
Saat Liam ingin pergi tiba - tiba saja Jane menarik pergelangan tangan Liam dan mencium bibirnya dengan sangat lembut hingga Liam terhanyut ke dalam permainan yang telah dibuat oleh Jane tersebut. Jantung Liam semakin berdegup dengan kencang dan setelah itu Liam menggendong Jane ke dalam pangkuannya. Saat Liam menggendong Jane ke dalam pangkuannya, Jane langsung mengalungkan tangannya ke leher Liam serta memeluk lehernya hingga membuat ciuman mereka semakin intens. Tiba - tiba saja Liam teringat bahwa dia belum mengunci pintu kamarnya, dan dengan cepat dia langsung mengunci pintu agar tidak ada seorangpun yang mengganggu mereka berdua. Setelah itu Liam kembali naik ke atas ranjangnya dan melanjutkan aktivitasnya bersama dengan Jane. 45 menit telah berlalu, dan sekarang mereka berdua sedang bersantai sembari menonton televisi di kamar.
Jane berbaring di pangkuan Liam, sedangkan Liam mengusap rambut Jane dengan lembut. Sesekali tangan usil Jane menonjok - nonjok perut six pack milik Liam hingga membuat Liam merasa ingin melemparkan Jane ke dalam kolam renang dari lantai 2 kamarnya. Namun tentunya dia hanya bercanda karena tidak mungkin baginya untuk melakukan hal tersebut, apalagi dia adalah istrinya yant sangat dicintainya. Liam lalu pergi ke kamar mandi sebentar dan tiba - tiba saja handphone Liam berbunyi saat Liam meninggalkannya di kamar mandi. Jane langsung mengambil handphone Liam dan menyusulkannya ke kamar mandi. Alasannya adalah karena privasi, Jane tahu betul jika suaminya itu tidak suka jika handphone miliknya dibuka - buka tanpa izin darinya, oleh karena itu Jane berteriak kepada Liam bahwa handphone miliknya berbunyi serta menyusulkannya ke kamar mandi.
"Hubby, ada telepon!!" teriak Jane dari luar kamar mandi.
"Dari siapa?"
"Disini tertulis dari Ricko."
"Kalau begitu jawab saja teleponnya."
"Oh baiklah."
"Aku sedang pup."
Jane lalu menjawab telepon tersebut.
"Ada apa Ric?" tanya Jane melalui sambungan telepon.
"Liam ada dirumah tidak Jane?" tanya Ricko disebrang telepon.
"Iya, dia baru berada di kamar mandi."
"Oh begitu rupanya, aku boleh main ke rumah?"
"Silahkan saja, lagipula Liam juga sedang senggang kok."
"Baiklah, nanti aku akan datang bersama dengan teman - teman yang lain."
"Okay," ucap Jane mengakhiri pembicaraan di telepon.
Tidak lama kemudian Liam yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Jane untuk menanyakan kenapa Ricko tadi menghubungi dirinya. Jane memberitahu Liam bahwa teman - temannya akan datang ke rumahnya, dan setelah itu Liam duduk di sofa sembari memainkan handphone miliknya.
"Hubby jangan malam - malam ya," ucap Jane memperingatkan Liam.
"Iya sayang. Mmm pakai bajumu," ucap Liam berbisik di telinga Jane.
"Memangnya kenapa hubby? kan hanya di dalam kamar saja."
"Sssttt jangan membantah, ayo pakai bajumu!!"
"Iya hubby sebentar."
"Jangan memakai pakaian yang terlalu sexy!"
"Hmmpp kamu ini menyebalkan sekali," gerutu Jane sembari memilih piyama.
__ADS_1
Liam lalu menghampiri Jane dan memeluknya dari belakang.
"Aku berkata seperti itu karena takut kalau nanti tiba - tiba ada orang lain datang kan menjadi tidak enak karena pakaianmu yang terlalu sexy, apalagi saat kemarin tiba - tiba mommy datang dan melihat kamu hanya memakai bikini saja."
"Iya deh iya, kalau begitu pilihkan saja baju untukku!"
"Nah yang ini saja," ucap Liam mengambil pakaian dari dalam lemari.
"Oh."
Jane kemudian memakai pakaian yang telah dipilih oleh Liam dan langsung menunjukkannya kepada Liam.
"Bagaimana?"
"Sempurna, nah yang begini baru aku suka."
"Dasar pria posesif, kamu tidak suka aku memakai pakaian sexy tetapi di media sosial kamu malah sering melihat wanita lain memakai pakaian yang terlalu sexy bahkan yang melebihi aku."
"Itu kepencet, tidak tau kenapa tiba - tiba instamiliku isinya seperti itu semua."
"Bullshit. Ya sudah, pinjam handphone mikikmu sebentar."
"Untuk apa?" tanya Liam merasa sedikit takut.
"Sebentar saja, lagipula aku juga tidak akan membuka yang aneh - aneh kok."
"Ini ambillah," ucap Liam saat memberikan handphone miliknya kepada Jane."
"Kamu tadi melempar bajuku kemana sayang?"
"Coba cari disamping ranjang, atau kalau tidak ganti saja dengan yang baru."
"Okay."
Liam langsung berjalan menuju ke ranjang dan mencari bajunya yang tadi dilemparkan oleh Jane. Setelah menemukannya Liam langsung memakainya dan bergegas turun ke bawah karena bertepatan dengan bel rumahnya yang telah berbunyi. Liam lalu membuka pintu utama dan mempersilahkan teman - temannya untuk masuk ke dalam. Karena dirasa lebih nyaman berbincang di rooftop, Liam kemudian mengajak teman - temannya ke rootop rumahnya dengan menaiki lift. Mereka berempat lalu duduk di sofa dan berbincang.
"Wah kolam apaan tuh?" tanya Dio sembari berjalan mendekat ke kolam.
"Oh itu jacuzzi pribadiku."
"Wah bahasanya seperti bahasanya orang - orang kaya saja," ucap Chicko mengejek.
"Lah Liam kan memang orang kaya," jawab Ricko membalas Chicko.
"Oh iya ya, benar juga hahaha."
Dio lalu mencelupkan tangannya ke dalam air jacuzzi.
__ADS_1
"Wah hangat, apa kamu sering berendam disini?"
"Tentu saja, aku sering berendam disini saat malam."
"Kenapa malam hari?"
"Menurutku cocok untuk melepaskan stress, berendam disini sembari mendengarkan musik."
"Apalagi jika berendamnya bersama istri, pasti semakin nyaman iya kan Liam?" tanya Ricko menggoda Liam.
"Eh bagaimana kamu bisa mengetahuinya jika aku sering berendam disini bersama dengan Jane?" tanya Liam merasa curiga.
Mereka bertiga langsung tertawa.
"Oh jadi benar kalau kamu sering berendam disini bersama dengan Jane?"
"Ya tidak sering sih, hanya beberapa kali saja kok."
"Pasti kamu berbohong," ucap Chicko.
"Aku tidak berbohong, tetapi aku goroh (berbohong dalam bahasa jawa).
"Lah itu sama saja bodoh," jawab Dio.
Liam langsung tertawa.
"Hahaha kalian memang benar kalau lebih nyaman berendam disini bersama istri, makanya kapan kalian menikah?"
"Kalau menikah itu bisa saja sih secepatnya tetapi kalau berendam di jacuzzi itu yang tidak mungkin karena aku tidak mampu membuat jacuzzi seperti itu, masa iya aku harus berendam di ember berdua?"
"Ya tidak apa - apa nanti sekalian berendam di empang tetangga bersama dengan lele," ucap Chicko mengejek Dio.
"Habis berendam bukannya bau harum malah bau amis."
"Malah keren dong," ucap Ricko menepuk bahu Dio.
"Matamu keren."
"Ya mudah - mudahan saat kamu sudah menikah nanti kamu bisa membangun jacuzzi seperti milikku," ucap Liam sembari tertawa.
"Aminn hahaha."
Karena dirasa ada yang kurang, Liam lalu kembali turun ke bawah mengambil beberapa camilan serta minuman untuk disuguhkan kepada teman - temannya sebagai teman berbincang. Namun sebelum itu Liam pergi mengambil handphone miliknya di kamar karena tadi digunakan oleh Jane, dan Liam hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat bahwa istrinya itu kembali memakai pakaian bikini saja. Beberapa jam kemudian saat sudah jam 11 malam Liam lalu mengusir teman - temannya untuk pulang dikarenakan sudah larut malam. Setelah itu baru Liam pergi ke kamarnya untuk tidur.
"Dasar anak nakal, sini kamu!!" teriak Liam.
"Kenapa hubby?"
__ADS_1
"Sudah aku bilang jangan memakai bikini masih saja bandel," ucap Liam sembari menepuk - nepuk pantat Jane.
"Iya maaf hahaha," ucap Jane yang justru malah merasa kegirangan saat pantatnya di tabok oleh Liam.