Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #182


__ADS_3

2 hari kemudian Jane yang sedang sibuk memasak untuk makan siang tiba - tiba kompornya mati karena gas nya habis. Kebetulan saja Liam menghampiri dirinya, jadi dia bisa minta tolong langsung kepada suaminya itu untuk mengganti gasnya. Dengan sigap Liam langsung membawa tabung gas yang kosong itu ke dalam gudang dan membawa tabung gas yang baru ke dapur, lalu setelah itu dia memasang gas tersebut dan mencobanya beberapa kali untuk memastikannya apakah benar - benar nyala ataukah belum. Setelah dirasa aman Liam lalu mempersilahkan Jane untuk kembali melanjutkan memasaknya, sedangkan Liam mengambil minum dari dispenser namun lagi - lagi ada saja yang habis. Tadi gas yang habis dan sekarang galon air minum pun juga habis, begitu gumam Liam saat berjalan sembari menenteng galon air minum.


Jane hanya tersenyum sembari menahan tertawa ketika melihat suaminya itu menggerutu membawa galon air minum menuju ke gudang. Setelah semuanya beres baru Liam bisa duduk tenang sembari menengguk air minumnya, yah anggap saja olahraga di siang hari. Liam kemudian menyalakan televisi karena jadwal tayangan spongebob, film kartun kesukaannya itu sudah dimulai. Liam sangat merasa santai sekali akhir - akhir ini bahkan sampai akhir bulan ini karena dia sedang mengambil cuti kantor. Sebenarnya dia hanya ingin mengambil cuti satu minggu saja namun Mr Robinson justru menginginkan Liam cuti selama sebulan saja dan jika ingin menambah tidak masalah karena Liam wakil pimpinan jadi terserah dia ingin berangkat kerja kapan. Kalau kemaren cuti selama tiga bulan itu karena Mr Robinson belum mengizinkan Liam untuk pergi bekerja karena kondisinya yang membuat Mr Robinson was - was serta Liam juga harus mempersiapkan pesta pernikahannya, sedangkan kalau sekarang dia mengambil cuti honeymoon.


Namun Liam dan Jane belum kepikiran tentang kemana tujuan untuk honeymoon, tetapi yang sedang difikirkan saat ini justru mengenai rumahnya yang sedang direnovasi. Rumah baru kok direnovasi? begitu celoteh author saat ini, dan Liam menjawab jika Jane menginginkan sedikit perubahan jadi harus dilakukan renovasi. Cuaca saat ini sedang sangat panas sekali, jadi Liam menyalakan AC namun tetap saja masih terasa panas sehingga Liam memilih untuk tidak memakai baju dan hanya memakai celana kolor bermotif bintang bewarna biru kuning kesayangannya saja. Mrs Robinson yang baru pulang dari supermarket saja juga langsung mencari air dingin karena merasakan gerah serta haus, untung saja Liam sempat mengganti galon air minum sebelum Mrs Robinson pulang. Tak lama setelah Mrs Robinson duduk di sofa, bodyguard pribadi Mrs Robinson kemudian datang melangsir barang - barang belanjaan milik Mrs Robinson dan meletakannya di atas sofa.


"Mommy belanja apa saja?" tanya Liam.


"Biasa, barang - barang kebutuhan rumah tangga."


"Barang - barang kebutuhan rumah tangga atau barang - barang kebutuhan mommy?"


"Ya dua - duanya."


"Sudah kuduga."


"Eh menantu mommy kemana kok tidak kelihatan?"


"Oh Jane sedang memasak di dapur."


Mrs Robinson lalu menepuk paha Liam "kok kamu meminta Jane untuk memasak? kan sudah ada bibi yang bertugas untuk memasak."


"Biarkan saja suka - suka dia."


"Kamu ini."


Liam tertawa "sudah tenang saja mom, dia juga sering memasak kok."


"Gerah Li?"


"Iya, memangnya kenapa mom?"


"Pantas saja tidak memakai baju dan hanya memakai celana kolor saja."


"Mommy kan tau kalau kepalaku selalu pusing jika merasa gerah dan kepanasan."


"Iya, mommy tau."


"Eh mom sudah pulang?" tanya Jane menghampiri Mrs Robinson.


"Sudah sayang."


"Ya sudah, kalau begitu mari kita makan siang bersama karena kebetulan Jane juga sudah selesai memasak."

__ADS_1


"Okay sayang, mommy tidak sabar mencicipi masakan menantu mommy."


"Ayo mom," ucap Jane menarik tangan Mrs Robinson.


Jane kemudian mengambil nasi, sayur, serta lauk untuk Mrs Robinson terlebih dahulu dan setelah itu baru dia mengambilkan suaminya tersebut.


"Bagaimana mom?" tanya Jane dengan mata berbinar - binar.


"Mmmm lezat sekali, ternyata kamu juga pintar memasak seperti Liam."


"Tumben - tumbenan sekali mommy memujiku sedangkan mencicipi masakanku saja tidak mau," ucap Liam mengejek.


"Yang pantas untuk kamu ejek seperti itu kan daddy kamu, karena kalau mommy kan memang sudah sering memujimu."


"Oh iya juga."


"Jadi, kapan kalian berdua akan pergi honeymoon?"


"Mmmm kalau Jane terserah dengan Liam saja mom."


"Lah, aku juga terserah kamu ingin berangkat kapan."


"Bagimana ini? kok kalian malah berkata terserah, memangnya tidak direncanakan?"


"Benar mom."


"Kalau begitu cepat segera rencanakan untuk pergi honeymoon, ini juga menjadi kesempatan untuk kalian me time berdua dan saling mengenal satu sama lain secara mendalam."


"Mungkin habis kita pindah ke rumah baru Liam dan kita bersih - bersih rumah baru."


"Oh begitu."


Selesai makan Jane kemudian menemani Liam menonton televisi di ruang tengah sampai sore hari. Jane kemudian pergi ke kamarnya untuk mandi sore dengan diikuti Liam yang juga pergi ke kamar untuk mengisi baterai handphone miliknya. Lalu setelah itu dia duduk di depan komputer nya untuk bermain game namun tiba - tiba Jane memanggilnya dari dalam kamar mandi.


"Hubby," ucap Jane memanggil Liam.


"Ya?" teriak Liam sembari berjalan menghampiri Jane.


"Hubby, tolong ambilkan handuk milikku yang tadi aku jemur."


"Iya sebentar," ucap Liam sembari mengamati Jane dengan saksama.


"Lihat apa?"

__ADS_1


"Ti-tidak lihat apa - apa."


"Cepat ambilkan!!"


"Iya, dasar cerewet."


"Dasar suami mesum."


Tidak lama kemudian Liam datang membawa handuk Jane dan memberikannya kepada istrinya yang cerewet itu.


"Ini."


"Terima kasih muah."


"Cih," ucap Liam berdecih, lalu dia kembali duduk di depan komputernya.


"Sudah sana mandi! nanti lagi main gamenya," ucap Jane sembari mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk.


"Iya."


Bukannya langsung pergi ke kamar mandi Liam justru melanjutkan bermain game hingga membuat Jane merasa geram kepadanya. Dengan masih memakai handuk di tubuhnya, Jane kemudian mendekati Liam dan menjewer telinganya. Liam hanya meringis kesakitan mendapat jeweran di telinganya itu dari istrinya. Jane langsung ceramah panjang kali lebar kali tinggi sembari menjewer suaminya yang sangat susah sekali diberi tahu. Setelah Jane melepaskan jewerannya, Liam langsung berlari ke kamar mandi karena takut jika istrinya itu berubah menjadi macan betina. Selesai mandi Liam langsung memeluk Jane yang sedang memakai anting - antingnya di depan cermin rias.


"Jane."


"Hm?"


"Masih marah?" tanya Liam sembari menciumi leher Jane serta bahunya.


"Tidak. Sudah ganti baju dulu sana! aku sudah menyiapkan bajumu di atas ranjang."


"Iya."


"Mau main game lagi?" tanya Jane.


"Tidak kok, malam ini aku akan menghabiskan waktu bersamamu."


Jane menghela nafasnya "kemarilah! aku akan menyisir rambutmu agar rapi."


Liam mengangguk dan menghampiri Jane "maaf kalau aku selalu membuatmu kesal."


"Iya," ucap Jane sembari menyisir rambut Liam.


Liam kemudian mendekat ke arah Jane dan mencium bibirnya "aku sangat - sangat mencintaimu," ucap Liam di sela - sela ciumannya.

__ADS_1


"Iya, aku juga."


__ADS_2