Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #169


__ADS_3

Saat tengah asyik berbincang ria dengan keluarga calon suaminya tiba - tiba Jane mendapatkan telepon dari managernya yang memintanya untuk datang ke gedung melakukan photoshoot. Setelah menutup telepon Jane kemudian berpamitan kepada keluarga calon suaminya tersebut dan dia langsung pergi ke gedung studio bersama dengan Pak Kang. Sesampainya di gedung studio Jane langsung mengganti bajunya dan wajahnya di rias dengan sangat cantik seperti biasanya. Saat sedang merias wajah Jane seorang staff menyadari bahwa Jane memakai cincin yang sangat berbeda dari biasanya. Staff tersebut ingin menanyakannya karena merasa penasaran namun dia tidak berani menanyakannya karena dia takut jika dituduh sebagai orang yang sibuk mengurusi urusan orang lain. Staff itu kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Disisi lain Liam yang sedang bermain game diruang tengah kemudian di telepon oleh Josh yang memberitahukan bahwa saat ini idola Liam sedang berada di gedung entertaiment dan saat ini dia memiliki waktu senggang sehingga dia hanya bermain saja di gedung entertaiment milik keluarga Kim. Josh mengetahui idola Liam karena dahulu Liam pernah menanyakan tentangnya setelah Liam mengetahui bahwa ternyata idolanya merupakan artis dari agensi Josh. Idola Liam merupakan seorang wanita yang berprofesi sebagai penyanyi solo dan juga seorang aktris yang membintangi berbagai judul drama. Awal mula Liam mengidolakannya karena secara tidak sengaja Liam menonton sebuah drakor yang menceritakan tentang hotel hantu dan wanita itu bermain sebagai pengelola hotel tersebut, pasti kalian juga sudah tau judulnya itu apa hehe. Wanita itu memiliki nama panggung yang terdiri dari dua huruf saja.


Selesai menerima telepon dari Josh, Liam langsung merapikan rambutnya dan meminta bodyguard pribadinya untuk mengantarkannya ke gedung entertaiment milik keluarga Kim. Saat berada di tengah perjalanan tiba - tiba terbesit di fikiran Liam bahwa Liam ingin memberikannya sebuah kue atau chocolate untuknya. Liam kemudian meminta bodyguard untuk pergi ke toko kue terdekat karena dia akan membeli sebuah kue yang sangat lezat. Liam kemudian memilih beberapa kue serta chocolate untuknya dan setelah itu dia kembali melanjutkan perjalanannya ke gedung milik keluarga Kim. Sesampainya di sana Liam langsung mencari lokasi yang tadi diberitahukan oleh Josh, yaitu sebuah cafetaria di dalam gedung tersebut. Liam langsung terpesona dengan idolanya itu karena aslinya dia lebih cantik daripada yang ada di foto. Liam sampai tidak bisa berkata - kata dan hanya memperlihatkan senyum terbaiknya saat idolanya tersebut menjabat tangannya.


"Oh ini ada kue dan chocolate untukmu," ucap Liam sembari menyodorkan sebuah bingkisan untuknya.


"Terima kasih," ucapnya sembari tersenyum manis.


"Dia ini Liam sahabatku yang berasal dari Australia - Indonesia dan dia merupakan fans mu," ucap Josh memperkenalkan Liam.


"Woah menarik dan dia juga tampan sepertimu."


Liam langsung tersipu malu "terima kasih."


"Karena aku tahu bahwa kamu sudah selesai masa promosi album terbarumu dan dia juga sedang berada di Korea, jadi aku memanggil dia untuk datang kemari dan berbincang sedikit dengamu."


"Oh begitu, senang bertemu denganmu."


"Senang bertemu dengan denganmu juga hehe."


"Kamu bisa bermain billiard?" tanyanya secara tiba - tiba.


"Aku sangat jago bermain billiard," ucap Liam dengan percaya diri yang tinggi.


"Kalau begitu ayo temani aku bermain."


"Oke siap."


"Bagaimana? kamu menyukainya?" tanya Josh sembari berbisik.


"Tentu saja, aslinya dia sangat cantik dan ramah."


Saat mereka melewati sebuah studio Josh tidak sengaja melihat Jane yang sedang melakukan photoshoot di studio tersebut. Sebelumnya Josh tidak mengetahui bahwa adiknya itu ada jadwal pemotretan, jadi Josh harus memastikan bahwa Liam tidak akan melakukan hal - hal yang tidak terduga dengan idolanya karena jika Jane melihatnya dia bisa dimarahi oleh adiknya tersebut. Liam kemudian memulai pukulam pertamanya dan Liam langsung menunjukkan skill terbaiknya dalam bermain billiard untuk menarik perhatian idolanya tersebut. Melihat bahwa IY merasa sedikit risih dengan rambutnya tersebut Liam langsung memberikan kode untuk mengikat rambutnya.

__ADS_1


"Ikat saja rambutmu jika itu membuatmu kesulitan."


"Oh baiklah, tolong pegangkan tongkatku ini sebentar."


"Baik," ucap Liam mengambil cue billiard dari tangan IY.


"Kamu bisa mengikatkan rambutku?" tanyanya kepada Liam.


"Bisa, kenapa memangnya?"


Dia lalu mengambil semua cue billiard dari tangan Liam "kalau begitu tolong ikatkan rambutku."


"Memangnya tidak apa - apa?" tanya Liam merasa tidak percaya dengan kejadian barusan.


"It's okay."


Liam kemudian mengikatkan rambutnya dan kejadian itu membuat Josh merasa terkejut karena kecolongan "eh kalian berdua sedang apa?"


"Oh aku hanya mengikatkan rambutnya saja," ucap Liam dengan santainya.


"Oh begitu rupanya. Bisa habis kamu Li jika Jane mengetahuinya," gumam Josh di dalam hati."


"Kamu sangat pandai mengikat rambut."


"Oh itu karena dahulu aku memiliki rambut panjang dan sering mengikatnya."


"Kenapa sekarang justru dipotong?"


"Karena permintaan seseorang dan katanya aku harus tampil lebih rapi tanpa rambut gondrong maupun kumis."


"Oh begitu."


Jane yang sedang berjalan didekat ruangan billiard kemudian dihampiri seorang pria yang merupakan dancer dan teman dekatnya "sedang ada pemotretan Jane?"


"Iya."

__ADS_1


Jane sangat akrab sekali dengannya dan Liam juga mengetahui interaksi antara Jane dengan seorang pria tersebut yang sangat akrab. Sepertinya Jane dengan sengaja membuat Liam cemburu karena dia ingin balas dendam dengannya karena Liam juga membuatnya cemburu namun Liam merasa cuek saja. Sekitar 30 menit kemudian saat hari sudah menjelang sore Liam berpamitan kepada idolanya tersebut dan dia pulang ke rumah pribadi Jane untuk melepaskan rasa lelahnya. Akhir - akhir ini Liam lebih cepat merasa lelah dan Liam memutuskan untuk mandi lalu dia bisa tertidur dengan tenang. Selesai mandi Liam kemudian menyalakan televisi dan tidak lama kemudian dia tertidur. Jane yang baru saja pulang ke rumahnya dia kemudian pergi ke kamarnya dan berharap Liam berada di sana karena dia ingin mencubit - cubit wajahnya yang sok kegantengan itu, eh memang ganteng.


"Ah aku fikir dia berada di kamar ini. Awas saja jika aku bertemu denganmu maka aku akan mencubit -cubit wajahmu sampai menjadi tempe."


Jane kemudian mencari Liam di kamar sebelah dan benar saja Liam sedang tertidur disana. Jane kemudian membuka handphone Liam dan mendapati bahwa ternyata Liam menggunakan fotonya sebagai wallpaper handphonenya, Jane langsung tidak jadi mencubit - cubit wajahnya dan hanya mencubit pipinya pelan.


"Nggg."


"Ku kira kamu pulang ke villa milik keluargamu."


Liam kemudian bangun dengan matanya yang masih terpejam lalu meminta gendong di pangkuan Jane seperti seorang anak kecil.


"Aku lelah."


"Kalau begitu kembalilah tidur."


"Kakiku sakit, kebanyakan gerak."


"Mau ke dokter?" tanya Jane sembari menciumi rambut Liam.


"Tidak, nanti pasti sembuh sendiri."


"Baiklah, kamu habis mandi?"


"Iya, kenapa memangnya?"


"Pantas saja baunya harum."


Liam kemudian ******* bibir bawah Jane sebentar dan memeluk tubuh Jane "mmmm strawberry."


"Mau lagi?"


"Nanti saja," ucap Liam dan kemudian dia menyelipkan kepalanya di leher Jane.


"Baiklah sayang."

__ADS_1


__ADS_2