
Dio dan Chicko terus tersenyum karena mereka berdua mendapat rezeki nomplok serta baru kali ini mereka mendapat uang jajan sebanyak itu dalam satu hari, biasanya mereka hanya mendapat uang jajan paling besar adalah 200 ribu. Tidak lama kemudian Josh yang baru tiba di cafe langsung mengedarkan matanya mencari keberadaan teman - temannya di dalam cafe. Ternyata mereka duduk di meja paling pojok di ruangan cafe tersebut yang tempat duduknya lesehan dan hanya ada bantal - bantal besar untuk bersandar. Josh lalu pergi ke kasir terlebih dahulu untuk memesan makanan serta minuman sebelum menghampiri teman - temannya. Setelah menyelesaikan pembayaran, Josh kemudian menghampiri meja tersebut dan menyapa teman - temannya satu persatu.
Josh lalu menepuk paha Liam saat dia duduk di sampingnya sembari menunggu pesanannya selesai dibuat. Josh mengamati wajah Liam yang sekarang tampak bersih dan rapi, bahkan sudah tidak berkumis lagi. Josh mengetahui siapa orang dibalik perubahan penampilan Liam akhir - akhir ini yaitu Jane, adiknya sendiri. Liam yang merasa risih karena diperhatikan seperti itu oleh Josh lalu dia menangkup wajah Josh menggunakan tangannya yang besar serta berotot. Josh lalu menyingkirkan telapak tangan Liam dari wajahnya, dan langsung mencubit pipi Liam karena merasa gemas dengan pipinya yang sudah mulai ikut chubby seperti milik adiknya. Tiba - tiba saja waiters menghampiri meja mereka untuk mengantarkan pesanan Josh, dan kebetulan saja Ricko muncul bersamaan dengan waiters itu. Menyadari bahwa Ricko sudah datang, Liam langsung menyingkirkan tangan Josh dari pipinya.
"Jangan berbuat seperti itu kepadaku," ucap Liam setelah menyeruput minumannya.
"Kenapa begitu?" tanya Josh penasaran.
"Karena ada Ricko, aku tidak ingin membuatnya cemburu."
"Hmm tadi mesra - mesraan dengan Josh dan setelah ada Ricko kamu jadi seperti itu Li," ucap Dio bercanda.
"Iya nih benar Liam selingkuh lho Ric," ucap Chicko menambahkan.
"Oh begitu rupanya ya kamu Li," ucap Ricko sembari duduk di samping Josh.
"Josh duluan yang mulai dan mereka berbohong," ucap Liam membela dirinya sendiri.
Ricko lalu mengusap rambut Liam.
"Hahaha, eh kenapa kepalamu panas begini?"
"Liam tadi sebenarnya izin sakit eh malah datang kemari," jawab Dio.
"Kalau sakit harusnya istirahat saja dirumah dan apa ini, kenapa kamu malah meminum es?"
"Untuk mendinginkan suhu tubuhku," jawab Liam.
Ricko langsung menggelengkan kepalanya.
"Haiss kamu ini, nanti tambah pilek lho."
"Biarin."
"Sudah jangan minum es dan pesan saja minuman hangat," ucap Ricko sembari mencubit pipi Liam.
"Nah dengerin tuh ucapan ayang," ucap Josh mengejek Liam.
"Iya."
"Eh kalian berdua jadi mendapat komiknya?" tanya Ricko kepada Dio dan Chicko.
"Sudah," jawab mereka berdua serentak.
"Bagaimana kelanjutannya?"
__ADS_1
Chicko menyeruput es teh miliknya.
"Sangat seru perjalanannya mencari harta karun yang tersembunyi."
"Lalu?"
"Eh aku tidak akan spoiler tentang cerita selanjutnya, lebih baik kamu beli saja komiknya jika penasaran dengan kelanjutannya."
"Baiklah nanti aku akan membelinya, apa masih ada di toko buku?"
"Masih banyak kemarin, dan mungkin saja nanti di restock."
"Oh okay."
"Aku ikut," ucap Liam menyela pembicaraan mereka berdua.
"Tidak usah ikut, kamu beristirahat saja di rumah dan nanti aku akan membelikannya untukmu juga."
Dio yang sedang makan langsung tersedak, lalu mereka semua menyoraki Ricko dan Liam.
"Cieee!!"
"Wah abang Ricko sangat perhatian sekali deh hingga rasanya aku ingin menikungmu Li," ucap Dio.
"Tidak bolehh!!" teriak Liam.
"Ya terus kenapa? terserah aku dong," ucap Liam sinis.
Josh menepuk - nepuk punggung Liam
"Wah nanti aku akan memberitahu Jane jika ternyata dia masih punya saingan."
"Kalian ini menyebalkan sekali."
"Dih Liam ngambek, sudah jangan ngambek begitu ah."
"Bodo amat. Eh nanti uangnya aku ganti di rumah."
"Okay Li."
Suasana di meja mereka menjadi hening karena mereka semua menyantap makanannya masing - masing, dan setelah itu mereka sibuk memainkan handphone miliknya sendiri. Setelah tempat duduknya Ricko pindah, Liam terus bersandar di bahu Ricko sembari berbincang berdua. Berbeda dengan Dio yang memilih berbincang mengenai channel militube miliknya serta mengenai strategi pertarungan dalam game yang sedang digandrungi oleh geng mereka. Dio juga mengajak mereka semua melakukan live streaming bermain game di channel miliknya agar semakin ramai, dan bahkan mungkin saja menjadi semakin ramai yang menonton apalagi mereka berdua sangat kocak saat sedang bermain game bersama.
- Dio: dia selalu saja apes dan terkadang terkena jebakan temannya sendiri alias friendly fire.
- Liam: selalu nafsu dan selalu ingin menang hingga terkadang serangannya sangat mematikan namun dia juga ahli dalam menyusup. Pernah waktu itu dia membantai satu squad sendirian hanya dengan menggunakan pistol.
__ADS_1
- Ricko: dia dijuluki sebagai si ahli strategi karena sangat pintar dalam membaca pergerakan musuh serta yang paling kalem.
- Josh: dia yang dijuluki sebagai penembak jitu karena sangat lihai sekali dalam menggunakan senapan jarak jauh alias sniper rifle, seperti barret atau MK14.
- Chicko: dia yang paling suka menjahili teman - temannya dan sasaran favoritenya adalah Dio, dia juga sangat bisa diandalkan ketika salah satu anggota squadnya mengalami kesulitan. Namun terkadang jaringannya sering ngelag.
Liam kemudian membuka dompetnya dan memberikan Ricko sejumlah uang.
"Oh ya ini uangnya, kalau nanti - nanti bayarnya pasti aku akan lupa."
"Eh nanti saja tidak apa - apa, santai saja."
"Eh terima saja Ric."
"Iya Ric terima saja lagipula Liam juga baru saja mendapat 3 juta dari daddy nya," ucap Dio.
"Wuihh kapan? sedang banyak uang dong kamu?" tanya Ricko.
"Tadi saat aku ketemu dengan daddy disini."
"Oh."
"Ini terimalah uangnya."
"Baiklah akan aku terima kalau begitu," ucap Ricko saat menerima uang dari Liam.
"Okay thanks."
"Yoii."
Hari sudah semakin sore dan mereka berlima masih terus berada di sana berbincang - bincang ringan sembari rapat untuk acara party livestreaming nanti. Disisi lain Jane yang baru saja sampai di rumah langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk menemui Liam, akan tetapi sesampainya dikamar ternyata Liam tidak ada. Jane lalu mencari ke kamar mandi barangkali Liam sedang mandi sore namun ternyata pintunya terbuka, yang artinya Liam tidak ada disana. Jane kemudian turun menemui bibi untuk bertanya tentang keberadaan Liam, dan bibi menjawab bahwa Liam sedang pergi menaiki motor sport miliknya setelah makan siang tadi. Tidak berselang lama terdengar suara motor milik Liam yang memasuki basement, dan Liam langsung menemui Jane.
"Hai Jane, sudah pulang?" tanya Liam sembari memeluk Jane.
"Aku baru saja pulang hubby, darimana saja kamu?" tanya Jane khawatir.
"Habis berkumpul bersama teman - teman di cafe."
"Bukankah aku sudah bilang untuk memintamu beristirahat saja dirumah heum?"
"Iya tau, tetapi aku merasa bosan jika hanya terus berbaring di atas ranjang."
"Oh begitu, eh tadi aku membawakan kamu kue kesukaanmu dan kemarin mommy juga membuatkan cookies untukmu."
"Mana? aku akan memakannya."
__ADS_1
"Itu disana, ya sudah aku mandi dulu."
"Okay sayang."