Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #419


__ADS_3

Mereka berdua berbincang bersama dan saling bertukar nomor handphone dan akun sosial media masing - masing. Sampai saat ini Rosie masih merasa tidak percaya bahwa ternyata ada seseorang yang sudah lama menyukainya dan bahkan sejak awal masuk kuliah menjadi maba. Leon juga menjelaskan kepada Rosie mengapa dirinya bisa sangat menyukainya secara diam bahkan dalam waktu yang cukup lama. Rosie sangat tertarik mendengar cerita dari Leon tersebut hingga tidak sadar mereka berdua sudah hampir 2 jam di cafe tersebut.


Setelah itu Leon mengantarkan Rosie pulang ke rumahnya dengan selamat sampai tujuan. Begitu sesampainya di rumah Rosie, Leon merasa sangat tercengang ketika melihat penampakan rumahnya yang begitu besar dan megah. Dia menjadi ingat pesan tukang parkir setelah melihat rumah tersebut. Namun Leon tidak akan menyerah begitu saja dan bertekad akan terus mencoba untuk mendapatkan hati wanita pujaannya itu. Setelah itu dia pulang dengan mengendarai motornya, padahal tadi dia sempat ditawari oleh Rosie apakah ingin mampir atau tidak namun Leon menjawab tidak.


Rosie kemudian masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan senang, dan setelah itu dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Entah mengapa hati Rosie merasa senang sekali hingga rasanya berbunga - bunga. Disisi lain Liam saat ini sedang berbaring di atas ranjangnya bersama dengan Jane, sedangkan baby Ace sudah tidur di kamarnya. Liam memeluk Jane sembari menciumi pipinya yang chubby. Liam merasa sangat lelah setelah melihat pameran di kampus Rosie, sehingga dia memutuskan untuk langsung beristirahat saja di kamarnya.


"Jadi Leon itu adiknya Yunna?" tanya Jane memastikan.


"Benar, dan yang bikin aku terkejut saat mengetahui bahwa ternyata Leon sudah lama menyukai Rosie."


"Memangnya tidak apa - apa jika misalnya Rosie jadian dengan Leon?"


"Tidak apa - apa, sepertinya dia memang orang yang baik."


"Iya sih hubby, aku perhatikan dia memang pria yang baik."


"Yah meskipun keluarganya kelas menengah namun asalkan dia bisa membahagiakan Rosie sih aku tidak masalah. Aku sangat suka dengan seorang pria yang bertanggungjawab dan pekerja keras."


"Dan juga seorang pria yang perhatian. jangan lupakan itu!!"


"Memangnya kenapa kalau misalnya sampai lupa?"


"Ya nanti hasilnya seperti kamu ini, baik namun tidak perhatian dan juga romantis."


Liam langsung menggaruk rambutnya.


"Hehe sayang, aku kan sedang berusaha menjadi pria yang romantis seperti yang kamu inginkan."


"Benarkah?" aku tidak menyangka jika kamu ingin berusaha menjadi pria yang seperti itu."


"Iya dong, itu semua kan karena aku sangat mencintaimu."


"Iya deh iya."


"Jane, kenapa aku tiba - tiba merasa sangat mengantuk ya?"


"Mungkin karena tadi kamu bangun pagi, jadi kamu sekarang mengantuk."


"Oh begitu, bisa jadi sih."


"Ya sudah tidur saja sana."


"Peluk," ucap Liam manja.


Jane langsung memeluk Liam.


"Iya ini peluk."


"Nanti malam ingin makan apa?"


"Spagetthi boleh?" tanya Jane ragu.


"Boleh sayang, sama apa lagi?"


"Terserah hubby saja kalau yang lainnya."

__ADS_1


"Hmmm baiklah."


"Tadi pamerannya sangat bagus - bagus sekali ya hubby?"


"Benar, aku sangat menyukak pameran itu dan rasanya ingin memperpanjang durasi."


"Iya, kapan - kapan kalau ada pemeran lagi mari kita nonton."


"Boleh, ternyata kamu juga sangat menyukai pameran ya?"


'Benar, apalagi jenis yang dipamerkan bermacam - macam dan juga sangat unik."


"Oh begitu."


"Hubby, bagaimana kalau kapan - kapan kita pergi ke pameran seni atau sebuah museum seni?" tanya Jane sangat antusias.


"Boleh namun kita juga masih ada rencana untuk pergi ke Bali."


"Iya juga sih."


Beberapa jam kemudian saat sore hari Rosie sudah siap dan berdandan dengan sangat cantik. Rosie juga memakai parfume agar wangi dan memberikan kesan yang baik untuk Leon. Tidak lama kemudian bibi mengetuk pintu kamar Rosie.


*Tok tok tok.*


"Ya bi, ada apa?" tanya Rosie saat membuka pintu.


"Kata bodyguard ada yang mencari nona."


"Siapa bi?"


"Oh iya bi, suruh masuk saja."


"Baik non."


Rosie lalu melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.


"Wah wah cantiknya cucu grandma, mau kemana ini?"


"Aku mau pergi nonton film bersama teman grandma," jawab Rosie tersenyum.


"Mau diantar pak supir ke mall nya?"


"Tidak grandma, aku dijemput teman dan dia sudah berada di depan rumah."


Grandma lalu mengintip Leon dari jendela.


"Hmm sepertinya ada yang lagi jatuh cinta," ucap grandma menggoda Rosie.


"Ti-tidak grandma, dia hanya temanku saja kok."


"Bukan teman ya juga tidak apa - apa kok, lagipula dia juga tampan."


"Grandma!" teriak Rosie tersipu malu.


Grandma justru tertawa.

__ADS_1


"Sudah sana berangkat, nanti kasihan dia menunggu terlalu lama."


"Iya grandma, Rosie pergi dulu bye."


"Bye sayang, eh sudah minta izin kepada Liam?"


"Sudah grandma, tadi sebelum mandi aku sudah meminta izin kepadanya."


"Oh baiklah kalau begitu, kalau sudah mendapat izin dari Liam kan sudah tenang apalagi kamu perginya bersama laki - laki."


"Iya grandma, tadi aku sudah meminta izin terlebih dahulu makanya aku bisa pergi."


"Ya sudah hati - hati dijalan."


"Iya grandma."


"Hai sudah lama menunggunya?" tanya Rosie menghampiri Leon yang sedang duduk di teras rumah.


"Tidak juga, mmm sudah meminta izin dengan irang tuamu kan?"


"Sudah, aku tadi sudah meminta izin kepada Liam juga."


"Oh begitu, baiklah mari kita berangkat!"


"Okay."


Leon memboncengkan Rosie menuju ke mall dengan menggunakan motornya. Selama di perjalanan mereka berdua berbincang mengenai hal - hal random, dan untungnya cuaca pada hari itu sangat cerah jadi mereka berdua tidak ada halangan. Biasanya selalu hujan saat sore hari namun ternyata hari ini cuacanya sangat cerah dan masih panas. Sesampainya di mall mereka berdua lanhsung menuju ke bioskop dan membeli dua ticket film dan tidak lupa dengan camilannya juga.


Karena ini bukan acara ngedate, jadi Rosie mengajak Leon untuk split bill. Rosie yang membeli camilan sedangkan Leon membeli ticket film. Mereka berdua sangat menikmati sajian film tersebut sembari memakan camilan yang dibelinya di loket, dan tidak lama kemudian mereka berdua sudah selesai menonton film. Setelah itu mereka berdua berjalan - jalan di sekitar area mall sebelum bermain ke timezone.


"Filmnya tadi sangat seru bukan?" tanya Rosie sangat antusias.


"Benar, ternyata pilihamu sangatlah bagus."


"Hmm pilihanku memang selalu bagus."


Leon tertawa.


"Hahaha benar. Nanti mau makan disini atau di luar saja?"


"Sekalian dsini saja bagaimana?"


"Boleh, ingin makan apa?"


"Burger atau hal lain?" tanya Rosie meminta pendapat.


"Burger boleh, nanti kita beli yang dekat pintu masuk saja karena rasanya lebih lezat."


"Benar, aku selalu membeli burger disana saat datang ke mall ini."


"Oh begitu, mmm nanti biar aku saja ya yang membayarnya?"


"Oh kamu mau membayar semuanya?"


"Iya aku merasa tidak enak denganmu, masa kamu juga ikut membayarnya padahal yang mengajak pergi itu aku."

__ADS_1


"Oh baiklah hehe."


__ADS_2