Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #188


__ADS_3

Jane lalu mengganti sprei di ranjang Liam dengan sprei yang baru saat Liam sedang mandi. Setelah semuanya beres Jane langsung menyiapkan pakaian Liam dan meletakannya di atas sofa dekat lemari agar Liam melihatnya jika Jane sudah menyiapkan baju untuknya, tetapi saat sedang metakkan pakaian tiba - tiba Liam memeluk Jane dari belakang setelah selesai mandi. Otomatis Jane langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya itu. Jane memandangi wajah suaminya itu dan ternyata kumis serta jenggot suaminya itu sudah mulai tumbuh, jadi Jane pergi mengambil alat cukur kumis di dalam rak dan mencukur habis kumis dan jenggot Liam. Terlihat di wajah Liam jika dia saat ini merasa kesal kepada Jane karena Jane mencukur habis kumis dan jenggotnya itu padahal Liam sedang berniat ingin memanjangkannnya kembali.


Sepertinya sekarang akan sangat susah jika dirinya ingin memanjangkan kumisnya karena istrinya itu tidak suka jika dia mempunyai kumis, karena menurutnya itu akan sangat mengganggu sekali apalagi saat Liam mencium wajahnya. Sedari tadi Liam malah lebih fokus memperhatikan Jane yang sibuk mencukur kumisnya serta jenggotnya, karena jika diperhatikan lebih saksama Jane terlihat sangat puas jika dia bisa menyingkirkan apa yang selama ini sangat mengganggu pemandangannya. Jane duduk di pangkuan Liam dan mencukur kumisnya dengan sangat hati - hati. Selesai mencukur kumis suaminya itu Jane lalu turun dari pangkuan Liam dan memberikan pakaian yang telah dia siapkan tadi agar Liam segera mengganti bajunya. Lalu setelah itu Liam mengajak Jane untuk pergi melihat rumah barunya karena katanya sudah selesai direnovasi sembari mereka berdua memikirkan dekorasi atau peralatan apa saja yang belum mereka beli untuk rumah barunya.


Hari Minggu itu menjadi hari yang sangat sibuk bagi pasangan pengantin baru itu, karena mereka berkeliling ke mall serta supermarket untuk membeli peralatan rumah mereka. Tidak lupa mereka juga membeli bahan - bahan makanan serta minuman untuk mengisi kulkas besar di rumah baru mereka. Setelah semuanya beres mereka berdua lalu beristirahat di sofa panjang di rumah baru sembari bercanda ria saling melemparkan ejekan satu sama lainnya. Saat sore hari mereka berdua pulang ke rumah utama Liam untuk mengambil pakaian serta barang - barang yang ingin mereka bawa ke rumah baru. Untung saja Mr Robinson sudah pulang jadi Liam dan Jane bisa sekalian berpamitan kepada keluarganya untuk pindah ke rumah barunya karena sekarang Liam ingin hidup lebih mandiri dan membangun keluarga kecilnya sendiri.


"Mom, dad, Liam ingin pamit pindah ke rumah baru yang Liam bangun sendiri."


"Kenapa tidak tinggal disini saja?" tanya Mr Robinson.


"Liam ingin bisa hidup mandiri."


"Ya sudah, tetapi jika kamu membutuhkan bantuan daddy jangan sungkan untuk minta tolong okay?"


Liam tersenyum "okay."


Mrs Robinson lalu memeluk Liam dan Jane secara bergantian "sering - sering main kemari ya?"


"Iya mom," ucap Jane.


Liam lalu mengusap rambut Rosie "hei jangan nakal dengan mommy dan daddy."


"Iya."


"Janji tidak nangis?" tanya Liam mengejek Rosie.


Rosie lalu memeluk Liam "kamu kenapa harus pergi? nanti aku tidak bisa mengejekmu lagi."


Liam tertawa "aku hanya pindah rumah, bukan pindah ke planet mars jadi kita bisa sering bertemu."


"Tetapi tetap saja tidak enak ditinggal kamu lagi."


"Sering - sering main ke rumahku kalau begitu, lagipula juga tidak terlalu jauh dari sini."


"Iya."


"Sudah hei lepaskan, nanti aku tidak jadi pergi kalau dipeluk terus olehmu."


"Bukankah itu bagus?"


"Apa tidak malu kamu menangis sampai keluar ingusmu seperti itu?"


"Bodo amat."

__ADS_1


"Lepas dong sayang," ucap Liam melepaskan pelukan Rosie secara perlahan.


"Iya sudah."


"Sudahlah jangan menangis, kamu jelek kalau nangis."


"Kamu juga jelek, wlee."


"Sudah ya aku mau pergi sekarang, nanti keburu malam."


"Tidak ingin makan malam disini saja sayang?" tanya Mrs Robinson.


"Lain kali saja mom, masih ada yang mau diurus juga disana."


"Ya sudah hati - hati dijalan," ucap Mrs Robinson mengusap punggung putranya tersebut sembari mengantarkannya sampai pintu depan.


"Iya mom."


Liam dan Jane lalu pergi meninggalkan rumah utama dan pergi menuju ke rumah barunya. 30 menit kemudian mereka berdua telah sampai di rumah baru tersebut. Liam langsung menggendong Jane ala bridal style begitu mereka membuka pintu rumah dan membawanya ke kamar utama sembari terus menciumi bibir Jane.


"Nah sayang ini kamar baru kita," ucap Liam menurunkan Jane ke atas ranjang berukuran king.


"Apa ranjang ini tidak terlalu besar untuk kita berdua?"


Jane tertawa "ucapanmu itu terdengar seperti seorang junior ke senior nya sewaktu masuk kerja."


"Kan kamu yang lebih tua dari aku, jadi aku minta bimbingannya kalau misalnya ada yang salah atau kurang mengenakkan ketika aku menjalankan kewajibanku sebagai kepala rumah tangga."


"Iya hubby."


"Kamu ingin makan malam apa biar aku yang memasaknya di dapur baru?"


"Biar aku saja hubby."


"Tidak, kamu istirahat saja."


Liam kemudian pergi memasak di dapur dan setelah beberapa menit kemudian dia telah selesai memasak serta menyajikan makanannya di atas meja.


"Selamat makan."


"Mmm hubby, kita jadi honeymoon kan?" tanya Jane disela - sela menyantap makan malamnya.


"Ya jadi dong, masa tidak."

__ADS_1


"Kita akan honeymoon dimana?" tanya Jane dengan mata berbinar - binar.


"Terserah kamu saja, yang penting kamu bahagia."


"Aku ingin ke Paris, kalau kamu?"


Liam berfikir sejenak "aku ingin ke Swiss dan Santorini."


"Bagus, kalau begitu setelah kita pergi ke Paris bagaimana kalau kita pergi ke Swiss dan Santorini?"


"Ide yang bagus," ucap Liam mencubit pipi Jane.


Jane langsung memanyunkan bibirnya "ihh sakit hubby."


"Kenapa bibirnya seperti itu? ingin aku cium heum?"


"Tidak, kamu menyebalkan."


"Kenapa menyebalkan?" tanya Liam sembari mengambil piring - piring kotor di atas meja.


"Habisnya kalau kamu berniat ingin menciumku nanti malah keterusan dan sampai kemana - mana."


Liam hanya tertawa mendengar ucapan Jane. Lalu setelah itu Jane membantu Liam mencuci piring, dan begitu selesai mencuci piring Jane meminta Liam agar menempelkan semua lukisan yang dibuat olehnya agar tembok rumahnya tidak terlalu sepi, apalagi semua lukisan buatan Liam juga sudah sangat bagus. Ternyata seperti ini rasanya menikah dengan seorang pelukis yang cukup handal, dia tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli lukisan sebagai dekorasi dinding karena sudah dibuatkan oleh suaminya yang tampan itu. Liam juga menghiasi area sekitar kolam renang dengan lampu - lampu gantung bewarna orange agar terkesan lebih indah.


"Bagaimana?" tanya Liam duduk di tepi kolam renang.


"Sangat indah, ternyata kamu pintar mendekorasi rumah ya? walaupun tidak pintar berpakaian."


"Kan ada kamu yang pintar mengenai fashion, jadi untuk apa aku repot - repot belajar fashion?"


"Hih," ucap Jane mencubit perut Liam.


"Oh ya, aku sudah meminta Pak Kang untuk ikut dengan kita dan tetap menjadi bodyguardmu."


"Benarkah?"


"Iya sayang."


"Kenapa?"


"Aku sudah percaya dengan Pak Kang untuk menjagamu selama aku tinggal bekerja nanti."


"Oh begitu."

__ADS_1


"Iya."


__ADS_2