
Bukannya langsung tertidur, justru Liam memilih untuk menyelesaikan buku yang sudah 3 hari terakhir ini dibacanya. Ceritanya sangat menarik hingga membuat Liam tidak bisa berhenti membacanya, dan bahkan selalu meluangkan waktu untuk membacanya meskipun sedang sibuk. Jane yang melihat hal tersebut langsung cemberut, karena dia berfikir bahwa dia akan mendapatkan sebuah kejutan lagi namun kenyataanya Liam malah memilih untuk berkencan dengan bukunya. Jane lalu tertidur dengan posisi membelakangi Liam.
Sekitar 1 jam kemudian Liam sudah meletakkan bukunya di atas meja, tadi bahwa dia sudah bersiap untuk tidur. Liam lalu memeluk tubuh Jane yang sedang tertidur membelakanginya dan mencium pipi chubbynya. Keesokan harinya Liam sudah selesai bersiap - siap langsung pergi untuk sarapan bersama istrinya yang galak namun sangat dicintainya. Jane masih saja cemberut karena kejadian semalam dengan harapan bahwa suaminya itu akan menyadari kesalahannya.
Namanya juga Liam si kulkas 100 pintu, mau di beri kode sekeras apapun tetap saja dia tidak akan peka. Selesai sarapan dia langsung berangkat ke kantor, dan tidak lupa dia berpamitan terlebih dahulu kepada baby Ace sebelum berangkat ke kantor. Hari ini Liam menyempatkan waktunya untuk pergi ke rumah orang tuanya karena ingin menjenguk grandma dan juga grandpa, sekalian berniat ingin menginterogasi Rosie juga. Sesampainya disana Liam langsung menghampiri dan juga memeluk grandma yang sedang menonton televisi.
"Pagi grandma Liam yang paling cantik," sapa Liam dengan tersenyum.
"Pagi juga cucu grandma yang paling tampan," balas grandma.
"Jadi Liam saja yang tampan nih?" tanya Lian protes.
Grandma tertawa.
"Tidak sayang, semuanya cucu grandma itu tampan dan cantik."
"Nah begitu dong grandma, sekali - kali adil dan bukannya hanya Liam saja yang disayang."
"Eh siapa yang tidak adil? setiap grandma membeli apapun pasti selalu membeli 3 untuk kalian bertiga agar semuanya dapat."
"Huuu dasar tukang iri," ucap Liam mengejek kakaknya.
"Dih, ya sudah aku berangkat ke kantor dulu ya grandma."
"Iya Lian, hati - hati."
"Liam, ingin bareng tidak?"
"Tidak, duluan saja."
"Baiklah, aku duluan."
"Iya."
"Jadi Liam, ada apa kamu kemari heum?" tanya grandma mengusap punggungnya.
"Liam hanya ingin menjenguk grandma dan sekalian melihat Rosie."
"Oh begitu, grandma baik - baik saja Liam."
"Apa semalam Rosie diantar sampai depan rumah dengan Leon?"
"Iya, semalam Rosie pulang jam setengah 8 malam dan diantar oleh Leon sendiri dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun."
"Syukurlah jika seperti itu."
"Memangnya kenapa tiba - tiba kamu bertanya seperti itu?"
"Aku hanya khawatir saja grandma, karena ini pertama kalinya Rosie pergi dengan pria lain sampai malam."
"Oh begitu, adikmu itu aman kok lagipula sepertinya Leon merupakan pria yang baik - baik."
__ADS_1
"Darimana grandma tahu bahwa Leon adalah pria yang baik?"
"Dari feeling, setiap orang tua pasti mempunyai feeling mengenai banyak hal termasuk dalam hal seperti ini. Jadi kalau orang tua berkata untuk tidak terlalu dekat seseorang, lebih baik nurut saja karena bisa jadi ucapannya benar."
"Oh begitu, baik grandma."
"Bagaimana kamu dengan Jane heum? apa masih sering bertengkar?"
"Ya begitulah grandma, sama - sama keras kepala susah apalagi awalnya kami berdua juga dijodohkan."
"Bukankah kamu dulu yang bela - belain pergi ke Korea Selatan untuk melamarnya?"
"Betul namun sebenarnya aku tidak ingin membuat mommy merasa kecewa karena tidak bisa mendapatkan Jane sebagai menantunya, jadi aku memutuskan untuk melamar Jane agar mommy senang."
"Sudah berapa kali grandma bilang, kalau tidak sanggup atau tidak mau ya jangan memaksa untuk menuruti keinginan seseorang, nah sekarang perasaanmu dengan Jane bagaimana?"
Liam hanya terdiam dan menghela nafasnya.
"Nah kan ckckck. Sekarang jujur sama grandma, apa ada wanita lain yang kamu cintai selain Jane?"
"Ada," ucapnya takut.
"Siapa?"
"Yunna, sekretaris pribadiku sekaligus kakaknya Leon. Ta-tapi tolong jangan larang Rosie untuk dekat dengan Leon karena masalahku ini, dan jangan pecat Yunna."
"Iya grandma tidak akan melakukan hal seperti itu.m, tenang saja."
"Iya janji."
"Takutnya nanti grandma langsung memecat Yunna, soalnya kan boss besar yang sebenarnya adalah grandma sendiri dan bukannya grandpa."
"Iya, grandma berjanji tidak akan memecat Yunna."
"Tidak. Sudah lama suka dengan Yunna?"
"Sudah, sejak dia pertama kali menjadi sekretaris pribadiku."
"Oh begitu, kalau sekarang bagaimana perasaanmu dengan Yunna?"
"Masih ada sedikit sisa rasa namun aku sudah bertekad untuk berusaha mencintai Jane dengan tulus."
"Sudah punya anak kok masih belajar mencintai dengan tulus, kemarin waktu buatnya tidak ada rasa cinta?" tanya grandma mengejek Liam.
"Ada tapi masih sedikit, lagipula dulu juga tidak sengaja jadi karena kita berdua malam itu sedang mabuk kebanyakan minum."
"Ckckck memang seharusnya kalau kamu sedang minum harus didampingi oleh bodyguatd agar tidak aneh - aneh, untung saja sudah menikah coba kalau belum bagaimana?"
"Ya tidak apa - apa nanti Liam akan berusaha bertanggungjawab."
"Bilangnya saja ringan namun itu bisa membuat keluarga kita malu, nanti belum lagi kamu akan dimarahi oleh daddy kamu!"
__ADS_1
"Iya tahu, makanya itu aku tidak akan aneh - aneh palingan hanya berciuman saja ehe."
"Berciuman? dengan siapa?"
"Dulu dengan Jane, jadi first kiss ku dengan Jane sebelum menikah."
"Tapi tidak melakukan hal apapun yang lebih dari itu kan?"
"Ti-tidak grandma, Liam memang tidak mau berbuat hal seperti itu sebelum menikah namun Jane selalu menggodaku."
"Oh begitu, ya sudah sana berangkat ke kantor!"
"Baik grandma."
Liam lalu mengendarai mobilnya menuju ke kantor, dan sesampainya di kantor dia langsung disapa oleh Yunna untuk pergi meeting. Liam menjalani hari - hari di kantor seperti biasa, dan begitu selesai meeting Liam lalu mengajak Yunna untuk makan siang di kedai mie viral. Mereka berdua berbincang ringan sembari menyantap makanan mereka masing - masing.
"Kenapa tadi berangkat terlambat? tidak seperti biasanya yang selalu berangkat lebih awal."
"Iya tadi aku pergi ke rumah orang tuaku terlebih dahulu dan berbincang dengan grandma."
"Oh begitu, aku fikir sedang ada masalah apa dirumah."
"Tidak hehe, mmm aku jadi cuti."
"Oh jadi liburan ke Bali bersama keluargamu?"
"Benar, kamu mau ikut?"
"Tidak, terima kasih."
"Tenang saja pasti akan ada saatnya kita berdua pergi liburan berdua, kamu mau liburan kemana?" tanya Liam menggoda Yunna.
"Tidak mau, nanti aku takut di cakar sama macan betinamu."
"Eh hahaha, tidak apa - apa santai saja asalkan tidak ketahuan olehnya."
"Tetap saja aku tidak mau Liam."
"Haiss kamu ini, tenang saja nanti semua biaya aku yang akan menanggungnya."
"Tetap saja aku tidak mau pergi berlibur bersama suami orang meskipun itu gratis."
"Hmmm baiklah, memangnya tipe idaman kamu seperti apa?"
"Yang baik, pekerja keras, sayang keluarga, dan tampan."
"Wah itu aku semua hehe."
"Kecuali Liam, perlu digaris bawahi KECUALI LIAM."
"Hmm ya sudah."
__ADS_1