
Liam lalu mengeluarkan vape miliknya dan mencobanya hingga membuat Jane sedikit merasa risih kepada Liam. Jane ingin sekali memperingatkan Liam untuk tidak merekok atau sejenisnya, namun Jane sadar jika dirinya bukanlah siapa - siapa sehingga dia memutuskan untuk diam saja. Selesai memakan kue putu mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang ke apartement dan Liam kemudian berpamitan pulang ke rumah utamanya setelah dia bermain dengan Kiko sebentar. Sebelum Liam pergi, dia memeluk Jane terlebih dahulu lalu Liam merogoh saku celana yang dia pakai dan mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk bunga daisy. Liam kemudian memakaikan jepit rambut tersebut ke kepala Jane, dan setelah itu dia memandangi wajah serta rambut Jane untuk melihat jepit rambut yang baru saja dia beli.
Liam tersenyum lebar begitu dia mengetahui jika jepit rambut tersebut sangat cocok di rambut Jane dan membuat Jane semakin terlihat manis. Liam lalu meminta izin kepada Jane untuk memotretnya saat menggunakan jepit rambut itu karena itu sangat cantik. Jane mengangguk sembari tersenyum, dan dia mengizinkan Liam untuk memotretnya. Setelah itu Liam keluar dari unit apartement miliknya dan pulang ke rumah utamanya. Sesampainya di rumah utama, Liam langsung masuk ke dalam kamarnya untuk bermain game karena rumahnya sangat sepi. Liam bertanya - tanya "dimanakah kedua orang tuanya dan adiknya tersebut pergi, bahkan mereka tidak memberitahu melalui telepon kemana mereka akan pergi." Tiba - tiba ada yang masuk ke dalam kamar Liam ketika dirinya sedang asik bermain game di komputernya, dan orang itu lalu melepas headset yang sedang Liam pakai.
"Ada apa sih? mengganggu saja," ucap Liam merasa kesal.
"Kamu ini, jika sudah bermain game pasti lupa waktu."
Liam lalu menoleh ke arah orang tersebut "aku baru mulai main dad, memangnya ada apa sih?"
"Tidak baik kalau marah saat sedang berulang tahun."
"Ternyata daddy mengingatnya, aku kira daddy lupa dengan anaknya karena terlalu sibuk kerja terbang kesana kemari."
Mr Robinson tersenyum "mana mungkin aku melupakan hari ulang tahun jagoan daddy. Baiklah katakan kamu menginginkan apa sebagai hadiah ulang tahun?"
"Aku sedang tidak menginginkan apapun dad, lagipula daddy sudah memberiku PS5 dan action figure yang aku inginkan jadi sepertinya sudah tidak ada lagi yang aku inginkan."
"Benarkah begitu? kamu tidak ingin mobil baru, motor baru, yacth, helicopter, atau privat jet?"
"Sepertinya tidak, aku sedang malas memikirkan apa yang aku inginkan sekarang."
"Atau kamu ingin sebuah rumah mewah?"
Liam menggelengkan kepalanya "aku tidak menginginkannya, lagipula aku juga sudah membangun rumahku sendiri dari uang hasil kerja kerasku selama ini dad."
"Jadi benar kamu tidak menginginkan apapun sebagai hadiah ulang tahunmu?"
"Tidak."
"Ah rasanya aneh sekali jika tahun ini aku tidak memberimu hadiah ulang tahun."
"Tidak apa - apa dad. Eh tapi sepertinya ada satu yang aku inginkan."
"Apa itu?"
"Es boba."
"Baiklah nanti daddy akan memberimu dokumennya."
__ADS_1
Liam merasa bingung "dokumen apa?"
"Kamu berkata jika ingin es boba, jadi daddy fikir kamu menginginkan perusahaannya bukan?"
Seketika Liam merasa terkejut "aku hanya ingin minumannya saja satu yang rasa choco oreo, bukan perusahaannya."
Mr Robinson tertawa "ah begitu rupanya, baiklah daddy akan minta pak supir membelinya untukmu."
"Tidak, aku ingin daddy datang sendiri ke tokonya dan membelikannya untukku."
"Baiklah, tadi kamu ingin rasa choco oreo?"
"Benar, dan coba tanya Rosie jika dia menginginkannya juga."
"Baiklah daddy akan membelikannya untukmu."
"Thank you dad."
"Your welcome buddy."
Mr Robinson lalu keluar dari kamar Liam untuk membeli es boba yang diinginkan oleh Liam. Tidak lama kemudian gantian Rosie yang masuk ke dalam kamar Liam untuk menemuinya. Rosie lalu menghampiri Liam dan dia menyerahkan sebuah kotak sebagai hadiah ulang tahun darinya untuk Liam. Setelah menerima kotak tersebut Liam kemudian membukanya sembari tersenyum lebar saat melihat isi kotak pemberian adik yang disayanginya itu. Sebuah kotak tersebut berisi topi, dasi kupu - kupu, dan dasi formal biasa yang terbuat dari sutra. Ketiga benda tersebut memiliki warna yang hampir senada, yaitu warna biru kesukaan Liam. Sedangkan di topinya ada bordiran huruf L di depan dengan menggunakan benang bewarna silver dan nama Liam Gerard di sampingnya yang ditulis dengan huruf latin. Liam kemudian meletakkan kotak tersebut dan berdiri untuk memeluk Rosie sembari mengucapkan terima kasih kepadanya. Setelah itu Rosie memainkan handphone miliknya dengan duduk di atas ranjang Liam, sedangkan Liam melanjutkan bermain game di komputer miliknya. Sekitar 45 menit kemudian Mr Robinson kembali masuk ke dalam kamar Liam untuk memberikan es boba pesanan Liam dan Rosie.
"Ini es boba milik kalian masing - masing dan sesuai dengan rasa yang kalian berdua inginkan," ucap Mr Robinson sembari meletakkan kantong plastik di atas meja Liam.
"Milikku sudah berada di bawah karena daddy ingin meminumnya bersama mommy kalian."
"Oh begitu."
"Kalau begitu daddy akan pergi menghampiri momny kalian."
"Baik dad," ucap mereka berdua secara serempak.
Liam lalu mengambil es miliknya "kamu pesan rasa apa itu?"
"Ah ini rasa red velvet, mau coba?"
"Boleh." Liam lalu mencicipi es boba milik Rosie.
"Bagaimana, enak bukan?"
__ADS_1
"Ya lumayan sih."
"Ceritakan kepadaku!"
"Cerita tentang apa?"
"Kamu dengan eonni Jane."
"Ya begitulah," ucap Liam sembari meminum es boba miliknya.
"Jadi kamu memang benar suka dengannya atau hanya sekedar ingin main - main saja?"
"Awalnya aku hanya ingin mempermainkannya karena aku benci dengannya tetapi sekarang aku sudah benar - benar mulai jatuh cinta denganya."
"Mampus, senjata makan tuan."
Liam lalu duduk di samping Rosie "kamu ini."
"Memang benar kan?"
"Terserah kamu sajalah. Kenapa dia selalu menolakku setiap kali aku mengajak dia untuk berhubungan apalagi menikah?"
"Dia berkata apa sewaktu menolak ajakan kamu itu?"
"Dia selalu berkata jika dia sedang tidak ingin buru - buru menjalani sebuah hubungan apalagi menikah, dan dia ingin berfikir secara matang terlebih dahulu untuk menentukan calon suaminya."
"Kalau begitu berilah dia waktu untuk berfikir dan jangan mendesaknya karena bisa saja itu justru membuatnya semakin merasa tidak nyaman saat bersamamu."
Liam menghela nafasnya "baiklah, aku tidak akan mendesaknya dan aku akan menunggu jawabannya."
"Saranku lebih baik kamu fokus saja untuk bekerja dan mencari uang sebanyak - banyaknya apalagi waktu itu kamu berkata jika kamu belum mempunyai uang yang cukup untuk membeli semua fasilitas di rumah barumu bukan?"
"Iya, tabunganku belum cukup untuk membeli itu semua apalagi uangku hampir habis untuk membangun rumahku waktu itu."
"Maka dari itu kamu harus bekerja lebih keras lagi agar suatu saat jika kamu menikah, kehidupan rumah tanggamu akan selalu tercukupi seperti sekarang."
"Kamu benar."
"Menghidupi anak orang itu tidaklah mudah apalagi jika istrimu dalah eonni Jane, pasti akan membutuhkan banyak biaya untuk menghidupinya karena dia seorang model yang pasti sering belanja barang - barang mewah."
__ADS_1
"Iya sih. Baiklah aku akan fokus untuk bekerja keras agar suatu saat bisa menghidupi Jane dengan layak tanpa bantuan dari orang tuaku."
Rosie mengacungkan kedua jempolnya kepada Liam "good."