Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #151


__ADS_3

Liam kembali melanjutkan latihannya di Sungai Han bersama Josh yang setia menemaninya saat dirinya sedang berada di Korea Selatan. Selesai latihan mereka berdua lalu menyempatkan waktu untuk berjalan - jalan di area sekitar Sungai Han sembari menikmati suasana di sungai tersebut pada sore hari. Lalu setelah itu Liam dan Josh kemudian pulang ke rumah Jane, tapi saat sudah sampai di dalam mobil tiba - tiba Liam ingin pergi ke rumah Josh sebentar hanya untuk sekedar menyapa Mrs Kim. Sesampainya di kediaman keluarga Kim, Josh lalu mengajak Liam masuk ke dalam untuk menemui Mrs Kim. Melihat kedatangan calon menantunya tersebut, Mrs Kim langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri Liam yang baru saja sampai di dalam kediaman keluarga Kim. Liam lalu dipersilahkan untuk duduk di sofa, dan kemudian Mrs Kim meminta ahjumma yang bekerja di rumahnya untuk membawakan makanan serta minuman agar calon menantunya tersebut bisa menikmatinya.


Mrs Kim menjamu Liam dengan sangat baik karena itu pertama kalinya calon menantunya tersebut datang ke rumahnya walaupun hanya sekedar untuk menyapanya saja. Perlakuan Mrs Kim kepada Liam tersebut sangat berbading terbalik sewaktu Kyle, kekasih Jane itu datang ke rumahnya untuk memperkenalkan dirinya sebagai kekasih dari putrinya. Mrs Kim dahulu sangat judes kepada Kyle sewaktu dia datang ke rumahnya untuk memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Jane karena Mrs Kim mengetahui bahwa Kyle sebenarnya merupakan seorang putra dari musuh bisnis keluarganya dan dia bukanlah pria yang baik untuk putrinya tersebut, sehingga dia tidak memberikan restu untuk mereka berdua. Sekarang Mrs Kim mempunyai seorang calon menantu yang menurut feelingnya dia adalah seorang pria baik - baik yang bisa menjaga putrinya tersebut, dan dia sekarang sedang berhadapan dengannya.


"Bagaimana perjalannya, Liam?" tanya Mrs Kim sembari menepuk punggung Liam.


"Sangat menyenangkan walaupun sedikit melelahkan tante."


"Oh begitu, jika kamu ingin beristirahat disini tidak apa - apa."


"Kemarin saya sudah beristirahat dan menginap di rumah Jane."


"Iya saya sudah mendengarnya dari Andrew bahwa Jane langsung menarikmu untuk menginap di rumahnya saja," ucap Mrs Kim dengan tersenyum.


"Sa-saya berjanji bahwa saya tidak akan macam - macam dengan Jane selama saya menginap di rumahnya kok tante."


Mrs Kim seketika langsung tertawa saat mendengar ucapan Liam yang tampak gugup.


"Iya, saya percaya denganmu, Liam."


"Kenapa sepertinya anda sangat percaya sekali dengan saya?"


"Karena menurut feeling saya, kamu itu adalah pria yang baik - baik."


"Bagaimana jika feeling anda itu meleset?"


"Ya bagaimana ya?"


"Hayoo bagaimana tante?"


Mrs Kim kembali tertawa "sudahlah, lebih baik kamu makan saja Liam!"


"Baik tante."


"Panggil saja saya dengan sebutan eomma."


Seketika Liam langsung tersedak makanannya "a-apa? eh maaf tante."


"Tidak apa - apa Liam," ucap Mrs Kim sembari memberikan minuman untuk Liam.


Liam kemudian meminum secangkir teh pemberian Mrs Kim "terima kasih tante."


"Jadi bagaimana?"


"Ba-bagaimana apanya tante?"


"Kenapa kamu kembali gugup Liam?


"Sa-saya tidak gugup kok tante hehe."

__ADS_1


Mrs Kim menggelengkan kepalanya "ternyata calon menantuku ini orangnya sangat gugup sekali saat berbicara denganku."


"Hehe."


"Tenang saja Liam, kamu tidak perlu gugup seperti ini karena saya tidak akan menggigitmu."


"Baik tante."


"Saya sangat ingin sekali jika putri saya menikah nanti pernikahannya diselenggarakan di Korea Selatan, dan saya tidak mempermasalahkan apakah pestanya akan dibuat sangat mewah atau tidak karena yang terpenting pestanya berada di Korea Selatan."


"Oh begitu ya tante."


"Iya, jika ingin pesta sederhana tidak apa - apa yang terpenting pestanya diselenggarakan di Korea Selatan."


"Iya tante."


"Ah maaf ya jika saya terkesan sangat egois karena permintaan saya tadi," ucap Mrs Kim tertawa canggung.


"Menurut saya, anda tidak egois sama sekali karena pasti anda menginginkan jika putri kesayangan anda mendapatkan sesuatu yang terbaik agar hidupnya bisa terjamin oleh suaminya nanti, dan tentang pesta tersebut saya akan memenuhinya jika anda memang menginginkan pesta pernikahannya diselenggarakan di Korea Selatan, bahkan jika full sepenuhnya di Korea Selatan saya tidak merasa keberatan sama sekali."


"Sepertinya kamu harus membicarakan mengenai hal ini terlebih dahulu kepada kedua orang tuamu, Liam."


Tiba - tiba Jane datang menyela pembicaraan mereka berdua.


"Sudah cukup eomma!"


"Aku bilang cukup! jangan mengatakan hal tersebut kepada Liam."


"Memangnya kenapa Jane? memangnya eomma tidak boleh mengatakan hal tersebut kepada calon menantu eomma?"


"Tidak boleh! aku tidak suka jika eomma memaksa Liam seperti itu."


"Eomma tidak memaksa Liam, eomma hanya mengatakan yang sejujurnya mengenai keinginan eomma."


"Jane sudah," ucap Liam menenangkan Jane.


"Ayo Liam, kita pulang!" ucap Jane menarik tangan Liam.


"Tapi Jane?"


"Sudah, jangan dengarkan eomma!"


"Maaf ya tante, Liam pamit pulang dulu."


"Iya Liam, hati - hati di jalan ya dan semangat untuk turnamennya."


"Terima kasih tante."


"Sama - sama."

__ADS_1


Jane hanya terdiam sembari menatap keluar jendela selama diperjalanan pulang menuju rumahnya, sedangkan Liam juga ikut terdiam karena menurutnya jika dirinya banyak bicara untuk saat ini justru akan semakin memperburuk suasana hati Jane. Karena merasa lelah Liam tiba - tiba tertidur di sandaran bahu Jane sembari memeluk skateboard miliknya. Jane yang mengetahui hal tersebut lalu dia mengambil skateboard dari pelukan Liam dan mengusap pipinya, sedangkan Pak Kang langsung menutup semua kaca jendela agar tidak bisa dilihat oleh orang lain maupun paparazi. Begitu sampai di halaman rumah, Jane lalu meminta Pak Kang untuk keluar dari mobil dahulu dan Pak Kang langsung mengiyakan permintaan Jane tersebut. Setelah Pak Kang kaluar dari mobil Jane kemudian mencium pipi Liam secara sekilas untuk membangunkannya.


"Liam, sayang bangun."


"Ngg hoam." Liam menguap sembari menggaruk lehernya yang gatal.


"Ayo bangun!"


"Sudah sampai?"


"Sudah."


"Sebentar, aku masih mengantuk."


Liam kemudian memeluk Jane dan kembali tertidur sampai mendengkur, melihat hal tersebut Jane lalu kembali membangunkan Liam.


"Bangun! nanti tidurnya dilanjutkan di kamar setelah mandi sore."


"Lebih nyaman disini."


"Bukankah lebih nyaman di dalam kamar heum?"


"Oh iya benar, ayo kita ke dalam kamar."


"Okay."


Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah, dan Liam langsung berbaring di atas ranjangnya untuk melanjutkan tidurnya. Beberapa jam kemudian Jane yang selesai mandi kemudian menghampiri kamar Liam.


"Bangun! mandi dulu Liam."


Bukannya langsung bangun Liam justru memeluk Jane dan tertidur di pelukan Jane seperti bayi koala "nah seperti ini lebih nyaman dan empuk."


"Ck, ayo mandi dulu!."


"Sebentar lagi "


"Aku ingin berbicara sesuatu kepadamu."


"Apa?" tanya Liam sembari masih memeluk Jane.


"Tentang omongan eomma tadi lebih baik kamu tidak perlu mendengarkannya, dan aku meminta maaf atas kelakuan eomma tadi kepadamu."


"Kenapa meminta maaf? menurutku itu masih sesuatu hal yang wajar karena semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan mungkin saja eomma kamu memiliki alasan khusus mengapa dia menginginkan acara pernikahannya dilaksanakan di Korea Selatan."


"Kamu benar, tetapi tetap saja aku merasa tidak enak kepadamu."


"Tenang saja, aku pasti akan membicarakannya kepada orang tuaku nanti."


"Baiklah."

__ADS_1


__ADS_2