Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #95


__ADS_3

Liam lalu pergi untuk mandi, lalu setelah itu Liam membuka kran shower dan membiarkan air itu membasahi seluruh tubuhnya secara perlahan. Liam kemudian menundukkan kepalanya untuk menikmati setiap tetesan air yang mengalir di tubuhnya. Sekitar 20 menit kemudian Liam telah selesai membersihkan tubuhnya dan dia sekarang pergi ke ruang makan untuk makan malam. Liam hanya terdiam sembari menikmati hidangan makan malam tersebut yang sudah disiapkan oleh chef rumahnya. Selesai makan malam Liam kemudian bersiap untuk pergi menemui Yunna di toko furniture sesuai dengan kesepakatan mereka berdua. Sesampainya di sana Liam lalu berkeliling mencari keberadaan Yunna. Tidak lama kemudian Yunna langsung menghampiri Liam ketika dia melihat keberadaannya. Setelah bertemu mereka berdua lalu berjalan bersama melihat semua koleksi yang berada di toko furniture. Liam tidak menduga jika seleranya dan selera Yunna itu tidak jauh berbeda jadi Liam dengan mudah memilih semua furniture di toko tersebut, lagipula toko furniture itu juga sangat lengkap sekali. Di sisi lain Jane yang pulang ke rumahnya, dia ingin berkumpul bersama keluarganya terutama untuk berbincang dengan kakaknya Josh.


Tetapi karena dia masih sedikit lelah dia kemudian memilih untuk beristirahat di kamarnya sebentar setelah makan malam sembari memainkan handphone miliknya. Biasanya Liam selalu mengusiknya saat dia sedang beristirahat namun tidak dengan kali ini karena dia pulang ke rumahnya, dan bahkan Liam belum menghubunginya atau mengirimkan pesan sama sekali setelah mereka berdua selesai makan siang tadi. Jane terkadang merasa terganggu saat Liam mengusiknya, namun di sisi lain entah kenapa Jane justru sekarang merasa rindu dengan tingkah konyol Liam yang sedang mengusiknya seperti biasanya. Patutnya hari ini Jane sangat bahagia karena bisa bersantai dengan tenang, namun tiba - tiba malam ini terasa kosong dan sepi karena tidak ada Liam ataupun pesan darinya. Perasaan ini sungguh aneh tapi nyata, terkadang kita tidak mengharapkan kehadirannya namun ketika dia tidak ada justru kita merindukannya dan mengharapkan kehadirannya. Jane terus memeriksa handphone miliknya dan berharap bahwa Liam akan mengirimkan pesan namun tetap saja hasilnya nihil, bahkan di akun media sosialnya Liam tertera jika Liam terakhir dilihat 4 jam yang lalu. Jane lalu meletakkan handphone miliknya dan mengambil sebuah boneka pemberian Liam waktu itu, Jane memberinya nama Chic.


Jane lalu mengajaknya berbicara seperti orang gila "kamu tau, sangat menyebalkan sekali dia karena tidak mengusikku malam ini dan aku menjadi merasa kesepian. Dia tiba - tiba tidak mengirimiku pesan atau menghubungiku seperti biasanya, apa dia sudah memiliki orang yang baru dan berusaha untuk meninggalkanku tanpa kepastian sekarang Chic? jika aku bertemu dengannya besok aku akan memukulinya dan mencubit perut sixpack miliknya itu agar dia tidak seperti ini lagi kepadaku. Ah lebih baik aku keluar kamar saja menghirup udara segar di malam hari," ucap Jane meletakkan bonekanya itu lalu melangkah keluar dari kamarnya.


Jane lalu duduk di tepi kolam renang dan menceburkan kakinya ke dalam kolam renang itu. Jane kemudian menatap langit malam beserta bulan dan bintangnya. Jane kembali bergumam ketika sedang melihat bulan dilangit itu "kenapa malam ini harus ada bulan sabit yang mengingatkanku kepada si brengsek itu dan kenapa juga tidak hilang saja bulannya atau berganti bulan?"


Josh yang mengetahui jika adiknya itu berbicara sendiri seperti orang gila lalu Josh menghampirinya dan duduk di sampingnya "kamu ini kenapa berbicara sendiri seperti orang gila?"


"Aku bukan orang gila."


"Kalau bukan orang gila kenapa kamu berbicara sendiri di sini?"


"Aku tidak berbicara sendiri kok, mungkin kamu hanya salah dengar saja."


"Bagaimana aku bisa salah dengar jika kamu saja berbicara dengan keras saat aku sedang melewati kolam renang? sudahlah ceritakan saja kepadaku apa yang sebenarnya terjadi hingga membuatmu berbicara sendiri di sini seperti orang gila."


"Baiklah, aku akan menceritakannya kepadamu."


"Kalau begitu mulailah untuk bercerita."


"Kamu pernah merasa tidak jika ada seseorang yang selalu saja mengusikmu tetapi saat sehari saja orang itu tidak mengusikmu tiba - tiba kamu merindukan saat dimana orang itu mengusikmu?"


"Maksudmu Liam?"


"Kenapa jadi menyebut namanya?"

__ADS_1


Josh tersenyum "walaupun jika aku tidak menyebutkan namanya aku sudah tau jika sebenarnya kamu akan menceritakan tentang jika kan?"


"Tidak, siapa juga yang ingin menceritakan tentangnya," ucap Jane berusaha menyangkal pekataan Josh.


"Bagaimana Liam? aku tebak pasti kalian berdua sebenarnya sudah menjalin hubungan kan?"


"Kami berdua tidak sedang menjalin hubungan apapun. Hubungan kami hanya sekedar teman atau sahabat, itu saja."


"Tidak ada yang namanya sahabat antara pria dan wanita Jane. Apa kamu lupa jika aku sekarang masuk ke dalam gengnya?"


"Apa Liam menceritakan sesuatu tentangku kepada teman - temannya?" tanya Jane khawatir.


"Dia tidak menceritakan apapun tentangmu, tetapi pasti teman - temannya yang lain sudah merasa jika Liam sudah mempunyai kekasih karena sikapnya akhir - akhir ini dan salah satu temannya sudah memberitahukan kepada yang lainnya jika Liam sudah mempunyai seorang kekasih."


"Tetapi aku tidak menjalin hubungan apapun kepadanya."


"Kami berdua bersikap biasa saja kok."


"Kalian merasa begitu, tetapi tanpa sadar kalian berdua sudah bersikap layaknya sepasang kekasih jika menurut pandangan orang lain bahkan Ricko juga mengira jika kalian sudah menjalin hubungan."


"Ricko?"


"Ricko menceritakan kepadaku jika kalian berdua double date bersamanya."


"Apa Ricko juga bercerita hal lainnya?"


"Tidak, dia hanya bercerita tentang itu saja. Menurutmu Liam bagaimana?"

__ADS_1


"Jujur saja dia bukan termasuk ke dalam tipeku."


"Aneh sekali, kalian berdua sangat dekat dan seperti memiliki perasaan satu sama lain tetapi kamu mengatakan jika Liam bukanlah tipemu."


"Aku menyukainya hanya karena dia adalah pria yang baik, itu saja."


"Diberi pria yang baik kamu malah menyia - nyiakannya, sedangkan waktu kamu diberi pria yang jahat dan buruk kamu justru malah mencintainya setengah mati."


"Ya habis mau bagaimana lagi, aku sudah lama kenal dengan Kyle sedangkan dengan Liam baru kenal sebentar jadi masih sedikit trauma."


"Ya terserah kamu sih, tetapi saranku lebih baik kamu dengan Liam saja karena aku yakin jika Liam itu adalah pria yang baik."


Jane kemudian terdiam sebentar sembari memandangi rembulan di langit malam. "Aku penasaran bagaimana kamu bisa yakin jika Liam itu benar - benar pria yang baik," ucap Jane sembari mengayunkan kedua kakinya ke dalam kolam renang.


Josh lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal "ya aku tau karena aku selalu mengamati Liam saat dia sedang bersosialisasi dengan teman - temannya dan aku mengamati bagaimana dia memperlakukan adiknya itu."


"Liam sangat sayang sekali dengan Rosie adiknya itu."


"Ya aku juga mengetahuinya dengan mata kepalaku sendiri dan menurut pengakuan dari Ricko juga jika Liam memang sangat sayang dengan adiknya itu apalagi dengan mommy nya."


"Bagaimana kamu bisa percaya dengan ucapan Ricko begitu saja?"


"Karena Ricko sudah sangat lama mengenal Liam dan keluarganya, jadi aku juga sangat yakin jika apa yang diceritakan oleh Ricko itu memang benar seperti kenyataannya."


"Ah begitu rupanya, aku lihat juga begitu sih."


"Baiklah aku akan pergi bermain game."

__ADS_1


"Terserah."


__ADS_2