Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #197


__ADS_3

Setelah Jane mandi Liam langsung mengikatkan rambut Jane seperti yang dirinya inginkan, dan juga memberinya jepit rambut berbentuk bunga bewarna merah. Karena mereka berdua masih lelah, akhirnya mereka berdua hanya beristirahat di dalam kamar sembari menonton televisi. Jari - jari Liam sudah merasa sangat gatal sekali, dan diapun langsung mengambil handphone yang berada di meja lalu bermain vidio game. Liam sudah merasa sangat rindu bermain game walaupun dia hanya meninggalkannya selama 2-3 hari saja. Entah kenapa sejak dia masih kecil, dia sangat senang bermain vidio game namun walaupun begitu dia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pelajar.


Dahulu setiap ada tugas dari sekolah Liam selalu mengerjakan tugasnya terlebih dahulu baru setelah itu dia bermain game, dan saat ujian pun dia masih tetap bermain game namun setelah selesai belajar. Dari dulu Liam itu anak yang disiplin serta bisa mengatur jadwal kegiatannya sendiri, disamping hal itu juga Liam merupakan seorang anak yang kreatif dan memiliki imajinasi tinggi. Maka tidak heran jika dia selalu mendapat nilai sempurna di pelajaran menggambar ataupun menulis cerita. Karena sikap Liam tersebut, Mr Robinson tidak pernah melarang Liam untuk bermain game dan bahkan dia selalu memfasilitasi Liam dengan peralatan yang terbaik.


Di Indonesia saat ini Mr Robinson sedang bersantai di rooftop rumahnya bersama dengan istri tercinta.


"Mengapa tiba - tiba aku rindu dengan dia padahal dia sering sekali membuatku jengkel," ucap Mr Robinson setelah menyeruput kopi hangat.


"Maksud kamu Liam?"


"Tentu saja dia, memangnya siapa lagi kalau bukan dia? si Lian? aku saja tidak tau sekarang dia berada di mana."


"Jadi kapan kamu akan mencarinya hon? ini sudah hampir 5 tahun dan dia belum pulang."


"Aku sudah berusaha mencarinya bahkan aku sudah memerintah orang untuk menelusuri tempat yang kamu katakan itu, tapi tetap saja hasilnya nihil."


Mrs Robinson menghela nafasnya kasar "benar kamu sudah menelusurinya dengan sungguh - sungguh?"


"Tentu saja hon!!"


"Iya aku percaya padamu hon," ucap Mrs Robinson sembari mengusap punggung suaminya itu.


"Aku tidak habis fikir mengapa dia betah sekali kabur dari rumah?"


"Iya."


"Kok kamu hanya menjawab iya saja? biasanya kamu selalu berbicara panjang lebar."


"Sedang meminimalisir terjadinya perdebatan."


"Sudah mulai bosan?"


"Iya, aku sudah mulai bosan."


Mr Robinson lalu menatap istrinya itu "kenapa? apa aku sudah sangat membosankan bagimu?"


"Bukan kamunya, tetapi perdebatan yang sudah membuatku merasa bosan."


Mrs Robinson lalu berjalan meninggalkan suaminya itu. Mr Robinson lalu mengikuti istrinya itu sembari berteriak "Margareth!!! aku belum selesai berbicara."


"Sudahlah Jo, aku lelah berdebat denganmu."


"Hei tunggu dulu!!" Teriak Mr Robinson.


"Apa kalian tidak malu terus - menerus berdebat seperti ini?" ucap Rosie saat baru saja pulang ke rumah.


"Eh my princess sudah pulang," ucap Mr Robinson mendekati Rosie.

__ADS_1


"Cukup dad, aku sudah bosan melihat kalian berdua selalu saja berdebat seperti ini."


"Maaf ya sayang," ucap Mrs Robinson.


"Daddy juga kenapa sih selalu membuat keributan dengan mommy? kasihan mommy selalu dibuat sedih dengan kelakuan daddy yang kekanakan itu, apa - apa selalu diributkan."


"Bukan begitu sayang, hanya saja daddy merasa pusing jika terus - menerus diminta untuk mencari kakak sulungmu itu."


"Bukankah daddy mempunyai banyak pengawal? kalau begitu terjunkan saja lebih banyak pengawal untuk mencarinya, pasti akan ketemu."


"Benar apa yang dikatakan oleh putri kita hon, coba terjunkan sekitar 5-10 orang untuk mencarinya."


"Baiklah, aku akan menugaskan 10 pengawal lagi untuk mencarinya."


"Nah begitu dong hon," ucap Mrs Robinson sembari tersenyum.


"Ya sudah aku ingin pergi ke kamar," ucap Rosie melenggang pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


Tidak lama kemudian Mr Kim datang bersama dengan istrinya untuk berkunjung ke rumah besannya itu setelah dari Korea Selatan.


Mrs Robinson menyapa mereka berdua "eh mari masuk, silahkan duduk."


"Iya, terima kasih."


"Kalian berdua sedang sibuk?" tanya Mr Kim.


"Tidak kok, kami berdua hanya sedang bersantai saja."


"Kamu ini selalu saja mengajakku bermain golf."


"Kenapa memangnya Jo? apa kamu dimarahi oleh istrimu karena selalu bermain golf?"


"Kamu benar, Andrew."


"Bagaimana memarahinya?"


"Kamu ini selalu saja bermain golf, ingin aku patahkan semua stick golf milikmu ha? atau kamu ingin aku memukulimu memakai stick golf?"


Mr Kim tertawa "hahaha sama saja dengan Anne, dia juga sering mengancamku seperti itu."


"Dasar Jonathan, padahal aku tidak pernah berkata seperti itu."


"Iya aku juga tidak pernah berkata seperti itu," ucap Mrs Kim.


"Eh, Josh kemana?" tanya Mrs Robinson.


"Dia sedang bermain bersama dengan teman - temannya," jawab Mrs Kim

__ADS_1


"Oh begitu rupanya."


"Apakah Rosie sedang keluar?"


"Tidak Anne, justru dia baru saja pulang dari main."


"Oh, aku kira dia sedang keluar makanya kok tidak kelihatan."


"Tidak, dia sedang beristirahat di kamarnya."


Bibi kemudian datang sembari membawakan minuman serta camilan untuk teman berbincang mereka berempat. Mereka terus asik berbincang sampai tidak sadar bahwa malam semakin larut. Sekitar jam 9 malam Mr dan Mrs Kim pamit pulang. Keesokan harinya Liam terbangun dari tidurnya, dan dia langsung membuka handphone miliknya. Dia lalu memeluk Jane yang masih tertidur itu dan mencium pipi chubby Jane. Setiap kali melihat Jane yang tengah tertidur itu membuat Liam semakin merasa gemas kepadanya, apalagi saat Jane masih memperlihatkan bare facenya itu. Liam lalu memegang pergelangan tangan Jane dan membandingkannya dengan pergelangan tangan miliknya. Ternyata di tangan Liam, tangan Jane terlihat kecil seperti tangan anak - anak. Tangan milik Jane juga sangat lembut dan harum sekali. Tidak lama kemudian Jane terbangun, dia lalu mencium bibir Liam sekilas sembari mengucapkan selamat pagi. Jane tiba - tiba tersipu malu saat mengingat kejadian tadi malam bersama suaminya itu sehingga membuatnya menutup wajahnya dengan menggunakan selimut.


"Kamu kenapa babe?" tanya Liam bingung.


"Setelah mengingat - ingat kejadian tadi malam, aku jadi merasa malu sendiri."


Liam tertawa "kenapa malu? kemarilah," ucap Liam memeluk Jane.


"Tidak tau, pokoknya aku malu."


"Sudah tidak apa - apa."


"Dadamu ini sangat bidang sekali dan aku menyukainya," ucap Jane sembari menoel - noel itu.


"Kamu imut sekali," ucap Liam saat mencium kening Jane.


"Hubby, aku masih merasa lelah."


"Mau aku pijat?"


"Boleh." Jane langsung membalikkan tubuhnya dan menimati pijatan dari Liam.


"Sepertinya nanti aku akan melukis pemandangan alam di sekitar sini," ucap Liam sembari memijat bahu Jane.


"Baiklah. Turun ke bawah sini hubby, di pinggul aku."


"Iya nyonya," ucap Liam malas.


"Hubby, kenapa sih kamu sangat tampan sekali?"


"Tidak tau, mungkin takdir Tuhan."


"Aku takut kamu nanti hilang."


Liam tertawa "bisa saja kamu."


"Nah kan mulai, kamu tidak professional sekali mrnjadi tukang pijat."

__ADS_1


Liam tersenyum licik "hehe, habisnya kamu sangat menggoda sekali sayang."


*Liam langsung menyerang Jane dengan ganas*


__ADS_2