Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #429


__ADS_3

Liam lalu berbaring di samping Jane sembari memperhatikan dia yang sedang memberikan baby Ace susu. Namun semakin lama justru Liam merasa malu, dan akhirnya dia memilih untuk tidur saja karena dia merasa sangat lelah. Jane lalu menatap Liam yang sedang tertidur nyenyak, dan berfikir bahwa lebih baik Liam seperti ini saja daripada dia terus berbicara untuk meminta jatah. Tidak lama kemudian Jane lalu menidurkan baby Ace di atas ranjangnya karena dia sudah tertidur di gendongannya.


Setelah itu Jane lalu beristirahat sembari memompa ASI untuk persediaan nanti jika mereka akan keluar jalan - jalan. Jane memainkan handphonenya karena dia sedang berkirim pesan kepada Irene, dan sesekali dia juga memotret wajah Liam yang tampan saat tengah tertidur. Jane lalu memeluk Liam dan dia ikut tertidur juga setelah selesai melakukan tugasnya. Liam langsung membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Jane hingga mereka tertidur dengan saling berpelukan.


Jane sudah merasa sangat nyaman saat dia tidur di pelukan suaminya apalagi badan suaminya yang sangat besar dan kekar, sehingga terasa sangat hangat dan aman. Beberapa jam kemudian Liam sudah terbangun dari tidurnya dan dia langsung melihat ke arah samping untuk memeriksa keadaan istrinya. Ternyata istrinya masih tertidur nyenyak, sehingga dia tidak berani dan tidak tega untuk membangunkannya padahal Liam merasa lapar. Liam kemudian keluar dari kamarnya dan bertemu dengan Pak Kang yang sedang membuat kopi di dapur.


"Eh tuan, maaf saya telah lancang membuat kopi di dapur anda."


"Haiss tidak apa - apa Pak Kang, anggap saja ini seperti rumah kamu sendiri."


"Oh baik tuan, terima kasih."


"Pak Kang sedang sibuk tidak?" tanya Liam duduk di kursi.


"Tidak tuan, saya selalu siap menerima perintah dari anda."


"Mari temani aku untuk makan siang bersama di dekat sini saja."


"Baik tuan, tapi nyonya?"


"Oh Jane sedang tertidur nyenyak, jadi nanti aku akan membawakan dia makanan untuk dibawa pulang saja."


"Oh begitu, mari tuan."


"Habiskan dulu kopinya, nanti tidak enak jika sudah dingin."


"Baik tuan, sebentar."


Pak Kang lalu meminum secangkir kopi itu dengan sangat cepat, karena dia tidak ingin jika boss nya menunggu terlalu lama.


"Mari tuan."


"Oh sudah selesai?"


"Sudah tuan."


Mereka berdua lalu berjalan kaki untuk mencari sebuah warung makan terdekat. Namun tiba - tiba saja Liam ingin makan di warung yang dekat pantai saja sembari melihat pemandangan di sekitar pantai. Setelah menemukan warung makan yang cocok, mereka berdua lalu memesan beberapa menu makanan untuk disantap bersama sembari berbincang.

__ADS_1


"Rasanya sangat menenangkan sekali mendengar suara ombak apalagi ada angin sepoi - sepoi."


"Benar tuan, saya setuju dengan anda."


"Oh ya mari silahkan dimakan."


"Baik tuan, selamat makan."


"Iya, selamat makan."


"Jadi villa yang akan kita tinggali selama beberapa hari kedepan itu milik anda ya tuan?" tanya Pak Kang sembari menyantap makanannya.


"Benar Pak Kang, mungkin lebih tepatnya villa milik keluargaku."


"Oh begitu, kalau hotel dan resort anda dimana?"


"Tidak jauh dari sini juga."


"Oh begitu."


"Yah begitulah keluargaku, setiap menemukan suatu tempat yang indah di setiap negara pasti mereka akan langsung membeli tanah untuk membangun sebuah villa atau hal lain. Apalagi jika tanah tersebut berpotensi sebagai kawasan wisata, pasti mereka akan langsung membangun hotel ataupun restaurant."


"Benar Pak Kang, mungkin hokinya bisnis keluargaku di hal - hal seperti itu."


"Iya, tergantung orangnya juga sih tuan. Mmm bagaimana dengan cafe anda? saya dengar anda sudah membangun cafe milik anda sendiri."


"Ya sejauh ini lancar - lancar saja Pak Kang, dan mungkin bulan besok sudah bisa dibuka."


"Oh syukurlah jika begitu."


"Aku berencana membuat cafe juga karena ingin mencoba berbisnis sendiri serta membantu teman - temanku yang sedang kesulitan mendapatkan pekerjaan."


"Benar itu tuan, sekali - kali keluar dari zona nyaman juga bukanlah hal yang buruk dan jika kita gagal maka jadikanlah kegagalan itu sebagai pelajaran di masa depan agar tidak terulang kembali."


"Iya Pak Kang, aku sangat setuju dengan ucapanmu."


"Aku fikir anda membangun cafe masih dibawah naungan perusahaan anda, tapi ternyata tidak."

__ADS_1


"Mungkin semua orang juga sudah berfikiran seperti itu namun sejujurnya ini milikku pribadi dan bukan dibawah naungan perusahaan keluarga. Sekali - kali mencoba bisnis sendiri dan nanti kalau berhasil, aku ingin membuat cabang di berbagai daerah."


"Aminn semoga saja semuanya berjalan dengan lancar dan anda bisa membuka cabang di berbagai daerah."


"Iya terima kasih Pak Kang."


"Sama - sama tuan."


Disisi lain Mr Robinson saat ini sedang menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat cepat agar dia bisa segera pulang, karena dia berkeinginan untuk mengajak istrinya pergi berkencan seperti kemarin. Sekitar 2 jam kemudian dia sudah merapikan semua barang - barangnya dan bergegas untuk pulang. Saat di perjalanan, Mr Robinson memutuskan untuk berhenti sebentar di toko bunga karena dia ingin membelikan se-bouquet bunga favorite istrinya. Setelah itu dia kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang.


Begitu sesampainya di rumah, alangkah bahagianya Mr Robinson ketika mendapati bahwa istrinya sedang menyambut kepulangannya. Setelah itu Mr Robinson langsung memberikan bunga tersebut kepada istrinya hingga membuat istrinya merasa sangat bahagia. Ternyata keromantisan suaminya itu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Setelah dia beristirahat sebentar, Mr Robinson langsung kembali mengajak istrinya untuk jalan - jalan di tempat lain. Mr Robinson kembali menggandeng tangan istrinya saat mereka berdua berjalan menyusuri taman.


"Aku merasa sangat bahagia karena kita berdua bisa menghabiskan waktu berduaan seperti ini, dan anggap saja kita sedang menebus saat dahulu kita sedang pendekatan yang harusnya kita berkencan seperti sepasang muda mudi waktu itu."


"Iya hon, aku setuju denganmu."


"Aku penasaran mengapa kamu selalu menolak saat aku mengajakmu untuk berkencan waktu itu."


"Aku kan sudah bilang bahwa aku sangat sibuk bekerja di toko bunga, eh tapi malah tiba - tiba saja toko bunga itu sudah kamu beli."


"Aku membelinya karena aku ingin agar kamu selalu menerima ajakanku untuk berkencan, akan tetapi saat kita sedang keluar sebentar eh malah tiba - tiba kamu ada urusan."


Mrs Robinson tertawa.


"Itu karena aku memang sibuk."


"Bilang saja kamu waktu itu tidak tertarik kepadaku."


"Bukan begitu hon, aku memang sedang sibuk waktu itu."


"Sekarang kamu sudah hidup sangat berkecukupan, oleh karena itu aku ingin kamu bahagia denganku dan tidak perlu bekerja lagi!"


"Kenapa begitu?"


"Biar aku saja yang bekerja untuk memenuhi kebutuhanmu, nanti kalau kamu bekerja semua uangku yang tidak akan pernah habis itu untuk apa?"


"Hei tidak boleh berkata seperti itu hon."

__ADS_1


"Oh baiklah hon."


__ADS_2