Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #119


__ADS_3

Teman - teman Liam hanya diam sembari memperhatikan tingkah Liam dan calon kakak iparnya, alias Josh (upss hahaha). Setelah itu Liam meminum es boba tea yang tadi dia beli bersama Rosie sembari menekan tombol untuk masuk ke dalam game, sedangkan teman - temannya juga ikut masuk ke dalam game dan mereka berlima bermain game bersama. Lalu mereka semua terhanyut ke dalam dunia game online, dan tanpa sadar tiba - tiba turun hujan dengan disertai angin di daerah tersebut. Mereka berlima sangat asyik bermain game sembari ada yang tiduran, ada yang memakan camilan, dan ada juga yang sembari berteriak - teriak untuk mengarahkan anggota satu timnya. Sekitar 45 menit kemudian mereka semua berhenti sejenak untuk beristirahat, dan kemudian mereka semua mulai berbincang satu sama lainnya membahas tentang banyak hal termasuk Liam yang membicarakan tentang buku komik yang baru saja dia beli tadi siang. Semua teman - temannya lalu mendengarkan Liam dengan saksama saat Liam mulai menceritakan spoiler salah satu judul buku komik miliknya. Di dalam buku komik tersebut menceritakan tentang kisah percintaan antara putra dewa bulan yang bernama Ace dengan seorang manusia biasa yang bernama Ruby.


Menurut Liam kisah itu sangat menarik apalagi tentang bagaimana Ace berusaha meyakinkan orang tuanya agar dia bisa pergi ke bumi untuk menemui pujaan hatinya, yaitu Ruby dan bagaimana perjuangan Ace untuk mendapatkan hati Ruby yang sedingin batu. Setelah menceritakan isi dari buku komik miliknya kemudian Liam menyeruput es boba tea miliknya dan setelah itu dia memakan camilan milik Chicko. Tiba - tiba saja hujan mulai turun semakin deras dengan angin yang sangat kencang dan ditambah dengan petir yang bergemuruh di langit hingga membuat mereka takut untuk memainkan handphone milik mereka masing - masing. Mereka lalu memilih untuk kembali melanjutkan perbincangan dan sekarang mereka memilih untuk membicarakan tentang sepak bola piala dunia beserta tim yang masing - masing mereka dukung. Lalu petugas PLN memilih untuk mematikan aliran listrik untuk sementara karena banyaknya petir yang menyambar hingga angin yang bertiup semakin kencang. Mereka berlima lalu mengambil handphone milik mereka masing - masing dan menghidupkan lampu senter yang berada di handphone mereka untuk membantu Chicko mencari lilin. Setelah mendapatkan lilin dan menyalakannya mereka lalu duduk berjajar seperti sedang ingin memulai ritual pesugihan (hahaha bercanda).


"Kenapa kita tidak melakukan ritual pesugihan saja," ucap Dio bercanda.


"Bagaimana kalau kita melakukan ritual babi ngepet?" tanya Chicko menambahkan.


Liam kemudian berbaring "ya sudah silahkan saja, biar Dio saja yang menjadi babi nya sedangkan kita menjaga lilin disini."


Ricko kemudian mengejek Dio "walaupun tidak menjadi babi ngepet, tetapi perilakunya sudah seperti babi."


Semua orang lantas tertawa bersama terkecuali Dio yang memperlihatkan ekspresi marah lalu dia memukul punggung Ricko dengan sangat keras hingga suara pukulannya terdengar nyaring. "Dasar keterlaluan," ucap Dio sembari memakan camilan.


Ricko lalu merangkul bahu Dio "maaf ya, aku hanya bercanda saja."


"Iya," ucap Dio singkat.


"Walaupun niatnya hanya bercanda tetapi sebenarnya ucapan Ricko ada henarnya juga," ucap Chicko sembari merangkul Dio.


Dio kemudian melepaskan rangkulan Chicko "dasar kalian semua pria brengsek."


Josh lalu menengahi perdebatan mereka "sudah hentikanlah!"


"Oh ya ngomong - ngomong bagaimana dengan pacarmu Li?" tanya Dio secara spontan.


Seketika Liam merasa terkejut dengan pertanyaan Dio "ah itu, semuanya baik hehe."

__ADS_1


"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengannya?" tanya Chicko menambahkan.


"Belum lama," ucap Liam yang sedikit kebingungan menjawab pertanyaan dari teman - temannya.


"Sudah cukup! jangan menghujani Liam dengan pertanyaan - pertanyaan mengenai kekasihnya karena Liam mungkin masih sedikit canggung untuk menceritakannya," ucap Ricko yang berusaha untuk menyelamatkan Liam dari pertanyaan mereka berdua.


"Iya benar, lagipula kenapa kalian merasa penasaran sekali dengan kisah percintaan teman kalian hingga menghujaninya dengan berbagai pertanyaan yang membuatnya merasa sedikit tidak nyaman."


Ricko kembali menambahkan "benar, lagipula kalau sudah menemukan waktu yang tepat pasti Liam juga akan memperkenalkannya kepada kita semua."


"Maaf ya Liam," ucap Chicko dan Dio secara serempak.


Liam tersenyum "iya tidak apa - apa, santai saja."


"Oh ya, bagaimana dengan adikmu Josh?" tanya Chicko.


"Oh begitu rupanya, syukurlah."


Liam kemudian bangkit dari tidurnya sembari menggebrak lantai hingga menbuat semua teman - temannya merasa terkejut "aku harus bagaimana?"


"Maksudnya?" tanya Dio yang juga kebingungan apa maksud Liam.


"Aku akan langsung ngomong ke intinya saja walaupun ada Josh disini, tetapi tidak apa - apa."


"Cepat katakan bodoh!" teriak Chicko yang merasa tidak sabar mendengar cerita Liam.


"Sebenarnya entah aku digantung olehnya atau malah terjebak dalam friendzone denganya aku tidak tau."

__ADS_1


"Memangnya kamu sudah menyatakan cinta kepadanya?" tanya Dio.


"Bukan hanya menyatakan cinta, namun aku sudah mengajaknya untuk menikah denganku."


"Lalu jawabannya apa?" tanya Ricko merasa penasaran.


"Dia seperti terus menghindar dengan alasan tunggu waktu yang tepat dan belum siap untuk menikah, namun dia berkata jika dia akan menjawabnya ketika aku hadir di hari ulang tahunnya."


"Sungguh sangat berani sekali kamu mengajaknya untuk langsung menikah," ucap Josh dengan tatapan menyeramkan.


Tanpa sadar Liam lalu melihat ke arah jendela untuk menjawab ucapan Josh, namun tiba - tiba saja ada sesosok wajah yang mengamati mereka dari jendela tersebut hingga membuat mereka berteriak dengan sangat kencang. Liam dan Ricko saling memeluk dengan sangat erat, sedangkan teman - temannya yang lain memilih untuk menutup matanya menggunakan bantal, selimut, maupun guling. Chicko kemudian membuka matanya untuk memastikan apakah masih ada hantu itu atau tidak, dan setelah tidak ada kemudian mereka bertiga memperhatikan Liam yang berpelukan dengan Ricko. Setelah mengetahui jika teman - temannya sedang memperhatikan tingkah mereka berdua lalu mereka berdua melepaskan pelukannya satu sama lain dan bergegas keluar kamar kost Chicko untuk pulang walaupun masih hujan deras. Mereka semua lari terbirit - birit sembari menenteng sepatu maupun sandal yang tadi mereka pakai, sedangkan Chicko ikut lari keluar untuk pulang ke rumah utamanya. Liam yang menjadi urutan terakhir lomba marathon lari dari kejaran hantu kemudian dia memilih untuk berhenti sejenak di tangga sembari menghela nafasnya, lalu saat melihat ke arah belakang tiba - tiba ada yang menuruni tangga mengejarnya dengan mengenakan pakaian serba putih. Liam kemudian kembali lari untuk pulang ke rumahnya.


"Mas - masnya itu kenapa ya? sepertinya tidak terjadi hal yang gawat atau bencana alam tetapi kenapa semuanya berlari seperti itu?" ucap ibu kost yang sedang berpatroli memeriksa keadaan kost dengan menggunakan mukena putih. Ternyata yang mereka semua lihat tadi hingga mengira hantu adalah ibu kost yang sejak tadi mendengar keributan di kamar Chicko.


sesampainya di rumah kemudian Liam berlari ke kamar Rosie dan masuk ke dalam selimutnya. Rosie yang terbangun lalu bertanya "kamu kenapa menggangguku tidurku lagi sih?"


"Tadi aku melihat hantu, jadi aku akan tidur bersamamu malam ini."


"Mungkin kamu sedang mengigau."


"Aku tidak bohong."


"Ya sudah terserah kamu saja."


Liam lalu memeluk Rosie dengan sangat erat "aku takut sekali."


"Dasar anak ini, lebih baik kamu tidur saja."

__ADS_1


"Ide yang bagus."


__ADS_2