering setelah kita pulang ke Australia."
"Benarkah? kenapa kamu tidak memberitahuku?"
"Itu belum pasti jadwalnya, karena masih dipertimbangkan oleh beberapa pihak."
"Oh kalau begitu nanti kita pergi mencari beberapa setelan jas untukmu menghadiri acara tersebut."
"Iya nanti, setelah aku selesai memanjakanmu."
"Baiklah hon."
"Kamu ingin membeli apa lagi?"
"Ini sudah cukup hon."
"Eh tidak bisa begitu karena kamu belum membeli pakaian, sepatu, dan perhiasan yang baru."
"Harus dong, nanti mereka akan mengira jika aku tidak menyayangimu padahal sebenarnya aku sangat sayang sekali denganmu."
"Iya, kita cari tempat lain saja ya?"
"Hmm baiklah."
Mereka berdua lalu pergi ke butik lain karena Mrs Robinson tidak ingin melihat wajah si wanita penggoda tadi.
"Tadi kamu sedang berbincang dengan siapa hon?" tanya Mrs Robinson.
"Oh kamu tahu jika aku sedang berbincang dengan sorang wanita tadi?"
"Iya, aku tidak sengaja melihat kalian berdua berbincang."
"Haiss lupakan wanita itu, dia itu wanita tidak jelas masa dia menawarkan dirinya untuk menjadi wanita simpanan dasar wanita murahan."
"Lalu?"
"Aku tolak lah, aku kan hanya sayang dan cinta denganmu saja."
__ADS_1
"Iya, padahal tadi dia masih muda dan cantik."
"Tidak juga, lebih cantik kamu dari dia."
"Terima kasih," ucapnya tersenyum.
"Iya hon."
Mereka berdua terus keluar masuk beberapa butik untuk berbelanja, sampai kedua bodyguardnya itu kewalahan membawa beberapa paper bag belanjaannya. Saat berada di dalam toko perhiasan, Mr Robinson memilihkan sebuah kalung yang berliontin berlian bewarna biru, karena dia langsung jatuh cinta saat pertama kali melihatnya. Mr Robinson merasa bahwa kalung itu akan sangat cocok jika dipakai oleh istrinya, dan benar saja bahwa Mrs Robinson semakin terlihat cantik saat mencoba kalung itu.
Mr Robinson langsung membelinya meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam karena harganya yang tidak murah. Mrs Robinson sempat menahan suaminya untuk membeli kalung tersebut karena harganya yang sangay mahal, akan tetapi Mr Robinson tetap ngotot ingin membelinya. Setelah itu mereka berdua pergi ke sebuah restaurant yang memiliki view yang indah saat malam hari. Mereka berdua menyantap hidangan mewah untuk dinner date mereka berdua sebagai penutup acara kencan mereka.
"Bukankah makanan ini sangat lezat?"
"Benar hon, terima kasih sudah mengajakku untuk makan malam di restaurant mewah."
"Tidak perlu berterima kasih kepadaku karena ini sudah menjadi kewajibanku untuk selalu memanjakan serta mambahagiakanmu."
"Sepertinya ucapan terima kasihku ini tidak sebanding dengan semua yang telah kamu berikan kepadaku, apalagi kamu sudah mengangkat derajatku menjadi sangat tinggi."
"Tidak perlu merasa seperti itu hon, aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu."
"Jujur aku merasa tidak enak hati denganmu yang selalu memanjakanku dengan barang - barang mewah, makanan mahal, rumah mewah, liburan kemanapun yang aku inginkan, dan lain sebagainya. Apalagi tadi kamu sudah membelikan aku kalung yang harganya sangat mahal dan harganya sebanding dengan rumah mewah di perumahan elit."
"Tidak apa - apa darling, jangan merasa seperti itu karena aku sangat mencintaimu dan kamu pantas untuk mendapatkan semua ini."
"Benarkah begitu?"
"Tentu saja, anggap semua ini berkata kesabaranmu serta usahamu yang terus berjuang untuk hidupmu meski banyak orang - orang yang ingin menjatuhkanmu."
"Iya hon."
Setelah makan malam itu, mereka berdua kembali pulang ke rumah dan bersiap - siap untuk beristirahat. Tentunya mereka berdua sudah berganti pakaian dan sekarang sudah memakai piyama.
"Kamu semakin lama terlihat semakin cantik saja," ucap Mr Robinson memeluk istrinya dari belakang.
"Aku fikir - fikir kamu semakin tua malah semakin romantis saja."
Mr Robinson langsung membalikkan tubuh istrinya.
"Karena kita sudah free, anak - anak sudah besar dan mereka bisa mengurus dirinya sendiri jadi kita memiliki banyak waktu untuk bersama."
"Oh begitu."
__ADS_1