Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #227


__ADS_3

Keesokan harinya Liam yang terbangun lebih awal berniat untuk melakukan olahraga, karena sudah lama dia tidak berolahraga dan rasanya perut sixpack nya itu akan membuncit. Liam duduk bersandar di headboard ranjangnya lalu menatap wajah Jane yang masih tertidur nyenyak, dan dia juga mengusap wajah Jane pelan agar tidak membangunkannya. Sejak dirinya memutuskan untuk menikah wajah itulah yang menjadi pemandangan saat dia terbangun dipagi hari, sebuah wajah mungil dan bulat yang memiliki pipi chubby namun matanya terkadang memiliki tatapan tajam seperti kucing. Senyum cerianya yang bagaikan sinar matahari serta pelukannya yang begitu damai seperti pelukan mommy Liam membuat Liam takut untuk kehilangannya. Liam lalu tersadar dari lamunannya dan setelah itu dia menyelimuti tubuh Jane karena selimutnya lepas. Sebelum pergi Liam mencium pipi Jane terlebih dahulu, baru dia melangkahkan kakinya menuju ke ruangan gym pribadinya. Liam membuka jendela di ruangan tersebut begitu dia sampai disana, lalu dia mulai melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya cidera.


Liam kemudian melakukan push up, sit up, back up, serta dia juga mencoba melakukan sikap lilin di atas sesuatu yang menyerupai sebuah bangku. Selain membentuk otot tubuhnya agar bagus Liam sedari dulu juga selalu melatih keseimbangannya serta kekuatan tubuhnya, oleh sebab itu Liam bisa langsung menangkap tubuh Jane saat dia berusaha melompat ke gendongan Liam secara tiba - tiba. Disisi lain Jane yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung memanggil - manggil nama Liam saat menyadari bahwa Liam tidak berada di sampingnya. Jane kemudian memakai dress piyama bewarna putih yang semalam dia lempar ke atas sofa. Jane langsung pergi mencari Liam ke lantai bawah dan dia hanya bertemu dengan Nat yang sedang membuat teh hangat di dapur. Jane sampai membuat mata Nat melotot karena piyama tersebut tampak sangat sexy hingga Nat berfikir bahwa sekarang dia akhirnya mengetahui alasan Liam memilih Jane dibandingkan dengan dirinya. Nat lalu kembali mengaduk teh di cangkir agar Jane tidak menaruh rasa curiga kepadanya karena tiba - tiba saja dia mengagumi paras Jane.


"Nat, kamu melihat Liam tidak?" tanya Jane saat menghampiri Nat.


"A-aku tidak melihatnya, memangnya dia tidak berada di kamar denganmu?" tanyanya sembari mengaduk teh di cangkir.


"Kenapa kamu terlihat sangat gugup sekali?" tanya Jane curiga.


"Tidak ada apa - apa kok."


"Jawab yang jujur, aku tidak suka kebohongan."


*clang* Nat meletakkan sendoknya.


"Aku gugup karena melihat penampilanmu itu."


"Kenapa begitu?" tanya Jane bingung.


"Kamu terlihat sangat sexy saat memakai piyama yang seperti itu, pantas saja Liam memilihmu dibandingkan denganku. Andai saja..." Nat tidak jadi melanjutkan ucapannya.


Jane menaikkan alisnya "andai saja apa?"


Nat lalu mendekati Jane dan berbisik di telinganya "andai saja kamu bukan milik Liam, sudah pasti aku akan menjadikanmu sebagai milikku."


Jane langsung mundur menjauhi Nat "a-apa kamu sudah gila?"


"Awalnya aku benci denganmu namun setelah melihatmu mengenakan piyama ini aku jadi berubah fikiran."


"Jangan aneh - aneh, kamu ini kan...."


"Iya aku tau, tetapi entah kenapa aku menjadi sangat mengagumi paras tubuhmu yang sangat sexy itu dan jika kamu memiliki waktu senggang maka temui aku dikamarku." Nat lalu mengedipkan mata kirinya.


"Ka-kamu ini."


Nat tertawa "aku hanya bercanda, akan tetapi jika kamu tidak keberatan ya aku tidak masalah hahaha."

__ADS_1


Jane menghela nafasnya "huh aku tetap merasa keberatan."


"Kenapa? aku tidak akan menyakitimu."


"Aku tidak mau, itu namanya sama saja selingkuh dan aku tidak mau selingkuh."


Nat menggelengkan kepalanya "wah kamu ini orang yang sangat setia sekali, tetapi apa yakin jika suamimu itu akan setia juga kepadamu?"


"Aku akan tetap berusaha menjadi orang yang setia walaupun misalnya Liam tidak setia kepadaku, lagipula dia juga yang akan menerima akibatnya jika dia berbuat buruk."


"Hmmm pintar sekali pemikiranmu."


"Tentu saja," ucap Jane tersenyum bangga.


Jane kemudian kembali mencari Liam dan dia lalu masuk ke dalam ruangan gym saat dia menemukan bahwa pintu tersebut terbuka lebar. Jane lalu memperhatikan Liam yang sedang melakukan sikap lilin dan memperhatikan perut sixpack milik Liam yang terlihat sangat sexy. Liam kemudian menyudahi aktivitasnya tersebut saat melihat Jane yang sedang berdiri di dekat pintu.


"Wah suamiku ini terlihat sangat sexy dan menggoda sekali."


Liam tersenyum "ada apa sayang?"


Dengan sigap Liam langsung menangkap tubuh mungil Jane "hup, kan aku sudah bilang jangan tiba - tiba melompat ke arahku nanti kalau misalnya aku tidak bisa menangkapmu bagaimana?"


"Ya aku jatuh ke bawahlah, kan ada gravitasi bumi masa melayang - layang di udara."


Liam mencium pipi Jane "hmmm pintar sekali."


"Tubuhmu sangat lengket sekali hubby."


"Aku kan habis berolahraga, jadi pasti tubuhku akan mengeluarkan keringat. Eh kamu memakai piyama ini lagi?"


Jane mengangguk "heem, gara - gara ini Nat sampai menggodaku."


Liam tertawa "Nat menggodamu? kenapa?"


"Dia berkata bahwa aku terlihat sangat sexy dan dia memintaku ke kamarnya jika aku memiliki waktu senggang."


Liam semakin tertawa "hahaha lalu kamu menjawab apa?"

__ADS_1


"Aku berkata bahwa aku tidak ingin berselingkuh darimu."


"That's my girl," ucap Liam mencium bibir Jane.


"Baby girl."


"Iya baby girl. Eh kamu tidak memakai ****** *****?" tanya Liam saat menyentuh pantat Jane.


Jane menggeleng "tidak, tadi aku terburu - buru untuk mencarimu sehingga aku tidak memakainya."


"Lain kali jangan seperti itu, nanti kamu semakin digoda oleh Nat jika dia mengetahui bahwa kamu tidak memakai celana."


"Iya hubby, padahal aku memakai pakaian sexy hanya untukmu namun justru Nat juga menyukainya."


Liam kembali tertawa dan Jane memukul pelan dada Liam. Jane lalu merengek kepada Liam karena merasa lapar, dan Liam langsung menggendong Jane ke dapur untuk memasakan dia sarapan. Jane duduk di kursi sembari memperhatikan Liam yang sedang memasak sarapan, sedangkan Nat justru malah memperhatikan Jane dari kejauhan. Saat mengetahui bahwa Nat memperhatikannya, Jane langsung membuang pandangannya dan hal itu membuat Liam tertawa kecil sembari memasak sarapan. Liam merasa gemas dengan tingkah Jane tersebut, dan setelah selesai Liam lalu menyajikannya di atas meja.


"Makanlah yang banyak baby girl," ucap Liam sembari mengusap rambut Jane.


"Iya baby girl," ucap Nat menggoda Jane.


"Kamu jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu karena hanya Liam yang boleh memanggilku dengan sebutan baby girl!!"


Nat tertawa "iya deh iya."


"Ssttt sudah sayang ayo makan dulu, tadi katanya lapar?"


"Iya hubby." Jane lalu memakannya dengan lahap.


"Istrimu sangat menggemaskan seperti anak kecil."


"Iya aku tahu, oleh sebab itu aku terkadang memanggilnya dengan sebutan baby girl."


"Oh."


"Kamu juga makan yang banyak ya."


"Okay Liam."

__ADS_1


__ADS_2