
Jane mencubit pipi Liam karena tanggapannya yang kurang mengenakkan alias hanya berkata oh saja. Semakin lama Liam semakin mendekat ke arah Jane dan meletakkan kepalanya di pangkuan Jane serta memeluk perut Jane yang rata itu. Jane kemudian mengusap rambut Liam pelan dan memijat kepala Liam kembali. Jane tertawa sembari menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya saat melihat pentolan dibawah perut Liam alias aset berharga Liam yang terlihat menonjol karena celana kolornya itu. Awalnya Liam merasa bingung dengan apa yang selalu ditatap dan ditertawakan oleh Istrinya itu. Namun setelah mengetahui penyebab mengapa istrinya itu tertawa, Liam justru malah merasa malu sendiri hingga membuat wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Liam kemudian menyembunyikan wajahnya yang memerah itu di perut Jane sembari meminta istrinya untuk berhenti tertawa. Bukannya langsung berhenti tertawa, Jane justru semakin tertawa melihat Liam yang sedang malu hingga membuat Jane semakin menggoda Liam.
"Jane, sudah hentikan!"
"Memangnya kenapa hubby? bukankah benar yang aku katakan bahwa milikmu itu sangat gagah sekali heum?" tanya Jane dengan tertawa.
"Ssstt diam, aku merasa malu saat kamu membicarakan hal seperti itu."
"Kenapa malu? bukankah kamu juga biasa mengatakan hal yang mengandung unsur - unsur seperti itu kepadaku?"
"I-iya juga, tapi tetap saja sebenarnya aku merasa sangat malu untuk mengatakan hal seperti itu."
Jane kemudian memegangnya "ehem wah."
"Ja-jangan," ucap Liam merasa gugup.
Tiba - tiba Pak Kang datang menghampiri mereka berdua dan merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya hingga dia menutup matanya "ma-maaf tuan dan nona, sa-saya kemari hanya untuk memberitahu bahwa tuan dan nyonya besar datang kemari."
"Tuan besar siapa?" tanya Jane.
"Appa dan eomma. Oh iya beliau juga datang bersama dengan oppa anda, nona."
"Oh baiklah, suruh mereka untuk menunggunya di ruang tamu saja Pak Kang."
"Baik nona eh maksudku nyonya."
"Aku akan mengganti pakaianku terlebih dahulu."
"Baik nyonya, saya permisi." Pak Kang langsung berlari meninggalkan mereka berdua karena dia merasa tidak enak jika terlalu lama disana dan mengganggu mereka berdua.
"Hubby, tenangkan milikmu dulu ya hehe?"
"Semua ini karena kamu, kalau tidak mau menidurkannya jangan membuatnya bangun!!"
Jane tersenyum "ini juga karena ada urusan mendadak, kalau tidak aku pasti akan menidurkannya hehe."
"Ya sudah, aku terjun ke kolam renang saja."
"Heh kenapa?" tanya Jane merasa heran.
"Kalau aku tidak melakukan hal seperti itu pasti akan sangat sulit dan otomatis membuat mereka merasa curiga."
"Ya sudah, aku akan pergi ke kamar untuk mengganti pakaianku serta membawakan kamu pakaian juga."
Jane kemudian berlari ke kamarnya, sedangkan Liam langsung menceburkan dirinya ke kolam renang dan berpura - pura sedang berenang. Dia lalu berenang mengelilingi kolam renang selama beberapa saat, yah itung - itung sebagai olahraga juga karena sudah lama dia tidak berenang. Disisi lain Josh, Mr dan Mrs Kim yang sedang berjalan memasuki rumah anaknya itu merasa kagum dengan tata letak semua perabotan di rumah tersebut. Tiba - tiba pandangan Mrs Kim lalu tertuju pada sekumpulan bingkai foto yang mereka letakkan di atas meja karena belum sempat memasangnya di tempat yang Jane inginkan, yaitu dinding di dekat tangga rumah mereka. Mrs Kim lalu duduk di sofa dan melihat - lihat semua foto yang diambil saat putrinya itu sedang liburan honeymoon ke luar negeri bersama dengan suaminya, sedangkan Josh dan Mr Kim lebih memilih untuk menatap sekeliling rumah mereka sembari membicarakan televisi transparant hingga rak televisi yang penuh dengan CD dan DVD game serta film.
__ADS_1
"Yeobo lihat ini," ucap Mrs Kim sembari menunjukkan sebuah foto Liam dan Jane saat berada di Paris.
Pandangan Mr Kim beralih menatap ke arah foto tersebut "oh mereka berdua jadi pergi ke Paris."
"Pasti jadi, karena Jane putrimu itu sangat menginginkan pergi ke Paris bersama seseorang yang special yaitu suaminya."
Jane yang keluar dari lift lalu pergi menghampiri mereka bertiga dan menyapanya "hai eomma dan appa, kapan kalian kembali dari Korea Selatan?"
"Sudah lama mungkin sekitar 5 atau 6 hari yang lalu."
"Oh begitu, kalian ingin minum apa agar Jane buatkan?"
"Apa saja yang penting tidak merepotkanmu sayang," ucap Mr Kim.
Jane tersenyum "baik appa, sebentar ya."
"Iya, eh menantuku kemana?"
"Oh Liam sedang berenang di belakang."
"Berenang saat hampir tengah hari?" tanya Josh merasa curiga.
"Mmm anu iya, dia memang sedikit aneh hehe."
Josh tertawa "iya ya, benar juga."
"Aku belum sempat meminta Liam untuk memasangnya, eomma."
"Oh begitu, eh itu pakaian siapa yang kamu bawa?"
"Ah ini pakaian Liam, aku akan memberikannya setelah ini karena pasti dia akan malu jika hanya memakai celana pendek saja saat menemui kalian bertiga."
"Oh begitu."
"Kalau begitu Jane tinggal sebentar untuk memberikan pakaian milik Liam terlebih dahulu lalu setelah itu aku membuatkan minuman."
"Iya santai saja Jane," ucap Mr Kim.
Jane kemudian pergi ke kolam renang dan langsung memanggil Liam "hubby, cepat kemari."
"Ya? ada apa?"
"Bagaimana? apa dia sudah tertidur?"
"Iya sudah, santai saja."
__ADS_1
"Ini pakaianmu, dan cepat ganti baju sebelum mereka merasa lebih curiga."
"Apa mereka sudah curiga?"
"Sepertinya oppa sudah merasa curiga, cepat naik ke atas!"
"Iya sebentar."
Liam lalu pergi ke kamar mandi yang berada di dekat kolam renang tersebut untuk membilas tubuhnya serta mengganti pakaiannya, sedangkan Jane pergi ke dapur untuk membuatkan keluarganya minuman dan mengambil beberapa camilan. Setelah selesai Liam langsung menemui keluarga istrinya tersebut dan menyapanya dengan ramah. Namun saat melewati dapur bisa - bisanya Liam masih menyempatkan dirinya untuk menepuk pelan pantat Jane sembari tersenyum.
"Bagaimana Li? sejauh ini putriku tidak merepotkanmu kan?" tanya Mr Kim sembari menepuk pahanya.
"Tidak kok om eh maksud Liam appa."
"Hmm. baguslah jika begitu, sebenarnya aku khawatir jika Jane akan sangat merepotkanmu karena sifatnya yang manja itu tapi syukurlah jika kamu berkata tidak."
"Hehe iya."
"Apa tidak ada asisten rumah tangga di rumahmu ini? karena terasa sepi sekali Li," ucap Mrs Kim.
"Oh aku meminta bibi untuk datang besok hari Senin saja eomma."
Mrs Kim mengangguk paham "oh begitu, aku fikir tidak akan ada bibi."
"Tentu tidak mungkin eomma, aku tidak ingin Jane kelelahan mengurus rumah ini."
"Baguslah."
"Apa semua DVD playstation ini milikmu Li?" tanya Josh.
Liam mengangguk "iya, semua itu koleksiku dan jika kamu ingin memainkannya maka silahkan saja."
"Benarkah?"
"Iya benar."
"Wah terima kasih."
"Iya."
"Silahkan dinikmati," ucap Jane saat menyajikan makanan dan minuman di atas meja.
"Appa kan sudah bilang jangan repot - repot, tapi kenala kamu malah menyajikannya sebanyak ini sayang?"
"Ah appa tidak banyak kok hehe, silahkan dimakan dan diminum."
__ADS_1
"Terima kasih ya."
"Iya appa."