
Jane langsung terdiam setelah mendengarkan ucapan Liam tadi yang memintanya agar tidak mengulangi perbuatannya meskipun itu tidak disengaja. Jane hanya mengiyakan semua yang dikatakan oleh Liam serta tidak berani membalas ucapan Liam lebih jauh karena menghargai Liam yang sekarang sudah menjadi suaminya, Jane juga paham jika itu semua juga demi kebaikannya. Ada alasan lain mengapa dia menjadi sedikit menurut kepada Liam sekaligus kepada orang tuanya, karena Jane pernah sekali dimarahi oleh Liam dan itu menjadi pengalaman pertama kali Jane melihat Liam bisa sampai semarah itu kepadanya. Jika mengingat lebih jauh, Jane dahulu Jane selalu membantah semua ucapan orang tuanya saat dia lebih memilih membela mantan pacarnya Kyle hingga dia membeli rumah dan memilih untuk tinggal sendirian agar keluarganya itu tidak bisa ikut campur mengenai urusannya. Namun sekarang dia menjadi wanita yang sedikit penurut, dia mulai berubah semenjak mengenal seorang pria yang sekarang telah menjadi suaminya itu.
Mereka berdua dahulu sama - sama seseorang yang keras kepala serta sering bertengkar bersama kedua orang tuanya namun setelah mereka berdua bertemu dan mengenal satu sama lain dengan lebih dalam, ternyata tanpa sadar mereka berdua telah berubah menjadi sedikit lebih baik. Ternyata memang benar kata orang jika jodoh itu adalah cerminan diri sendiri, karena mempunyai sifat yang hampir sama yaitu sama - sama keras kepala dan suka membantah. Setelah perbincangan tersebut Liam lalu pergi mandi, dan begitupun dengan Jane yang juga pergi mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Setelah mandi Liam langsung mengeksekusi kentang yang kemaren dibeli oleh Jane saat mereka berdua berada di Dieng karena disana harganya murah. Liam mencuci kentang itu terlebih dahulu baru memotongnya menjadi persegi panjang dan setelah itu dia memberi bumbu rahasia yaitu bumbu cinta (memakai nadanya Spongebob) hahaha.
Setelah selesai dimasak mereka berdua lalu menikmatinya sembari berbincang di mini bar, dan beberapa hari kemudian Liam telah kembali menjalani hari - hari sibuknya mengurus perusahaan milik keluarganya setelah kemarin saat weekend dia memilih untuk healing ke Dieng bersama istrinya. Setelah menikah Jane menjadi tidak terlalu sibuk dengan aktivitas pemotretan yang selalu dijalaninya dan sekarang dia sedang bersantai ria di rumahnya layaknya seorang ratu. Tiba - tiba saja handphone miliknya berbunyi dan ternyata itu telepon dari sahabatnya Jolee yang ingin berkunjung ke rumahnya. Namun Jane berkata bahwa dia harus meminta izin terlebih dahulu kepada Liam, dan baru setelah diizinkan dia akan mengirimkan alamat rumahnya kepada Jolee. 10 menit kemudian Jane mengirimkan alamat rumahnya karena Liam sudah memberinya izin.
"Hai selamat datang dirumahku," ucap Jane menyambut Jolee di teras rumahnya.
Jolee langsung melihat sekeliling rumah Jane.
"Wah keren sekali rumahmu karena terlihat sangat mewah."
"Terima kasih, lagipula ini juga rumah suamiku karena dia yang membangunnya dari nol hahaha. Oh ya kamu tidak menyasar kan?"
"Tentu saja tidak, karena hanya rumah ini yang memiliki aquarium ikan koi yang menyatu jadi satu dengan pagarnya."
"Benar juga sih, mari masuk."
"Oh okay."
"Ingin minum apa?" tanya Jane saat duduk di sofa.
"Apa saja terserah kamu."
Jane lalu memanggil bibi.
"Bi Melati."
"Iya nyonya, ada apa memanggil saya?" tanyanya menghampiri Jane.
"Tolong buatkan minuman atau sirup yang segar untuk kita berdua."
"Baik nyonya, saya permisi."
"Wah wah yang dari nona menjadi nyonya, keren sekali sahabatku ini."
"Biasa saja Jolee, aku masih Jane yang dulu walaupun sekarang sudah berubah sedikit lebih baik serta berubah menjadi seorang istri."
"Kamu berubahnya tidak tanggung - tanggung karena berubahnya semakin naik menjadi istri seorang pengusaha terkaya yang masuk jajaran top 10 pengusaha muda versi forbs hahaha."
"Hahaha bisa saja kamu, eh bagaimana sekarang? apa kamu sudah mempunyai seorang pacar?"
"Tidak, aku masih ingin fokus untuk berkarier agar aku semakin kaya hingga bisa menyaingi suamimu."
__ADS_1
"Semoga saja tujuanmu itu tercapai Jolee, aku pasti akan merasa bangga kepadamu jika kamu bisa naik terus."
"Aminn Jane. Eh keren juga rumahmu ini tidak heran sih karena suamimu bukan kaleng - kaleng, coba saja kalau suamimu Kyle pasti aku langsung tercengang serta berfikir jika dia melakukan pesugihan hingga dia memiliki rumah semewah ini."
Jane tertawa.
"Huss jangan begitu, bisa saja dia memiliki rumah seperti ini jika dia menghilangkan sifat buruknya yang hobi berjudi serta bermabuk - mabukan."
"Eh iya benar juga sih, secara dia dahulu juga sangat tekun bekerja walaupun di perusahaan yang kecil."
"Benar, karena itu dulu aku menerimanya namun semakin lama dia semakin berubah tidak karuan karena kecanduan judi serta alkohol."
"Iya sih, kamu juga sangat aneh seperti sedang dalam pengaruh pelet saja."
"Aku dahulu bertahan karena menurutku dia bisa berubah namun ternyata dia malah selingkuh dasar pria brengsek."
"Iya sih. Eh enak tidak menjadi seorang nyonya?"
"Terkadang enak dan terkadang juga tidak."
"Oh."
"Eh diminum dulu."
"Habiskan saja jika ingin, jangan sungkan - sungkan."
"Pasti itu, tetapi ini suguhannya lumayan banyak seperti sedang memberi suguhan kepada 50 orang saja dan semuanya juga enak - enak."
"Haiss santai saja."
"Nanti jika tidak habis boleh dibawa pulang kan?"
"Iya boleh."
"Eh kapan kamu akan memberiku keponakan?"
"Besok, masih lama mungkin sekitar setahun lagi."
"Oh begitu, apa kamu tidak penasaran dengan wajah anakmu akan seperti apa jika Korea Selatan dicampur dengan Australia?"
"Aku juga sangat penasaran, tetapi aku menduga jika akan lebih mirip dengan Liam daripada aku."
"Kenapa begitu?"
__ADS_1
"Entahlah, aku merasa Liam lebih dominan."
"Itu sangat terlihat jelas sih karena semua orang yang bertemu dengannya pasti akan selalu mengira jika dia adalah seseorang yang sangat dominan dalam segala hal."
"Tepat sekali."
"Ternyata kamu yang terkenal sangat dominan masih bisa kalah dengan Liam ya rupanya? hahaha," ucap Jolee mengejek Jane.
"Benar huhu."
Mereka terus berbincang ria membicarakan banyak hal yang terjadi dengan sangat mengasyikkan. Tidak sadar ternyata mereka berdua telah berbincang kesana kemari kurang lebih selama 4 jam dan hari sudah mulai sore kembali. Jolee kemudian berpamitan pulang kepada Jane, dan tidak lupa Jane memberi Jolee buah tangan untuknya karena sudah menemaninya berbincang hari itu. Setelah kepulangan Jolee, Jane kemudian mandi sore dan bersiap untuk menyambut kepulangan suaminya dari kantor. Jane sudah berdandan serta menggunakan parfume di tubuhnya agar baunya sangat harum saat suaminya memeluknya setelah dari kantor. Tidak lama kemudian Liam telah pulang.
"Jane, aku pulang."
"Aku sudah membuatkanmu teh hubby."
Liam langsung memeluk Jane.
"Mmm harumnya, pasti sudah mandi?"
"Sudah dong, masa aku belum mandi saat suamiku akan pulang dari kantor."
"Siapa tahu begitu."
"Aku tidak mungkin begitu karena takut nanti semakin lama kamu akan kabur diambil oleh nenek lampir."
Liam tertawa.
"Hahaha ada - ada saja kamu ini sayang."
"Ini tehnya," ucapnya memberikan secangkir teh.
"Terima kasih sayang."
"Sama - sama."
"Seru tidak temanmu saat datang kemari?"
"Sangat seru."
"Kalau begitu kamu boleh mengundang teman - temanmu lagi jika kamu menginginkannya."
"Baiklah hubby."
__ADS_1