
Setelah itu mereka berdua makan malam bersama sembari membicarakan tentang harinya tadi di kantor serta mengenai bisnis temannya yang akan dijalankan. Setelah mendengar semua penjelasan Liam, Jane menjadi merasa sangat lega sekali karena semua dugaannya ternyata salah. Untung saja tadi siang Jane bisa menahan dirinya agar tidak bertindak gegabah, dan bisa dengan sabar menunggu Liam pulang sampai rumah terlebih dahulu untuk menanyakannya. Selesai makan malam Jane lalu menemui baby Ace untuk memberinya susu, sedangkan Liam bermain game di kamarnya sembari menunggu Jane yang sedang memberi anaknya susu.
Tiba - tiba saja Jane meminta tolong kepada Liam untuk mengambilkannya sebuah kain karena baby Ace muntah, dan mungkin karena kekenyangan. Dengan cepat Liam langsung mengambil sebuah kain bersih dan memberikannya kepada Jane untuk membersihkan muntahan baby Ace. Setelah itu Liam pergi mengambil baju baby Ace yang baru, sedangkan Jane pergi untuk mengganti bajunya. Liam kemudian mengganti baju baby Ace dan tidak lama kemudian Jane kembali ke kamar.
1 Minggu kemudian saat ini Liam sedang berolahraga di ruangan gym pribadinya. Karena hari ini adalah hari weekend, jadi Liam bisa berolahraga sebentar agar perut six pack yang telah dia buat itu tidak hilang. Saat ini Jane sedang menonton film sembari memakan salad buah buatan suaminya. Hari ini Jane bisa bersantai karena baby Ace masih tertidur nyenyak serta tidak rewel, jadi kedua orang tuanya bisa melakukan aktivitas yang ingin dijalaninya saat hari libur.
30 menit kemudian Liam keluar dari ruangannya dan pergi ke dapur dengan bertelanjang dada untuk mengambil sebuah minuman. Secara tidak sengaja Jane melihatnya, dan dia hanya tersenyum saja saat melihat tubuh kekar suaminya yang terlihat sangat sexy. Sekarang Jane menjadi tidak fokus menonton film karena ada yang lebih menarik dari film yang sedang ditonton olehnya. Ini saatnya Jane mulai mencari gara - gara dengan Liam, dan sudah lama sekali Jane tidak melakukan hal seperti ini kepada Liam.
"Hai Jane," sapa Liam sembari memegang botol minumannya.
"Sudah selesai?" tanya Jane sembari membuka pintu kulkasnya.
Liam menggeleng pelan.
"Belum, masih kurang puas."
"Oh begitu," ucap Jane sibuk mencari sesuatu di kulkas.
Namun tiba - tiba saja Jane menyenggol bagian sensitif Liam.
"Hei hati - hati," ucap Liam memperingatkan Jane.
"Oh sorry."
"Sebenarnya kamu sedang mencari apa?" tanya Liam penasaran.
"Aku sedang mencari sesuatu di sini, akan tetapi aku tidak kunjung menemukannya."
"Apa itu?"
Jane lalu berbalik dan secara sengaja dia menyenggol Liam saat dia sedang minum, hingga membuat minuman tersebut sampai tumpah di badan Liam.
"Upss sorry, sepertinya hari ini aku terus mengacaukan segala hal."
Liam kemudian meletakkan botol minumannya dan langsung menggenggam erat kedua tangan Jane dengan menggunakan salah satu tangannya.
"Sepertinya aku mencium bau - bau yang tidak beres hari ini."
Jane menjadi sangat gugup.
"A-apa itu suamiku?"
__ADS_1
Liam semakin erat menggenggam tangan Jane dan langsung mencium leher Jane.
"Kamu pernah bermain di sebuah drama namun aku akui sekarang kualitas actingmu sangat jelek, dan tidak seperti dulu."
"Saat ini aku sedang tidak beracting apapun."
Liam mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa inchi saja.
"Benarkah? kalau begitu maaf karena ternyata dugaanku salah."
*Smirk.*
"Hu-hubby," ucap Jane semakin gugup.
Liam lalu membalikkan tubuh Jane hingga dia menghadap ke meja mini bar dengan tangannya masih di pegang dengan sangat erat oleh Liam. Namun kali ini tangannya menghadap ke belakang hingga terlihat seperti menangkap sebuah buronan. Liam lalu berbisik di telinga Jane.
"Sudah ku katakan jangan membangunkan sebuah singa yang sedang tertidur jika tidak ingin menanggung akibatnya."
"Jika sudah seperti ini maka apa yang akan kamu lakukan heum?" tanya Jane yang justru semakin berani menantang Liam.
Liam kemudian menepuk pantat Jane dengan sangat keras dengan salah satu tangannya.
*Plak.*
"Tentu saja," ucap Jane penuh percaya diri namun disisi lain hatinya sedang merasa tidak karuan.
"Dasar wanita nakal."
"Bukankah kamu sangat menyukai wanita yang nakal heum?"
"Tidak juga, akan tetapi jika aku dihadapkan oleh seorang wanita yang nakal maka aku justru akan merasa sangat tertantang sekali."
"Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk menghadapi seorang wanita nakal sepertiku?"
Liam lalu melepaskan celananya serta mengeluarkan samurainya yang sudah siap untuk mengeksekusi tawanannya.
"Menyelesaikan apa yang kamu mulai."
Jane kemudian melirik ke belakang dan seketika dia menjadi semakin gugup karena ternyata Liam sedang tidak bercanda.
"Apa kamu gila melakukannya disini?" tanya Jane merasa heran.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?"
"Nanti kalau ada orang yang melihatnya bagaimana?"
"Tenang saja, ini rumah kita jadi tidak ada yang akan mengganggu kita berdua."
Liam kemudian meraih sebuah gagang telepon yang berada di dekatnya dengan salah satu tangannya yang masih menggenggam erat tangan Jane agar dia tidak kabur. Liam ternyata menghubungi Pak Kang dan memintanya untuk menahan siapa saja yang akan datang berkunjung karena dia sedang tidak ingin diganggu. Mendengar hal tersebut Jane semakin merasa bahwa sekarang suaminya itu sudah sangat gila sekali, sampai - sampai dia meronta - ronta agar terlepas dari cengkramannya. Namun setelah beberapa kali mencoba, Jane tetap saja tidak bisa melepaskannya karena genggaman tangan Liam sangatlah erat sekali. Setelah mengakhiri perbincangan di telepon Liam lalu menutup semua jendela dengan remote canggihnya.
"Mari kita mulai hehe," ucap Liam yang sudah bersiap akan melakukan aktivitasnya.
"Tidak bisakah kita menundanya?"
"Maaf, tapi sepertinya naga ku tidak bisa menundanya."
"Hufftt baiklah," ucap Jane mulai pasrah.
Setelah itu Liam memulai aktivitasnya dan Jane langsung menikmati setiap sentuhan sekaligus permainan Liam. Tanpa sadar tiba - tiba saja pakaian Jane sudah tergeletak di lantai bersama dengan celana Liam. 2 jam kemudian Liam sudah mengakhiri aktivitasnya bersama Jane, dan setelah itu Liam menggendongnya menuju ke sofa. Liam lalu menidurkan Jane di atas sofa yang sudah tampak tidak berdaya dan dibuat K.O oleh Liam.
"Hahaha baru 2 jam saja sudah K.O, dasar payah."
"Sialan, 2 jam itu sangat lama sekali dan kamu dengan entengnya berkata hanya 2 jam?"
"Sebenarnya aku ingin menambah durasi, akan tetapi aku merasa kasihan denganmu yang sudah sangat lemas sekali."
Jane lalu memukul tangan Liam.
"Suami sialan!!" pekik Jane.
Liam lalu memeluk Jane dan memgusap punggungnya.
"Sstt sabar, bukankah ini konsekuensinya telah mengganggu singa yang sedang tidur?"
"Aku sangat lelah."
"Kalau begitu tidurlah sebentar, dan aku akan mengambilkan kamu selimut."
"Okay."
Liam kemudian mengambilkan Jane sebuah selimut untuk menutupi tubuh polosnya itu, dan setelah itu dia tertidur di pelukan Liam.
"Terima kasih sudah memberikan aku pengalaman yang menakjubkan hehe."
__ADS_1
"Hmm."