Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #363


__ADS_3

Liam berkata seperti itu karena Liam merasa tidak enak hati jika Jane benar - benar memberikan uang modal untuknya membuka cafe. Setelah pembicaraan tersebut Liam kembali memeluk serta mencium pipi Jane, dan setelah itu dia kembali tertidur di pelukan Jane. Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi dini hari namun Jane masih saja asyik berkirim pesan dengan Irene. Setelah menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Jane kemudian meletakkan handphone miliknya dan menyusul suaminya untuk tidur.


Keesokan harinya saat Liam terbangun lebih awal dari biasanya dan langsung memakai celana kolor tanpa atasan, dia lalu memutuskan untuk pergi ke kamar baby Ace karena dia ingin memeriksa baby Ace. Sesampainya di kamar baby Ace, ternyata dia masih tertidur nyenyak di ranjangnya. Tiba - tiba saja dirinya merasa ingin buang air kecil, dan dia langsung pergi ke kamar mandi. Setelah buang air kecil, dan saat melihat meja di kamar baby Ace sedikit berantakan Liam lalu berinisiatif untuk membersihkannya serta merapikannya.


Tak hanya itu juga Liam juga membersihkan seluruh kamar baby Ace. Namun sebelum itu Liam mengungsikan atau memindahkan baby Ace di kamar sebelah, alias di kamarnya agar baby Ace tidur bersama Jane. Beruntung baby Ace tidak tidak rewel saat digendong oleh dirinya, jadi dia bisa langsung membaringkannya di atas ranjang dan meletakkan guling di sampingnya agar dia tidak terjatuh dari atas ranjang.


Setelah itu Liam kembali ke kamar baby Ace dan membersihkan seluruh kamarnya serta menjemur kasur milik baby Ace di rooftop rumahnya. Namun karena terlihat seperti kurang cahaya matahari, akhirnya Liam mengeluarkan mobil Ferrari kesayangannya ke depan rumah sebagai alas untuk menjemur kasur baby Ace. Lalu setelah itu Liam bersantai di teras rumah sembari berolahraga dengan mengangkat barbel miliknya. 1 jam kemudian Liam kembali ke kamarnya untuk mandi pagi karena badannya terasa sangat lengket sekali, dan setelah itu dia kembali ke luar rumah.


"Pagi tuan, maaf saya bangun terlambat."


"Tidak apa - apa Pak Kang, lagipula Jane juga tidak ada acara kemana - mana kok dan dia juga masih tidur."


"Oh begitu, mari saya bantu mengangkat kasurnya."


"Tidak perlu Pak Kang, ini hanya kasur ringan jadi tidak terlalu berat."


"Baik tuan."


"Pak Kang sudah sarapan dan minum kopi?"


"Sudah tuan."


"Oh baguslah kalau begitu. Mmm saya kembalikan kasur ini ke atas sebentar dan nanti kita berbincang kembali."


"Baik tuan."


Liam lalu menggotong kasur itu dan membawanya ke dalam kamar baby Ace. Setelah itu dia memasangnya kembali seperti semula bahkan dia juga mengganti sprei di kasur itu. Begitu selesai merapikan kamar baby Ace, Liam beralih merapikan rumahnya juga termasuk mencuci baju kotor serta menjemurnya. Tidak lama kemudian Mrs Robinson datang ke rumah Liam.


"Sedang apa sayang?" tanya Mrs Robinson saat memasuki rumah Liam.


"Liam sedang membereskan rumah agar terlihat rapi mom," jawab Liam sembari menyapu lantai.


"Memangnya Jane kemana?"


"Oh Jane masih tidur di kamarnya bersama baby Ace. Mmm tolong jangan marahi Jane karena semua ini atas dasar kemauan Liam sendiri untuk membantu Jane mengurus pekerjaan rumah tangga."


"Iya sayang, mommy tadi kan hanya bertanya mengenai keberadaan menantu mommy dan bukannya memarahinya."


"Tetapi Liam khawatir jika mommy benar - benar memarahi Jane karena bangun siang dan tidak melakukan pekerjaan rumah tangga."

__ADS_1


Mrs Robinson tertawa.


"Mommy bukan tipe mertua yang seperti di sinetron Liam, justru mommy merasa sangat bersyukur sekali jika putra mommy ini tidak pernah merasa keberatan saat diminta melakukan pekerjaan rumah tangga dan selalu berinisiatif untuk melakukannya sendiri."


"Iya mom, Liam merasa sangat kasihan setiap Jane terlihat sangat lelah mengurus baby Ace seharian jadi setiap sore sampai malam pasti Liam yang mengurusnya."


"Nah itu bagus sayang, tetaplah seperti itu ya?"


"Siap mom," jawab Liam dengan tersenyum.


"Oh ya kamu sudah sarapan belum?"


"Belum mom."


"Ya sudah ayo sarapan dulu, mommy tadi sudah memasak opor ayam untukmu dan juga Jane."


"Terima kasih mom."


"Iya sama - sama sayang."


"Oh ya aku buatkan teh hangat terlebih dahulu untuk mommy."


"Tidak apa - apa mom, sebentar."


Liam lalu membuatkan teh hangat untuk Mrs Robinson, sedangkan Mrs Robinson menuangkan separuh opor ayam itu di piring untuk putranya dan separuhnya lagi disimpan untuk menantunya.


"Ini mom silahkan diminum."


"Terima kasih sayang."


"Iya mom."


"Sarapan dulu!"


"Okay mom."


Liam memakan opor ayam buatan Mrs Robinson sesuap demi sesuap sembari berbincang santai dengannya.


"Oh ya mom, Liam rasanya ingin membuka cafe sendiri dan bagaimana menurut mommy?"

__ADS_1


"Menurut mommy tidak apa - apa selagi itu baik, asalkan Liam bisa membagi waktu dengan baik juga."


"Iya sih mom."


"Jangan lupa luangkan waktu lebih untuk keluargamu dan jangan sampai nanti kamu menjadi jarang ada waktu bersama keluarga karena terlalu sibuk bekerja."


"Iya mom, Liam akan mencobanya."


"Jadi kapan rencananya kamu akan membuat cafe itu?"


Liam menggaruk rambutnya.


"Mmm belum tahu mom, Liam masih berusaha untuk mengumpulkan modal terlebih dahulu karena jika Liam mengambil uang tabungan Liam pasti tidak enak karena itu untuk kebutuhan rumah tangga Liam juga."


"Ajukan saja berapapun yang kamu minta sayang, nanti mommy akan memberikan sejumlah uang yang kamu butuhkan sampai tuntas."


Liam merasa terkejut dengan ucapan Mrs Robinson.


"Tidak perlu lah mom, Liam akan berusaha mengumpulkan uangnya sendiri saja agar Liam bisa berlatih mandiri."


"Ckckck sedari dulu kamu itu selalu berkata seperti itu setiap mommy ingin membantumu dan menurut mommy kamu itu anaknya terlalu mandiri, lalu daddy kamu itu bekerja sampai kita hidupnya sangat berkecukupan itu untuk siapa jika kamu selalu berbicara seperti itu?"


"Kan ada Rosie, lebih baik uangnya untuk biaya kuliah Rosie saja mom karena Liam sudah bisa mencari uang sendiri."


Mrs Robinson mengehela nafasnya sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Sayang, uang biaya kuliah Rosie itu sudah ada sendiri dan bahkan uang untuk ketiga anak mommy sudah dijatah sendiri - sendiri jadi uang untuk biaya kuliah Rosie tidak akan kurang sama sekali."


"Tidak apa - apa mom, uang jatahku dibuat untuk hal lain saja."


Mrs Robinson lalu mengusap rambut Liam.


"Kenapa sejak dulu kamu selalu mengalah seperti ini? mommy inginnya kamu menerima uang tersebut sehingga mommy bisa lega karena momny sudah bisa berbuat adil kepada ketiga anak mommy."


"Hufftt baiklah mom, Liam akan mempertimbangkannya terlebih dahulu."


"Nah begitu dong sayang, kamu tidak perlu khawatir karena semua sudah dijatah masing - masing masa kamu tidak pernah mengambil jatah uangmu?"


Liam tertawa.

__ADS_1


"Iya mom."


__ADS_2