Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #193


__ADS_3

Mereka berdua lalu masuk ke dalam private jet milik Liam dan sesampainya di dalam private jet tersebut, mereka berdua lalu disambut oleh tiga pramugari yang memiliki paras sexy. Jane merasa sebal melihat ketiga pramugari itu, dan juga saat para pramugari itu berusaha untuk menggoda suaminya. Jane terus memeluk lengan suaminya agar dia tidak dimangsa oleh para pramugari yang centil itu. Sebenarnya Liam hanya diam dan tidak menanggapi mereka namun Jane harus tetap waspada untuk menjaga Liam. Tidak lama kemudian Liam meminta segelas wine kepada salah satu pramugari itu, dan dengan cepat pramugari itu menuangkan segelas wine di gelas milik Liam. Bukannya langsung pergi setelah menuangkan wine, justru pramugari itu malah menyentuh atau menoel - noel lengan Liam yang berotot dan terlihat sexy.


Hal itu membuat Jane semakin merasal kesal dengannya dan langsung mengusirnya pergi dari hadapannya. Melihat istrinya yang cemberut, Liam lalu memeluknya dari samping dan mencium pipinya agar istrinya itu tidak cemberut lagi. Liam juga bercerita kepada Jane bahwa dari dulu mereka bertiga suka berbuat seperti itu kepada Liam namun Liam merasa cuek dan tidak menanggapinya sama sekali, justru terkadang tingkah mereka bertiga yang selalu berebut untuk mendapatkan perhatian darinya menjadi hiburan tersendiri bagi Liam. Jane juga berfikir mungkin saja aura Liam yang berkharisma serta aura tuan muda yang terpancar darinya itu membuat mereka bertiga menjadi tergila - gila kepadanya. Liam kemudian mengeluarkan buku gambarnya dan berniat menggambar sebuah sketsa wajah dari istrinya itu untuk mengusir rasa bosan.


Eh tiba - tiba saja pramugari centil itu datang menghampiri Liam dan dengan nada centilnya itu meminta Liam untuk menggambarnya saat Liam sedang sibuk menggambar istrinya. Tentu saja hal tersebut membuat Jane semakin geram kepada mereka bertiga dan rasanya seperti ingin melempar keluar mereka bertiga dari dalam private jet tersebut. Liam lalu menolaknya secara halus dan memerintahkan mereka bertiga untuk kembali ke tempatnya masing - masing, dan mereka langsung menaati perintah Liam. Perjalanan itu akan berlangsung sekitar 15-16 jam, dan beberapa jam kemudian Jane merasa mengantuk sekali. Jane lalu bersiap untuk tidur, dan diikuti oleh Liam yang juga ingin tidur dengan memeluk Jane. Saat private jet mereka sudah mendarat ke Paris, Liam dan Jane langsung pergi ke hotel bintang 5 yang sebelumnya sudah Liam booking. Setelah konfirmasi ke receptionist, mereka berdua lalu mandi dan bersantai di kamar mereka.


"Nanti kita akan pergi kemana hubby?"


"Kalau dinner di restaurant terus jalan - jalan di sekitar eiffel tower bagaimana?"


Jane mengangguk "boleh."


"Bagus, sekarang kamu istirahat saja terlebih dahulu."


"Iya hubby, pokoknya saat honeymoon kamu harus memanjakan aku!"


"Iya sayang," ucap Liam dengan tersenyum.


Jane lalu mencium bibir Liam "hubby sangat lucu."


"Lucu kenapa?"


"Wajahmu seperti anak kecil."


"Bukankah kamu juga sama lucunya denganku heum?"


"Iya, aku jadi penasaran akan seperti apa wajah anak kita besok?"


Liam tertawa "bagaimana kalau kita buktikan saja jika kamu merasa penasaran?"


"Aku maunya masih tahun depan."


"Katanya penasaran."


"Iya sih aku penasaran, tetapi masih bisa aku tahan sampai besok tahun depan."


"Ya sudah kalau itu kemauanmu."


Jane lalu memeluk tubuh Liam dari samping "hubby tidak lelah?"


"Tidak, aku justru sekarang ingin memakanmu."


"Ya sudah, makan saja aku."

__ADS_1


Dengan cepat Liam langsung menindih tubuh Jane dan menciumi lehernya itu. Liam lalu melepaskan semua pakaian yang dipakai oleh Jane baru setelah itu dia meneruskan aktivitasnya, yaitu bercinta bersama dengan istrinya. Liam lalu memainkan rambut istrinya itu begitu dia selesai bercinta dengannya.


"Hubby sayang kan denganku?" tanya Jane saat naik ke pangkuan Liam.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu? kalau aku tidak sayang padamu, tentu saja sekarang kita tidak akan berada disini sayang."


"Pokoknya kita harus bersenang - senang disini!"


"Iya sayang, eh pantatmu ini lho sangat menggemaskan."


"Jangan dipegang - pegang."


"Kenapa?" tanya Liam sembari memegang pantat Jane kembali.


Jane lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Liam "geli."


Liam langsung memeluk pinggul Jane "kamu kalau begini walaupun tanpa riasan justru malah semakin sexy."


"Benarkah?"


"Iya Jane, wajahmu semakin cantik saat kamu baru bangun tidur dan aku menyukainya."


Jane kemudian mencium bibir Liam "mmmm i love you."


Sekitar 30 menit kemudian mereka berdua telah bersiap - siap untuk pergi dinner di sebuah restaurant mewah. Jane terus menggandeng tangan Liam saat dalam perjalanan ke restaurant maupun saat berjalan - jalan di sekitar menara eiffel. Tidak lupa mereka berdua berfoto bersama dan Jane lanhsung mengunggahnya ke sosial media miliknya.


"Ternyata malam ini eiffel tower sangat indah ya hubby?"


"Biasa saja," ucap Liam dengan nada datar.


Jane lalu memukul Liam "hubby ah."


Liam tertawa "iya memang indah, apalagi datangnya saat bersama kamu."


Jane langsung tersipu malu "ssttt."


"Kenapa? kamu pasti langsung berbunga - bunga kan?"


"Ti-tidak," ucap Jane gugup.


Liam tertawa "hahaha masa begitu saja langsung melayang sih, bagaimana kalau aku melakukan hal yang lebih dari ini."


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Lupakan saja, malas berbicara dengan sesuatu yang lemot."


Jane kembali memukul Liam "dasar kamu ini. Eh tumben sekali kamu memakai jas, biasanya hanya memakai kaos oblong atau hoodie saja."


"Agar rapi sehingga tidak membuatmu malu saat aku sedang berjalan denganmu."


Jane mengusap pipi Liam "hubby, aku tidak pernah merasa seperti itu dan aku menyukaimu karena sifatmu yang baik."


"Oh."


"Hanya oh saja?"


"Aku bingung harus menjawab apa."


Disisi lain Ricko, Dio, dan Chicko yang sedang melamun bersama di depan cafe. Mereka bertiga bingung ingin melakukan hal apa selain berbincang dan bernyanyi bersama karena mereka bertiga sudah bosan bermain game. Tiba - tiba Ricko terkejut saat melihat postingan story milik Jane.


"Hei lihat!! mereka berdua sedang berada di Paris saat ini."


"Siapa yang kamu maksud?" tanya Chicko.


"Liam dengan Jane."


Dio kemudian membuka instamili miliknya "memang benar anjir, mereka berdua terlihat sangat romantis sekali."


"Tetapi lihatlah ekspresi Liam, dia terlihat sangat kaku sekali," ucap Chicko mengejek.


Ricko tertawa "hahaha Liam itu orangnya memang seperti itu, dia tidak suka berpose di depan kamera namun dia mendapatkan istri seorang model terkenal dan suka mengunggah sesuatu di instamili."


Dio ikut tertawa "benar, memang yang namanya cinta itu saling melengkapi."


Chicko menyeruput ice coffe miliknya "Liam sekarang dandanannya juga lebih rapi memakai jas, aku kira dia bakal memakai celana kolor dan kaos oblong di Paris."


"Masa sampai Paris masih memakai celana kolor dan kaos oblong?"


"Siapa tau."


"Liam sekarang sudah ada yang mengurus, sudah ada yang mengingatkan untuk potong rambut serta mencukur kumisnya, dan memilihkan baju yang cocok untuknya sehingga warnanya tidak bertabrakan."


"Aku setuju sih dengan ucapan Ricko, kamu bagaimana Dio?"


"Aku juga setuju, mudah - mudahan Liam semakin baik dan maju."


"Aminn," ucap mereka bertiga serempak.

__ADS_1


__ADS_2