Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #359


__ADS_3

Liam lalu kembali ke kamarnya untuk tidur siang sebentar karena merasa sedikit pusing mengenai pertengkarannya dengan Jane, oleh karena itu dia enggan untuk membuka handphone miliknya agar dia bisa beristirahat sejenak. Saat sore hari sesuai janjinya dia akan mengajak Yunna untuk berjalan - jalan ke sebuah tempat wisata yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotelnya, dan juga pergi ke sebuah mall untuk membeli beberapa barang - barang kebutuhan Yunna.


Liam pergi ke sebuah tempat wisata yang terkenal cukup indah pemandangannya untuk melihat langit senja di sore hari. Liam meminum kopi bersama dengan Yunna sembari menikmati pemandangan yang indah saat senja. Mereka berdua lalu berbincang ringan menceritakan berbagai hal random yang ada di fikiran mereka masing - masing. Entah mengapa Liam selalu merasa nyaman saat sedang berbincang dengan Yunna apalagi terkadang isi fikiran mereka berdua hampir sama, yah mungkin bisa disebut juga bahwa mereka berdua sefrekuensi.


Mereka berdua bercanda ria di tempat itu dan setelah itu Liam mengantarkan Yunna ke sebuah boutique untuk membeli beberapa pakaian serta barang - barang apapun yang dia inginkan. Saat sedang melihat - lihat beberapa tas, Liam tiba - tiba saja tertarik kepada sebuah tas yang bentuknya sangat lucu dan terkesan sangat bagus jika misalnya digunakan oleh Jane. Liam langsung membeli tas tersebut, dan setelah selesai Liam mampir sebentar untuk membeli perhiasan.


Yunna yang sedang melihat - lihat beberapa anting - anting, dia merasa tertarik dengan salah satu anting yang designnya terlihat sangat simple namun terlihat elegan. Tiba - tiba saja Liam sudah berdiri di dekatnya dan menatap sebuah anting yang sedari tadi ditatap oleh Yunna. Liam kemudian meminta staff toko tersebut untuk mengambilkan sebuah anting yang dimaksud oleh Liam. Setelah itu Liam mengambilnya dan mencobanya di telinga Yunna hingga membuat dia sedikit terkejut.


"Ini sangat bagus untukmu," ucap Liam.


"Ha apa maksudmu?" tanya Yunna bingung.


"Bukankah sedari tadi kamu menatap anting ini bukan?"


"Iya, akan tetapi aku tidak berniat untuk membelinya."


"Kenapa begitu, padahal ini sangat cocok sekali untukmu?" tanya Liam penasaran.


"Harganya sangat mahal."


"Permisi saya ingin mengambil anting ini," ucap Liam tiba - tiba.


"Hei Li, aku tidak mampu membayarnya."


"Ck tenang saja, kan ada aku."


Liam kembali mengedarkan matanya untuk melihat beberapa kalung di etalase toko.


"Saya juga menginginkan yang ini," ucap Liam menunjuk ke sebuah kalung dengan liontin berlian.


"Ini tuan."


"Ini juga ya, aku sangat menyukai yang ini."


"Baik tuan."


Setelah melakukan pembayaran Liam lalu memakaikan sebuah kalung yang berliontin berlian di leher Yunna.


"Nah ini terlihat sangat cocok sekali untuk dipakai di lehermu apalagi dengan antingnya yang tadi."


"Benarkah?"

__ADS_1


"Tentu saja, aku tidak pernah berbohong mengenai hal itu."


"Terima kasih karena sudah membelikan aku semua ini."


"Tidak masalah."


"Oh ya itu untuk Jane?" tanya Yunna penasaran.


"Iya, kebetulan dalam waktu dekat ini dia akan berulang tahun."


"Oh begitu."


2 hari kemudian Jane sedang duduk di teras rumahnya untuk menunggu Liam pulang dan juga sekalian menjemur baby Ace agar mendapatkan vitamin D. Jane merasa sedikit kesepian karena biasanya Liam selalu menjahilinya serta mengganggunya. Ranjang yang biasanya terasa sangat hangat karena ada Liam namun sekarang setiap malam ranjang tersebut terasa sangat dingin. Jane menyesal karena telah membuat keributan dengannya pada malam itu, dan dia juga takut jika misalnya Liam memilih untuk tidak kembali ke rumah lagi karena telah memilih Yunna daripada dirinya.


Jane mengehela nafasnya kasar dan setelah itu dia masuk ke dalam rumahnya untuk bermain bersama baby Ace di ruang tengah. Beberapa jam kemudian saat malam hari Jane masih menunggu kepulangan Liam di rumah, akan tetapi setelah dia menunggu selama 1 jam ternyata Liam tak kunjung muncul di hadapannya. Jane lalu memutuskan untuk tidur saja karena dirinya sudah merasa lelah dan mengantuk setelah seharian mengurus baby Ace. Saat jam setengah 12 malam Liam lalu mengendarai mobilnya dari apartement pribadinya dulu menuju ke rumahnya karena tadi dia sedang membuat kue untuk Jane.


Setelah pulang dari luar kota Liam memang mampir ke apartement untuk menyiapkan sebuah kejutan kecil untuk istri tercintanya, meskipun dia selalu bertengkar dengannya namun Liam masih sangat menyayanginya. Begitu sampai di rumahnya Liam langsung menuju ke kamarnya namun saat berada di depan pintu kamarnya, Liam berhenti sebentar untuk menyalakan lilin di kue itu.


"Happy birthday to you," ucap Liam menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun ketika dia memasuki kamarnya sembari membawa sebuah kue dan juga beberapa hadiah untuk Jane.


Jane yang mendengar sebuah nyanyian lalu dia terbangun, dan betapa terkejutnya ketika dia mendapati bahwa suaminya sedang memberinya sebuah kejutan di hari ulang tahunnya.


"Surprised, happy birthday my baby girl."


Jane tersenyum manis.


"Tiup dulu lilinnya namun sebelum itu kamu harus membuat permohonan terlebih dahulu."


Jane mengikuti saran Liam dan langsung meniup lilin di kue ulang tahunnya.


"Terima kasih hubby."


"Sama - sama sayang," ucap Liam memeluk Jane.


"Aku kira kamu tidak akan pulang karena sudah merasa benci kepadaku."


"Meskipun aku benci kepadamu namun rasa sayangku serta rasa cintaku lebih besar dari rasa benciku, dan akhirnya itu semua bisa dikalahkan juga."


"Aku tidak menyangka jika kamu akan mempersiapkan semua ini."


"Hehe ini sebenarnya juga sebagai ucapan maafku karena telah membuatmu menangis waktu itu."

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan kamu bahkan sebelum kamu yang meminta maaf kepadaku."


Liam lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil yang isinya sebuah kalung untuk Jane.


"Ini hadiah kecil dariku untuk istriku yang sedang berulang tahun," ucap Liam memakaikan kalung itu di leher Jane.


"Terima kasih."


"Sama - sama sayang," ucapnya lalu mencium bibir Jane.


Ciuman Liam semakin turun dan langsung melepaskan rasa rindunya kepada Jane. Mereka berdua lalu menanggalkan pakaiannya masing - masing dan mulailah ehem. Liam melepaskan semua hasratnya yang dia tahan selama 2-3 harian ini karena dia berjuang untuk menahannya karena dia sedang jauh dari Jane.


"I love you," ucap Liam menciumi leher Jane.


"I love you more hubby."


Setelah itu Liam berbaring di samping Jane ketika sudah selesai.


"Aman - aman saja kan dirumah?" tanya Liam.


"Aman hubby."


"Umurmu semakin bertambah namun kamu masih saja seperti anak SMA, awet muda."


"Hahaha benarkah?"


"Iya sayang," ucap Liam memainkan rambut Jane.


Jane lalu menatap Liam.


"Kamu ini kenapa tiba - tiba saja perlakuanmu manis sekali namun terkadang juga sangat menyebalkan hingga membuat hatiku merasa sesak?"


"Tergantung suasana hati sih sebenarnya."


"Jadi kamu seperti ini juga karena suasana hatimu sedang baik heum?"


"Bisa jadi," Liam lalu menarik pinggul Jane untuk mendekat ke arahnya.


"Hu-hubby."


"Aku ingin lagi."

__ADS_1


__ADS_2