
Ketika sang fajar sudah terbit dari timur dan menerobos masuk melalui jendela kamar Liam hingga menyilaukan matanya, Liam menjadi terbangun dari mimpinya yang indah tersebut. Liam yang hanya memakai celana kolornya lalu menutup kembali dadanya dengan selimut yang tidak memakai baju karena merasa sangat gerah sekali dan cuaca akhir - akhir ini juga sangat panas. Liam yang masih berbaring itu lalu melihat jam yang berada di atas mejanya. Jam itu masih menunjukkan pukul 6 pagi, sedangkan dia mengambil penerbangan jam 9 pagi. Liam masih sangat malas untuk bangkit dari tempat tidurnya, dan setelah itu dia memeriksa ponsel miliknya yang ternyata sepi tidak ada notifikasi apapun. Akhirnya Liam kembali tidur tetapi matanya sudah tidak bisa tidur kembali.
Liam lalu memutuskan untuk bermain nintendo miliknya. Setengah jam kemudian dia sudah mulai bosan dengan vidio gamenya. Akhirnya dia pergi ke kamar mandi untuk buang air dan mencuci wajahnya yang tampan itu. Setelah itu dia berdiri di balcony kamarnya sembari meregangkan tubuhnya. Beberapa kali dia menguap karena masih sedikit mengantuk. Liam memandangi suasana sekitar rumahnya tersebut sembari mendengarkan burung - burung yang sedang berkicauan. Liam lalu berjalan keluar kamarnya dan menuruni tangga untuk pergi ke tempat gym pribadinya tetapi saat bertemu dengan Mrs Robinson dan Rosie. Liam kemudian menghampiri mereka berdua yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan dan menyapanya.
"Good morning mom." Sapa Liam.
Mrs Robinson lalu menoleh ke arah Liam dan terkejut melihat Liam yang bertelanjang dada itu "hei Liam, kenapa tidak memakai baju?"
"Gerah mom, cuacanya juga sangat panas sekali."
"Kan ada AC, Liam."
"Tetap saja mom, sangat gerah sekali."
"Kamu pagi - pagi bangun mau kemana, bukannya jadwal kamu jam 9 ya?" tanya Rosie.
Liam lalu duduk dan mengoleskan selai di rotinya "iya, aku tiba - tiba terbangun karena sinar mataharinya sangat terang dan masuk ke kamarku."
"Nanti aku minta kepada bibi untuk mengganti gorden kamarmu, atau besok saja setelah kamu pulang dari New York?"
"Setelah pulang dari New York saja mom."
"Baiklah."
"Oh iya mom, sepertinya AC kamarku rusak lagi deh."
"Nanti mommy hubungi tukang service untuk memperbaiki AC kamarmu."
Rosie tertawa secara tiba - tiba "kok AC kamarmu selalu rusak sih, bukannya bulan kemarin kamu service juga?"
"Ya mana aku tau." Jawab Liam sembari memakan roti selai miliknya.
"Jangan - jangan itu AC kamu sudah tidak kuat menahan suhu ruanganmu yang terlalu panas karena kamu terlalu banyak berbuat dosa, iya kan?"
"Sembarangan kalau berbicara."
Mrs Robinson lalu melerai perdebatan kedua anaknya tersebut "sudah, pagi - pagi jangan bertengkar."
"Sorry mom," ucap mereka berdua secara serempak.
Mereka berdua lalu melanjutkan sarapannya dengan terdiam satu sama lainnya karena takut dimarahi oleh Mrs Robinson kembali seperti tadi. Liam lalu menghidupkan televisi yang berada di ruang makan untuk melihat film animasi kesukaannya yaitu spongebob squarepants. Liam menontonya dengan tenang sembari menghabiskan sarapannya itu, dan Mrs Robinson meletakkan dua gelas susu hangat untuk Liam dan Rosie di depan mereka masing - masing. Mrs Robinson kemudian duduk di samping Liam dan mulai memperhatikan kedua anaknya yang bersikap tenang saat sedang menonton film animasi kesukaan mereka sembari memakan sarapan miliknya. Mrs Robisnon tersenyum memandangi wajah kedua anaknya tersebut. Tidak lama kemudian, seseorang menghampiri mereka bertiga di ruang makan dan menyapanya.
__ADS_1
"Good morning."
Rosie tersenyum "daddy."
Mr Robinson lalu memeluk Rosie "hai princess, dan hai buddy."
"Hai dad." Sapa Liam yang masih asik menonton spongebob.
"Katanya lusa baru akan pulang, kok sudah pulang hari ini hon?"
"Iya, karena urusanku sudah selesai, jadi aku pulang ke Indonesia untuk menemuimu dan anak - anakku."
"Oleh - olehnya mana dad?" tanya Rosie sembari tersenyum kepada Mr Robinson.
Mr Robinson lalu memberikan sebuah paper bag dan sebuah bucket bunga kepada Mrs Robinson "ini untukmu hon, aku membelinya khusus hanya untukmu."
"Wah terima kasih hon, nanti aku letakkan di dalam vas bunga."
Mr Robinson lalu memberikan sebuah paper bag berisi chocolate dan boneka untuk Rosie "nah, dan yang ini untukmu my princess."
"Thank you dad."
Liam yang melihat mereka mendapatkan oleh - oleh dari Mr Robinson membuatnya iri dan langsung protes kepadanya "aku tidak dapat sendiri nih?"
Liam lalu menghampiri koper yang di bawa oleh Mr Robinson tersebut "apa ini dad, apakah aku jadi di usir dari rumah?"
"Hei aku tidak seperti itu dan buka saja jika kamu ingin mengetahui isinya," ucap Mr Robinson sembari memakan roti selai buatan Mrs Robinson.
Liam lalu membuka koper tersebut "action figure tokoh favorite ku dan playstation terbaru, thank you dad."
"Your welcome, aku tau jika kamu berusaha mengumpulkan koleksi dari tokoh itu. Eh kenapa kamu tidak memakai baju?"
"Aku gerah dad, AC kamarku rusak lagi."
"Gara - gara Liam kebanyakan dosa jadi AC nya tidak kuat menahan suhu ruangannya," ucap Rosie mengejek Liam.
Mr Robinson tertawa mendengar ucapan Rosie "baiklah, nanti daddy ganti saja AC kamarmu dengan yang baru agar tidak selalu rusak."
"Okay dad."
"Dad." Panggil Rosie.
"Apa sayang?"
__ADS_1
"Aku ingin di belikan alpaca."
"Alpaca yang hewan itu?"
"Iya dad."
"Baiklah, nanti daddy buatkan kandangnya terlebih dahulu di belakang rumah tetapi kamu harus janji mau merawatnya sendiri."
Rosie tersenyum "aku janji dad."
"Bagus. Kamu tidak mau alpaca juga buddy?"
Liam menggeleng sembari terus melihat kopernya oleh - olehnya tadi "tidak dad, aku lebih ingin naga daripada alpaca."
"Aneh - aneh saja kamu. Eh kamu jadi pergi ke New York kan hari ini?"
"Jadi dad, nanti jam 8 aku akan berangkat ke bandara."
"Baiklah."
Liam lalu membawa koper yang merupakan oleh - oleh dari Mr Robinson tadi ke kamarnya. Liam membawanya dengan sangat hati - hati karena takut barang yang di dalamnya lecet atau rusak. Setelah itu Liam mengeluarkan action figure itu dan menatanya di rak pajangnya yang terbuat dari kaca. Liam meletakkannya bersama para barisan action figure lainnya, dan setelah itu Liam menguji coba playstation miliknya ke televisi yang berada kamarnya. Liam kemudian memainkannya sebentar dan setelah jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi, Liam langsung mematikannya dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap pergi ke bandara. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Liam kemudian memeriksa kembali barang bawaannya agar tidak ada yang tertinggal. Setelah itu Liam turun ke bawah sembari membawa koper beserta tas skateboard miliknya lalu metakannya di depan pintu agar pak supir memasukannya ke dalam bagasi mobil.
"Mom, dad aku berangkat ya?"
"Hati - hati sayang," ucap Mrs Robinson memeluk Liam.
"Pasti mom."
Mr Robinson lalu menepuk punggung Liam "jangan berbuat ulah di sana, daddy sedang tidak ingin dibuat repot."
"Iya dad, tidak akan kok."
"Nanti kamu tinggal di hotel kita saja, daddy sudah memberitahu mereka jika kamu akan menginap di sana selama seminggu."
"Baik dad. Hei Rosie jelek, jangan merepotkan daddy dan mommy."
Rosie lalu memeluk Liam "kamu yang jelek. Aku tidak akan merepotkan mereka, jangan lupa oleh - oleh untukku."
Liam membalas pelukan Rosie "tidak mau," ucapnya bercanda.
Rosie melepaskan pelukannya "baiklah, pergilah sekarang!"
Notes: jangan lupa like episode ini ya, terima kasih.
__ADS_1