Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #76


__ADS_3


Sesampainya di depan kantor, pak Kang lalu berjalan membukakan pintu untuk Jane dan setelah itu Jane melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya. Semua mata karyawan tertuju kepada Jane karena parasnya yang sangat rupawan, ya maklum saja Jane itu adalah seorang model yang sangat terkenal jadi siapa sih yang tidak ingin memandangnya jika bertemu dengannya. Para karyawan menyapa Jane dengan sangat ramah saat berpapasan dengannya. Dia juga membalas sapaan para karyawannya tersebut dengan sangat ramah. Sesampainya di ruangan kerjanya, Jane lalu meletakkan tas miliknya dan duduk di kursinya sembari membuka laptopnya. Tidak lama setelah itu sekretaris Jane masuk ke dalam ruangannya untuk menyerahkan beberapa dokumen yang harus di periksa ulang olehnya serta memberitahu jadwal Jane hari ini selama di kantor. Setelah itu sekretarisnya langsung permisi untuk kembali ke ruangannya. Jane lalu memeriksa beberapa dokumen tersebut dan sangat fokus membacanya. 2 jam kemudian Jane tiba - tiba memikirkan Liam yang entah sedang ada dimana, sedang apa, dan bagaimana kabarnya. Jane lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sembari memijat kepalanya yang sudah mulai pusing tersebut.


Setelah beristirahat sebentar Jane lalu kembali melanjutkan pekerjaannya sampai jam makan siang. Saat makan siang Jane lebih memilih untuk makan di kantin kantornya saja karena dia sedang malas pergi ke luar apalagi jika nanti dia bertemu dengan Kyle. Kantin kantornya sangat ramai sekali, Jane lalu mengambil makanannya dan duduk di kursi bersama dengan sekretarisnya. Jane berbincang dengan sekretaris dan karyawan wanita lainnya sembari dia menghabiskan makan siangnya. Tiba - tiba handphone milik Jane berbunyi, Jane langsung pergi untuk menjawab panggilan telepon itu. Beberapa menit kemudian Jane kembali ke kursinya untuk melanjutkan makan siangnya. Setelah selesai makan siang, Jane kembali ke ruangannya untuk bekerja. Jane lalu memanggil sekretarisnya untuk membantunya sebentar karena ada beberapa dokumen yang terlihat belum jelas. Sekretarisnya lalu membantu Jane, hingga tak terasa sudah saatnya jam pulang kantor. Jane lalu membereskan barangnya dan pergi menuju rumah Liam seperti rencananya tadi pagi. Jane juga memutuskan untuk mampir sebentar ke toko kue dan membeli beberapa kue yang Rosie suka. Jane lalu memencet bel ketika sampai di depan pintu rumah kediaman Robinson.


Mr Robinson lalu membuka pintu dan langsung menyapa Jane "eh Jane, mari masuk."


Jane tersenyum "baik om."


Mr Robinson lalu berjalan bersama Jane masuk ke dalam rumahnya "tumben sekali, ada apa?"


"Saya ingin bertemu dengan Rosie om."


"Oh begitu Rosie sedang berada di kamarnya dan langsung masuk saja."


"Baik om, saya dengar kemarin om pulang ke Australia ya?"


"Iya karena ada urusan. Eh Andrew belum pulang dari Korea?"


"Appa belum pulang om, katanya masih ada urusan."


Mr Robinson mengangguk "oh begitu, kalau kakak kamu?"


"Oppa juga masih berada di sana membantu appa."


"Berarti kamu di sini sendirian?"


"Ada Pak Kang yang diminta appa untuk menjaga saya kok om."


"Oh seperti itu, Liam juga sedang pergi ke New York katanya ingin bertemu dengan temannya."


"Iya saya tau kok om karena Liam sudah memberitahu saya sebelum dia pergi."


Mr Robinson lalu duduk di sofa "silahkan duduk, om mau bertanya kepadamu sebentar saja."

__ADS_1


Jane lalu duduk di sofa "mau bertanya apa om?"


"Aku dengar dari mommy nya jika Liam mempunyai apartement di sini, apa Liam pernah cerita sesuatu kepadamu tentang apartement itu?" tanya Mr Robisnon karena merasa penasaran.


"Liam pernah bercerita kepada saya waktu itu tentang apartement yang dia beli."


"Terus dia cerita tentang hal yang lainnya tidak?"


"Maksud om?"


"Maksud aku, kamu tau tidak apartement itu sekedar untuk bersinggah saja atau untuk hal lain?"


"Maksudnya hal lain bagaimana ya om?"


Mr Robinson tersenyum "ya siapa tau hal lainnya itu untuk menyelundupkan wanita atau dia sedang menghidupi seorang sugar baby secara diam - diam mungkin."


Jantung Jane seketika merasa berdebar dengan kencang setelah mendengar ucapan dari Mr Robinson tersebut karena takut ketahuan oleh beliau jika Liam dan dirinya tinggal bersama di apartement itu beberapa bulan terakhir ini "maaf saya tidak tau kalau hal itu om hehe." Jawabnya berbohong.


"Aku kira kamu tau, masalahnya gerak - gerik Liam akhir - akhir ini sangat mencurigakan sekali, bahkan dia tidak memberitahuku siapa yang dia temui di New York. Tetapi awas saja jika dia sampai dugaanku ini benar maka aku akan menghajarnya."


"Baiklah terima kasih. Kalau misalnya kamu tau jika Liam seperti itu lapor saja pada om ya?"


"Baik om."


Jane lalu melangkahkan kaki menuju kamar Rosie, dan setelah itu Jane mengetuk pintu kamar Rosie ketika dia sudah berada di depan kamar. Rosie lalu membuka pintunya dan meminta Jane untuk masuk. Jane kemudian memberikan kue yang tadi dia beli untuk Rosie, dan dia sangat senang sekali menerima kue tersebut. Rosie mengajak Jane untuk memakan kue itu bersama - sama sembari menonton film. Jane masih kepikiran tentang ucapan Mr Robinson tadi karena dia takut jika pada akhirnya akan terbongkar semuanya. Perasaan Jane semakin gelisah, dia lalu berjalan menuju balkon kamar Rosie untuk menghubungi Liam dan membicarakan tentang hal tersebut. Beberapa kali Jane mencoba menghubungi Liam namun panggilannya tidak di jawab oleh Liam. Akhirnya Jane memutuskan untuk menghubungi Liam kembali nanti, dan dia kembali duduk di samping Rosie.


Rosie yang melihat Jane gelisah, lalu bertanya kepadanya "kamu kenapa eonni?"


"Kenapa apanya?"


"Aku lihat kamu gelisah sekali, ada masalah apa?"


"Tidak kok."


Rosie mengangguk "ah baiklah." Dia kembali memakan kuenya.

__ADS_1


"Eh aku mau bertanya dengan kamu."


"Tanya apa eonni?"


"Ada teman aku yang tinggal di apartement teman prianya namun semua keluarganya baik keluarga teman aku dan keluarganya pria itu tidak tau jika mereka berdua tinggal bersama di sebuah apartement. Lalu tiba - tiba ayah dari pria tersebut bertanya kepada teman aku jika tau sesuatu tidak tentang apa yang dilakukan di apartement miliknya dan ayahnya curiga jika anaknya tersebut menyelundupkan wanita di apartementnya atau mempunyai sugar baby karena akhir - akhir ini gerak - geriknya mencurigakan. Menurut kamu bagaimana?"


"Ya menurut aku sih eonni harus bermain pintar agar tidak ketahuan dan bilang saja tidak tau apa - apa tentang hal itu begitu."


"Iya, aku sudah berkata jika aku tidak tau apa - apa tentang hal itu." Jawab Jane tanpa sadar.


Rosie tersenyum nakal "nah begitu, kalian berdua harus bisa menutupi ini serapat mungkin dan semakin sedikit orang yang tau semakin baik."


Jane lalu tersadar "eh kok aku, kan itu teman aku yang mengalaminya dan bukan aku."


Rosie tertawa "sudahlah eonni, aku sudah tau semuanya dan kamu tidak perlu memakai temanmu sebagai alibi."


"Itu memang teman aku kok yang mengalaminya, dan bukannya aku."


"Sudahlah, Liam sudah menceritakannya kepadaku.


Jane menghela nafasnya "hah baiklah, aku mengakuinya Rosie."


"Kalian berdua sudah tinggal bersama berapa lama?" tanya Rosie yang merasa penasaran.


Jane lalu berfikir sejenak "sepertinya sudah sekitar 5 bulan terakhir."


Rosie merasa terkejut "wow. Kalian berdua berbuat apa saja hayo?" tanyanya sembari tertawa.


"Kami tidak melakukan apa yang kamu pikirkan, lagipula unit apartement itu memiliki 2 kamar jadi kami tidur di kamar yang berbeda."


Rosie mengangguk sembari tersenyum "hmm baiklah, aku harap kenyataannya seperti itu."


Jane langsung berteriak "ya memang kenyataannya seperti itu Rosie."


Rosie tertawa "baiklah, aku percaya."

__ADS_1


Notes: jangan lupa like di setiap episodenya dan tekan favorite, terima kasih.


__ADS_2