Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #158


__ADS_3

Setelah mengucapkan hal tersebut Josh kemudian mengusap pergelangan tangan Liam dan keluar dari ruangan Liam. Josh juga menyempatkan waktu sejenak untuk berbincang - bincang dengan orang tua Liam terutama Mrs Robinson. Josh berusaha menghibur Mrs Robinson agar dia bisa sedikit menenangkan fikirannya karena Josh tidak ingin jika Mrs Robinson menjadi stress atau depresi karena putranya yang sedang koma tersebut. Karena sudah semakin sore dan sebentar lagi malam akan tiba Josh kemudian berpamitan pulang kepada orang tua Liam dan juga kepada teman - temannya yang sedang menjenguk Liam juga. Sesampainya di rumahnya, Josh merasa bingung karena harus memberikan alasan apa ketika adiknya tersebut bertanya mengenai kekasihnya. Josh tidak mungkin tega menceritakan semua yang sebenarnya terjadi mengenai Liam pada saat dia pulang ke Korea Selatan nanti apalagi adiknya itu sedang merasa bahagia karena akan merayakan hari ulang tahunnya. Josh tidak mempunyai keberanian jika harus merusak suasana saat pesta ulang tahun adiknya tersebut.


Josh kemudian memutuskan untuk tidur karena dia juga harus mengistirahatkan raga dan fikirannya. Malam pun berganti pagi dan Josh langsung bersiap untuk terbang ke Korea Selatan menemui keluarganya yang berada di sana. Selama diperjalanan Josh selalu memandangi gelang yang dititipkan oleh Mr Robinson untuk Jane dan hatinya merasa sedih karena sahabat sekaligus calon adik iparnya tersebut harus mengalami kejadian seperti itu. Josh berfikir kenapa saat adiknya menemukan seseorang yang menurutnya pantas untuk menjadi pendamping hidup adiknya tersebut mengapa justru diuji dengan hal seperti ini oleh Tuhan Yang Maha Kuasa? bahkan saat menuju hari bahagianya. Josh menghela nafas panjang dan terus - menerus berfikir bagaimana menjelaskan ini semua kepada orang tuanya apalagi kepada adiknya itu. Beberapa jam kemudian Josh telah mendarat di bandara dan segera menuju ke rumahnya untuk menemui orang tuanya. Josh sedikit kecewa kepada dirinya sendiri karena Josh merasa gagal memenuhi janjinya tersebut kepada adiknya. Sesampainya di rumahnya Josh langsung mencari kedua orang tuanya untuk menceritakan semua yang terjadi.


"Kamu sudah pulang Josh?" tanya Mrs Kim sembari menghampiri putra sulungnya tersebut.


"Sudah eomma."


"Kalau begitu beristirahatlah."


"Jane kemana, eomma?"


"Adikmu itu sedang pergi shopping ke mall."


"Kalau begitu bisakah eomma menghubungi appa untuk pulang sekarang juga?"


"Memangnya ada apa, Josh?" tanya Mrs Kim yang merasa curiga mengapa raut wajah Josh berubah lesu setelah pulang dari Indonesia.


"Ada yang ingin aku bicarakan."


"Oh baiklah, kamu mandi terlebih dahulu saja sembari menunggu appa pulang."


"Baik eomma."


Josh kemudian pergi ke kamarnya untuk mandi dan meletakkan barang - barangnya, sedangkan Mrs Kim langsung menghubungi suaminya agar segera pulang ke rumah. Tak butuh waktu lama kemudian Mr Kim bergegas untuk pulang setelah istrinya itu memintanya untuk segera pulang. Sesampainya di rumah Mrs Kim langsung memanggil Josh untuk menemui Mr Kim yang sedang duduk di ruang keluarga sembari melihat diagram data saham perusahaannya melalui tablet. Mr Kim kemudian meletakkan tablet miliknya saat Josh duduk di sampingnya.


"Bagaimana dengan Liam?"


"Itu yang ingin Josh bicarakan dengan appa, sebenarnya...." Josh tidak jadi melanjutkan kata - katanya.


"Sebenarnya apa?" tanya Mr Kim sembari mengusap rambut Josh.


"Sebenarnya sekarang Liam sedang terbaring koma di rumah sakit, appa."


Sontak ucapan Josh membuat Mr Kim merasa terkejut "apa? bagaimana bisa Liam mengalami koma?"

__ADS_1


"Beberapa bulan yang lalu Liam mengalami kecelakaan dan kondisinya sangat kritis hingga membuatnya mengalami koma sampai sekarang."


"Lalu bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Mrs Kim merasa khawatir.


"Sekarang sudah mulai stabil namun Liam masih koma, dan kata dokter mungkin Liam harus menjalani terapi agar bisa berjalan normal."


"Ya Tuhan."


"Tolong rahasiakan ini dari Jane, aku tidak ingin menghancurkan hari bahagianya besok."


"Ah baiklah," ucap Mr Kim sembari memijit dahinya.


"Aku berencana untuk memberitahunya nanti setelah pesta ulang tahunnya."


"Tetapi bagaimana jika adikmu itu terus menanyakan tentang Liam di hari ulang tahunnya?" tanya Mrs Kim bingung.


"Jawab saja jika Liam saat ini sedang sibuk menangani proyek besar agar Jane tidak merasa curiga."


"Baiklah."


"Apa itu?"


Josh lalu mengeluarkan gelang berliontin bulan dari saku bajunya "ini gelang milik Liam, dan dia memintaku untuk memberikannya kepada Jane sebagai ucapan permintaan maaf karena dia tidak bisa menepati janjinya kepada Jane."


Mrs Kim lalu mengambil gelang itu dari tangan Josh dengan mata yang berkaca - kaca "ah Ya Tuhan, kenapa semuanya jadi seperti ini."


"Semuanya sudah kehendak Tuhan hon," ucap Mr Kim mengusap punggung istrinya.


Mrs Kim kemudian mengambil sebuah kotak perhiasan dari kaca dan meletakkan gelang tersebut di dalam kotak itu "biar eomma yang simpan gelang ini untuk sementara."


"Baik eomma."


Setelah menyelesaikan pembicaraan tersebut Mr Kim langsung kembali ke kantornya, sedangkan Josh ikut ke kantor untuk menyibukkan dirinya agar rasa sedihnya berkurang. Keesokan harinya Jane terbangun paling awal dari anggota keluarganya yang lain. Tersimpul senyum manis di bibir merah muda miliknya hingga membuat pipi chubby nya semakin mengembang karena senyumannya. Betapa bahagianya dia karena hari ini adalah hari yang dinanti - nantikan olehnya, yaitu hari ulang tahunnya sekaligus Jane juga akan mengumumkan tentang pertunangannya dengan pujaan hatinya dia pesta ulang tahunnya. Jane kemudian mengirim pesan singkat untuk Liam melalui aplikasi whatssdown, yah walaupun belum tentu Liam langsung membacanya karena sibuk namun Jane tetap mengirimkan pesan kepadanya. Tetapi pagi itu Jane merasa aneh mengapa Liam belum membaca semua pesan yang dia kirimkan dan menjawab teleponnya sejak 4 bulan terakhir ini. Yah mungkin Liam sangat sibuk sehingga tidak sempat membaca pesannya ataupun mengangkat teleponnya, begitu yang dia ucapkan di pagi itu.


"Pagi eomma," ucap Jane saat menghampiri Mrs Kim di dapur.

__ADS_1


"Pagi sayang, happy birthday ya semoga selalu bahagia."


"Terima kasih eomma," ucap Jane sembari mencium pipi Mrs Kim.


"Liam sudah sampai di Korea?"


"Katanya Liam sedang sibuk menangani proyek besar sehingga dia tidak bisa hadir di acara ulang tahunmu."


"Kenapa eomma bisa tau?"


"Kemarin oppa kamu berkata seperti itu saat dia menemui Liam kemarin."


"Oh pantas saja semua pesanku dan teleponnya tidak dibalas, ternyata ini penyebabnya dasar pria pengecut."


Mrs Kim lalu mengusap rambut Jane "hei jangan berkata seperti itu, dia mungkin memang baru sibuk."


"Kenapa dia selalu saja sibuk," ucap Jane sembari memanyunkan bibirnya.


"Sudah jangan cemberut seperti itu, ayo sarapan."


"Yang lain pada kemana?"


"Appa dan oppa sudah pergi ke kantor."


"Kenapa mereka pergi sepagi ini?"


"Ini sudah pukul 8 sayang."


"Sepertinya tadi aku bangun pukul setengah 6."


"Iya kamu memang bangun pukul setengah 6 tetapi kamu sedari tadi main handphone terus."


"Benarkah? aku tidak menyadarinya."


Mrs Kim menggelengkan kepalanya "kamu ini."

__ADS_1


__ADS_2