
Keesokan harinya Liam yang sedang berolahraga pagi tiba - tiba saja teringat jika waktu itu dia berjanji akan membelikan Jane sebuah dispenser galon air minum mini, agar dirinya tidak selalu naik turun ke dapur saat malam hari sebelum tidur. Setelah itu dia bergegas untuk mandi dan langsung pergi ke sebuah supermarket, dan tidak lupa sebelum berangkat dia berpamitan terlebih dahulu kepada istrinya karena sekalian dia pergi ke kantor Yeji untuk membantu mengerjakan tugas kelulusannya. Liam mengendarai motor vespa biru langit miliknya agar dia tidak kesulitan membawa dispenser yang akan dibelinya nanti, dan sesampainya disana Liam langsung diarahkan oleh salah satu staff untuk melihat - lihat dispenser yang dia maksud. Ternyata ada berbagai macam, jenis, merk, warna, serta ukuran dispenser tersebut dan semuanya terlihat sangat lucu.
Liam sampai merasa bingung dispenser mana yang akan dia ambil. Karena tidak ingin berlama - lama di tempat itu serta merasa tidak enak dengan staff yang sedari tadi mengikutinya, maklum di tuan muda hahaha. Akhirnya dia mengambil sebuah dispenser berukuran sedang yang bewarna biru kesukaannya, dan setelah membayar dia langsung meletakannya di depan agar tidak jatuh. Liam lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor Yeji. Perjalanannya lumayan jauh apalagi kondisi jalanan sangat padat karena hari itu adalah hari minggu. Karena di tengah - tengah perjalanan dia merasa haus, Liam lalu berhenti di aprilmart untuk membeli minuman dingin sembari mendinginkan dirinya karena diluar cuacanya sangat panas sekali. Selama di dalam aprilmart Liam selalu menenteng dispenser tersebut agar tidak hilang dicuri jika dia meletakannya di motornya. 30 menit kemudian setelah Liam beristirahat di aprilmart, Liam melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor Yeji.
"Maaf aku terlambat karena perjalanannya lumayan jauh serta harus membeli ini dulu," ucap Liam sembari menenteng dispenser tersebut.
"Iya Liam, eh kamu beli apa itu?" tanya Yeji menghampiri Liam.
"Ini aku beli dispenser untuk diletakkan di dalam kamarku karena aku merasa kasihan jika istriku setiap malam selalu naik turun ke dapur untuk mengambil air minum, apalagi jika sekarang istriku sudah hamil besar."
"Oh begitu, ya sudah diletakkan di kamarku saja agar tidak hilang."
"Okay." Liam langsung meletakkan dispenser tersebut di kamar Yeji.
"Aku mau buat mie instan, apa kamu mau juga?"
"Boleh deh, kebetulan aku merasa lapar."
"Mie goreng atau mie kuah?"
"Mie goreng saja," jawab Liam.
"Okay sebentar aku buatkan, kamu tiduran saja di sana untuk beristirahat.
"Iya." Liam merebahkan tubuhnya di sofa. Namun tiba - tiba saja....
"Jangan disofa nanti badanmu sakit, lebih baik di kamarku saja."
"Tidak, disini saja tidak apa - apa Yeji."
"Hmm ya sudah jika itu keinginanmu."
Beberapa menit kemudian Yeji menghampiri Liam sembari membawa dua mangkuk mie instan dan juga dua gelas es teh.
"Ini mie dan juga es teh milikmu, selamat makan."
__ADS_1
"Terima kasih."
"Oh ya tadi kamu berkata jika istrimu sedang hamil, lalu sekarang dia sudah hamil berapa bulan?" tanya Yeji sembari memakan mie miliknya.
*Slurrpp.*
"Sudah hampir 7 bulan."
"Oh begitu, apa jenis kelaminnya?"
"Belum tahu, Jane belum ingin memberitahuku maupun keluarga kita berdua dan sekarang hanya dia yang mengetahui jenis kelaminnya."
"Kenapa begitu, bukankah kamu suaminya? harusnya dia memberitahumu karena kamu ayah dari anak yang dikandung oleh Jane."
"Iya ya benar juga, tapi terserah dia juga sih tidak apa - apa jika belum ingin memberitahunya karena suatu saat aku juga akan mengetahui jenis kelaminnya."
"Aneh sekali kamu ini masa digitukan oleh istrimu, kamu diam saja."
Liam tertawa karena dia mendengar ucapan Yeji yang sedari tadi terlihat provokatif sekali.
"Hmm ya sudah sih."
Liam kemudian menghabiskan mie instan serta es teh manis buatan Yeji, dan setelah itu dia diarahkan oleh Yeji untuk mencoba pakaian rancangan terbarunya sembari menunggu teman - temannya datang. Liam sedari tadi terus berbincang oleh Yeji mengenai banyak hal termasuk mengenai baju rancangannya. Yeji juga mengatakan jika suatu saat dia ingin membangun sebuah toko distro kecil - kecilan sebagai usaha pertamanya setelah lulus kuliah, yah mungki bisa juga sebagai batu loncatan untuk Yeji ke jenjang yang lebih tinggi.
Liam juga menyarankan kepada Yeji untuk menjual beberapa tas maupun sepatu yang dilukis sendiri secara manu seperti custom begitulah, walaupun harganya bisa sedikit mahal karena memang prosesnya yang memakan banyak waktu. Memang benar sih selain menguras banyak waktu, ternyata juga menguras tenaga dan juga fikiran karena author pernah iseng mencoba membuat custom sepatu walaupun hasilnya tidak terlalu baik hahaha (jika ingin melihat hasilnya nanti akan di share, jadi komen saja yang penasaran dengan hasilnya). Setelah semua anggotanya komplit barulah dimulai pemotretan tersebut. 3 jam kemudian Liam telah menyelesaikan tugasnya dan sedang berbincang - bincang dengan teman - temannya di kantor tersebut.
"Sayang aku pulang," ucap Liam menghampiri Jane yang sedang duduk di teras rumah.
"Bawa apa itu?"
Liam kemudian menunjukkan sebuah kotak dispenser kepada Jane.
"Ini dia, kemarin aku sempat lupa membelikan kamu dispenser ini padahal aku sudah berjanji kepadamu."
"Tidak apa - apa hubby, yang penting kamu sudah menepati janjimu."
__ADS_1
"Aku cuci dulu sebentar, lalu setelah itu aku akan membelikan air galonan yang kemasan kecil di warung kemarin."
"Okay hubby. Eh kamu ingin minum apa?"
"Nanti saja Jane, aku tadi sudah minum es teh dan makan mie instan."
"Kok makan mie instan sih."
"Tidak apa - apa, lagipula aku tidak terlalu sering memakannya."
"Ya sudah."
Liam kemudian berlutut dan mencium perut Jane.
"Hei jagoan daddy, jangan nakal ya di dalam perut eomma kamu. Jane, dia masih lama ya keluar nya?"
"Mungkin sekitar 3 bulan lagi hubby, sabar ya?"
"Okay. Ya sudah, aku akan mengurus dispenser ini dulu."
"Iya hubby."
Liam kemudian masuk ke dalam rumah untuk mencuci dispenser tersebut dan setelah kering, Liam lalu meletakannya di meja samping sofa yang berada di kamarnya. Lalu setelah itu Liam pergi ke warung untuk membeli air galon yang berukuran sedang dan langsung menuangkannya ke dalam dispenser tersebut. Setelah itu dia mandi sore dan bersiap untuk memasak makan malam sembari mulutnya mengunyah kue - kue buatannya kemarin.
"Hmmm bau apa ini kok kelihatannya sangat enak sekali," ucap Jane menghampiri Liam.
"Ini menu masakan untuk makan malam kita nanti sayang."
"Oh aku kira karena kamu sudah lelah, jadi kamu tidak akan memasak hari ini."
"Ehh tentu saja aku akan tetap memasak untuk istriku tercinta walaupun aku sedang lelah."
"Kalau lelah jangan dipaksakan hubby, lagipula kita bisa membelinya secara online."
"Tidak apa - apa sayang, lagipula sayang sekali jika bahan - bahan ini busuk karena tidak dimasak."
__ADS_1
"Iya juga sih."