Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #441


__ADS_3

Jane kemudian membuatkan teh hangat untuk orang tua Liam, dan setelah itu dia pergi ke kamar baby Ace karena mertuanya ingin melihat baby Ace. Begitu Jane kembali ke ruang tengah sembari menggendong baby Ace, Mrs Robinson merasa sangat tidak sabar untuk menggendongnya dan dia langsung meminta baby Ace kepada Jane. Mrs Robinson mencium kedua pipi chubby baby Ace dan mengusap rambutnya karena merasa gemas dengan baby Ace yang sedang menatap Mrs Robinson.


Disisi lain Mr Robinson malah sibuk berbincang dengan Leon dan terkesan seperti sedang mengintrogasinya, hingga sesekali Mrs Robinson mencoba menghentikan suaminya itu agar Leon tidak merasa risih kepadanya. Leon justru sangat santai dan merasa yakin dengan semua jawaban dari setiap pertanyaan Mr Robinson, karena dia benar - benar ingin mendapatkan gadis pujaan hatinya itu. Sejujurnya Rosie sangat khawatir jika Leon akan merasa risih ataupun tidak nyaman karena Mr Robinson selalu saja membanjirinya dengan pertanyaan, akan tetapi jika dilihat dari ekspresi Leon sepertinya dia tidak seperti itu.


Ekspresi tenang dari Leon itulah yang membuat Mr Robinson merasa bahwa dia memang baik seperti kakaknya, oleh karena itu Mr Robinson senang berbincang dengannya. Sesekali Rosie mengajak Leon bercanda agar dia tidak selalu tegang ataupun pusing menghadapi kelakuan ayahnya. Leon tidak menyangka bahwa daddy Rosie akan se humble dan se welcome ini kepada dirinya meskipun dia hanya orang biasa. Ternyata yang dikatakan oleh kakaknya mengenai keluarga Rosie, terutama ayahnya semuanya benar bahwa keluarga Robinson dan keluarga Kim merupakan keluarga yang baik - baik. Josh juga terkadang mengajaknya berbincang mengenai seni photography dan beberapa topik pembicaraan lainnya.


"Hai hai semuanya maaf terlambat," ucap Lian yang memasuki rumah Liam.


"Dih sok asik," jawab Liam.


"Habis darimana kamu Lian?" tanya Mr Robinson tegas.


"Aku habis dari rumah teman dad, kenapa memangnya?"


"Tidak ada apa - apa, kok sedari tadi tidak kelihatan batang hidungnya."


"Oh begitu rupanya, eh kalian tahu tidak?"


"Hmm pasti ini bau - bau akan dimulainya sebuah pergibahan," ucap Rosie menyindir.


"Ya sudah kalau tidak mau dengar."


"Cepat katakan!!" perintah Rosie.


"Hmm baiklah. Jadi tadi di dekat rumahnya temanku heboh sekali."


"Memangnya ada kejadian apa sampai membuat heboh?" tanya Josh.


"Tadi ada pasangan muda mudi yang sedang digrebek warga anjir hahaha, mana pas di grebek mereka berdua tidak memakai apapun."


"Wuihh busett keren juga," ucap Josh tertawa.


"Halah jangan - jangan yang di grebek itu kamu kan?" tanya Liam menebak.


"Sialan, aku ini pria yang baik - baik jadi tidak mungkin melakukan hal seperti itu dan kalaupun main palingan di hotel bintang 5 agar tidak di grebek hahaha."


"Apa kamu bilang?" tanya Mr Robinson dengan nada tinggi.


"Nggg nggak dad, aku hanya bercanda saja hahaha."


"Awas saja kalau sampai kamu melakukan hal tersebut, siap - siap saja samuraiku menyapamu."


"I-iya dad, itu Liam juga dulu seperti itu kelakuannya."

__ADS_1


"Eh tidak, aku tidak melakukan hal tersebut karena aku selalu sibuk bermain game daripada melakukan hal tersebut."


"Liam itu meskipun sudah menikah tetap lebih memilih bermain game," ucap Jane tiba - tiba.


"Wah parah sih, Jane pasti sedang mengeluarkan isi hatinya hahaha."


"Kan aku sudah tidak begitu, aku bermain game pasti setiap weekend setelah menidurkan baby Ace hehe."


"Iya deh iya," ucap Jane malas.


"Tapi pernah tidak kamu berbuat seperti itu Liam? karena dulu pacarmu banyak."


"Dih aku dari dulu pacaran hanya gandengan tangan dan main ke taman saja sih, dan aku tidak pernah melakukan hal tersebut."


"Kalau sekarang bagaimana?" tanya Josh.


"Tidak pernah juga, lagipula aku juga tidak mempunyai pacar."


"Eh bukankah kamu sudah punya istri?" tanya Lian yang merasa aneh dengan jawaban adiknya itu.


Liam berfikir sejenak.


"Eh iya juga sih hahaha, aku lupa."


"Bener, bisa - bisanya lupa kalau sudah beristri dan jangan bilang selama ini kamu ngaku single?" tanya Josh curiga.


Liam tertawa.


"Ti-tidak kok hahaha tadi otakku sedang ngelag saja."


"Lihat tuh wajah Jane sepertinya sudah menahan amarah."


Liam langsung memeluk Jane dari samping.


"Jane jangan marah, tadi otakku sedang ngelag hehe."


"Iya," ucap Jane malas.


Liam terus bergelendotan dan berharap supaya Jane memaafkannya. Lian dan Josh hanya menertawakan Liam yang bersikap seperti itu, karena jarang sekali Liam memperlihatkan hal seperti itu di depan umum. Beberapa jam kemudian saat menjelang malam Liam sedang memasak hidangan makan malam, sedangkan Jane sedang menidurkan baby Ace yang sudah mengantuk. Kali ini Liam memasak steak daging yang sangat juicy dan tentunya sangat lezat, hingga membuat cacing yang berada di perut Liam sudah melakukan orasi.


Tidak lama kemudian Jane menghampiri Liam sesudah menidurkan baby Ace, dan menunggu Liam melakukan platting hidangan yang baru saja dibuatnya. Setelah semuanya selesai Liam langsung menyajikannya di atas meja mini bar, dan kemudian menyantapnya bersama istri tercinta. Tidak henti - hentinya Jane melontarkan kalimat - kalimat pujian atas hidangan makan malamnya karena memang sangat lezat sekali, dan sesuai dengan tampilannya yang mewah.


"Ini sangat lezat hubby, seperti steak chef bintang 5."

__ADS_1


"Terima kasih atas semua pujiannya sayang," ucapnya tersipu malu.


"Mmm kapan - kapan aku boleh tidak meminta untuk dibuatkan lagi yang seperti ini?"


"Tentu saja boleh, apasih yang tidak untuk istri tercintaku."


"Terima kasih hubby."


"Sama - sama, besok aku akan membuatkan kamu yang seperti ini lagi dan bahkan yang lebih lezat dari ini."


"Benarkah hubby?" tanya Jane sangat antusias.


"Iya benar, besok siang aku akan pergi ke supernarket untuk mencari daging dengan kualitas yang lebih dari ini sehingga akan menghasilkan cita rasa yang lebih wah dari ini."


"Wahh aku tidak sabar untuk mencicipinya."


"Hehe, ya sudah habiskan."


"Siapp hubby, nanti aku akan memberikan kamu jatah yang lebih dari biasanya."


Mendengar hal tersebut Liam langsung menghentikan aktivitasnya.


"Mmm jatah apa?" tanya Liam menatap Jane.


"Jatah itu anu," ucap Jane mengedipkan sebelah matanya.


"Kalau begitu sekarang saja."


"Eh habiskan ini dulu."


"Hmm baiklah."


Liam langsung memakannya dengan cepat, dan setelah itu dia membersihkan peralatan makannya agar segera menerima jatah dari Jane. Sekitar 15 menit kemudian semuanya sudah beres dan Liam langsung menggendong Jane ke kamarnya sembari menciumi bibirnya. Sesampainya dikamar Liam kemudian menanggalkan pakaiannya dan pakaian Jane juga satu - persatu. Mereka berdua lalu melakukan aktivitas panas itu.


"Mmm hubby."


"Ya?" tanya Liam mendongakkan kepalanya menatap Jane.


"Aku sudah tidak tahan."


"Iya sabar sebentar lagi."


Begitu selesai Liam langsung menindih tubuh Jane dan tertidur, sedangkan Jane mengusap rambut Liam sembari menciuminya.

__ADS_1


"Pasti kamu selalu langsung tertidur nyenyak setelah melakukan hal ini hubby," gumam Jane.


__ADS_2