
Hari demi hari yang mereka berdua lalui bersama dan disibukkan oleh persiapan acara pertunangan mereka berdua serta sekalian mempersiapkan acara pernikahan karena Liam tidak ingin terlalu lama. Acara pertunangan itu akan digelar secara private dan tidak akan ada satu paparazi pun yang diizinkan masuk ke dalam acara tersebut, bahkan sampai sekarang rencana tersebut masih dirahasiakan dan belum ada paparazi yang mengetahui bahwa Jane akan mengadakan acara pertunangan dengan salah satu putra kolongmerat. Ada grandma, Mrs Robinson, serta Mrs Kim yang membantu Jane mempersiapkan dresscode mereka serta memilih berbagai hidangan yang seperti dibahas sebelumnya. Mr Robinson, grandpa, Mrs Kim serta Josh juga sibuk mengenai persiapan tempat dan lain - lain. Bagaimana dengan Liam? dia hanya sibuk bermain game saja dan hanya terima beres acara tersebut, dasar anak kurangajar.
Kegiatan Liam hanya makan, tidur, main game saja yah walaupun terkadang dia juga pergi ke dokter untuk terapi karena masih ada sedikit keluhan. Teman - teman Liam seperti Ricko, Dio, dan Chicko sudah berada di Korea Selatan 2 hari sebelum acara tersebut diselenggarakan jadi mereka juga sedikit membantu persiapan acara tersebut. Sejak kedatangan mereka di Korea Selatan mereka bertiga belum melihat Liam sama sekali karena Liam selalu berada di dalam rumah Jane maupun di dalam villa, seperti seorang manusia goa yang keluar saat dia memiliki kepentingan saja. Jiwa mager Liam itu sudah mendarah daging, jadi dimanapun dia berada selama itu bukan urusan pekerjaan maka dia lebih memilih untuk tertidur, lebih tepatnya dia gampang tertidur dimanapun dia berada bahkan di tempat sampah sekalipun.
Mereka semua bergerak dalam diam agar tidak diketahui publik karena jika itu diketahui oleh publik maka semua media akan berbondong - bondong untuk mengejar Jane maupun Mr Kim alhasil mereka akan menerima keuntungan yang lebih dari hasil mereka menerbitkan berita tentang pertunangan tersebut, mengingat bahwa Jane merupakan seorang publik figure yang sangat berpengaruh terutama di Korea Selatan. Saat ini hanya ada berita tentang Jane yang sedang berkencan dengan seorang pria misterius di Sungai. Mr Kim dan Mr Robinson langsung berhasil menyuap media berita tersebut melalui orang kepercayaannya agar mereka dapat menarik berita itu dan mengganti dengan berita yang lain. Saat ini Liam sedang berada di hotel milik keluarga Robinson bersama dengan beberapa orang untuk mengatur persiapan acara pertunangannya, bukan Liam namanya jika dia tidak tertidur disuatu tempat karena sekarang dia sedang menikmati waktu tidur siangnya di salah satu sofa yang berada di lobby hotel.
"Dasar memang manusia kurangajar, yang lain sibuk mempersiapkan acaranya eh dia malah keenakan tidur siang," ucap Dio sembari menggelengkan kepalanya.
Josh lalu datang menghampiri Dio dan meleparkan beberapa tumpukan kertas di wajah Liam yang sedang tertidur "bangun! dunia kamu sedang diserang dinosaurus tuh."
"Biarkan saja yang penting tidak hujan meteor saja aman kok," ucap Liam sembari masih memejamkan matanya.
Josh lalu memberi kode kepada Dio, dan Dio yang mengerti dengan kode Josh kemudian mulai mengangkat Liam dengan dibantu oleh Josh lalu setelah itu menceburkan Liam ke dalam kolam renang. *Byurrr.* begitu suara yang terdengar saat Liam tercebur ke kolam renang.
"Weh apa ini? helpp!! aku masuk ke dalam lambung dinosaurus!!" ucap Liam sembari berenang menyelamatkan diri.
Josh dan Dio hanya tertawa melihat Liam panik, sedangkan Chicko dan Ricko juga itu tertawa kecil melihat Liam berteriak - teriak tidak jelas.
Josh kemudian turun ke kolam dan menarik tangan Liam "ayo sini, nanti kamu kenapa - kenapa aku yang akan dimarahi oleh adikku."
"Makanya jangan tidur saat yang lain tengah sibuk dasar dari dulu kamu selalu saja jadi beban kelompok," ucap Dio mengejek Liam.
Liam kemudian duduk di tepi kolam "bukannya dari dulu yang jadi beban kelompok itu kamu? aku yang selalu saja mikir sedangkan kamu malah main game di warnet."
Ricko kemudian memberikan pool towel kepada Liam untuk mengeringkan tubuhnya "cepat keringkan tubuhmu, nanti masuk angin malah tidak jadi bertunangan."
"Terima kasih."
Ricko lalu duduk di samping Liam "katanya dahulu tidak ingin menikah, lalu kenapa sekarang tiba - tiba mengurungkan niatmu?"
"Tidak tau, hanya ingin saja."
"Yang benar?"
__ADS_1
"Iya benar, Ricko."
"Sykurlah deh kalau kamu benar ingin menikah, aku jadi aman."
"Aman kenapa?" tanya Josh bingung.
"Aman karena Liam tidak akan mengejar - ngejar Ricko lagi hahaha," ucap Dio menyela pembicaraan mereka.
"Aku normal ya anjir," jawab Liam menyangkal.
"Masa sih?" tanya Dio.
"Aku dan Ricko hanya bestie an saja."
"Bestie an sama kamu membuat orang - orang berfikir yang tidak - tidak saja," ucap Ricko.
"Baguslah."
Ricko kemudian mencekik leher Liam "kok bagus sih anjing? aku sudah tidak mau bestie an sama kamu."
Tiba - tiba grandpa datang menghampiri Liam "kalian ini kenapa?"
Ricko lalu melepaskan tangannya dari leher Liam "tidal apa - apa grandpa, Liam yang membuatku kesal."
"Grandpa, katanya Ricko tidak mau jadi temanku lagi."
"Kenapa memangnya?"
"Katanya aku membuat orang berfikir yang tidak - tidak saat sahabatan dengan Ricko."
"Sudah jangan berkelahi, berteman saja dengan baik - baik."
"Ricko, Dio bisa tolong grandpa sebentar?"
__ADS_1
"Baik grandpa," ucap Ricko dan Dio secara serempak lalu mengikuti langkah grandpa.
Malam telah tiba dan semua tamu undangan sudah berkumpul di hotel milik keluarga Robinson. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa acara tersebut sangat private dan tamu undangan harus menyerahkan undangan yang mereka terima kepada para bodyguard di pintu masuk lobby sebagaj syarat utama memasuki hotel alias menghadiri acara pertunangan antara Liam dengan Jane. Liam terlihat tampan pada malam itu menggunakan setelan Jas bewarna biru navy dengan hiasan sapu tangan putih di saku atas jas miliknya, sedangkan Jane juga terlihat cantik menggunakan dress panjang bewarna putih yang terlihat sangat elegan dengan dipadukan tali pengikat yang terbuat dari mutiara dan menggunakan sepatu hak tinggi bewarna hitam agar terlihat lebih tinggi.
"Semua makanannya sangat lezat dan aku ingin mencicipi semuanya," ucap Dio sembari mengunyah sebuah kue.
"Bukannya kenyang yang ada malah perutmu meledak atau mati kewareg ken (meninggal kekenyangan)," ucap Chicko.
"Tidak apa - apa, lagipula belum tentu setahun sekali aku makan semua hidangan orang kaya anjir."
"Terserah, yang penting aku sudah memberitahumu dan lagipula kalau kamu meninggal kan aku dapat nasi berkat hahaha."
"Wah makanannya istri aku nih," ucap Dio mengambil sushi.
"Istrimu siapa?"
"Kaori chan."
"Dasar wibu stress, istri kok 2D."
"Biarin."
"Kenapa semua orang - orangnya bau duit, sedangkan kita tidak?" tanya Chicko.
"Sadar diri saja kita ini miskin," ucap Dio mengunyah sushi.
"Kenapa tuh manusia satu?" tanya Ricko.
"Dia ingin mati kekenyangan," jawab Chicko.
"Jane, kenalkan dia sahabatku Ricko dan Chicko, sedangkan manusia satu ini hanya sebagai tukang bersih - bersih saja."
"Dasar keterlaluan," ucap Dio marah.
__ADS_1
Jane tertawa kecil "salam kenal semuanya, aku tunangannya Liam."
"Salam kenal juga Jane."