
Liam kembali fokus menatap mesin permainan tersebut yang berputar - putar dan terus menimang - nimang tombol agar perhitungannya akurat. Saat sekiranya pas, Liam langsung memencet tombol tersebut dan ya bola masuk ke dalam lubang yang bertuliskan ticket bonus. Ticket itu langsung keluar dengan sangat banyak hingga membuat Jane tersenyum bahagia, mungkin Liam memdapat sekitar 300 an ticket untuk yang ketiga kalinya. Setelah mencabut ticket itu dan memberikannya kepada Jane, Liam lalu beralih ke permainan yang lain. Kali ini Liam memilih pergi ke permainan basket, sedangkan Jane meminta izin untuk pergi bermain capit boneka. Setelah menggesek kartu dipermainan basket Liam kemudian memberikan kartu itu kepada Jane agar Jane bisa puas bermain di time zone, apalagi tadi Liam mengisi jumlah saldonya sekitar 500 ribu jadi mungkin Jane bisa bermain dengan sangat puas bahkan sampai subuh sekalipun.
Liam lalu memainkan permainan basket dan dapat memasukkan bola basket ke dalam ring dengan sangat mudah karena postur tubuhnya yang sangat tinggi, bahkan terakhir kali Liam mengukur tinggi badannya itu hampir 2 meteran dan lebih tepatnya 1,98 cm. Liam lalu mempunyai ide agar bolanya lebih cepat masuk, yaitu dia hanya perlu berdiri di samping ring dan mengambil salah satu bola. Lalu dia memasukkan salah satu bola tersebut, mungkin dengan metode naik dan turun seperti membuat teh celup. Ternyata cara itu cukup efektif untuk seseorang yang memiliki tinggi badan seperti Liam jika ingin mendapatkan banyak ticket. Dio dan Chicko sampai tercengang dengan kelakuan Liam karena yang dinilai memiliki otak yang sangat licik. Setelah permainan itu berakhir Liam kembali mendapat banyak ticket karena dia mendapat score yang cukup besar. Liam kemudian menghampiri Jane yang terlihat kesulitan untuk mendapatkan sebuah boneka.
"Sudah dapat?" tanya Liam mengusap rambut Jane.
Jane menggelengkan kepalanya.
"Belum hubby, ternyata tidak semudah yang aku kira."
"Tenang saja, selama ada aku disini kamu jangan takut jika tidak akan mendapat sesuatu yang kamu inginkan karena aku yang akan mendapatkannya."
"Benarkah hubby?"
"Iya dan ini ticket yang berhasil aku dapatkan dari basket," ucap Liam saat memberikan serenteng ticket kepada Jane.
"Wah keren."
"Suaminya siapa dulu dong? tanya Liam sembari mengedipkan matanya.
"Suamiku lah hahaha."
"Hahaha baiklah aku akan mengambilkan salah satu boneka yang berada di sana."
"Okay hubby."
"Kenapa tiba - tiba jiwa kejombloanku meronta - ronta?" tanya Dio yang berbisik di telinga Chicko.
"Sudah jangan iri karena belum tentu kamu bisa seperti ini."
"Kenapa begitu?"
"Karena kamu tidak mahir dan sangat payah memainkan permainan di time zone, apalagi kamu juga tidak bisa mendapatkan serenteng ticket seperti itu."
Dio lalu memukul punggung Chicko.
"Siapa yang tidak bisa mendapatkan ticket? aku bisa mendapatkannya."
"Kamu hanya berhasil mendapatkan ticket 4 biji dan itu tidak bisa ditukar oleh apapun."
"Kamu benar juga."
Tidak butuh waktu lama Liam telah berhasil mendapatkan sebuah boneka dari mesin capit dan itu membuat Jane berteriak kegirangan. Lagi - lagi Dio dan Chicko hanya bisa melongo melihat Liam memberikan sebuah boneka kepada Jane. Setelah menerima boneka tersebut Jane langsung memeluknya serta menggoyang - nggoyangkan tubuhnya karena merasa senang.
__ADS_1
"Terima kasih hubby."
"Sama - sama sayang."
"Disana tinggal 7 boneka, apakah hubby bisa mendapatkan semuanya?" tanya Jane menantang Liam.
"Jika aku bisa mendapatkan semua boneka yang berada di dalam sana, apa yang akan aku dapatkan darimu sebagai imbalannya?"
Jane lalu melihat ke arah Dio dan Chicko, lalu setelah itu dia berbisik ditelinga Liam.
"Bagaimana, deal?" tanya Jane.
"Deal," ucap Liam menjabat tangan Jane.
Liam lalu melakukan pemanasan terlebih dahulu serta meregangkan otot - otot tangannya, dan setelah itu dia bermain permainan capit boneka kembali. Boneka kedua telah terjatuh ke dalam kotak dan dia kemudian mengambilnya. Beberapa boneka lainnya lalu mulai berjatuhan ke dalam kotak tersebut dan setelah mengambilnya Jane meletakkannya di lantai karena tangannya tidak bisa membawa semuanya. Dio dan Chicko kembali dibuat tercengang dengan kemampuan Liam karena dia dengan mudah mencapit boneka didalam kotak kaca tersebut. Bukan hanya mereka berdua namun ada beberapa pengunjung yang mendekati Liam untuk melihat kemampuannya bermain capit boneka secara langsung. Sekarang tersisa 3 boneka lagi agar Liam mendapat imbalan dari Jane, dan kebetulan saldonya masih sisa sekitar 250 ribuan. Tidak lama kemudian Liam telah berhasil mengosongkan kotak kaca tersebut dan memberikan beberapa boneka untuk anak - anak kecil yang berada di sana menontonnya serta memberikannya juga kepada kedua temannya itu.
"Ayo kita menukarkan ticket yang telah kita dapatkan."
"Okay hubby."
Liam lalu menggandeng tangan Jane untuk menghitung jumlah ticket di dalam mesin.
"Aku tidak sangka ternyata kita telah mendapatkan 1500 an ticket ya hubby."
"Bingung."
"Tidak perlu bingung, cepat pilihlah apapun yang kamu inginkan."
"Okay."
*Beberapa menit kemudian.*
"Ini saja hubby."
"Okay, dan setelah ini ingin pergi kemana?"
"Mencari makan."
"Ingin makan apa?"
"Steak."
"Baiklah mari kita pergi."
__ADS_1
Setelah kepergian Liam dari tempat tersebut, lalu salah satu pegawai berbisik kepada temannya.
"Apakah kita harus membanned (list hitam yang tidak diizinkan masuk ke dalam time zone) dia dari time zone?"
"Benar, jangan sampai dia kembali kesini karena nanti boss akan marah kepada kita karena rugi."
"Siapa yang akan kalian banned di time zone ini?" tanya manager saat menghampiri mereka berdua.
"Seseorang yang telah mengosongkan salah satu kotak mesin capit boneka pak."
"Oh begitu, silahkan saja kalian banned dia dari time zone ini jika kalian juga menginginkan dibanned dari mall ini serta tidak diperbolehkan bekerja disini lagi."
"Lho, kenapa begitu pak? bukankah bagus membanned dia dari time zone agar tidak merugikan kita?"
"Tetapi lihat - lihat dulu siapa yang akan kalian banned itu bambang."
"Memangnya siapa pak?"
"Dia itu putra dari Mr Robinson yang merupakan pemilik mall ini."
"Benarkah?" tanya pegawai itu dengan terkejut.
"Iya, dia itu Liam Gerard Robinson yang merupakan pewaris dari keluarga Robinson."
"Oh begitu, maaf saya tidak tau."
"Iya, lain kali jika dia berbuat sesukanya di mall ini maka diam saja jika kalian tidak ingin menjadi seorang pengangguran."
"Baik pak," ucap mereka berdua serentak."
Setelah makan malam di sebuah restaurant steak yang berada di mall tersebut, Liam dan Jane lalu memutuskan untuk pulang karena sudah larut malam. Sesampainya di rumah Jane lalu menyusun boneka - boneka tersebut di sebuah meja serta sofa yang berada di walk in closet miliknya. Setelah berganti pakaian dengan piyamanya, Jane lalu berbaring di samping Liam dan bersiap untuk tidur.
"Mana imbalanku?" tanya Liam.
"Iya sebentar, aku akan pemanasan terlebih dahulu."
"Iya."
Setelah itu mereka berdua bercinta, dan sekitar 1 jam kemudian Liam menyudahinya.
"Mmm love you."
"Love you more hubby," ucap Jane mencium bibir Liam.
__ADS_1