Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #251


__ADS_3

Hari demi hari telah mereka lalui bersama sembari menantikan sebuah hari dimana mereka berdua akan pergi staycation untuk kesekian kalinya. Setelah menikah dengan Jane yang memiliki hobi travelling membuat Liam menjadi pria yang sering bepergian travelling juga padahal sebelum bertemu dengan Jane, Liam tidak suka bepergian apalagi berkerumun di keramaian. Liam pasti akan lngsng pusing jika tempatnya terlalu ramai, kecuali di lounge atau bar hahaha. Saat masih di kantor Liam juga terus memikirkan tujuan destinasi wisata di daerah Dieng, Liam juga sering meminta saran kepada Yunna hingga membuat kepala Yunna terasa pusing mendengarkan ocehan dari Liam yang terus menerus bertanya kepadanya, oleh karena itu Yunna sering menghindari Liam saat sedang tidak ada kerjaan agar kepalanya tidak pusing. Liam berencana untuk pergi menuju ke Dieng dari hari Sabtu pagi dan setelah itu pulang Minggu siang atau sore, jadi sehari sebelumnya Liam telah mempersiapkan kelengkapan motornya terlebih dahulu termasuk jas hujan. Namun tiba - tiba sepertinya Liam merasa ragu kalau pergi bersama Jane dengan naik motor apalagi jaraknya juga lumayan jauh karena takut jika Jane merasa tidak nyaman. Saat sepulang dari kantor, Liam langsung pergi ke kediaman Mr Kim.


"Eh Liam silahkan masuk," ucap Mrs Kim menyapa Liam dengan ramah.


"Iya tan, eh maksudnya eomma haha."


Mrs Kim langsung menepuk punggung Liam sembari tertawa.


"Kamu ini masih saja latah memanggilku dengan sebutan tante. Mau minum apa?"


"Tidak perlu repot - repot eomma, Liam hanya sebentar saja kok."


"Tidak apa - apa, mau teh atau kopi?"


"Teh saja eomma."


"Oh sebentar."


"Iya eomma."


Mrs Kim lalu memanggil ahjumma untuk membuatkan Liam secangkir teh.


"Kamu baru saja pulang dari kantor ya?"


"Iya eomma, Liam dari kantor terus langsung kemari."


"Oh begitu."


Tidak lama kemudian ahjumma datang sembari membawa dua cangkir teh untuk Liam dan Mrs Kim juga.


"Silahkan diminum Liam."


"Baik eomma," ucap Liam yang kemudian meminum teh nya.


"Jadi, ada keperluan apa Liam?"


Liam kemudian meletakkan cangkir teh di atas meja.


"Saya ingin meminta izin kepada eomma untuk mengajak Jane pergi staycation ke Dieng."


"Kenapa harus minta izin Liam? sekarang Jane sudah menjadi istri Liam, jadi terserah Liam ingin membawa pergi Jane kemanapun yang Liam inginkan tanpa harus meminta izin kepada eomma, yang terpenting jangan menjauhkan eomma dari Jane hahaha."


"Hahaha mana mungkin Liam menjauhkan anak dari ibunya, tapi rasanya tidak enak saja jika tidak meminta izin kepada eomma jika Liam ingin membawa pergi putrinya."


"Iya Liam, tolong jaga putri kesayangan eomma ya."


"Iya eomma, Liam akan berusaha untuk menjaga putri kesayangan eomma itu."


"Eomma percayakan kepada Liam, dan rencananya kapan kalian berdua akan mulai pergi ke Dieng?"

__ADS_1


"Sabtu pagi dan pulang Minggu siang atau sore, tergantung situasi sih eomma."


"Oh begitu rupanya, naik apa?"


"Jane ingin pergi naik motor eomma."


"Ya sudah, jangan lupa bawa jas hujan dan hati - hati dijalan."


"Pasti eomma."


"Wah ternyata ada menantu appa," ucap Mr Kim menghampiri mereka berdua.


Liam langsung berdiri dan menjabat tangan Mr Kim.


"Iya appa."


"Tumben sekali, ingin bermain game dengan Josh?"


"Liam kemari ingin meminta izin untuk mengajak Jane pergi staycation ke Dieng hon," ucap Mrs Kim.


"Lho kenapa harus meminta izin? kalau ingin mengajak Jane pergi, maka pergi saja Liam."


"Rasanya tidak enak jika tidak meminta izin kepada appa terlebih dahulu."


"Tidak apa - apa Liam, yang penting kamu bisa menjaga Jane dengan baik karena aku sudah sangat mempercayaimu untuk menjaga putriku itu."


"Eh kenapa terburu - buru pulang? ayo kita berbincang - bincang terlebih dahulu."


"Oh baik appa."


Setelah Mr Kim duduk, Mrs Kim lalu pergi meninggalkan mereka berdua untuk berbincang karena sepertinya Mr Kim sedang ingin berbicara empat mata kepada menantunya tersebut. Mrs Kim lalu pergi ke dapur membuatkan minum untuk suaminya serta agar mereka berdua lebih leluasa berbincang. Tiba - tiba saja Liam merasa deg - degan karena jika seperti itu pasti Mr Kim ingin berbicara serius dengannya, sehingga membuat perasaan Liam juga menjadi tidak tenang. Tidak lama kemudian setelah Mrs Kim menyajikan minuman di atas meja, Mr Kim langsung memulai pembicaraannya.


"Setelah Jane tinggal bersamamu, apa dia selalu merepotkan kamu?"


"Tidak appa, Jane tidak pernah merepotkan Liam sama sekali namun justru Liam yang selalu merepotkan Jane."


"Oh syukurlah jika begitu, aku bertanya seperti itu karena aku takut jika dia sangat merepotkanmu apalagi dia putriku yang sangat manja sekali."


"Tidak kok appa, Jane sama sekali tidak pernah merepotkan Liam."


"Baguslah. Namun jika misalnya suatu saat kamu sudah tidak mencintainya lagi maka jangan beritahu Jane serta jangan menyakitinya, tapi beritahu saja appa agar appa yang akan menjemputnya pulang."


"Baik appa."


Setelah perbincangan tersebut Liam kemudian berpamitan pulang, dan sesampainya di rumah Jane langsung berlari menghampiri Liam serta memeluknya karena Jane merasa cemas saat suaminya itu tidak kunjung pulang. Liam lalu meminta maaf kepada Jane karena dirinya lupa tidak mengabari Jane jika ingin pergi ke rumah orang tua Jane setelah pulang kantor. Saat menyajikan teh untuk Liam, Jane memberitahu Liam bahwa dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatu yang mereka berdua butuhkan saat sedang pergi staycation hingga satu tas penuh. Liam hanya tersenyum sembari mengusap rambut Jane saat mendengar cerita dari Jane. Keesokan harinya Jane membangunkan Liam dengan sangat antusias karena hari tersebut adalah hari dimana mereka berdua akan pergi ke Dieng. Sebelum keberangkatan Liam telah menghubungi Yunna dan memintanya untuk menggantikannya sementara di kantor, oleh sebab itu Liam bisa pergi liburan dengan tenang.


"Kita pergi sekarang?"


"Iya hubby, mmm tapi ini sangat berat dan tidak mungkin aku menggendongnya."

__ADS_1


"Tenang saja kan bisa diletakkan di depan, jadi kamu tidak perlu menggendongnya sayang."


"Oh iya ya."


"Pakai dulu helm nya baru setelah itu kita berangkat."


"Okay hubby."


*1 Jam perjalanan kemudian.*


"Kita beristirahat sebentar setelah mengisi bensin."


"Okay hubby, lagipula pantatku juga sudah panas."


Liam tertawa.


"Hahaha kamu ini ada - ada saja."


"Ada uangnya yang buat isi bensin?"


"Ada kok, tenang saja."


"Oh baiklah, kalau tidak ada bilang saja kepadaku karena aku juga membawanya."


"Nanti uangmu buat jajan saja."


"Okay hubby. Mmm hubby, aku sudah merasa lapar."


"Ya sudah nanti kita beristirahat sembari mencari makan."


"Iya hubby."


Sesampainya di sebuah restaurant, tiba - tiba saja malah hujan deras hingga membuat mereka bersyukur bahwa hujannya itu saat mereka telah sampai di restaurant.


"Waduh malah hujan deras, untung saja tas nya aku gendong bawa masuk."


"Iya hubby, kalau tidak pasti semuanya sudah basah kuyup."


"Iya sayang. Lelah tidak?"


"Lumayan hehe."


"Nanti setelah makan aku pijat kakimu sembari menunggu hujan reda."


"Tidak perlu hubby, pasti kamu juga merasa lelah apalagi kamu yang menyetir."


"Haiss tidak apa - apa."


"Ya sudah deh."

__ADS_1


__ADS_2