
*Kamar Liam*
Liam yang selesai mandi dan duduk di atas ranjangnya ingin membuka bingkisan tersebut, tapi tiba - tiba dia merasa sedikit kehausan "ah aku sangat haus sekali, sepertinya minum soda enak nih." Gumam Liam.
Kemudian Liam beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke dapur untuk mengambil soda di lemari es. Di sisi lain, Rosie yang baru keluar dari kamarnya melihat bahwa pintu kamar Liam terbuka lebar dan tidak ada Liam di dalam kamar tersebut. Dengan segera Rosie masuk ke kamar Liam karena penasaran kenapa tumben sekali Liam membuka pintu kamarnya saat dia tidak ada di kamarnya. Setelah Rosie memasuki kamar Liam, Rosie melihat ada macaroon dan chocolate yang membuat Rosie tergiur ingin mencicipinya. Saat ingin membuka macaroon tersebut, Rosie mendengar ada suara langkah kaki menuju kamar Liam, dengan cepat Rosie membuka dan mengambil 2 buah macaroon lalu bersembunyi dibawah tempat tidur Liam sambil memakannya secara perlahan.
Liam masuk ke kamarnya dan berjalan menuju tempat tidurnya sambil membawa botol sodanya "ah segarnya."
Sesampainya di tepi ranjang, Liam terkejut karena macaroon nya sudah berkurang "eh perasaan tadi macaroon nya masih utuh deh, bahkan belum aku buka sama sekali kok ini sudah berkurang 2 buah sih." Menggaruk kepalanya kebingungan.
Lalu dia melihat sekeliling kamarnya dan merasa bahwa tidak ada seorang pun yang terlihat di kamarnya "jangan - jangan ada tikus yang bersembunyi di kamar ini, wah tidak ada kamar yang aman." Liam berjalan dan bersembunyi di balik pintu.
Rosie yang mendengar bahwa suara langkah kaki Liam menjauh pun lalu memeriksa keadaan apakah Liam sudah pergi atau belum. Dirasa keadaan sudah aman, kemudian Rosie keluar dari bawah tempat tidur Liam dan mulai memakan macaroon lagi.
Rosie mengambil macaroon lagi dan memasukkannya ke dalam mulutnya "ummm enaknya macaroon ini," ucapnya sambil memakan macaroon Liam.
Tak lama kemudian, Liam pun keluar dari persembunyiannya dan mengendap - ngendap berjalan mendekati Rosie untuk menangkapnya. Tanpa aba - aba Liam langsung menjewer telinga Rosie yang sedang asyik memakan macaroon tersebut. Lalu Rosie terkejut dan merintih kesakitan karena di jewer oleh Liam. Kemudian Rosie menghentikan aktivitasnya dan menoleh pada Liam.
Sambil terus menjewer telinga Rosie "oh ternyata tikusnya itu kamu ya? bagus, enak - enakan memakan makanan yang bukan milik kamu. Siapa yang mengajari begini?"
Rosie merintih kesakitan "lepaskan! sakit Liam, aku minta maaf."
Liam masih tetap menjewer telinga Rosie "nope," ucap Liam singkat.
Rosie terus memohon kepada Liam agar mau melepaskan jewerannya "aku janji gak bakal ngelakuin ini lagi deh. Besok besok aku akan memintanya langsung denganmu, jika kau mau memberikannya, tapi jika tidak aku akan tetap mengambilnya tanpa se izin kamu."
__ADS_1
Liam terus menjewer telinga Rosie "apa kamu bilang? awas aja"
Tiba - tiba handphone Liam berbunyi, dan Liam melepaskan jeweran di telinga Rosie dan bergegas mengangkat telepon di balcon. Sedangkan Rosie langsung bergegas lari masuk kekamarnya dan mengunci pintu agar tidak dijewer lagi oleh Liam.
Setelah Liam selesai berbicara di telepon, Liam menuju ke tempat tidur nya untuk berniat memberi pelajaran kepada Rosie tapi Rosie sudah tidak ada di tempat tersebut. Liam yang masih kesal langsung berlari menuju kamar Rosie dan ternyata pintu kamarnya terkunci. Lalu Liam berteriak didepan kamar Rosie sambil menggedor - nggedor pintu kamarnya. Mr dan Mrs Robinson yang mendengar keributan tersebut lalu mendatangi Liam.
Mr. Robinson menepuk bahu Liam berusaha untuk mendapat penjelasan atas apa yang terjadi "hei ada apa ini Liam? kenapa berteriak - teriak di depan kamar Rosie?" tanya Mr Robinson.
Sambil terus menggedor - nggedor pintu kamar Rosie "dad Rosie memakan macaroon ku tanpa seizinku," ucap Liam mengadu.
Sambil melipat tangannya, Mr Robinson menyuruh Liam untuk membeli macaroon yang baru "beli lagi aja sana, cuma macaroon aja kok sampai ribut begini ckckck apa sekalian aja beli perusahaannya? begitu saja repot," ucap santai Mr Robinson.
Mrs Robinson berkata kepada Liam "tidak enak nanti kalau didengar tetangga. Kalau tetangga pada datang ke rumah ini untuk komplain gimana?"
Liam menatap mommy nya "ya tinggal minta maaf aja mom."
Liam hanya menunduk dan berkata "baik mom. Maaf."
Mrs Robinson tersenyum kepada Liam. Rosie yang mendengar ada suara orang tuanya pun kemudian membuka pintu kamar nya dengan semangat. Lalu Mr Robinson ikut menjewer telinga Rosie. Rosie kembali merintih kesakitan karena hal tersebut. Lalu Mr Robinson melepaskan jeweran tersebut.
Rosie mengusap telinganya dan masih merintih kesakitan "mom sakit."
Lalu Mrs Robinson mengusap lembut rambut Rosie "mana sini yang sakit?" tanya Mrs. Robinson.
Menunjuk telinganya yang sakit "ini," ucapnya.
Mengusap dan meniup telinga Rosie yang sakit "lain kali jangan begitu ya sayang, jangan memakan makanan milik orang lain tanpa se izin dari pemilik makanan tersebut apalagi mengambil hak yang bukan milik kita, tidak baik loh." Jelas Mrs Robinson.
__ADS_1
Lalu Rosie memeluk mommy nya "iya mom maaf," ucapnya menyesal.
mengusap rambut Rosie dengan lembut "iya, sekarang minta maaf sama kakak kamu ya." Pinta Mrs. Robinson.
Rosie mengangguk dan meminta maaf kepada Liam. Setelah itu, bi Ijah pun datang dan mengatakan bahwa makan malam sudah siap. Lantas mereka semua pergi turun kebawah untuk menyantap hidangan makan malam yang sudah dimasak oleh bi Ijah. Beberapa menit kemudian, Liam telah menyelesaikan makan malamnya dan meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke toko buku. Setelah di izinkan oleh kedua orang tuanya, Liam pun pergi menuju kamarnya untuk mengambil kunci motor dan perlengkapannya.
Berjalan menuju pintu utama "mom, dad pergi dulu ya bye." Teriaknya.
Menghampiri Liam dan bertanya "Liam mau naik motor apa mobil?" tanya Mrs Robinson.
Lalu mengangkat kunci motornya "naik motor mom, kenapa?"
"Jangan lupa jacketnya dipakai, diluar dingin dan jangan mengebut di jalan lho."
Liam hendak memakai jacketnya "iya mom tenang saja ini jacketnya mau dipakai kok dan aku tidak akan mengebut di jalan."
Menepuk - nepuk punggung Liam dengan lembut "ya sudah kalau begitu hati - hati dijalan," ucap Mrs Robinson
Mencium pipi mommy nya "iya mom aku pergi dulu bye," ucapnya lalu pergi menuju pintu.
Melambaikan tangannya "bye."
Lalu Liam mengendarai motornya dengan hati - hati menuju ke toko buku. Saat menuju toko buku, Liam melihat bahwa ada keributan di pinggir jalan. Liam hanya cuek dan kembali melanjutkan perjalanannya. Tak lama kemudian, Liam telah sampai di toko buku tersebut dan langsung bergegas mencari buku yang diinginkannya. Setelah memilih - milih dan membeli sekitar 4 buku (novel, komik, puisi, dan pengetahuan yang menarik) Liam akan pulang.
Tapi saat dijalan, terbesit di pikirannya bahwa dia ingin membeli susu jahe di taman kota karena cuacanya dingin. Liam melajukan kendarannya menuju taman kota tersebut. Setelah sampai di taman kota, Liam berjalan menghampiri angkringan dan memesan 1 gelas susu jahe dan duduk di kursi taman kota sambil menikmati susu jahe tersebut dan membaca buku puisi yang barusan dia beli di toko buku tersebut untuk menemaninya meminum susu jahe tersebut. Setelah Liam selesai meminum susu jahe nya, lalu dia membereskan bukunya dan pulang. Waktu dia berjalan menuju parkiran tiba - tiba dia melihat orang yang tadi ribut dipinggir jalan kembali ribut di taman tersebut.
(Melipat kedua tangannya) "aduh, sepertinya tadi orang itu yang ribut di pinggir jalan deh, tapi sekarang malah ribut di taman kota. Kenapa tidak sekalian saja ribut di atas Tugu Jogja aja kan seru, atau sekalian aja ribut di seluruh tempat di Kota Jogja sekalian travelling. Iya travelling, travelling keributan maksudnya," ucap Liam sembari menggelengkan kepalanya
__ADS_1