
Setelah itu Mrs Kim mengajak baby Ace untuk berjalan - jalan diluar dan Mrs Kim sangat senang sekali melihat senyum baby Ace yang terpancar di bibirnya. Sesekali Mrs Kim menciumi pipinya yang chubby karena merasa gemas sekali dengan cucu kesayangannya itu, apalagi cucunya itu selalu dipakaikan oleh atribut pendukung yang menambah kesan menggemaskan. Saat ini baby Ace memakai setelan baju bewarna biru langit dan juga topi beannie yang bewarna senada.
Setelah itu Mrs Kim membawa baby Ace kembali ke dalam rumah dan memberikannya kepada Jane. Baby Ace kemudian meminum susu karena sejak tadi baby Ace menunjukkan gerak gerik jika dia sudah merasa lapar. Jane mengatakan bahwa baby Ace sekarang sudah jarang rewel saat tengah malam, jadi dirinya dan juga Liam bisa tertidur nyenyak. Baby Ace sangat pintar sekali, sehingga hal itu membuat Jane merasa senang. Mrs Kim kemudian bertanya kepada putrinya tersebut apakah dia sekarang jauh lebih merasa bahagia atau tidak, dan Jane hanya mengatakan bahwa dia merasa sangat bahagia sekali dengan rumah tangganya saat ini.
Jane sedikit berbohong kepada Mrs Kim jika sebenarnya dia merasa sedih, pusing, dan bingung yang menjadi satu sekaligus karena memikirkan suaminya itu. Suaminya seperti seseorang yang sudah benar - benar tidak memiliki semangat hidup karena selalu merasa hidupnya merasa hampa. Sebenarnya Jane merasa bahwa suaminya seperti itu sejak dulu, akan tetapi Jane tidak bisa melakukan apapun selain terus menemaninya serta membuatnya merasa nyaman saat bersamanya. Mrs Kim tiba - tiba mengejutkan Jane hingga membuyarkan lamunannya.
"Kamu tidak apa - apa kan Jane?" tanya Mrs Kim merasa khawatir.
"Ah tidak apa - apa eomma."
"Aku kira kamu kenapa sampai melamun seperti itu."
"Menurut eomma, Liam itu bagaimana?" tanya Jane tiba - tiba.
"Menurut eomma, Liam itu adalah pria yang sangat baik dan yang bisa menepati janjinya kepada kita berdua untuk menjagamu dengan baik."
"Oh begitu."
"Memangnya kenapa kamu tiba - tiba bertanya seperti itu? apa yang eomma katakan ini berbanding terbalik dengan kenyataannya?" tanya Mrs Kim berusaha menebak.
"Tidak eomma, Liam memang pria yang baik seperti yang eomma katakan."
"Syukurlah jika kenyataannya memang seperti itu, aku kira Liam telah berbuat jahat kepadamu."
"Tidak, mana mungkin Liam berbuat jahat kepadaku? Liam itu memang pria yang baik, dan diam - diam dia sangat perhatian sekali denganku. Liam yang aku kenal itu jarang sekali memperlihatkan rasa pedulinya secara terang - terangan."
"Kenapa begitu?"
"Tidak tahu, mungkin Liam tidak terbiasa untuk memperlihatkan sesuatu secara terang - terangan dan hidupnya juga terkesan sangat private sekali. Cara mengungkapkan rasa cintanya dan rasa pedulinya itu sangat berbeda dengan orang lain, sehingga aku sangat memakluminya jika dia agak berbeda dengan pria pada umumnya."
"Benar Jane, eomma sangat setuju denganmu."
__ADS_1
"Romantisnya itu berbeda dari kebanyakan pria lainnya dan itu membuatku semakin mencintainya hahaha."
"Berbeda bagaimana?"
"Contohnya itu seperti ketika dia melamarku dulu di sungai han dan dia hanya mengatakan, ayo menikah denganku sembari menyodoriku dengan sebuah kotak cincin berlian yang sangat mahal. Dia menyodori kotak cincin itu seperti dia sedang menyodori sebuah absen kelas saja."
Mrs Kim tertawa mendengar cerita putrinya.
"Kenapa begitu?"
"Karena dia menyodorinya dengan masih berdiri disampingku, dan tidak berlutut seperti layaknya seorang pria yang sedang melamar kekasihnya."
Mrs Kim semakin dibuat tertawa dengan pernyataan Jane.
"Hahaha bagaimana bisa dia seperti itu?"
"Entahlah aku juga bingung, aku waktu itu menjadi sangat ragu untuk menerimanya karena ucapannya terkesan bercanda."
"Iya sih eomma namun tingkah lakunya itu tidak seperti seseorang pria yang sedang melamar karena tidak ada romantis - romantisnya sama sekali."
"Namanya juga pria yang sangat unik, tentu saja dia mengungkapkannya dengan cara yang unik juga. Lalu kamu mengharap apa dari Liam yang cueknya seperti kulkas seratus pintu?"
"Ucapan eomma ada benarnya juga, tidak sepatutnya aku mengharap dia melamarku dengan cara yang romantis seperti kebanyakan pria lainnya."
"Liam sebenarnya mampu melamarmu seperti kebanyakan pria lainnya dengan lamaran yang seperti kamu inginkan namun keadaannya waktu itu juga berbeda karena Liam sehabis kecelakaan."
"Iya benar eomma, akan tetapi setelah 1 tahun kita menikah dia tiba - tiba meminta maaf kepadaku jika dia tidak bisa melamarku di bawah menara eiffel seperti keinginanku karena itu diluar rencananya. Bahkan katanya dia membeli cincin itu di Korea secara mendadak."
"Benar sayang, yang terpentingkan sekarang kalian sudah menikah dengan konsep pernikahan sesuai dengan keinginanmu dan sekarang dia juga menjadi suami yang bertanggungjawab."
"Iya eomma."
__ADS_1
"Dia juga hanya terus memanggilmu dengan nama saja dan tidak mempunyai panggilan kesayangan bukan?"
"Sebenarnya dia mempunyai panggilan kesayangan untukku namun itu hanya digunakan saat sedang berduaan saja hehe, dan dia merupakan pria yang anti bucin - bucin club jadi jangan berharap jika Liam akan memanggilku dengan panggilan kesayangan di depan publik."
"Benarkah, apa itu?"
"Rahasia hahaha. Aku sangat heran dia jarang sekali dan bahkan tidak pernah mengunggah fotoku di media sosialnya karena dia juga jarang mengunggah foto wajahnya sendiri."
"Dia memang seorang pria yang sangat private sekali, seperti yang kamu katakan di awal tadi."
"Benar eomma."
Mereka berdua terus asyik berbincang sampai Jane tidak menyadari bahwa sudah menjelang sore hari, dan sebentar lagi Liam pulang dari kantor. Setelah itu Jane berpamitan pulang kepada Mrs Kim, dan beberapa menit kemudian saat Jane baru saja pulang ke rumah tiba - tiba Liam sudah berada di sofa ruang tengah membaca sebuah buku sembari meminum teh hangat. Jane lalu menghampiri Liam dan duduk di sampingnya untuk meminta maaf kepada Liam karena dia pulang terlambat. Liam hanya mengangguk saja dengan matanya yang fokus membaca setiap kata di dalam buku itu. Jane merasa bahwa Liam marah kepadanya namun sebenarnya Liam bersikap biasa saja, dan dia diam karena sedang berusaha menelaah setiap kata di buku tersebut yang isinya sedikit berat.
"Hubby marah kepadaku ya?" tanya Jane memastikan.
Liam lalu menutup lembaran bukunya dan menatap Jane.
"Tidak, aku sedang berusaha memahami isi buku ini jadi aku tidak terlalu mendengar ucapanmu tadi."
"Oh begitu, mau aku pijat badannya?"
"Tidak perlu, lebih baik kamu mandi saja bersama baby Ace karena sudah sore."
Jane mengangguk dan langsung pergi mandi karena dia tidak berani membantah ucapan Liam saat dia dalam mode seperti itu. 30 menit kemudian Liam pergi ke kamarnya dan memeluk Jane dari belakang.
"My baby girl," ucap Liam mencium pipi Jane.
"Sudah sana mandi."
"Okay."
__ADS_1