
Baby Ace masih belum mengantuk dan justru sangat senang sekali melihat Liam memainkan mainan kesukaannya. Malam semakin larut dan tiba - tiba saja baby Ace tertidur dengan sendirinya karena sudah merasa lelah bermain. Liam kemudian menggendongnya dan meletakkannya di box ranjang di kamar sebelah, tidak lupa Liam juga menyelimuti baby Ace agar tidak kedinginan sekaligus digigit nyamuk.
Setelah itu Liam kembali ke kamarnya untuk beralih memanjakan eomma Ace yang saat ini sedang memainkan handphone miliknya. Liam menciumi leher Jane sembari memeluknya dari samping, dan setelah itu Jane meletakkan handphone miliknya untuk membalas Liam. Mereka berdua terus melakukan hal tersebut sampai mereka berdua melepas pakaian masing - masing. Keesokan harinya Jane merasa sangat lelah sekali karena semalam, apalagi dia juga merasa sangat mengantuk sekali. Jane meregangkan tubuhnya sekaligus memijat bahunya, rasanya Jane ingin sekali bangun siang namun karena hari itu adalah hari Senin jadi mau tidak mau Jane harus bangun pagi karena suaminya berangkat kerja.
Saat ini suaminya masih tertidur pulas di sampingnya dan Jane merasa tidak tega untuk membangunkannya lebih awal karena dia terlihat sangat lelah sekali. Jane mencium pipi Liam sekaligus mengusap pipinya, dan setelah itu dia beranjak dari tempat tidurnya dengan keadaan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang apapun. Jane pergi ke meja riasnya untuk mengambil ikat rambutnya karena dia lupa menaruh ikat rambutnya di meja samping ranjangnya. Jane kemudian mandi pagi dan menyiapkan setelan jas Liam beserta atributnya sebelum suaminya bangun tidur. Setelah itu dia mulai membangunkan suaminya.
"Hubby bangun sayang."
"Nggg."
"Ayo bangun, ini sudah hari Senin dan kamu harus berangkat kerja."
"Hoammm iya. Sudah mandi?"
"Sudah."
"Pantas saja sudah cantik, seperti dibangunkan oleh seorang bidadari."
Jane langsung tersipu malu setelah mendengar kalimat pujian dari suaminya.
"Ihh hubby."
Melihat istrinya itu tersipu malu, Liam lalu menertawakannya.
"Hahaha kamu ini sangat menggemaskan sekali jika sedang seperti itu, sini peluk dulu."
"Tidak mau, kamu bau karena berkeringat."
"Dih itukan semalam, kalau sekarang sudah tidak."
"Mandi dulu baru peluk."
"Ya sudah."
Liam lalu pergi ke kamar mandi dengan keadaan t*lanjang, dan itulah yang menjadi pemandangan Jane setiap pagi saat membangunkan Liam. Aneh sekali, dahulu Liam selalu saja memakai pakaian yang tertutup meskipun di dalam apartement maupun rumah miliknya, akan tetapi sekarang setelah menikah justru dia menjadi seperti itu. Liam dan Jane berbincang sebentar untuk mengawali hari mereka. Setelah itu Jane berjongkok untuk mengikat sepatu Liam dan setelah itu dia mengikat dasi Liam sembari berbincang santai mengenai beberapa hal termasuk perkembangan baby Ace.
"Kapan jadwal baby Ace ke dokter lagi?" tanya Liam.
"Besok pagi hubby," jawab Jane sembari mengikat dasi Liam.
"Oh kalau aku besok tidak ada meeting, aku akan ikut menemanimu dan juga baby Ace."
"Okay hubby, tetapi jika sibuk tidak apa - apa jangan dipaksakan daripada nanti kamu dimarahi oleh daddy."
__ADS_1
"Iya, tetapi sekarang daddy jarang marah - marah kepadaku."
"Ya bagus dong, tapi kenapa?" tanya Jane penasaran.
"Entahlah aneh."
"Oh."
Setelah itu mereka berdua sarapan, dan kemudian Liam langsung berangkat ke kantornya. Jane lalu pergi ke kamar baby Ace karena seperti mendengar suara tangisan, dan benar saja ternyata baby Ace sudah bangun dari tidurnya. Dengan cepat Jane lalu menggendong baby Ace dan menyusui baby Ace karena dia merasa lapar. Beberapa jam kemudian Jane telah sampai di kediaman Robinson karena ingin menemui grandma Liam. Grandpa serta Grandma Liam baru datang kemarin malam, jadi hari ini Jane menyempatkan diri untuk menemui grandpa serta grandma bersama dengan baby Ace. Semua langsung menyapa Jane dan juga baby Ace begitu mereka tiba disana, dan grandma langsung ingin menggendong cicitnya itu.
"Ututu cicit grandma sangat menggemaskan sekali," ucap grandma Robinson.
"Tapi wajahnya malah mirip Liam," ucap grandpa.
Jane tertawa.
"Iya grandpa, hampir semua orang berkata seperti itu saat bertemu baby Ace untuk yang pertama kalinya."
"Tetapi pipi gembulnya ini mirip sekali dengan Jane," ucap grandma menyela pembicaraan mereka berdua.
"Benarkah?" tanya grandpa memperhatikan pipi chubby baby Ace.
"Tuh iyakan?"
Ace tiba - tiba menguap.
"Sepertinya Ace sudah mengantuk Jane," ucap grandpa.
"Ini Jane," ucap grandma menyerahkan baby Ace.
"Nama lengkap Ace siapa Jane?" tanya grandpa.
"Namanya Ace Bryan Robinson, grandpa."
"Wah keren sekali, siapa yang memberi nama?"
"Yang memberi nama Ace adalah Liam dan yang memberi nama Bryan adalah Josh oppa."
"Oh begitu namanya keren sekali."
"Daddy tidak tahu kan waktu itu Jonathan dan juga Andrew saling berebut satu sama lain," ucap Mrs Robinson.
"Berebut apa Margareth?"
__ADS_1
"Mereka berebut untuk memberi nama belakang Ace, dan karena perebutan itu Liam langsung menyarankan untuk memberi nama Ace Bryan Robinson Kim namun akhirnya Jane yang meminta agar tidak jadi memakai nama Kim di belakang nama Robinson."
Grandpa langsung tertawa sembari menggelengkan kepalanya pelan.
"Dasar mereka berdua selalu saja seperti itu hahaha."
"Bukan hanya itu saja grandpa, akan tetapi setiap kali appa dan daddy ke rumah pasti selalu merebutkan baby Ace."
"Iya benar dad, aku sampai pusing melihatnya."
Jane kembali melihat wajah baby Ace dan ternyata baby Ace sudah tertidur lelap di gendongannya. Jane menimang baby Ace yang tertidur itu sembari berbincang dengan grandpa, grandma, dan juga Mrs Robinson mengenai perkembangan baby Ace akhir - akhir ini. Tidak lama kemudian datanglah Mrs Kim ke kediaman keluarga Robinson karena ingin berbincang bersama Mrs Robinson sekaligus menemui cucunya. Beberapa jam kemudian saat sore hari Liam langsung ingin menggendong putranya itu setelah pulang kerja, akan tetapi grandma langsung memperingatkan Liam agar mandi terlebih dahulu sebelum menggendong baby Ace karena pasti banyak kuman di pakaian Liam.
"Aku dulu Jo!!" teriak Mr Kim.
"Tidak boleh!! kali ini aku yang menggendong baby Ace ," ucap Mr Robinson.
Mendengar keributan antara mereka berdua, grandpa langsung berdiri dan menjewer telinga mereka berdua.
"Ada apa ini ribut - ribut? kalian berdua ini menganggu baby Ace yang sedang tertidur."
*Oek oek oek.* Baby Ace menangis.
"Nah kan, apa kubilang."
"Maaf dad," ucap mereka serempak.
Btw mereka berdua sudah lama bersahabat, jadi Mr Kim selalu memanggil grandpa dengan sebutan daddy memang karena dia sudah menganggap grandpa seperti ayahnya sendiri dan begitupun sebaliknya.
"Kenapa baby Ace menangis?" ucap Liam menghampiri Jane.
"Mungkin baby Ace terkejut."
"Oh." Liam langsung menggendong baby Ace serta menimangnya.
"Anakmu mirip sekali dengan kita hahaha," ucap Lian.
"Kita? aku aja kali hahaha."
"Dih, mudah - mudahan saja baby Ace tidak bingung siapa ayahnya diantara kita berdua."
"Tidak mungkin begitu karena daddynyalah yang tetap paling keren sedunia," ucap Liam.
"Ck."
__ADS_1