Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #55


__ADS_3


Akhirnya mereka tiba di restaurant tersebut dan langsung memarkirkan motor mereka. Selesai memarkirkan motornya, Liam lalu melepas helm yang dia pakai dan juga yang Jane pakai karena Jane tidak bisa melepas helm nya sendiri, maklum dia tidak pernah naik motor sebelumnya. Setelah itu mereka semua berjalan menuju pintu masuk restaurant tersebut tetapi tiba - tiba security yang berjaga di depan pintu tersebut melarang mereka untuk masuk.


"Kenapa kami dilarang masuk pak?"


"Karena kalian mengendarai motor, pasti kalian tidak mampu membayar makanan disini lebih baik kalian cari saja restaurant lain!"


"Siapa yang membuat peraturan jika yang mengandarai motor tidak boleh masuk?"


"Saya sendiri, karena saya tidak mau repot mengurusi pelanggan yang tidak mau bayar."


"Kurang ajar. Asal kamu tau, saya pemilik restaurant ini jadi lebih baik minggir atau saya pecat kamu."


Security itu tertawa dengan keras "hahaha mana mungkin anda pemilik restaurant ini."


Liam lalu mengeluarkan handphone dari saku "baik, saya telepon dulu orang saya."


Lalu ada seseorang yang menghampiri mereka di depan pintu masuk "hei ada apa kamu menelepon daddy heum?"


"Kalau aku diperbolehkan masuk pasti aku akan langsung masuk dan tidak akan menelepon daddy."


"Masuk ya tinggal masuk aja tinggal di dorong pintunya begitu aja repot dan bingung, ayo ajak teman - temanmu dan calon menantu daddy juga."


"Aku tau dad, tapi ada yang menghalangi kami masuk."


"Siapa yang berani menghalangi kamu masuk? bilang daddy! Ricko siapa yang mempersulit kalian?"


"Itu om security yang di samping om."


Mr Robinson langsung memoleh ke samping dengan tatapan marah "oh jadi kamu yang tidak memperbolehkan putra sulung saya untuk masuk?"


"Saya tidak tau jika pria ini adalah putra anda tuan."


"Berani beraninya kamu melarang putra pemilik restaurant ini untuk masuk, sekarang pergi ke ruangan saya sekarang!"


Security itu langsung menunduk "Baik tuan."

__ADS_1


"Sekarang kalian masuk dan pilih semua menu yang kalian inginkan biar nanti om yang membayarnya, Liam kamu juga pergi ke ruangan daddy."


"Baik dad."


"Terima kasih om. Boleh bebas pilih kan om?"


"Sama - sama, boleh saja kalian mau makan sampai perut kenyang juga boleh biar om yang mentraktir kalian sebagai ucapan permintaan maaf dari om termasuk kamu juga Jane calon menantu saya."


Jane tersipu malu "iya om terima kasih."


"Calon menantu dad?"


"Iya memang kan? sudah pergi ke ruangan daddy sekarang!"


"Okay dad."


Mereka semua langsung masuk ke dalam restaurant dan duduk di meja yang telah mereka pilih, setelah itu datanglah waiters dan memberikan buku menu. Mereka semua langsung memilih menu yang mereka inginkan dan waiters tersebut telah mencatat semua pesanan mereka. Waiters tersebut langsung pergi ke dapur setelah mencatat pesanan mereka untuk menyiapkannya. Sembari pesanan mereka disiapkan, mereka semua berbincang - bincang, sedangkan Liam telah duduk di sofa yang berada di ruang kerja Mr Robinson untuk mengurus masalah tersebut. Tidak lama kemudian Mr Robinson masuk ke ruangannya dan duduk di samping Liam.


"Jelaskan apa masalahnya sehingga kamu dilarang untuk masuk ke dalam restaurant kamu sendiri?"


"Kamu, jelaskan kenapa kamu membuat peraturan tersebut dan sejak kapan peraturan tersebut ada?"


"Begini tuan, saya selalu malas mengurus pelanggan jika ada yang tidak membayar dan biasanya mereka orang - orang yang mengendarai motor tuan."


"Kalau kamu malas lebih baik pulang, tidak usah bekerja saja! saya tidak suka ya jika ada karyawan saya yang memandang orang itu dari covernya saja seperti tadi."


"Saya minta maaf tuan, saya janji tidak akan mengulanginya."


Mr Robinson marah dan memukul meja yang berada di depannya "tidak, saya tidak bisa mentoleransi kesalahan tersebut karena perbuatan ini sudah termasuk merusak nama baik restaurant saya."


Kemudian security tersebut memohon kepada Mr Robinson agar tidak memecatnya "ampun tuan, tolong jangan pecat saya."


"Saya memaafkan anda, tetapi jujur saya tidak bisa mempekerjakan karyawan yang seperti ini jadi anda tetap akan saya pecat."


"Ampun tuan muda, tolong jangan pecat saya."


"Jika daddy saya sudah berkata seperti itu artinya keputusannya telah dipikirkan secara matang - matang jadi anda lebih baik terima saja."

__ADS_1


Disisi lain, makanan yang tadi mereka bertiga pesan telah siap dan waiters tersebut menyajikannya di atas meja mereka. Lalu mereka semua mulai menyantap makanan mereka masing - masing sembari berbincang ringan. Saat Jane sedang makan, tiba - tiba Jane bertanya kepada Ricko " Ric, kenapa karyawan restaurant ini tidak ada yang mengenali Liam? "


"Mungkin karena Liam tidak pernah mengunjungi restaurant ini, hahaha dari dulu sebenarnya sudah biasa kejadian seperti ini makanya aku tidak terkejut sama sekali."


"Benarkah? kenapa begitu?"


"Karena dari dulu sebenarnya Liam tidak ingin bekerja di salah satu perusahaan milik daddy nya dan Liam lebih ingin bekerja sebagai komikus, pelukis atau atlet skateboard."


"Benar apa yang dikatakan oleh Ricko, Liam memang anaknya seperti itu dia tidak ingin muncul di media dan selalu menghindari media."


"Walaupun daddy nya tercatat sebagai pengusaha terkaya nomor 1 di Asia tetapi Liam lebih memilih memperkenalkan dirinya sebagai Liam, pria yang biasa saja."


"Tetapi dia selalu membantu kita ketika kesusahan."


"Benar sekali, kamu lihat saja aku dan Gita atau teman - teman dekat Liam yang lainnya, kami ini sebenarnya hanya rakyat kamu menengah yang mungkin kadang kita aja sering kesusahan soal materi."


"Oh begitu, aku baru mengetahui jika Liam orang yang seperti itu."


"Ya ini sisi lain dari Liam yang mungkin belum kamu ketahui Jane, tetapi memang dia pria yang seperti itu karena awalnya dia juga mengaku sebagai orang biasa sama seperti kami dan setelah datang ke rumahnya kami baru sadar jika kami ini sebenarnya tidak sederajat dengan dirinya."


"Hei bodoh, jika aku datang langsung mengaku sebagai kolongmerat mana mungkin kalian akan mau berteman denganku."


"Sejak kapan kamu disini?"


Liam lalu duduk di sebelah Jane "sejak Ricko dan Gita mulai menjadi pendongeng kamu Kitten."


Jane lalu memukul tangan Liam "sudah aku bilang jangan memanggilku seperti itu didepan teman - temanmu."


"Cepatlah kamu makan, masa yang punya restaurant tidak makan kan aneh."


"Cepat lanjutkan lagi dongengnya Ric aku juga ingin mendengarnya, aku baru tau jika kamu mempunyai bakat menjadi pendongeng handal."


"Aku tiba - tiba menjadi amnesia nih hahaha."


Liam lalu menyoraki Ricko "huu."


Mereka semua tertawa bersama dan melanjutkan makan mereka. Mereka bertiga telah selesai menghabiskan makanan masing - masing dan melanjutkan perbincangan mereka sembari menunggu Liam selesai memakan makanannya. Mereka berbincang sembari bercanda, tidak lupa mereka juga mengambil foto berempat sebagai kenang - kenangan di restaurant tersebut.

__ADS_1


__ADS_2