Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #254


__ADS_3

Liam memengang kedua tangan Jane dan menyakinkannya bahwa mereka berdua akan bisa melewati malam yang dingin dengan bermalam di tenda seperti itu. Untung saja Liam menyewa tenda yang lumayan besar jadi Jane tidak akan merasa sesak jika tidur di dalam tenda itu, dan begitu selesai mendirikan tenda mereka berdua lalu membereskan barang - barangnya termasuk merapikan tas ransel yang mereka bawa. Jane masih saja merasa ragu karena di takut jika tiba - tiba ada hewan buas atau hewan lain yang mengganggunya saat sedang tidur, dan bagaimana jika dia tiba - tiba ingin buang air? pasti jarak kamar mandinya sangat jauh atau bisa jadi dia akan diminta untuk buang air di balik semak - semak. Jane menjadi ngeri setelah membayangkan itu semua dan ingin mengajak Liam untuk pulang atau mencari penginapan hotel saja. Namun saat dirinya hendak berdiri untuk mencari Liam diluar tenda, tiba - tiba saja Liam masuk ke dalam tenda sembari membawakan dua buah sleeping bag. Jane lalu mengurungkan niatnya tadi untuk mengajak Liam pulang setelah dia melihat perasaan bahagia di wajah Liam serta Jane belum pernah melihat Liam yang sangat antusias seperti ini.


Jane berfikir bahwa bukankah terlihat sangat jahat sekali jika dirinya memilih mendesak Liam untuk pulang padahal suaminya sudah berusaha memberikan pengalaman liburan yang sangat unik serta belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Liam lalu meletakkan sleeping bag itu di sampingnya dan duduk di samping Jane untuk melihat pemandangan alam yang berada di sekitarnya. Tidak lama kemudian Liam kembali menggendong ranselnya dan menyuruh Jane untuk mandi karena sudah sore. Alasan Liam mengapa dia membawa ranselnya kemanapun dia pergi saat tidak ada yang menunggunya karena sangat rawan sekali meninggalkan ranselnya di kawasan wisata apalagi di dalamnya juga ada barang - barang berharga. Jane kemudian berjalan di belakang Liam mengikutinya pergi ke kamar mandi umum. Sekitar 45 menit kemudian mereka berdua telah kembali ke tenda dan sedang melihat pemandangan sunset sembari duduk di dalam tendanya. Tidak lama setelah itu Jane berkata kepada Liam bahwa dirinya sudah merasa lapar, dan dengan cepat Liam langsung pergi mencari hidangan untuk makan malam mereka yang tidak jauh dari sana.


"Maaf lama, aku membawakanmu mie goreng untuk makan malam karena sepertinya sangat cocok jika saat seperti ini makan mie."


"Oh, makasih."


Liam langsung menunduk sembari menggaruk rambutnya.


"Mmm tidak suka ya? atau kamu tidak boleh makan mie? aku akan mencarikanmu menu makanan lain, sebentar."


Jane langsung menarik tangan Liam.


"Tidak perlu hubby, aku akan memakannya."


"Jika tidak suka tidak apa - apa dan jangan dipaksakan, aku akan memakan mie nya sendirian."


"Tidak usah, kamu pasti sangat lelah karena seharian menyetir."


"Oh baiklah."


Setelah Liam duduk disampingnya, Jane lalu mulai mencicipi mie cup tersebut sembari melihat pemandangan alam yang sangat indah di saat sore hari mulai menjelang malam.


"Sepertinya rasanya tidak terlalu buruk."


"Benar kan? di saat - saat seperti ini lebih enak makan mie."


"Benar."


"Oh ya aku juga membelikan kamu teh hangat, karena kabutnya lumayan tebal jadi cuacanya menjadi dingin."


"Terima kasih hubby," ucap Jane tersenyum.


"Nah ini pintunya bisa dibuka dengan lebar seperti ini, jadi tidak akan mengganggumu saat kamu sedang ingin menikmati pemandangan alam."


"Iya hubby."


Liam lalu mengambil sesuatu dari ranselnya dan memakaikan sebuah kupluk di kepala Jane.


"Pakailah ini agar tidak merasa dingin, tadi aku membeli dua yang bewarna biru agar terlihat couple."

__ADS_1


"Tumben sekali ingin memiliki barang couple?"


"Menurutku terlihat sangat lucu saja jika kita berdua sesekali mengenakan sebuah barang yang sama alias couple."


"Memang barang yang couple itu lucu, kamunya saja baru sadar."


"Tetapi jangan terlalu sering karena nanti akan diejek pasangan alay."


Jane tertawa kecil.


"Iyalah hubby, masa kita berdua terus menerus memakai barang couple? aku juga tidak mau jika terlalu sering."


"Iya. Mmm setelah ini jika kamu ingin beristirahat maka aku sudah menyiapkan tempatnya."


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu kepadamu karena sejak tadi pagi kamu yang selalu sibuk menyiapkan segala sesuatu hingga sampai memastikanku merasa aman dan nyaman."


"Aku tidak merasa lelah karena aku merasa sangat senang bisa mewujudkan sebuah impian kecilku."


"Impian kecil? apa itu?"


"Sejak dulu aku merasa sangat penasaran serta sangat ingin sekali jika suatu saat aku bisa pergi bermalam di tenda bersama dengan wanita yang aku cintai, maka dari itu ini kesempatanku untuk mewujudkannya saat kamu mengatakan ingin berlibur di tempat yang seperti ini."


"Aku merasa sangat bahagia, terima kasih sudah membantuku untuk mewujudkannya."


"Terima kasih kembali karena sudah memberiku pengalaman yang sangat unik.


"Sama - sama sayang."


"Eh lihat siapa yang mampir ke tenda kita?" ucap Jane sangat antusias.


"Wah makhluk berbulu orange hahaha, kemarilah puss aku akan memberimu sebuah makanan."


Jane mengusap - ngusap bulu kucing yang sangat halus, dan dia juga merasa gemas dengan tingkah kucing oyen itu.


"Dia memakannya dengan sangat lahap sekali," ucap Liam sembari ikut mengusap bulu halus kucing itu.


"Benar hubby," ucapnya dan setelah itu dia mengambil handphone di sakunya untuk memotret kucing itu.


"Aku ingin sekali memelihara kucing namun terkadang aku tidak mempunyai waktu untuk memperhatikannya ataupun mengajaknya bermain. Dahulu waktu saat aku masih kecil pernah meminta seekor anak kucing kepada grandpa namun grandpa malah memberikan aku seekor anak singa di hari ulang tahunku."


"Benarkah? lalu bagaimana?" tanya Jane terkejut.

__ADS_1


"Aku merawatnya seperti layaknya seekor anak kucing pada umumnya, dan aku memberinya nama Petra."


"Lalu sekarang Petra berada dimana?"


"Dia sekarang sudah tumbuh besar dan berada di Australia, karena grandpa membuatkannya kandang yang sangat luas."


"Oh begitu."


"Aku akan mengenalkanmu kepadanya saat kita pulang ke Aussie."


"Aku takut."


"Tidak perlu takut, kalau dia nanti gigit paling hanya bercanda saja kok."


"Dasar kamu ini."


Mereka berdua terus berbincang hingga larut malam, dan setelah itu Liam langsung menutup pintu tenda saat mereka berdua telah masuk ke dalam tenda untuk bersiap tidur. Lalu setelah itu mereka berdua masuk ke dalam sleeping bag dan tertidur, dan tidak lupa Liam juga mematikan lampunya agar terlihat sangat gelap. Saat tengah malam tiba - tiba saja Jane terbangun dan beralih memeluk Liam dari samping hingga membuat Liam juga terbangun karena merasa terkejut. Mungkin Jane terasa sedikit kedinginan hingga membutuhkan pelukan hangat darinya apalagi diluar sedang hujan gerimis, begitu fikir Liam.


"Kemarilah, aku akan memelukmu."


"Iya hubby," ucap Jane semakin merapatkan tubuhnya disamping Liam.


"Tetapi nanti kamu akan kedinginan jika tidak memakai sleeping bag."


"Iya juga sih, ya sudah aku ingin sebuah ciuman selamat malam darimu."


Liam langsung mencium Jane.


"Good night and sweet dream my baby girl."


"You too hubby."


Liam mengusap perut Jane.


"Tidurlah."


"Kenapa mengusap perutku seperti itu?"


"Tidak apa - apa, hanya sedang ingin."


"Oh."

__ADS_1


__ADS_2