Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #131


__ADS_3

Mr Robinson kemudian pergi meninggalkan Liam, sedangkan Liam kembali melanjutkan bermain piano sembari menyanyi dengan merdu. Setelah dia lelah bermain piano Liam kemudian pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Liam membuka pintu balcony kamarnya dan berdiri sana sembari melihat langit malam yang indah karena bertabur kerlap - kerlip bintang serta bulan yang bersinar dengan sangat terang. Saat melamun tiba - tiba dia menjadi terbayang paras tubuh Jane yang sangat indah apalagi bibir strawberry miliknya yang sangat manis. Senyumnya yang manis dan secerah sinar matahari serta tatapan matanya yang tajam seperti seekor kucing namun bisa saja berubah seperti pohon yang rindang, yaitu menenangkan. Dia memang terkadang sangat menenangkan ketika tubuh merasa sangat lelah hingga membutuhkan tempat untuk bersandar, namun ingatlah pepatah yang mengatakan air tenang menghanyutkan karena jika kamu lengah sedikit saja maka kamu akan terbuai oleh ucapannya hingga dia bisa menghanyutkanmu secara perlahan - lahan. Liam mengakui jika Jane itu adalah wanita yang sangat licik sekali, karena dia mengetahui kelemahan Liam maka dia menggunakan kelemahan Liam sebagai senjata untuk merayunya hingga Liam bisa berada di genggaman tangannya seperti malam itu ketika mereka berdua bisa merasakan ciuman hangat yang mendarat di bibir masing - masing.


Jane mengetahui jika Liam sebenarnya menyukai wanita sexy karena di beranda instamili milik Liam rata - rata menampilkan wanita sexy, jadi dia merubah penampilannya malam itu menjadi sangat sexy dengan memanfaatkan julukannya sebagai model wanita paling sexy yang mempunyai tubuh indah bagaikan gitar spanyol. Jane lebih sering menonjolkan image imut nya daripada image sexy yang dimilikinya, jadi malam itu Jane menonjolkan image sexy nya dan mengubur sementara image imut yang dimilikinya hanya untuk menggoda Liam dan benar saja Liam dengan mudah tergoda oleh rayuan Jane serta rayuan setan yang terkutuk. Saat Liam mengingat apa yang dia lakukan kepada Jane malam itu membuat wajahnya memerah karena malu dan dia juga memukul - mukul pagar balcony kamarnya. Dering handphone Liam yang tiba - tiba berbunyi seketika membuyarkan lamunan Liam. Setelah menerima telepon tersebut Liam kemudian melihat ke kaca untuk memastikan apakah itu ada bekas luka di lehernya atau tidak karena dia terus merasakan perih di lehernya, dan ternyata benar saja bekasnya terlihat sangat jelas sekali. Liam lalu mengambil hoddie miliknya agar bisa menutupi bekas luka akibat hukuman dari Mr Robinson tadi. Liam lalu pergi untuk berkumpul bersama teman - temannya sembari bermain game. Sesampainya di sana Liam lalu duduk di sebelah Dio dan mengeluarkan handphone miliknya.


"Kamu habis menangis ya?" tanya Chicko.


Liam berbohong "tidak, aku hanya habis menguap karena mengantuk saja."


"Oh, aku kira kamu habis menangis karena matamu berkaca - kaca."


Liam menggelengkan kepalanya sembari memperlihatkan senyum palsunya "tidak kok."


"Bagaimana keadaan kekasihmu Li?" tanya Chicko menyela perbincangan mereka berdua.


"Aku tidak mempunyai kekasih, aku masih single."


"Bohong! semua anak tongkrongan sudah mengetahui jika kamu sebenarnya mempunyai seorang kekasih."


"Itu tidak benar, berita hoax!"


"Ya sudah aku tanya kepada Ricko saja, karena dia pasti yang pertama kali mengetahui sesuatu hal tentang dirimu."


"Dasar sialan," ucap Liam mengumpat.


Chicko menjulurkan lidahnya kepada Liam "Ric, benar bukan kalau Liam sudah mempunyai seorang kekasih?"


"Tanyakan saja langsung kepada orang yang bersangkutan," ucap Ricko sembari memperhatikan layar handohone miliknya.


Chicko berdecak sembari memanyunkan bibirnya "dasar kalian ini pasti sudah bersekongkol bukan?"


"Tidak," jawab Ricko singkat.


"Lalu kenapa kalian berdua bersikap sangat aneh?" tanya Chicko kembali.


Ricko lalu menatap Chicko "justru kamu itu yang aneh, bukannya bertanya kepada yang bersangkutan malah bertanya kepadaku dasar makhluk aneh."


Dio lalu datang sembari membawa secangkir kopi badday kesukaan Liam "ini kopi, minumlah agar tidak mengantuk lagi."

__ADS_1


"Terima kasih."


Dio lalu melirik leher Liam yang samar - samar seperti bekas luka dan memerah "itu leher kamu kenapa Li?"


"Tidak kenapa - kenapa kok," ucap Liam sedikit panik lalu dia memilih untuk memakai tudung hoddienya.


"Kalau tidak terjadi sesuatu kenapa lehermu samar - sama seperti ada bekas luka?" tanya Dio yang semakin merasa penasaran.


"Mungkin tidak sengaja aku menabrak sesuatu tadi, sudahlah lupakan saja."


"Oh begitu rupanya, aku kira kamu...." Dio tidak jadi melanjutkan ucapannya.


Liam tertawa canggung "ah tidak kok, sekarang aku menjalankan perintahnya dengan baik."


"Ini tidak ada rencana untuk pergi camping lagi?" tanya Josh.


"Kapan - kapan saja karena aku baru sibuk sekali," ucap Dio.


"Memangnya kamu sibuk apa?"


"Sibuk main game dan menonton anime," ucap Liam menyela pembicaraan mereka.


"Emangnya selama ini selain melakukan hal tersebut kamu sibuk apa memangnya?"


"Tidak ada sih, hehe."


Semuanya lalu kompak menyoraki Dio sembari melempari kulit kacang "huuu."


"Topi beanie mu bagus Li," ucap Josh sembari tersenyum mencurigakan.


Ricko lalu berbisik kepada Liam "hati - hati nanti topi mu itu tiba - tiba berpindah tangan dengan sendirinya kalau sudah ada yang tersenyum seperti itu."


"Kenapa Josh? kamu menginginkannya?"


"Tidak, aku hanya memujinya saja."


Liam lalu melepas topi beanie miliknya dan memberikannya kepada Josh "ini ambillah, lagipula ini aku membelinya sendiri."

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau membelinya sendiri?"


Ricko lalu menjawab "kalau dia mendapatkan topi itu dari pemberian seseorang pasti Liam tidak akan memberikannya dengan mudah karena dia sangat menghargai pemberian dari orang lain."


"Oh begitu, terima kasih untuk topinya."


"Tidak sekalian kamu meminta pakaianku agar aku pulang dengan telanjang?" tanya Liam dengan nada bercanda.


Josh tertawa "tidak, aku hanya menginginkan topimu saja."


Tiba - tiba handphone Liam berbunyi hingga membuat mereka semua menjadi terdiam sunyi ketika Liam memberitahu jika Mr Robinson yang menghubunginya, padahal sebelumnya mereka semua tertawa dengan sangat keras hingga satu desa mungkin mendengar suara mereka tertawa. Setelah menjawab telepon tersebut wajah Liam berubah menjadi muram dan dia langsung buru - buru menghabiskan kopinya lalu berpamitan untuk pulang. Tergambar dengan jelas di wajahnya jika saat ini dia sangat kesal akibat ulah daddy nya yang buru - buru memintanya untuk pulang padahal itu belum terlalu larut malam, sedangkan teman - temannya hanya terdiam karena merasa kasihan kepada Liam karena dari dahulu dia sering tidak bisa bebas bermain bersama teman - temannya.


"Sepertinya penyakit overprotektif Mr Robinson sedang kambuh lagi," ucap Chicko setelah meminum kopinya.


"Sepertinya begitu, kasihan Liam yang selalu saja tidak bisa bebas menikmati masa mudanya seperti pria lainnya," ucap Dio menambahkan.


"No comment lah aku," jawab Ricko.


Dio kemudian berkata "eh tapi memang aku tidak salah Lihat ada bekas luka yang memerah di leher Liam, kalain tidak melihatnya?"


Ricko menggelengkan kepalanya "tidak."


"Anak kandung tetapi serasa anak tiri, pantas saja jika satunya lagi memilih untuk pergi dari rumah."


"Ssttt sudah," ucap Ricko memperingatkan Dio.


"Sebenarnya keluarganya baik hanya saja cara mendidik Mr Robinson saja yang salah, apa Mr Robinson tidak sadar bahwa dahulu pernah diperingatkan oleh Tuhan dengan cara hampir kehilangan Liam?"


"Benar Chic, kasihan Liam dia kelihatan stress sekali apalagi akhir - akhir ini Mr Robinson memaksanya untuk segera menikah padahal umurnya saja baru menginjak 25 tahun."


"Benar sih Dio, apa jangan - jangan leher Liam sampai merah karena dipukul oleh Mr Robinson?"


"Memangnya Mr Robinson bisa bersikap seperti itu kepada Liam?" tanya Josh.


"Sering dari dahulu dan Liam selalu cerita kepada kita semua bahkan dia juga sering datang dengan bibirnya yang lebam karena habis dipukul oleh Mr Robinson padahal namanya anak muda pasti ingin bebas bermain bersama teman - temannya," ucap Dio merasa perihatin.


"Aku berdoa supaya Liam mendapat istri yang bisa menaklukan Mr Robinson sehingga Liam bebas melakukan apapun yang dia inginkan," ucap Chicko bersungguh - sungguh.

__ADS_1


"Amin."


__ADS_2