
Keesokan harinya Jane terbangun dengan perasaan yang bahagia, karena hari ini adalah hari dimana dia akan pergi berlibur bersama keluarga kecilnya untuk yang pertama kalinya setelah kehadiran baby Ace di rumah tangga mereka berdua. Jane masih meregangkan tubuhnya karena rasanya sangat lelah sekali, dan setelah itu dia beralih menatap wajah suaminya yang tengah tertidur nyenyak sembari mengusap pipinya.
Selama ini rasanya sangat menyenangkan jika bangun pagi lalu menatap wajah suaminya yang sangat tampan, meskipun sering kali dia mendapatkan pemandangan yang tidak terduga. Jane juga selalu dibuat tersenyum karena melihat penampakan celana kolor suaminya yang memiliki gambar lucu, seperti celana kolor spongebob kesayangan suaminya. Jane sering kali ingin membuang celana tersebut karena sudah jelek namun selalu saja ketahuan oleh suaminya, dan alhasil dia tidak jadi membuangnya.
Jane lalu mencium pipi suaminya dan setelah itu dia pergi mandi. Tidak lama kemudian dia langsung membangunkan suaminya, begitu dia selesai bersiap - siap. Sebelum mandi Liam menyempatkan dirinya untuk memeluk Jane dari belakang dan bermesraan agar mereka berdua semakin semangat menjalani hari - harinya. Liam juga melontarkan beberapa kata pujian dan juga berbincang ringan.
"Kamu terlihat sangat cantik dan wangi, pasti sudah mandi?" tanya Liam sembari menciumi leher Jane.
"Iya hubby, haha geli."
"Geli?" tanya Liam yang justru semakin intens menciumi leher Jane.
Jane semakin dibuat tertawa oleh Liam.
"Hahaha iya hubby, sudah hentikan!"
"Tidak mau!"
"Sudah sana mandi, nanti kita terlambat."
"Tidak ada kata terlambat, karena kita perginya memakai private jet milikku."
"Milikmu?"
"Oh maksudnya milik grandpa, aku hanya punya helikopter saja."
"Hanya punya helikopter?"
"Iya, aku mendapatkannya saat aku berulang tahun ke 17 dan aku sudah mempunyai surat izin menerbangkan helikopter."
"Wah kamu sangat hebat sekali, ternyata suamiku lebih kaya dari yang aku kira."
"Tidak juga, ini semua kan harta orang tuaku jadi aku tidak berani menyombongkan diri karena semua fasilitas yang aku miliki."
"Kenapa begitu?"
"Selain aku dilarang oleh mommy untuk sombong dan selalu diajarkan untuk bersikap rendah hati, aku juga tidak ingin diejek jika aku menyombongkan harta orang tuaku. Nanti mereka pasti akan berkata bahwa, halah harta orang tuanya saja sombong."
"Oh begitu, tapi bukankah orang tua bekerja juga untuk anak - anaknya? jadi wajar saja jika mereka memberimu segalanya, kalau orang tuamu memberikan kepada anak tetangga kan aneh."
"Benar sih."
"Ah tapi itu lebih baik, jangan sombong terhadap semua apa yang kita miliki karena nantinya Tuhan juga akan dengan mudah mengambilnya lagi dari kita."
"Benar semua itu hanyalah titipan, sama dengan baby Ace yang juga hanyalah titipan dari Tuhan yang mana Tuhan ingin jika kita menjaga titipannya itu."
"Iya hubby, sudah sana mandi."
__ADS_1
"Okay sayang," ucap Liam mencium pipi Jane.
Setelah itu barulah dia pergi mandi, sedangkan Jane pergi ke kamar baby Ace untuk membangunkannya. Sesampainya di kamar baby Ace, ternyata Jane melihat bahwa dia sudah bangun. Jane lalu menyapanya dan langsung memandikannya sembari menunggu Liam selesai bersiap - siap. Rupanya baby Ace juga sangat paham jika dia akan diajak berlibur, sehingga raut wajahnya memperlihatkan bahwa dia merasa sangat senang.
Liam yang sudah selesai mandi langsung membantu Jane untuk bersiap - siap, oh ya mereka bertiga akan pergi ke Bali dengan didampingi oleh Pak Kang. Awalnya Liam tidak ingin mengajak bodyguard namun Mr Robinson memaksa Liam untuk mengajak salah satu bodyguard jika ada hal - hal yang tidak diinginkan. Alhasil Liam lebih memilih untuk mengajak Pak Kang karena sudah menganggapnya sebagai bestie sendiri.
"Semuanya sudah siap Jane?" tanya Liam saat membantu Pak Kang memasukkan semua kopernya ke dalam bagasi.
"Sepertinya sudah hubby."
"Coba dicek lagi agar jelas serta tidak ada yang ketinggalan!"
"Baik hubby."
"Pak Kang barang bawaannya sudah siap semua?"
"Sudah semuanya tuan," jawab Pak Kang.
"Bagaimana Jane, tidak ada yang tertinggal kan?" tanya Liam kembali.
"Semuanya sudah ada di sini hubby, jadi tidak akan ada yang tertinggal."
"Baiklah mari kita berangkat!"
"Okay."
"Selamat pagi tuan muda Gerard dan nona Jane Kim."
"Selamat pagi, semuanya sudah siap kan?" tanya Liam.
"Sudah tuan muda, semuanya sudah siap dan bisa dipastikan aman."
"Baguslah jika seperti itu."
"Mari silahkan semuanya."
Mereka lalu memilih tempat duduknya masing - masing, dan tentunya Jane memilih untuk duduk di dekat Liam.
"Pilot pribadimu sangat tampan," ucap Jane tersenyum.
"Halah, kamu selalu saja seperti itu jika ada yang tampan."
"Kamu juga sama, bahkan matanya sampai melotot jika ada yang bening dikit."
Liam tertawa.
"Hahaha."
__ADS_1
Beberapa jam kemudian private jet Liam telah mendarat dengan selamat di Bali, dan saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju ke villa milik keluarga Liam. Niatnya Jane ingin mengajak untuk menginap di hotel namun Liam baru ingat jika dia mempunyai villa di Bali, dan alhasil sesampainya di Bali mereka langsung dijemput oleh orang suruhan Mr Robinson.
"Wah rasanya menyenangkan sekali setelah sekian lama tidak pergi berlibur."
"Hmm ya."
"Ih kenapa responmu begitu sih?"
"Memangnya aku harus berkata apa? berkata, wah iya yah sudah lama kita tidak berlibur dan nanti malam kita akan pergi berkencan serta minum di bar."
Jane langsung memukul Liam.
"Ih kalau seperti itu nanti ujung - ujungnya seperti saat kita di Santorini waktu itu."
"Memangnya apa yang terjadi pada malam itu? jujur aku tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi pada waktu itu."
"Tidak ingat atau pura - pura tidak mengingatnya heum?"
"Aku benar - benar tidak ingat, apa yang terjadi waktu itu."
"Oh begitu."
"Memangnya kamu ingat apa yang terjadi pada malam itu saat kita sedang banyak minum dan tiba - tiba terbangun di kamar pada pagi harinya?"
"Hmm entahlah."
Sesampainya di villa, Jane dan Liam langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat sembari menidurkan baby Ace. Dia terlihat sangat lelah sekali, jadi Jane ingin menidurkan baby Ace di atas ranjang agar dia bisa bergerak dengan bebas.
"Sayang, nanti malam kita pergi ke bar yuk?" tanya Liam memeluk Jane.
"Tidak mau, aku sudah tidak minum lagi semenjak mengandung baby Ace."
"Eh benarkah begitu?"
"Iya sayang, dan kalau kamu ingin pergi ke bar lebih baik mengajak Pak Kang saja."
"Oh baiklah."
"Ututu sayangnya eomma, kamu lapar ya? sini eomma kasih susu," ucap Jane menggendong baby Ace.
"Aku juga mau Jane."
"Tidak ada jatah untukmu!! kamu ini sudah besar masih saja rewel melebihi baby Ace."
"Hehehe, tapi nanti malam dapat kan?"
"Tidak hubby."
__ADS_1
"Hmmm ya sudah."