Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #425


__ADS_3

Mr Robinson terus memeluk istrinya karena dia sangat takut kehilangan dia, istrinya itu hanyalah satu - satunya wanita yang dia cintai setelah ibunya. Dia sadar bahwa usia mereka berdua semakin bertambah tua namun jika dia memikirkan bagaimana kelajutannya, pasti dia tidak akan mampu karena pasti dia juga akan berfikir bahwa istrinya akan meninggalkannya. Jika misalnya itu terjadi pasti dunianya tidak akan sama lagi karena dia telah kehilangan dunianya. Berulang kali Mr Robinson selalu bertanya kepada istrinya bahwa dia tidak mungkin akan meninggalkan dirinya sendirian di dunia ini, dan istrinya menjawab bahwa tidak akan ada yang tahu mengenai hal itu.


Mrs Robinson lalu mengajak suaminya untuk pergi berjalan - jalan di luar saja agar suaminya itu tidak terus memikirkan hal tersebut, yang membuatnya merasa sedih. Mr Robinson lalu mengiyakan ajakan istrinya itu dan langsung bersiap pergi. Terlihat bahwa semakin lama Mr Robinson semakin lengket dengan istrinya seperti perangko dengan amplop. Mrs Robinson mengajak suaminya untuk pergi berjalan - jalan di pasar malam Chinatown. Mereka berdua diantar oleh supir dengan menggunakan mobil, dan sesampainya disana mereka langsung berjalan - jalan menikmati suasana di malam hari.


Mr Robinson terus menggandeng tangan istrinya dan seolah - olah dia ingin menjaganya dari kerumunan orang. Meskipun mereka berdua sangat kaya raya hingga 10 turunan namun penampilan mereka sederhana, dan saat ini mereka berdua sedang berbaur dengan orang - orang lain. Hanya ada dua bodyguard yang ikut membaur untuk menjaga mereka berdua saat sedang bepergian. Mrs Robinson lalu mencicipi beberapa jajanan disana bersama suaminya, dan mereka berdua seperti sedang berkencan layaknya muda mudi yang sedang kasmaran.


"Kenapa tanganmu tidak mau lepas dan ingin terus menggandengku heum?" tanya Mrs Robinson bersandar di bahu suaminya saat mereka berdua sedang berkeliling.


"Aku memang selalu ingin dekat denganmu untuk menjagamu hon."


"Oh begitu."


"Memangnya aku salah ya melakukan hal itu sebagai suamimu heum?"


"Tidak hon, aku tadi bertanya hanya karena merasa terheran saja dengan sikapmu itu."


"Kenapa terheran? aku kan selalu bersikap romantis dan selalu ingin menjagamu dimanapun kamu berada, masa begitu saja terheran seperti aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya."


"Oh iya, mungkin akunya yang selama ini tidak sadar jika ternyata suamiku selalu galak dan berteriak itu karena dia mencintaiku. Aku juga tidak menyangka bahwa romantisnya suamiku berbeda dengan orang lain."


Mr Robinson lalu menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Mmm itu aku hehe."


Mrs Robinson tersenyum.


"Sudahlah mari kita cari makanan lain disini, karena sepertinya sangat lezat semua."


Mr Robinson lalu berdiri di depan istrinya dan menatapnya sembari tersenyum.


"Aku janji tidak akan bersikap seperti lagi kepadamu, karena aku sudah tersadar bahwa selama ini aku benar - benar mencintaimu hingga membuatku sangat terobsesi denganmu."


"Terobsesi denganku?" tanya Mrs Robinson bingung.


"Ya sepertinya begitu. Dahulu aku sangat sulit mendapatkanmu dan saat aku sudah mendapatkanmu, rasanya aku tidak ingin kamu dekat - dekat dengan orang lain alias membatasimu karena aku takut jika kamu akan pergi dariku."


"Aku kan sudah berjanji untuk tidak pergi meninggalkanmu, jadi jangan bersikap seperti ini lagi karena aku ingin bersosialisasi dengan orang lain juga."


"Iya hon aku sudah tersadar bahwa selama ini perbuatanku sangatlah salah dan bisa menyebabkan kamu pergi meninggalkanku, jadi mulai sekarang kamu bebas bersosialisasi dengan siapapun yang kamu inginkan."


"Benarkah?"


"Tentu saja, tapi kalau misalnya aku cemburu sedikit tidak apa - apa kan?"

__ADS_1


"Iya, cemburu itu wajar jika tidak berlebihan hingga melampaui batas."


"Iya, mari kita kembali berjalan - jalan lagi!"


"Baiklah," ucap Mrs Robinson mengangguk.


"Jadi, kamu ini sangat mencintaiku atau tidak?"


"Iya hon, aku benar - benar sangat mencintaimu."


"Jadi bukan karena dipaksa oleh mommy untuk menikah denganku?"


"Sebelum mommy menemuiku untuk berbicara mengenaimu, aku sudah jatuh cinta kepadamu."


"Kenapa kamu mencintaiku?"


"Kamu pria yang baik, rendah hati, dan pria humoris meskipun terkadang sifatmu sangat kekanakan sekali."


"Sepertinya kamu kurang satu poin saat menyebutkan mengenaiku."


"Apa yang kurang hon?" tanyanya bingung.


"Kamu belum menyebutkan jika aku pria yang sangat tampan seperti grup idolamu westlife, atau jangan - jangan aku jelek ya?"


"Tidak hon, kamu sangat tampan sekali bahkan melebihi westlife."


"Benarkah begitu, kamu tidak sedang menghibur hatiku bukan?"


"Tidak, mana mungkin aku berbohong kepadamu mengenai hal itu."


"Hmm baiklah hon, terima kasih telah memujiku dengam sebutan tampan."


"Sama - sama suamiku yang paling tampan."


"A-apa yang kamu bilang?" tanya Mr Robinson dengan pipinya yang memerah seperti kepiting rebus.


"Eh kenapa pipimu memerah seperti itu? kamu sakit heum?"


"Ti-tidak aku hanya mmm.."


"Kamu tersipu malu karena ku memujimu tempan heum?" tanyanya menggoda suaminya.


"Iya, habisnya ini pertama kalinya kamu memujiku dengan sebutan tampan."

__ADS_1


"Eh, iyakah?"


"Iya istriku yang paling cantik namun galak juga."


"Oh begitu."


"Aku ingin beli ice cream, kamu mau tidak?"


"Eh sudah tua malam - malam jangan makan ice cream, nanti sakit!"


"Aku kan masih muda, dan sekarang saja jika sedang berkencan bukan?"


Mrs Robinson mencubit pipi suaminya karena gemass.


"Ihhh kamu ini, ya sudah silahkan beli."


"Kamu mau?"


"Iya boleh."


Mr Robinson tersenyum dan berjalan menghampiri kedai ice cream yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Mr Robinson masih terus saja menggandeng tangan istrinya dan sesekali merangkul punggungnya. Ya memang benar yang dikatakan oleh suaminya bahwa sekarang mereka seperti sedang berkencan, dan dirinya baru menyadari bahwa ternyata berkencan rasanya sangat menyenangkan jika dilakukan dengan orang tepat. Tidak seperti dulu saat dia sedang berkencan dengan mantan suaminya yang rasanya sangat hambar sekali.


Namun saat berkencan dengan Mr Robinson alias suaminya sekarang, rasanya sangat menyenangkan sekali karena dia sangat pandai membuat suasana menjadi menyenangkan, meskipun awalnya suasananya tidak menyenangkan namun dia berhasil merubah suasananya menjadi sangat menyenangkan. Jika dia mengetahui berkencan semenyenangkan ini, dia pasti akan selalu menerima ajakan Mr Robinson untuk berkencan. Sesampainya di kedai ice cream Mr Robinson lalu membeli dua cone ice cream rasa kesukaannya dan kesukaan istrinya.


"Ini ice cream untukmu hon," ucap Mr Robinson memberikannya kepada istrinya.


"Terima kasih hon," ucapnya tersenyum.


"Sama - sama."


"Kalian ingin ice cream juga?" tanya Mrs Robinson kepada kedua bodyguardnya.


Kedua bodyguardnya itu langsung menunduk setelah melihat ke arah Mr Robinson.


"Tidak nyonya, terima kasih."


"Jo! panggil Mrs Robinson menoleh ke arah suaminya.


"A-aku tidak melakukan apapun hon."


"Kalian beli saja tidak apa - apa, aku yang akan membayarnya."


"Baik nyonya," ucap mereka berdua serempak.

__ADS_1


__ADS_2