Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #443


__ADS_3

Selesai makan siang, Liam kemudian menyempatkan dirinya untuk mencuci piring dan setelah selesai barulah dia pergi ke cafe untuk mempersiapkan acara grand opening cafe miliknya. Liam mengajak keempat sahabatnya untuk turut andil dalam mempersiapkan segala sesuatunya, dan saat ini dia sedang mengendarai motornya menuju ke cafe. Jalanan terlihat sangat ramai dan macet karena ini adalah hari Minggu, jadi banyak orang yang bepergian bersama keluarga atau teman untuk liburan bersama. Sekitar 30 menit kemudian Liam sudah sampai di cafe, dan disana sudah ada teman - temannya yang sudah menunggu kedatangan Liam.


Untuk karyawan cafenya nanti, Liam mengajak teman - teman perkumpulan geng motornya untuk bekerja di cafenya jika ada yang berminat. Sedari awal pembangunan cafe itu memang Liam mempunyai niatan untuk menciptakan lapangan kerja bagi teman - teman geng motornya (yang sekarang sudah tobat). Setiap kali Liam merasa iba melihat ataupun mendengar mereka mengeluh mengenai masalah ekonomi, jadi itulah niat awal mengapa Liam sangat ingin membangun cafe miliknya sendiri.


Yupss sebenarnya Liam mempunyai geng motor sendiri yang beranggotakan lebih dari 60 orang yang terbagi dalam 3 kelompok. Mereka jarang muncul di cerita ini karena anggotanya sangat banyak dan author malas memunculkannya. Awalnya Liam hanya bertiga saja namun karena mendengar ada beberapa geng motor yang meresahkan lingkungan sekitar, akhirnya Liam berniat untuk memeranginya dan menjadikannya sebagai anak buahnya jika mereka kalah ataupun ketuanya kalah.


3 kelompok itu dahulu berasal dari kelompok yang berbeda - beda namun untuk mempermudah kepengurusannya, Liam membuat mereka menjadi 3 kelompok yang masing - masing kelompok beranggotakan sekitar 20 orang. Kepengurusan inti masih berada di tangan Liam dan ketiga sahabatnya. Basecamp mereka berada di sebuah bangunan yang berkedok bengkel motor, dan bengkel motornya juga masih aktif untuk orang awam.


"Sorry guys, tadi macet di jalan hehe."


"Macet atau ada hal lain dulu heum?" tanya Dio menggoda Liam.


"Ck tadi macet dijalan dan sebelum itu aku membantu Jane mengurus rumah terlebih dahulu," ucap Liam menjelaskan.


"Oh begitu, wah suami yang siaga hahaha."


"Ya sudah ayo masuk."


"Baiklah."


Liam lalu membuka kuncinya namun dia terlihat sangat kesulitan saat membukanya.


"Eh ini caranya bagaimana sih membukanya?" tanya Liam bingung.


Dio lalu maju dan membantu Liam membuka pintu rollingdoor dengan sangat mudah.


"Begini caranya, begitu saja tidak bisa!"


"Hehe ya maaf, aku tidak mempunyai pintu seperti ini karena selalu memakai smartdoor yang tinggal sekali klik."


"Makanya punya warung," ucap Dio mengejek Liam.


"Halah sok - sok an begitu padahal diminta untuk jaga warung oleh ibunya saja malah ditinggal main game," ucap Chicko mengejek Dio.


"Kan kamu tidak tahu yang sebenarnya bagaimana, kalau tidak kamu lihat aku sangat rajin menjaga warung hahaha."


"Ssstt sudah jangan ribut!" ucap Ricko melerai mereka berdua.


"Wah keren sekali cafe milikmu," ucap Dio yang merasa sangat terkagum dengan design interior cafe Liam.


"Terima kasih."

__ADS_1


"Liam ini sedari awal mendesign semuanya sendiri," ucap Josh memuji Liam.


"Keren sekali."


"Pantas saja keren, Liam itu orangnya sangat mendetail jika melakukan apapun."


"Benar Ric, Liam dari dulu memang selalu memperhatikan sampai ke detail bahkan sampai lubang semut sekalipun."


"Ayolah kita mulai membereskan semua ini agar lebih cepat selesai!" ajak Dio.


"Siapp!!" ucap mereka serempak.


"Kita membereskan ini semua sembari menunggu truck pesananku datang."


"Memangnya kamu pesan apa?" tanya Ricko.


"Pesan beberapa furniture dan perlengkapan untuk cafe."


"Oh begitu."


Mereka semua langsung berbagi tugas dan mulai mengerjakan tugasnya masing - masing agar cepat selesai. Teman - teman Liam memang sangat solid dan suka membantu sesama, jadi meskipun belum diajak oleh Liam namun mereka semua langsung mengajukan diri untuk membantu Liam. Tidak lama kemudian datanglah segerombolan orang ke cafe Liam.


"Mereka yang mengajukan diri untuk membantuku setelah aku memberitahu mereka bahwa aku akan membuka cafeku."


"Oh begitu, berarti memang mereka sudah bertobat membuat onar rupanya."


"Iya, syukurlah begitu."


"Semua ini berkat kamu Liam, andai saja dahulu kamu tidak berperang dengan mereka pasti mereka tidak akan berubah seperti ini dan akan selalu berbuat onar."


"Ini juga berkat kalian semua yang selalu membantuku."


"Mereka siapa?" tanya Josh yang sedikit ketakutan melihat mereka.


"Teman - teman kami berempat," jawab Liam.


"Hai Liam, maaf kami terlambat."


"Santai saja Shiro, kami juga baru memulainya."


"Oh begitu, mmm apa yang bisa kami bantu?"

__ADS_1


"Tolong kamu bisa memasang banner di depan tidak? ajak yang lainnya jika tidak bisa sendiri."


"Siapp, lampu itu juga dipasang di depan?"


"Iya, aturlah sesukamu yang menurutmu cocok."


"Siapp boss!!"


Shiro lalu memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membantunya dan yang lainnya masih bingung karena Shiro bukan ketua mereka.


"Liam, bagaimana dengan kami? ketua kami sedang berhalangan hadir."


"Kami juga Liam, ketua kami sedang berada di luar kota."


"Kalian ikut Shiro saja untuk sementara."


"Baik Liam."


Mereka langsung ikut dengan Shiro, dan pada saat itu Josh merasa bingung karena kedatangan anak - anak geng motor apalagi mereka memperlakukan Liam seperti seorang panglima tempurnya. Tidak lama kemudian sebuah truck datang dan Liam langsung memerintahkan beberapa anak buahnya untuk meminggirkan motornya sebentar agar pintu bak bisa langsung menghadap pintu utama. Mereka semua lalu memindahkannya, dan dua orang lainnya memberi aba - aba agar truck itu bisa berjalan mundur untuk memposisikan seperti yang diminta oleh Liam.


Setelah pintunya dibuka, mereka semua langsung bergotong - royong untuk menurunkan serta menata beberapa furniture itu sesuai dengan arahan Liam dan Ricko. Suasana di cafe tersebut sangat ramai dan sangat kompak karena mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugasnya masing - masing. Saat hampir jam makan siang, ternyata Liam sudah memesan beberapa menu di restaurant milik keluarganya. Mobil restaurant tersebut sudah datang dan kemudian menurunkan beberapa nasi box untuk mereka semua. Mereka kemudian makan dengan duduk di lantai sembari berbincang satu sama lain untuk semakin mempererat hubungan pertemanan mereka.


"Wah jadi anda ini merupakan kakak iparnya ketua yang berasal dari Korea Selatan?" tanya salah satu anak buah Liam.


"Benar."


"Anda sangat tampan, dan apakah benar disana semua pria sangat tampan seperti yang diperlihatkan di televisi?"


"Ya tidak semua sih, sama seperti disini ada yang tampan dan ada yang tidak terlalu tampan. Namun tampan atau tidaknya itu relatif sih, benar kan?"


"Iya benar, kadang menurut beberapa orang pria bertubuh pendek itu jelek namun ada juga yang menyukainya karena dinilai sangat menggemaskan."


"Benar."


"Aku tidak menyangka bahwa ketua akan menikah juga, padahal dahulu ketua selalu berkata bahwa dia tidak ingin menikah."


"Oh begitu, tetapi sekarang ketuamu itu sudah mempunyai anak laki - laki."


"Iya tapi kami semua belum sempat mengunjunginya karena sibuk."


"Oh."

__ADS_1


__ADS_2