Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #161


__ADS_3

Jane kemudian memanggil Pak Kang dan langsung masuk ke dalam mobil untuk kembali ke tempat syutingnya. Selesai syuting Jane lalu pulang rumahnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Dia merasa kesal sekali dengan ucapan salah satu temannya tersebut mengenai Liam, yah walaupun misalnya bukan mengenai Liam pun tetapi menurut Jane itu sangatlah tidak pantas untuk dibicarakan. Hanya manusia bermulut kotorlah yang selalu tega membicarakan kelemahan atau kekurangan orang lain. Jane kemudian ketiduran sampai larut malam, dan saat pukul 8 malam dia tiba - tiba terbangun dari tidurnya. Jane lalu teringat jika dia belum mandi sejak tadi sore, dan dia langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Jane memutar kran bathtub dan menyalakan lilin aroma therapi. Setelah itu Jane mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu, dan berendam di dalam bathtub. Di kamar mandi itu terasa hening sekali hingga membuat Jane merasa sedikit merinding.


Niat awal merelaksasi diri sendiri kemudian berubah seperti suasana film horror ketika detik - detik sang pemeran utama kakinya ditarik oleh hantu yang bersembunyi di dalam air bathtub yang penuh busa. Karena tidak ingin mendapatkan adegan yang seperti itu Jane kemudian meraih handphone miliknya dan setelah itu memutar musik kesukaannya, walaupun suaranya tidak terlalu keras setidaknya itu bisa mengusir keheningan yang tercipta di kamar mandi pada malam hari. Jane kembali memejamkan matanya dan membayangkan suasana romantis seperti di adegan film - film romansa namun tiba - tiba bayangannya itu dihancurkan oleh sebuah kenyataan jika pria yang saat ini menempati hatinya itu sangatlah kaku dan mungkin saja tidak pandai bercinta. Difikiran pria itu yang ada hanyalah mengenai vidio game dan teknik memainkan skateboard, bahkan dia saja sedikit gaptek mengenai media sosial.


Selesai berendam Jane kemudian membilas tubuhnya di bawah shower dan setelah itu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidurnya. Keesokan harinya saat Mrs Kim sedang menyiram tanamannya dihalaman tiba - tiba dikejutkan oleh sebuah mobil yang memasuki halaman rumahnya. Seseorang itu kemudian keluar dari dalam mobil dan menghampiri Mrs Kim. Seorang pria yang bertubuh tinggi dan kekar itu menyapa Mrs Kim dengan sangat ramah dan dia meminta dipertemukan oleh Mr Kim. Mrs Kim lalu mempersilahkannya masuk ke dalam rumahnya, dan dia langsung memanggil suaminya yang sedang bersantai menonton televisi karena hari itu adalah hari Sabtu.


"Niat awal saya datang kemari adalah untuk meminta restu kepada anda karena saya ingin melamar putri bungsu anda."


"Memangnya kamu sudah siap menjalani kehidupan rumah tangga dengan putriku?" tanya Mr Kim dengan wajah yang serius.


"Saya sudah siap untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan putri anda."


"Sudah siap secara apa? jangan tersinggung dengan ucapanku karena aku ingin suatu saat jika kalian sudah menikah nanti kamu bisa hidup mandiri dan tidak bergantung dengan kedua orang tuamu apalagi oleh daddymu."


"Saya sudah siap secara mental dan ekonomi karena saya juga mempunyai sedikit tabungan yang saya kumpulkan dari saat saya mulai bekerja, om."


"Cukup meyakinkan," ucap Mr Kim menganggukkan kepalanya.


"Ini silahkan diminum," ucap Mrs Kim sembari tersenyum ramah.


"Terima kasih, tante."


"Oh ya bagaimana dengan rumahmu waktu itu?"


"Oh rumah saya sedang mengalami sedikit renovasi karena sudah lama tidak ditempati."


"Jadi setelah menikah nanti kamu ingin membawa putri saya tinggal dimana? dirumahmu atau dirumah orang tuamu?"


"Mungkin saya akan membawa putri anda untuk tinggal sementara di rumah orang tua saya lalu saya akan mengajaknya untuk tinggal di rumah pribadi saya."


"Kenapa begitu?"


"Untuk beristirahat sebentar sembari mulai menyusun rencana di masa depan."

__ADS_1


"Apa kamu tidak keberatan dengan pekerjaan Jane sebagai model? atau kamu memintanya untuk berhenti menjadi model setelah dia menikah denganmu?"


"Saya akan tetap mendukungnya untuk menjadi model karena saya tau jika dia sangat mencintai pekerjaannya itu."


Mr Kim menghela nafasnya dan meminta istrinya untuk mengikutinya ke dapur karena dia ingin berdiskusi dengan istrinya.


"Menurutmu bagaimana?" tanya Mr Kim.


"Aku sih setuju saja jika dia ingin menikahi Jane karena menurutku dia itu pria yang baik."


Mr Kim kemudian kembali menemuinya di ruang tamu "baiklah aku akan merestuimu untuk menikahi putri kesayanganku, tetapi dengan satu syarat."


"Apa itu om?"


"Berjanjilah kepadaku dan istriku jika kamu akan berusaha menjaganya segenap jiwa ragamu dan jangan menyusahkannya."


Pria bertubuh kekar tersebut tersenyum lebar "saya berjanji akan selalu menjaganya dan membuatnya bahagia."


"Baiklah. Oh ya beristirahatlah disini saja karena aku tau kamu pasti lelah setelah mengalami penerbangan panjang."


"Kamu ingin saya membatalkan restuku untukmu? ikuti saja perintahku!"


"Ba-baik om, oh ya ini ada buah tangan dari saya untuk anda mohon diterima."


"Terima kasih."


Mrs Kim lalu meminta ahjumma yang bekerja di rumahnya untuk membersihkan kamar tamu karena akan ditempati oleh calon menantunya, sedangkan Mr Kim kembali berbincang ringan dengan tamunya sembari menunggu ahjumma itu selesai membersihkan kamar tamunya. Setelah semuanya bersih Mrs Kim lalu mempersilahkan dia untuk beristirahat sebentar sembari menunggu Jane pulang. Mr Kim lalu menghubungi putrinya tersebut agar dia segera pulang karena calon suaminya ingin segera bertemu dengannya. Jane yang saat itu sedang berkumpul bersama dengan teman - temannya kemudian dia membereskan barang - barangnya. Melihat ekspresi Jane yang berubah Irene memutuskan untuk bertanya kepada Jane mengapa Mr Kim menghubunginya.


"Appa kamu kenapa?"


"Tidak tau, dia hanya memintaku untuk pulang karena katanya calon suamiku ingin bertemu denganku."


"Ha? calon suami?" ucap teman - teman Jane secara serentak.

__ADS_1


"Iya, entah dengan siapa lagi aku dijodohkan olehnya."


"Sudahlah temui saja siapa tau cocok."


"Kan kamu tau jika saat ini hanya Liam yang menempati hatiku."


"Iya aku tau, tetapi sampai kapan kamu akan menunggunya untuk datang melamarmu?"


"Aku tidak tau, tetapi tidak salah kan jika aku terus berharap kepadanya?"


"Iya tidak salah, tetapi kamu juga harus tetap melanjutkan hidupmu."


"Iya benar apa kata Irene, hidup itu terus berlanjut dan kamu tidak bisa terus terpaku dengan satu orang saja."


Jane menghela nafasnya "baiklah, aku akan mencobanya."


"Nah begitu dong," ucap Irene dengan senyum sumringahnya.


"Kamu ini selalu saja begitu," ucap Jane sembari memutar bola matanya malas.


"Sebagai sahabatmu, aku ini hanya ingin yang terbaik untukmu Jane."


"Kenapa semua orang berbicara seperti itu?"


"Ya karena semua orang yang berbicara seperti itu memang aslinya sayang sekali denganmu, tetapi kamunya aja yang kadang salah sangka."


"Iya nih kapan kamu sadar jika kita ini sebenarnya sayang kepadamu?"


"Kalau sayang kenapa kamu kemarin berbicara seperti itu?" tanya Jane dengan tegas.


"Maafkan aku, kadang mulutku ini tidak ada rem nya hehe."


"Kebiasaan."

__ADS_1


"Sudah sana temui calon suamimu!"


"Iya."


__ADS_2