Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #96


__ADS_3

Josh lalu pergi meninggalkan Jane duduk sendirian di tepi kolam renang tersebut karena ingin bermain game. Jane lalu memandangi bulan sabit yang sudah berpindah posisi sembari terus mengayunkan kedua kakinya di dalam kolam renang. Jane bergumam "benar apa yang dikatakan oleh oppa jika Liam itu memang pria yang baik, tetapi di sisi lain aku sangat tidak menyukai sifat kekanakannya itu apalagi dia sering sekali membuat ulah karena sifat nakalnya yang tidak bisa diubah sama sekali dan itu pasti akan membuatku merasa pusing saat memutuskan untuk menikah dengannya, apalagi jika tinggal serumah setiap hari." Setelah itu Jane pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan memakai masker kecantikan agar kulitnya tetap sehat. Tidak lupa Jane juga mencoba memakai cat kuku warna lain pemberian dari Liam waktu itu yang belum sempat dia coba. Jane kembali memeriksa handphone miliknya apakah ada pesan dari Liam atau tidak namun hasilnya tetap nihil, bahkan saat Jane mulai mengirimkan pesan kepada Liam tidak ada balasan sama sekali dari Liam karena mungkin saja Liam sedang tidak membuka pesan alias sosial medianya tidak aktif. Hal itu membuat Jane sedikit khawatir dan takut jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi kepada Liam (mulai overthinking).


Di sisi lain orang yang sedang di khawatirkan oleh Jane alias Liam sedang sibuk memilih beberapa furniture di sana dan mencoba beberapa pilihan furniture yang sedang di pajang di toko tersebut bersama dengan Yunna. Setelah selesai memutuskan Liam lalu pergi bersama dengan Yunna ke cafe terdekat untuk minum kopi bersama sembari berbincang. Liam juga membahas sebuah desain yang cocok untuk menempatkan semua furniture di rumah barunya nanti. Beberapa jam kemudian Yunna berpamitan untuk pulang karena malam sudah semakin larut, dan setelah itu Liam juga memutuskan untuk pulang ke rumahnya namun saat hendak pulang Liam tiba - tiba di telepon oleh Josh untuk mengajak bermain game bersama dengan teman - temannya yang lain. Liam lalu mengendarai mobilnya menuju ke rumah Josh dan saat melewati penjual martabak dia langsung menepikan mobilnya untuk membeli martabak manis sebagai camilan nanti. Liam kemudian menghampiri penjual martabak tersebut dan membeli 2 martabak manis atau terang bulan lalu dia juga membeli 1 martabak telur. Sekitar 30 menit kemudian pesanan Liam sudah siap, Liam lalu membayarnya dan segera pergi menuju ke rumah Josh. Di rumah Josh ternyata sudah ada Ricko sedangkan Dio dan Chicko sedang dalam perjalanan menuju kemari, begitu kata Josh.


"Ini aku belikan martabak telur dan terang bulan untuk kalian bermain game," ucap Liam meletakkan 1 tas plastik besar di atas meja.


"Wah terima kasih Liam, mau minum apa?" tanya Josh.


Liam menoleh kesana kemari dan mengedarkan matanya untuk mencari keberadaan Jane "ah tidak perlu repot - repot."


"Kenapa kamu bertingkah seperti hendak maling di rumahnya Josh?" tanya Ricko bercanda.


Josh tersenyum "ah aku tau, pasti kamu sedang mencari Jane kan?"


"Tidak," ucap Liam gugup.


"Bilang saja kalau kamu ingin bertemu dengan Jane, tidak apa - apa kok lagipula dia juga sedang ada di kamarnya."


"Tidak Josh, ayo kita mulai main game saja."


"Tidak perlu terburu - buru, kita masih menunggu Dio dan Chicko."


"Baiklah."


Tiba - tiba ada seorang wanita yang mendekati mereka bertiga "eh ada Liam juga, mau bertemu dengan Jane atau ikut Josh dan Ricko bermain game?"


Liam merasa terkejut "tidak kok tante, saya ingin ikut mereka berdua bermain game."


Josh dan Ricko hanya bisa tersenyum menahan tertawa saat Mrs Kim menyapanya dan ikut menggodanya. Josh lalu semakin menggoda Liam "sebenarnya dia ingin sekali bertemu dengan Jane tapi malu - malu kucing eomma."


Mrs Kim tersenyum "Jane ada di kamarnya kalau kamu ingin bertemu dengannya."


"Tidak kok tante, saya memang ingin bermain game bersama mereka berdua."


"Alasan," ucap Ricko ikut menggoda Liam.

__ADS_1


Liam lalu memgalihkan topik pembicaraan "ini tante ada martabak, silahkan dicicipi."


"Nah mulai mengalihkan pembicaraan rupanya."


Ricko semakin menjadi - jadi "memang niat awal kamu untuk bertemu dengan Jane dan calon mertua kan?"


"Tidak Ricko sumpah."


"Kalau tidak mengapa kamu membawa martabak?"


"Memangnya apa yang salah dengan martabak?"


"Katanya kalau mau memgunjungi rumah calon mertua harus membawa martabak agar bisa diterima dengan baik, nah sekarang buktinya kamu."


"Itu hanya mitos, lagipula aku juga tidak sengaja membelinya karena kebetulan aku melewatinya saat perjalanan kemari."


"Masa?" tanya Ricko dan Josh secara serempak.


"Ya sudah kalau tidak percaya biar aku sendiri saja yang memakannya," ucap Liam kesal sembari membuka 1 box martabak manis.


Mrs Kim lalu memperingatkan Josh "sudah Josh jangan begitu, kasihan Liam kalau kamu terus menggodanya."


Josh tertawa "iya eomma."


"Kalau begitu, saya tinggal ke belakang."


"Baik tante," ucap Liam dan Ricko secara serempak.


Liam lalu memakan satu potong martabak manis itu dan memeriksa handphone miliknya, dan setelah itu Liam mengirimkan foto martabak tersebut kepada Jane siapa tau Jane menginginkannya juga. Tidak lupa Liam juga meminta Jane untuk turun pergi ke ruang tamu jika dia menginginkan martabak tersebut sembari membawakannya jus alpukat kesukaannya. Jane terkejut setelah mendapatkan pesan dari Liam apalagi saat ini Liam sedang berada di rumahnya. Setelah itu Jane turun ke bawah dan pergi menuju ke dapur untuk membuatkan jus alpukat kesukaan Liam. Selesai membuat jus Jane lalu membawa jus tersebut ke kamarnya dan meminta Liam untuk membawakan martabak manis ke dalam kamarnya. Intinya mereka berdua sedang melaksanakan barter makanan dan minuman.


Liam lalu mengambil 1 box martabak manis "aku bawa satu box ya?"


"Memangnya kamu ingin membawanya kemana?" tanya Ricko.


"Ke atas, barter sama jus alpukat kesukaan aku."

__ADS_1


"Ternyata baru mau ke atas setelah di suap memakai jus alpukat," ucap Josh sembari menggelengkan kepalanya.


"Ya aku tidak bisa menolak kesegaran jus alpukat."


"Ya sudah terserah kamu saja."


Liam lalu pergi menuju ke kamar Jane sembari membawa satu martabak manis untuk ditukar dengan jus alpukat kesukaannya. Sesampainya di depan pintu kamar Jane, dia lalu mengetuk pintu dan Jane langsung membukanya. "Masuklah!" pinta Jane.


Liam lalu memberikan martabak manis tersebut "lalu sekarang mana jus alpukat kesukaanku?"


"Itu di atas meja."


Liam lalu duduk di sofa kamar Jane "nah ini yang aku suka, tapi kamu membuatnya sesuai dengan resep waktu itu kan?"


"Iya Chicken, coba saja kalau kamu tidak mempercayainya."


Liam lalu mencicipi jus alpukat buatan Jane "nah ini enak sesuai dengan resep biasanya."


Jane lalu menghampiri Liam dan duduk di pangkuanya "jadi kamu kemari untuk bermain game bersama dengan teman - temanmu?"


"Ya begitulah, memangnya kenapa?"


"Tidak apa - apa sih. Ya sudah pergilah!"


"Kamu marah kepadaku?" tanya Liam sembari memeluk Jane dan meletakkan kepalanya di bahu Jane.


"Tidak, lagipula aku juga tidak punya hak untuk marah kepadamu."


"Bohong, kamu pasti marah kepadaku kan?"


Jane lalu menatap Liam "sedikit sih, tetapi ya sudahlah."


"Maaf."


"Iya."

__ADS_1


__ADS_2