
Jane dan Liam ketiduran sampai sore hingga mereka lupa bahwa dia mempunyai seorang anak. Jane masih terus tidur dipelukan Liam karena semalam Jane tidak mendapatkan jatah untuk tertidur di pelukan Liam. Jane selalu saja tertidur di pelukan Liam saat malam hari karena Jane merasa sangat nyaman serta aman saat dia tertidur di pelukan Liam. Mungkin karena badan Liam yang besar sehingga terasa sangat empuk seperti sedang tertidur di kasur double. Setelah terbangun dari tidurnya Liam malah menepuk - nepuk pantat Jane serta memainkannya sebentar hingga membangunkan Jane. Liam merasa sangat senang menepuk pantat Jane yang sintal itu karena sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal tersebut saat bersama para mantan kekasihnya.
Liam sejak dulu tidak berani berbuat seperti itu meskipun nafsunya sedang menggebu - nggebu karena dia takut jika Mr Robinson mengetahuinya, pasti dia akan dihajar habis - habisan oleh Mr Robinson. Dahulu saat ketahuan dia berciuman dengan Jane saja, Mr Robinson mencengkram erat lehernya hingga dia kesakitan dan ada bekas merah di lehernya. Jane yang baru saja terbangun dari tidurnya dan mengetahui bahwa suaminya berbuat seperti itu, dia langsung memukul pergelangan tangan suaminya itu. Jane juga menyingkirkan tangan suaminya dari pantatnya, lalu setelah itu dia bergegas pergi menemui Mrs Robinson yang sedang menjaga baby Ace.
Jane tidak peduli meskipun rambutnya masih acak - acakan, dia tetap bergegas turun ke bawah karena merasa khawatir jika Mrs Robinson kewalahan menjaga baby Ace apalagi jika misalnya baby Ace sedang rewel. Jane berlari menuju ke taman belakang rumah setelah diberitahu oleh salah satu bibi yang bekerja disana. Para bibi yang sedang melakukan pekerjaannya disekitar rumah tersebut hanya menatap heran saat Jane berlari melewatinya karena rambut Jane serta penampilan Jane yang berantakan, karena mereka melihat bahwa biasanya Jane tampil sangat rapi sekali walaupun saat sedang di rumah. Namun sesampainya disana dia ternyata baby Ace sedang tertidur di gendongan Mrs Robinson
"Eh Jane, ada apa sampai berlari seperti itu?" tanya Mrs Robinson keheranan.
"Aku takut jika mommy kewalahan menjaga baby Ace karena aku tadi sempat ketiduran mom."
"Aku tidak kewalahan sama sekali karena baby Ace sangat tenang sekali meskipun tadi sempat menangis, akan tetapi sudah tidak apa - apa karena dia sedang tertidur."
"Oh syukurlah jika seperti itu mom," ucap Jane merasa lega.
"Tadi dia juga sempat bermain dengan Rosie juga hingga membuat Rosie merasa sangat gemas sekali dengannya."
"Benarkah?"
"Iya eonni, baby Ace sangat menggemaskan sekali."
"Iya Rosie, dia memang sangat menggemaskan sekali."
"Liam bagaimana Jane, apa sudah sedikit membaik?"
"Sepertinya dia sudah sangat membaik mom karena sudah bisa membuat rambut eonni acak - acakan hahaha," ucap Rosie menggoda Jane.
"Ssttt kamu ini," ucap Mrs Robinson menyenggol lengan Rosie.
"Mmm itu tadi karena terkena angin saat aku berlari kemari hehe," jawab Jane.
"Sepertinya anginnya tidak terlalu kencang karena kami sudah berada disini sejak tadi, bukankah begitu mom?" tanya Rosie sembari melihat keadaan sekitar.
"Jangan begitu Rosie, mungkin saja memang anginnya bertiup dengan sangat kencang saat eonni kamu berlari seperti atlet marathon."
"Sedang membicarakan apa kok sepertinya sangat seru sekali?" tanya Mr Robinson yang tiba - tiba berada di samping Mrs Robinson.
"Kami bertiga sedang menjaga baby Ace hon," jawab Mrs Robinson.
__ADS_1
"Oh begitu."
"Iya dad, baby Ace sangat menggemaskan sekali."
Pandangan Mr Robinson kemudian beralih melihat Jane.
"Eh Jane, habis dari mana kok rambutnu berantakan sekali?" tanya Mr Robinson penasaran.
"Rambut eonni habis terkena angin tornado dad," jawab Rosie bercanda.
"Lho kapan ada angin tornado? kalian tidak apa - apa kan?" tanya Mr Robinson khawatir.
Rosie tertawa.
"Nah itu angin tornadonya dad," jawab Rosie saat melihat kedatangan Liam.
"Ada apa nih?" tanya Liam bingung.
Mr Robinson yang mengerti apa maksud Rosie langsung tertawa saat melihat kedatangan Liam.
"Habis darimana kamu? katanya ingin berangkat kerja, kok tadi tidak jadi berangkat."
"Benar - benar sakit atau hanya alasan saja?"
"Ck aku benar - benar sakit dad."
"Tersangka utama yang membuat rambut eonni berantakan haha," ucap Rosie mengejek Liam.
"Rambut apa?" tanya Liam bingung.
Liam langsung menoleh ke arah Jane dan dia langsung mencubit hidung Rosie saat dia mengetahui yang dimaksud oleh Rosie. Setelah itu dia berusaha bertanggungjawab dengan menata kembali rambut Jane meskipun dia menata rambut Jane sembari tertawa. Setelah itu dia duduk disamping Jane dan berniat ingin mencium baby Ace yang sedang digendong oleh Jane, akan tetapi tiba - tiba Mrs Robinson memperingatkan Liam agar tidak mencium baby Ace terlebih dahulu karena dia masih sakit dan belum mandi.
Liam lalu memanyunkan bibirnya dan memilih untuk mencium Jane saja. Setelah itu Jane pergi ke kamarnya untuk mandi sore dan baby Ace dia tidurkan di ranjang Rosie karena Rosie masih ingin bermain dengan baby Ace. Ternyata saat Jane sedang mandi tiba - tiba saja Liam membuka pintu kamar mandi dan langsung berendam di bathtub bersama Jane. Melihat Liam yang seperti itu Jane kemudian menatap Liam dengan sinis namun semakin lama mereka malah asyik berbincang.
"Kenapa hobi sekali menggangguku saat sedang mandi ha?" tanya Jane sinis.
"Siapa suruh pintu kamar mandi tidak di tutup?"
__ADS_1
"Ya terserah aku dong."
"Berarti aku masuk ke kamar mandi saat kamu sedang mandi, itu juga terserah aku dong ya?"
Jane mencubit Liam.
"Ihhh menyebalkan sekali."
"Kenapa kamu sering sekali berkata seperti itu kepadaku?"
"Karena kamu memang sangat menyebalkan sekali apalagi saat tiba - tiba menghilang dikala aku bangun tidur, itu semakin menyebalkan."
"Aku hanya tidak ingin merepotkanmu apalagi kamu sedang sibuk menjaga baby Ace."
"Aku tidak merasa direpotkan sama sekali apabila menjaga kamu yang sedang sakit karena kamu itu suamiku dan pasti aku akan merawatmu saat kamu sedang sakit."
"Oh begitu," ucap Liam memeluk Jane dari belakang.
"Apa kamu melupakan sumpah pernikahan kita bahwa kita akan selalu bersama bagaimanapun keadaannya saat senang maupun saat susah ha?"
"Oh iya juga sih hehe."
"Jadi jangan berfikir jika kamu akan merepotkan aku saat kamu sedang sakit."
"Iya sayang, iya."
"Jangan iya, iya saja."
Liam tertawa.
"Sepertinya sudah lama sekali kita tidak berendam berdua seperti ini bukan?"
"Iya hubby. Kita berdua terlalu sibuk dengan urusan kita masing - masing hingga melupakan kebiasaan kita."
"Kebiasaan apa?" tanya Liam bingung.
"Berbincang sembari berendam. Kita sudah lama tidak melakukan deeptalk untuk mengoreksi diri kita masing - masing hingga membuat hubungan kita berdua terasa renggang."
__ADS_1
"Kamu benar, sepertinya kita mulai harus melakukan hal seperti itu lagi."
"Benar hubby."