
Yunna berdiri di depan meja Liam dan kemudian menyapa nya sembari tersenyum "good morning Liam."
"Good morning Yunna, apa jadwal aku hari ini?"
Yunna kemudian membuka ipad nya dan memperlihatkannya kepada Liam "jadi hari ini kamu ada meeting dengan perusahaan X jam 10."
"Hanya itu?"
"Iya. Memangnya kamu ada acara?"
"Tidak ada."
Tiba - tiba ada seorang karyawan yang mengetuk pintu Liam, lalu Liam mempersilahkannya masuk. Karyawan itu menyerahkan beberapa file agar ditandatangi Liam, dan setelah menyerahkan file tersebut karyawan itu meminta izin untuk kembali ke ruangannya. Liam kemudian membuka file itu satu persatu dan membaca file tersebut dengan dibantu oleh Yunna yang duduk di depan Liam. Setelah selesai mengerjakan hal tersebut, Liam dan Yunna memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari berbincang sebelum pergi untuk meeting.
Yunna memperhatikan Liam dari ujung rambut sampai ujung kaki "sepertinya akhir - akhir ini kamu mulai berbeda."
Liam merasa terheran dengan pernyataan Yunna "hah? berbeda bagaimana maksud kamu? perasaan aku masih sama seperti yang dulu."
"Kamu itu seperti jadi sedikit lebih memperhatikan penampilan kamu dan sedikit terawat."
"Masa sih? perasaan tidak."
"Iya benar Liam, kamu mulai sedikit rapi walaupun rambut dan kumismu belum kamu cukur. Apa kamu sudah mempunyai seorang special yang membuatmu sedikit lebih merawat diri?"
"Tidak, aku tidak mempunyai seseorang yang special kok, ya aku ingin sedikit berubah saja hehe."
"Mencurigakan sekali anda. Eh tau tidak kalau ternyata Mrs Jane post foto di instamili."
"Post foto? kok aku belum melihatnya ya?"
"Memang kamu follow instamili milik dia?"
Liam dengan percaya diri dan nada tinggi menjawab pertanyaan dari Yunna "iyalah kita berdua sudah saling follow, ups maksud aku mmm anu itu."
Sontak Yunna terkejut sekaligus tertawa mendengar jawaban dan tingkah Liam yang keceplosan mengatakan hal tersebut.
"Sudah, sudah tidak perlu merasa malu karena kamu keceplosan mengatakan hal tersebut, aku juga mengetahui jika kamu mengikuti instamili nya hahaha."
"Maksud kamu?"
Yunna berbicara sembari menahan tawanya "iya, coba deh buka handphone kamu lalu lihat apa yang dia post di instamili."
Liam dengan segera mengambil handphone nya yang berada di atas meja kerjanya dan kemudian melihat apa yang Jane post di instamili. Liam seketika merasa terkejut karena Jane membagikan foto saat bersama Liam di unit apartement nya.
__ADS_1
(Meletakkan handphone nya) "apa apaan ini, aku kira dia tidak akan melakukan hal itu dan bahkan dia menulis caption my crazy boyy."
Yunna tertawa melihat protes Liam terhadap apa yang Jane post di instamili "sudahlah Liam lebih baik kita sekarang berangkat untuk meeting hahaha."
"Diam kamu! jangan tertawa terus menerus. Apa kamu mau jika kotak tertawa kamu rusak karena tertawa secara berlebihan seperti di film kartun?"
Liam kemudian berdiri dan pergi keluar ruangannya, sedangkan Yunna hanya tertawa meledek Liam sembari beranjak dari tempat duduknya dan pergi mengejar Liam yang sudah keluar dari ruangannya terlebih dahulu. Mereka berdua berangkat bersama menuju restaurant Y untuk meeting sekalian makan siang bersama. Beberapa Jam kemudian mereka berdua selesai meeting, lalu pulang ke kantor. Sesampainya di ruangan kerja milik Liam, ternyata Mr Robinson sudah duduk di sofa menunggu Liam pulang selesai meeting untuk membicarakan sesuatu hal.
Liam duduk di samping Mr Robinson "lho dad tumben, ada apa?"
"Begini Li, besok malam ada acara dinner di villa kita, kamu harus ikut penting."
"Oke dad, just dinner?"
"Yes buddy. Ada hal yang ingin daddy tanyakan juga kepadamu."
Liam lalu menatap Mr Robinson karena merasa penasaran "apa itu dad?"
"Sebenarnya kamu ini" (terpotong)
"Aku anak pungut? atau aku akan di pindahkan ke New York?"
Mr Robinson langsung memukul kepala Liam "kamu ini dasar anak kurang ajar, sukanya memotong pembicaraan orang tua saja. Ini daddy mau bicara serius bukan waktunya untuk bercanda."
"Kamu ini sebenarnya akhir - akhir ini suka menghilang pergi kemana sih? jawab yang jujur, jangan berbohong!"
"Sebenarnya aku sudah membeli apartement dari hasil aku menabung separuh gajiku untuk diriku sendiri dan Rosie juga sudah mengetahuinya."
(Menganggukan kepalanya) "oh begitu, baguslah. Ini baru anaknya Jonathan Robinson."
"Oh iya dad. Besok hari jumat sampai minggu aku akan pergi mendaki gunung, menuruni lembah dan melewati sungai bersama teman - teman aku, terus minggu depan aku akan pergi ke New York untuk menemui seseorang."
"Baiklah, memangnya kamu akan menemui siapa di New York?"
"Ada deh, anda sangat kepo sekali ya ternyata."
"Whatever."
Ayah dan anak itu kemudian sibuk membicarakan bisnis dan hal lain tentang dinner yang akan diadakan di villa milik keluarga Robinson tersebut hingga tiba - tiba ada seorang wanita yang masuk tanpa izin dari Liam. Ternyata wanita itu adalah Jane yang ingin menculik Liam untuk pergi dengannya, sontak Liam dan Mr Robinson sangat terkejut karena tiba - tiba ada seseorang yang masuk ke ruangannya saat mereka berdua sedang serius membicarakan soal bisnis. Jane yang merasa terkejut bercampur malu, langsung meminta maaf kepada Mr Robinson karena telah mengganggu perbincangannya. Mr Robinson lalu mendekati Jane dan menanyakan apa tujuannya datang ke perusahannya.
"Maaf om saya tidak tau jika anda sedang berada di ruangan ini."
"Tidak apa - apa Jane, kamu pasti ingin menemui Liam bukan?"
"Iya om, apakah boleh saya menculik anak om sebentar?"
__ADS_1
"Hahaha baiklah, bahkan sampai kapanpun aku akan mengizinkan kamu untuk menculiknya."
"Jika anda masih ingin berbicara dengannya, tidak apa - apa kok om saya akan menunggunya."
Liam yang mendengar hal tersebut langsung menyilangkan kedua tangannya untuk memberi kode kepada Mr Robinson agar dia tidak mengizinkan Liam untuk pergi. Mr Robinson yang melihat kode dari Liam langsung berpura - pura jika dia tidak mengerti kode dari Liam dan berniat untuk mengerjainya.
"Kamu tidak mengganggu kok Jane, lagipula ini juga sudah tidak ada yang ingin aku bicarakan dengan anak itu. Aku juga akan pergi ke restaurant kok, have a nice date hehe."
Kemudian Mr Robinson pergi keluar dari ruangan Liam meninggalkan Jane dan Liam berduaan disana sembari tertawa, sedangkan Liam yang mengetahui daddy nya pergi meninggalkannya langsung menepuk dahinya dengan wajah kecewa. Setelah itu Jane mendekati Liam dan menarik tangan Liam untuk pergi dari kantornya. Liam berusaha melawan karena dia tidak ingin pergi dengan Jane tetapi Jane bersikukuh untuk mengajak Liam pergi. Akhirnya setelah beberapa menit saling tarik menarik tersebut, Liam bersedia pergi dengan Jane karena tangannya sudah merasa sedikit kesakitan. Setelah itu Jane kembali menarik tangan Liam keluar dari ruangannya. Liam melihat Yunna yang hendak menuju ruangannya langsung meminta bantuan kepada Yunna agar menyelamatkannya.
"Yunna help me!!! Yunna help!!"
Melihat Liam yang sedang ditarik oleh Jane "lho Liam?"
Yunna kemudian mengejar Liam dan Jane sampai di lobby perusahannya, dan berhasil menghentikan langkah Jane dan Liam.
"Sorry Mrs Jane, Liam mau dibawa kemana?"
"Oh dia mau aku ajak pergi ke barbershop, memangnya ada apa?"
"Oh begitu, silahkan."
"Yunna help me please."
"Sstt Liam diam. Siapa nama kamu? Yunna?"
"Iya Mrs Jane."
"Coba lihat penampakan Liam, bukankah dia kurang menarik dan terkesan berantakan karena rambut dan kumisnya tidak dicukur kan?"
"Of course Mrs Jane."
"Jadi aku akan mencukur habis rambut dan kumisnya itu karena aku merasa sedikit gemas karena penampilannya yang berantakan."
"Saya setuju dengan pernyataan anda, jadi silahkan saja Mrs Jane. Jika anda membutuhkan bantuan bisa menghubungi saya."
Jane kemudian memberikan handphonenya kepada Yunna "bolehkah aku meminta nomor kamu? siapa tau aku membutuhkan bantuan dari kamu untuk menangani pria satu ini."
"Oh baiklah. Ini sudah."
"Terima kasih, aku pergi dulu bye."
"Bye."
Kemudian Jane kembali menarik tangan Liam untuk mengajaknya pergi ke barbershop agar penampilannya sedikit berubah dan tampil sedikit memikat hati.
__ADS_1