Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #238


__ADS_3

Bumi masih berputar pada sumbunya sehingga semua masih berada di tempatnya masing - masing. Begitu juga dengan Lian yang masih tinggal di kontrakannya dan bekerja sebagai waiters di sebuah restaurant. Setiap kali Lian merenung memikirkan tentang keputusannya untuk pulang kembali ke rumahnya serta kembali ke tempatnya semula seperti dulu. Setelah mendengar cerita dari Liam, Lian sangat ingin sekali pulang ke rumahnya namun disisi lain Liam masih takut jika dia akan diusir oleh Mr Robinson ketika dia sudah sampai disana. Jika dia kembali ke rumah pasti kehidupannya akan kembali terjamin karena orang tuanya yang kaya, serta dia juga tidak akan terlalu bersusah payah menabung jika menginginkan sesuatu. Dahulu saat masih umur 15 an tahun setiap hari dia selalu diberi uang jajan 1-2 juta perharinya, bagaimana jika sekarang? begitulah kira - kira fikir Lian. Sudah diberi jatah uang jajan banyak, kerjanya enak, sering bepergian ke luar negeri, bisa pergi ke lounge yang VVIP, serta tinggal di rumah mewah yang serba ada karena jika dia menginginkan sesuatu pasti para asisten rumah tangga sudah langsung memberikan apapun yang Lian inginkan. Misalnya dia tidak kabur dari rumah waktu itu pasti Lian sudah menjabat sebagai presiden direktur, seperti jabatan yang sedang Liam duduki sekarang namun karena dahulu dia masih sangat labil serta egois jadi sekarang dia harus menanggung semua akibat yang dia perbuat.


Dia sebenarnya juga sangat merindukan pelukan dari Mrs Robinson alias mommy nya dan canda tawa bersama adik - adiknya. Tiba - tiba saja lamunanya di hari Minggu pagi itu sirna seketika karena ada suara musik DJ gagak viral yang diputar oleh tetangganya dengan pengeras suara yang sangat keras hingga terdengar sampai satu desa dan tidak hanya itu saja, rupanya tetangga Lian juga sedang memotong keramik dengan menggunakan mesin gerinda yang suaranya sangat nyaring memekik telinga. Lian kemudian pergi ke dapur membuat segelas susu untuk dirinya serta memasak sarapan, berbeda dengan Liam yang pada hari Minggu itu masih tertidur nyenyak sembari memeluk istrinya yang sangat sexy (sungguh kesenjangan sosial yang terlihat sangat jelas hahaha). Mereka berdua memang kembar namun kehidupannya diantara mereka berdua sangat berbeda karena keputusan salah satu dari mereka berdua yang memutuskan untuk meninggalkan kehidupan mewahnya karena emosi sesaat (sebenarnya karena bodoh sih). Liam sekarang bisa tertidur nyenyak karena Nat sudah pulang ke New York dan kamarnya juga bisa diatur menjadi ruang kedap suara, oleh sebab itu walaupun ada tetangga yang memutar musik DJ gagak viral Liam tidak akan terganggu.


Liam membuka matanya dan langsung memeluk Jane.


"Mmhh my baby girl, good morning."


"Good morning hubby, sebentar ya aku ke kamar mandi dulu."


"Okay babe."


Tidak lama kemudian Jane kembali naik ke atas ranjang.


"Ingin sarapan apa?" tanya Jane mengusap - ngusap pipi Liam.


"Ingin sarapan dengan menggunakan kamu saja bagaimana?" tanya Liam nakal.


Jane langsung memukul Liam.


"Ihh kan aku sedang.."


"Oh iya ya lupa hehe, sini peluk."


"Hubby, waktu itu kamu berkata kepadaku jika kamu baru saja pulang dari rumah kakak tuh kakak siapa?"


"Kakak kakak an hahaha."


"Wanita atau pria?" tanya Jane mengintimidasi Liam.


"Pria sayang, masa wanita."


"Awas saja kalau kamu berani macam - macam denganku, aku akan memotong nagamu itu!!" ucap Jane mengancam Liam.


"Aku tidak akan macam - macam kok diluar sana."


"Baguslah."


Liam semakin memeluk Jane dengan sangat erat dan menciumi leher Jane untuk mencium wangi harum tubuhnya itu, sedangkan Jane mengusap - usap punggung Liam itu sembari tertawa geli.


"Geli hubby, kenapa sih kamu sangat suka sekali menciumi leherku heum?"

__ADS_1


"Karena wangi tubuhmu sangat harum sekali, dan itu merupakan candu bagiku."


"Kamu ini sangat nakal sekali, padahal dahulu kamu tidak sampai seperti ini."


"Karena kamu sudah menjadi milikku seutuhnya dan secara resmi."


"Oh. Mmm aku sedang ingin mendengarkan sebuah lagu."


Liam lalu berhenti menciumi leher Jane.


"Kalau begitu putar saja lagu yang ingin kamu dengar di kamar."


"Oh ya hubby, kenapa kamu tiba - tiba memilih untuk menikahiku padahal dahulu kamu ingin melajang seumur hidupmu?"


"Karena takut tidak dapat warisan hahaha," ucap Liam bercanda.


"Kalau sudah dapat warisan lalu kamu akan menggunakan uang tersebut untuk apa?"


"Untuk beli mobil balap yang banyak sebagai koleksi serta membangun rumah singgah untuk hewan - hewan terlantar dijalanan."


"Kalau yang pertama menurut aku kurang setuju, akan tetapi kalau yang kedua baru aku sangat setuju denganmu."


"Aku hanya bercanda saja kok, walaupun misalnya aku tidak mendapat warisan aku akan tetap membangun rumah singgah dan masih mencari tempat yang bagus."


"Aminn."


"Aku penasaran mengapa kamu ingin membangun rumah singgah untuk hewan - hewan terlantar?"


"Karena aku merasa kasihan banyak hewan - hewan terlantar yang tidak terawat dengan baik dan terkadang juga aku menemui kucing atau anjing yang sakit dan juga cacat, maka dari itu aku ingin membangun rumah singgah agar setiap hewan yang sakit bisa segera mendapat perawatan agar kembali sehat."


Jane mencium bibir Liam sekilas, lalu dia mengusap pipinya.


"Mulia sekali keinginan suamiku ini, karena kebaikan hati kamu ini yang membuatku sangat mencintaimu. Sebenarnya kamu ini bisa bersikap baik seperti ini karena apa?"


"Karena sejak aku masih kecil mommy yang selalu mengajariku agar aku selalu berbuat baik serta menolong sesama, yah walaupun terkadang aku sangat nakal hahaha."


"Oh begitu rupanya, pasti kamu sangat menyayangi mommy kan?"


"Tentu saja, dan bukan hanya mommy saja namun aku juga menyayangi Rosie."


"Kalau aku?"

__ADS_1


"Aku juga sangat menyayangimu dan bahkan aku juga sangat mencintaimu."


"Kalau begitu mainkan aku piano serta nyanyikanlah aku sebuah lagu."


"Baiklah, mari kita turun ke bawah."


"Okay."


Liam kemudian memainkan tuts - tuts piano dan menyanyikan sebuah lagu untuk Jane.


"Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you."


Jane kembali mencium bibir Liam.


"Suaramu sangat merdu serta permainan pianomu juga sangat bagus, dan aku sangat menyukainya."


"Terima kasih sayang."


"Ya sudah, ayo sarapan."


"Okay, biar aku saja yang memasakkan sarapan untuk kita berdua."


"Aku ingin membantumu."


"Okay sayang."


Mereka berdua lalu beralih memasak sarapan di dapur sembari berbincang ringan di pagi hari. Saat sedang memasak Liam menjadi sangat nakal sekali karena beberapa kali dia menepuk atau mengusap pantat Jane hingga membuat Jane menggelengkan kepalanya. Liam melakukan hal tersebut karena Liam merasa tergoda dengan pantat Jane yang sintal itu. Sekitar 30 menit kemudian mereka telah selesai memasak serta menyajikan hidangan sarapan itu di atas meja mini bar. Mereka berdua lalu mencicipi hasil karya masakan mereka, dan ternyata rasanya sangat lezat.


"Aku ingin kita berdua seperti ini saat weekend."


"Mari kita lakukan hal seperti ini saat weekend, bagaimana sayang?"


"Aku setuju hubby."


"Sejujurnya hal seperti inilah yang aku inginkan ketika aku sudah menikah."

__ADS_1


"Sama hubby."


__ADS_2