Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #183


__ADS_3

Liam kemudian melepaskan Jane dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sedangkan Jane pergi ke kamar mandi karena ingin buang air kecil. Selesai buang air Jane lalu mencuci tangannya setelah itu dia mengibas - ngibaskan tangannya dan melihat ke arah cermin kamar mandi. Jane lalu menyadari ada sedikit perbedaan di dirinya saat sebelum menikah dengan sesudah menikah, salah satunya adalah sekarang dia tidak bisa terlalu akrab dengan teman - teman lawan jenisnya seperti dulu karena suaminya pasti sangat tidak menyukainya apalagi Liam adalah tipe pria yang pencemburu. Jika Jane mengingat - ingat moment dimana Liam memperlihatkan rasa cemburunya membuat Jane tertawa karena Liam terlihat sangat lucu saat dia sedang cemburu. Mendengar Jane yang tertawa dengan keras dari dalam kamar mandi, Liam langsung menghampiri pintu kamar mandi dan bertanya kepada Jane mengapa dia tertawa di kamar mandi.


Setelah itu Liam menyuruh Jane untuk segera keluar dari kamar mandi, sedangkan Jane hanya tersenyum menatap cermin lalu setelah itu dia keluar dari kamar mandi. Liam merasa bahwa Jane sedang menertawakannya di dalam kamar mandi, oleh sebab itu Liam berteriak untuk menyuruh Jane keluar. Sebenarnya selain karena merasa bahwa Jane sedang menertawakannya, Liam juga merasa bosan, oleh karena itu dia mengajak Jane pergi berjalan - jalan keluar setelah Jane menyelesaikan urusannya di kamar mandi. Sebelum pergi Liam meminta izin terlebih dahulu kepada mommy untuk mengajak Jane pergi jalan - jalan berkeliling kota dengan menaiki motor. Liam memakaikan Jane helm di kepalanya sebelum pergi, lalu setelah itu Liam mulai mengendarai motor sport kesayangannya dengan hati - hati karena sekarang dia membawa belahan jiwanya yang harus dia jaga segenap jiwanya.


Jane berpegangan kepada Liam dengan memeluk perutnya agar dia tidak jatuh, dan saat berada di lampu merah Liam mengusap - usap lutut Jane karena tangannya yang jahil. Lampu kembali hijau dan Liam kembali melaju dengan motornya. Angin malam berhembus semakin kencang menembus ke dalam kulitnya walaupun Jane menggunakan jacket kulit miliknya, sehingga dia semakin erat memeluk Liam. Saat Jane melakukan hal tersebut sebenarnya jantung Liam berdebar - debar hingga membuat dia tersenyum sepanjang perjalanan. Tiba - tiba saja Jane merasa haus dan dia meminta Liam untuk berhenti di mini market terdekat. Sesampainya di mini market Liam lalu membantu Jane turun dari motornya serta melepaskan helm yang dia pakai.


"Hei helm nya dibawa, jangan ditinggal."


"Iya hubby," ucap Jane mengambil helm miliknya dan mengikuti langkah Liam.


"Pilihlah mana yang kamu suka," ucap Liam mengambil kopi dingin.


Jane mengangguk "kalau dengan ini boleh tidak?"


"Iya boleh, sampai kamu borong se tokonya juga boleh."


"Kamu ini."


Setelah membayarnya mereka berdua lalu duduk di depan mini market tersebut sembari beristirahat sebentar.


"Ingin pergi kemana lagi setelah ini?" tanya Liam.


"Terserah kamu yang penting perginya bersama denganmu," ucap Jane dengan manja.


Melihat Jane yang kesulitan membuka tutup botol minumannya, Liam langsung merebut botol minuman milik Jane dan membukanya "ini, begitu saja tidak bisa dasar lemah."


"Kan aku memang lemah jadi aku membutuhkanmu untuk melindungiku di sepanjang sisa hidupku," ucap Jane menatap Liam.


"Jangan berkata seperti itu."


"Memangnya kenapa?"


"Kalau misalnya aku yang pergi lebih dulu daripada kamu bagaimana? kan saat itu juga aku sudah tidak bisa melindungimu lagi."


"Jangan berkata seperti itu lagi, aku tidak suka."


"Tidak suka atau sedih?" tanya Liam menggoda Jane.


"Dua -duanya."


Liam mengusap rambut Jane "ya sudah, aku tidak akan berkata seperti itu lagi kepadamu."

__ADS_1


Jane tersenyum "mau ini?" menujukkan onigiri yang dia makan.


"Tidak, kamu habiskan saja."


"Baiklah." Jane kemudian kembali memakan onigirinya sembari menggeleng - nggelengkan kepalanya.


Liam merasa gemas dengan tingkah Jane apalagi melihat pipi chubby miliknya yang semakin menggembung saat dia makan. Liam kemudian menyentuh pipi Jane dengan jari telunjuknya.


"Kamu menggemaskan sekali jika seperti itu."


Jane lalu menoleh ke arah Liam "benarkah?"


"Iya sayangku."


Tiba - tiba ada preman oyen yang datang menghampiri mereka berdua untuk meminta jatah preman "hubby, ada kucing."


"Iya, aku akan membeli wet food di dalam dan kamu tunggu di sini."


Jane mengangguk "okay."


Liam kemudian masuk ke dalam dan membeli wet food untuk preman oyen tadi. Setelah itu Liam kembali menghampiri Jane dengan membawa wet food dan memberinya makan sembari mengusap - usap bulunya yang halus.


"Dia terlihat sepertimu Jane," ucap Liam mengejek Jane.


Liam tertawa "bukankah kalian masih satu ras?"


"Hubby!! berhenti mengejekku."


"Iya," ucap Liam sembari tertawa.


"Dia sangat lahap sekali makannya."


"Mungkin dia kelaparan."


"Benar."


"Aku ingin membawanya pulang, tetapi nanti daddy pasti marah jika aku membawanya pulang."


Melihat suaminya merasa sedih Jane kemudian mengusap punggungnya "kan kita bisa datang lain hari untuk menengoknya dan membawakannya makanan yang lebih banyak."


"Kamu benar," ucap Liam kembali tersenyum.

__ADS_1


Jane kemudian berdiri dengan diikuti oleh Liam. Jane lalu menarik tangan Liam "ayo hubby kita jalan - jalan lagi."


"Baiklah J," ucap Liam sembari mengikuti langkah Jane.


Liam kemudian kembali melajukan motor sport miliknya itu dan menembus angin malam bagaikan sebuah peluru yang siap menembus kepala seorang musuh. Jane bersandar di punggung suaminya itu sembari memeluk perutnya kembali dengan sangat erat. Jane merasa bersyukur sekali karena setelah sekian lama dengan berbagai rintangan yang mereka berdua hadapi akhirnya mereka berdua bisa bersama kembali dan sekarang Jane bisa memeluknya dengan sangat erat kapan saja dan dimana saja. Namun tiba - tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi mendung, dan tidak lama kemudian turun hujan dengan sangat lebat. Untung saja Liam melewati sebuah ruko yang sudah tutup, jadi mereka berdua bisa berteduh sebentar di depan ruko tersebut.


"Yah kenapa pakai acara hujan sih?" ucap Liam menggerutu.


"Sudah tidak apa - apa, untung saja kita melewati sebuah ruko yang sudah tutup."


Liam menghela nafasnya kasar "ya kamu benar, lalu kita harus apa sekarang?"


"Kamu bawa jas hujan tidak?"


"Sebentar, aku akan memeriksanya di jok motorku."


"Baiklah."


"Tidak ada, aku lupa membawanya."


"Ya sudahlah mau bagaimana lagi?"


"Maaf."


"Tidak apa - apa hubby."


Liam lalu memberikan jacket yang dia pakai untuk Jane, karena dia tidak tega jika melihat istrinya itu kedinginan "pakailah agar kamu tidak kedinginan."


"Eh tidak perlu, kan aku juga sudah memakai jacket."


"Udaranya sangat dingin jadi kamu harus memakai jacket double agar tidak kedinginan."


"Tetapi bagaimana denganmu?"


"Tenang saja, aku kan kuat."


Selama kurang lebih 1 jam, akhirnya hujan sudah mulai sedikit reda namun masih gerimis. Mereka berdua lalu pulang ke rumah dan sesampainya dirumah ternyata sudah ada Mrs Robinson yang duduk di sofa menunggu mereka pulang.


"Kalian darimana saja sampai basah kuyup begini?"


"Tadi kami kehujanan mom di jalan."

__ADS_1


"Ya sudah cepat mandi dan ganti baju, mommy tidak ingin kalian sakit."


"Baik mom," ucap mereka berdua serentak.


__ADS_2