Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #201


__ADS_3

Mrs Robinson menatapnya dengan tatapan sendu sembari memikirkan kondisinya yang seperti tidak terawat sama sekali apalagi badannya yang kurus membuat Mrs Robinson semakin sedih. Bagaimana tidak? dahulu saat masih tinggal di rumah, dia sangat terawat dan badannya masih bagus, sama seperti Liam. Namun sekarang dia terlihat kurus dengan rambutnya yang gondrong itu. Mrs Robinson awalnya tidak mengenalinya karena kondisinya itu, tetapi karena dia mempunyai naluri seorang ibu jadi akhirnya dia bisa mengenalinya walaupun hanya dari matanya saja. Mrs Robinson merasa terenyuh ketika melihatnya makan dengan sangat lahap sekali, oleh karena itu Mrs Robinson kembali memesan banyak makanan yang sekiranya dia suka agar dia bisa memakannya dan badannya tidak kurus lagi.


Setelah menyelesaikan perbincangannya, Mrs Robinson lalu menunggu dia selesai makan dan setelah itu baru Mrs Robinson mengajaknya pergi ke mall untuk membelikannya beberapa potong baju yang layak. Mrs Robinson mengajaknya keliling mall serta menawarinya apa yang ingin dia beli. Tidak hanya itu juga, Mrs Robinson juga membelikannya bahan - bahan makanan dan beberapa camilan agar bisa dia masak di tempat kost nya. Sebenarnya dia merasa tidak enak jika Mrs Robinson membelikannya itu semua apalagi sampai membelikannya pakaian bermerk yang mahal, tetapi dia tidak bisa menolaknya karena dia tau bahwa tidak ada kata penolakan di kamus Mrs Robinson. Mereka berdua berkeliling di dalam mall tersebut sembari berbincang - bincang ringan mengenai kegiatannya dan mengenai kabar adik - adiknya.


Mrs Robinson menggenggam erat tangannya yang hangat itu sembari melihat beberapa pakaian - pakaian yang terpajang di dalam boutique. Setelah itu Mrs Robinson membawanya ke sebuah barbershop untuk merapikan penampilannya agar terlihat lebih rapi. Disisi lain ternyata Mr Robinson mengikuti istrinya sedari tadi bersama dengan bodyguardnya. Mr Robinson juga ingin langsung menghampiri mereka berdua namun dia tidak ingin merusak momen kebersamaan antara ibu dan anak tersebut karena sudah lama istrinya itu ingin bertemu dengan seseorang yang selalu dirindukan oleh istrinya itu. Sekarang penampilannya sudah rapi dan terlihat lebih tampan, sama seperti putranya Liam. Mrs Robinson kemudian mengusap pipinya yang kurus itu sembari memberikan senyuman bahagianya.


"Kalau seperti ini kan kamu terlihat sangat tampan," ucap Mrs Robinson tersenyum.


"Terima kasih mom, padahal mommy tidak perlu sampai seperti ini karena aku juga sudah bekerja."


Mrs Robinson lalu mencubit pipinya "sudah tidak apa - apa, uang milikmu lebih baik kamu tabung saja."


"Mommy dari dulu selalu saja berkata seperti itu saat aku dan anak - anak mommy yang lain ingin menggunakan uangnya masing - masing."


Mrs Robinson tertawa "hahaha, kamu ingin membeli apa lagi heum?"


"Sudah mom cukup, mommy sudah membelikan banyak barang untukku termasuk pakaian - pakaian mahal ini."


"Tidak apa - apa sayang, lagipula daddy mu kelebihan memberikan uang untuk mommy dan pasti selalu naik setiap bulannya jadi tidak masalah untuk memberikan semua ini hanya untuk putraku yang tampan ini."


"Baguslah daddy bersikap seperti itu kepada mommy, aku sempat khawatir kepada mommy dan kedua adikku saat aku meninggalkan kalian."


"Tenang saja sayang, sekarang daddy sudah tidak seperti itu kok. Lagipula Liam juga selalu melindungi mommy dan Rosie."


"Maafkan aku mom," ucapnya menyesal.


Mrs Robinson tersenyum "tidak apa - apa, mommy paham perasaanmu. Waktu itu Liam juga pernah mengajakku dan Rosie pergi dari rumah."


"Benarkah? lalu mommy mengatakan apa?"


Mrs Robinson menghela nafasnya "aku hanya memintanya untuk bersabar, lalu aku berbicara kepada daddy tentang kondisi Liam yang sebenarnya dan sejak itu daddy bisa langsung berubah semakin baik."


"Memangnya Liam kenapa mom?"


"Sudah lama mommy membawa adikmu itu pergi ke psikiater untuk mendapatkan perawatan mentalnya karena tekanan yang diberikan oleh daddy mu dan juga insomnia yang dideritanya."

__ADS_1


"Lalu sekarang bagaimana kondisinya?" tanyanya khawatir.


"Dia sudah berangsur membaik apalagi setelah bertemu dengan Jane, dia semakin membaik dan bisa tersenyum lagi."


"Oh syukurlah," ucapnya lega.


"Ayo kita pergi ke showroom mobil untuk membeli mobil baru?" ajak Mrs Robinson.


"Ti-tidak perlu mom."


"Oh atau motor sport saja seperti milik adikmu itu, bagaimana?"


"Tidak perlu mom, motorku masih bagus kok."


Mrs Robinson lalu menarik tangannya "oh ayolah sayang, aku ingin memberikan semua yang terbaik untukmu, sama seperti kedua adikmu itu."


"Apa ini tidak terlalu berlebihan mom?" tanyanya ragu.


"Tidak sayang, aku hanya ingin bersikap adil saja terhadapmu karena bagaimanapun juga kamu itu juga masih anakku."


"Mmm baiklah."


"Nah kalau motor yang ini bagaimana? kamu pasti akan terlihat sangat gagah ketika mengendarai motor ini."


"Darimana mommy tau?"


"Adikmu kan sekarang memakai motor seperti ini, jadi otomatis kamu juga akan terlihat sama."


"Oh Liam juga memakai motor duc*ti 1000cc? aku kira dia masih memakai motor cb nya yang dulu."


"Iya karena katanya kenapa itu motornya, mommy lupa dan tidak juga paham mengenai otomotif."


"Oh begitu rupanya."


"Sekarang pilihlah motor mana yang kamu sukai," ucap Mrs Robinson sembari mengusap rambutnya.

__ADS_1


"Baik mom."


Dia lalu memilih motor yang merknya dibawah milik Liam sedikit karena ternyata setelah dilihat - lihat secara saksama motor itu lebih memikat hatinya. Dia lalu menghampiri Mrs Robinson untuk memberitahu motor pilihannya, dan Mrs Robinson langsung membayarnya secara cash untuk motor tersebut. Setelah semuanya beres Mrs Robinson lalu berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai malam. Mrs Robinson mengantarkan dia sampai di depan kost nya dan langsung memeluknya dengan erat begitu sampai di depan kostnya. Bodyguard Mrs Robinson lalu menurunkan barang belanjaannya dan setelah itu mereka pulang ke rumah. Mrs Robinson lalu menemui suaminya itu dan memeluknya sembari meneteskan air matanya.


"Kenapa menangis hon?" tanya Mr Robinson berpura - pura tidak mengetahui yang sebenarnya.


"Aku habis bertemu dengannya, aku kasihan dengannya saat harus melihatnya tinggal di kost yang seperti itu."


"Kenapa tidak kamu ajak saja dia pulang ke rumah jika seperti itu?"


"Dia tidak mau."


"Kenapa tidak mau?"


"Ini semua karenamu!!!" teriak Mrs Robinson sembari menggenggam erat kerah baju suaminya itu.


"Hon tenang, kita bisa bicarakan baik - baik."


"Bagaimana aku bisa tenang setelah mengetahui keadaannya yang kurus kering tidak terawat seperti itu ha?"


Mr Robinson kembali memeluk istrinya itu "sssttt, besok aku akan mencoba untuk membujuknya dan kalau perlu malam ini juga aku akan membujuknya serta menurunkan egoku sendiri demi kamu."


"Aku pegang ucapanmu."


"Iya hon, asalkan kamu bahagia dan tidak pergi dariku saja."


"Kenapa? padahal aku dahulu hanya wanita biasa yang berstatus sebagai janda tanpa anak."


"Karena aku sangat mencintaimu, dan aku tidak peduli dengan statusmu waktu itu bahkan aku juga sampai membujuk mommy agar aku bisa menikahimu."


"Bukankah aku ini wanita yang selalu melunjak?"


"Tidak juga, itu normal karena nalurimu sebagai seorang ibu."


"Oh."

__ADS_1


Mr Robinson mencium istrinya "i love you."


"I love you more."


__ADS_2