
Di sisi lain, sembari menunggu Liam dan Ricko selesai melihat - lihat, Jane dan Gita memutuskan untuk membeli minuman milkshake yang di jual di dekat toko tersebut. Jane juga membeli ice cream rasa favoritnya yaitu ice cream rasa strawberry. Lalu mereka berdua kembali duduk di kursi tadi, dan beberapa menit kemudian Ricko dan Liam menghampiri mereka berdua di kursi tersebut. Gita langsung memberikan milkshake yang dia beli untuk Ricko kepadanya, begitu juga dengan Jane yang memberikan segelas milkshake kepada Liam lalu Jane kembali melanjutkan memakan ice cream miliknya.
Liam lalu duduk di samping Jane "kamu juga beli ice cream?"
"Iya, mau coba?"
"Boleh, rasa apa?"
Jane lalu mengarahkan sendok berisi ice cream di mulut Liam "strawberry, nih."
"Ihhh tidak mau, tidak enak."
Ricko lalu berkata kepada Jane "haha Liam tidak suka ice cream rasa strawberry dan dia membencinya, kecuali kamu memberinya rasa alpukat."
"Ini lezat kok."
"Tidak mau, lebih lezat milkshake aku rasa choco oreo."
Jane lalu kembali memakan ice creamnya "Ya sudah kalau tidak mau."
"Eh kok kamu tau kalau aku menyukai rasa choco oreo Kitten?"
"Gita yang memberitahu aku."
"Benar Li, daripada kamu diberi rasa yang sama dengan Jane yaitu rasa strawberry."
"Ihh strawberry tidak enak, lebih enak buah alpukat."
"Makanlah alpukat terus, sampai wajahmu berubah bentuk menjadi seperti alpukat."
Liam lalu menggoda Jane "ciee ngambek nih."
Jane mengalihkan pandangannya dari Liam "tidak."
"Kalian berdua ini sangat lucu haha."
"Lucu bagaimana Gita?"
"Ya tingkah kalian berdua ini sangat lucu, kadang bertengkar, kadang baikan sampai lengket seperti perangko."
"Benar apa yang dikatakan oleh Gita, aku baru tau kalau kamu ternyata orangnya seperti ini Li."
"Memangnya seperti apa Ric?"
"Kamu itu sudah mulai berubah semenjak dekat dengan Jane, kamu jadi mudah sekali tersenyum dan sepertinya penampilan kamu juga mulai berubah."
"Haha tidak juga Ric."
"Iya benar Li, ada perbedaannya saat kamu bersama mantanmu dan saat bersama dengan Jane."
__ADS_1
"Memangnya apa perbedaannya?"
"Kalau dulu waktu kamu sama mantan kamu terlihat sangat kaku dan seolah - olah tidak perduli jika kamu memiliki seorang pacar, tetapi sekarang kamu ada perubahannya saat bersama Jane."
"Kalian berdua menikah saja."
"Tidak mau aku menikah dengan si Chicken payah ini, dan tidak akan pernah."
"Aku juga tidak mau menikah dengan kucing garong atau harimau betina ini."
Ricko dan Gita hanya tertawa melihat tingkah laku Liam dan Jane. Mereka semua beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk berjalan - jalan kembali. Mereka semua lalu memutuskan untuk pergi ke timezone dan bermain semua game yang berada di sana. Liam dan Ricko langsung berjalan menuju arena game yang mereka inginkan dan meninggalkan Jane dan Gita yang berada di konter pengisian tiket. Setelah itu mereka berdua ikut menyusul Liam dan Ricko yang sedang asik berduel balapan motor.
Karena merasa bosan jika harus menunggu Ricko dan Liam bermain game, mereka berdua akhirnya ikut bermain dan mencari permainan apa yang ingin mereka mainkan. Beberapa jam kemudian, akhirnya Liam dan Ricko sudah lelah bermain game dan mencari pasangannya masing - masing. Liam berpencar dengan Ricko untuk mencari Jane. Setelah berkeliling kesana kemari, akhirnya Liam telah menemukan Jane yang sedang berada di mancing boneka dan Liam langsung menghampiri Jane.
"Hei sedang apa nona?"
"Eh kamu, sudah puas mainnya?"
"Sudah hehe."
"Aku menantang kamu untuk mendapatkan sebuah boneka dari benda ini berani tidak?"
"Jika aku mendapatkannya, apa imbalanku?"
"Nanti aku pikirkan."
"Ya sudah, aku akan mencobanya."
"Silahkan."
"Berapa sih harga mainan ini?"
Jane lalu mengusap punggung Liam dengan lembut "hei sudahlah mari kita pulang, aku sudah puas memainkannya walaupun tidak mendapatkan satupun boneka dari sana."
"Tidak, aku tidak mau kalah dan aku harus mendapatkannya."
Jane bergumam "ah mulai lagi deh ini anak."
Liam terus mencoba mendapatkan boneka dari alat tersebut, setelah beberapa kali mencoba akhirnya Liam bisa mendapatkan boneka tersebut. Liam kemudian berteriak kegirangan setelah mendapatkan boneka tersebut dan mengambilnya dari lubang alat itu. Liam lalu memberikan boneka tersebut kepada Jane " lihatlah, aku telah berhasil mendapatkannya dan artinya aku bukan pria payah yang seperti kamu fikirkan itu. "
Jane kemudian memeluk boneka tersebut "iya Chicken, kamu bukan pria yang payah."
"Haha aku bukan tipe pria yang mudah menyerah."
"Ya sudah, mari kita pulang."
Liam lalu merangkul punggung Jane "okay."
Mereka berdua lalu berkeliling mencari keberadaan Ricko dan Gita, setelah mereka berdua menemukannya lalu mereka berempat memutuskan untuk pulang dan menyudahi double date nya. Jane ingin membawa barang belanjaannya tetapi langsung direbut oleh Liam agar dirinya saja yang membawa semua barang belanjaannya termasuk bonekanya tetapi Jane tidak mau memberikan bonekanya dan malah memeluknya dengan erat.
Masih memeluk bonekanya dengan wajah yang cemberut "tidak mau, biar aku saja yang membawa boneka ini."
__ADS_1
Liam yang merasa gemas karena saat cemberut, pipi chubby Jane terlihat dengan sangat jelas sehingga Liam langsung mencubit pipi chubby Jane "iya deh iya."
"Aww sakit Chicken."
Liam tersenyum "habisnya aku merasa sangat gemas dengan pipi chubby kamu itu."
"Tuh kan, kalian berdua itu sangat cocok."
Jane masih cemberut "apaan sih Gita."
Liam lalu membawa semua barang belanjaan miliknya dan Jane lalu menggandeng tangan Jane "ayo pulang."
Saat di basement, Liam kembali memakaikan Jane helm dan memberikan jacketnya untuk dipakai oleh Jane karena sudah malam jadi udaranya sangat dingin. Setelah itu mereka langsung keluar dari basement mall dan pulang ke rumah masing - masing. Sesampainya di unit apartement miliknya, Liam langsung meletakkan semua paper bag belanjaan miliknya dan Jane di sofa ruang tamu. Liam lalu duduk di sofa meregangkan tubuhnya, diikuti dengan Jane yang duduk di sofa sembari masih memeluk bonekanya tersebut. Liam merasa gemas dengan tingkah lucu Jane yang seperti anak kecil tersebut, lalu Liam ingin mencubit pipi chubby Jane kembali tetapi tangannya langsung di pukul Jane.
"Mau apa?"
"Mau cubit pipi chubby kamu itu."
"Tidak boleh, sakit."
"Ya sudah kalau begitu. Kamu kok senang sekali padahal itu cuma boneka, tapi kalau kamu aku beliin barang - barang ini kamu malah marah."
"Ya karena kamu membelinya berlebihan padahal aku hanya melihatnya saja dan aku belum terlalu membutuhkannya."
Jane lalu melihat semua isi paper bag miliknya dan milik Liam, saat sedang asik melihat dan membuka paper bag tersebut Liam lalu mengusap lembut rambut Jane "haha, kenapa kamu sangat menggemaskan?"
Jane masih asik melihat dan membuka paper bag tersebut lalu merasa sedikit terkejut dengan perlakuan Liam tersebut "apa ada wanita lain yang kamu temui lebih dari aku?"
"Dari banyaknya wanita yang aku temui, cuma kamu yang menurutku sangat menggemaskan."
"Benarkah? kamu pasti bohong."
"Aku tidak bohong, andai saja kamu menjadi istriku."
"Diamlah Chicken!"
Liam lalu beranjak dari tempat duduknya "ah sudahlah, aku mau ke kamar dulu mau tidur."
"Hei bukankah kamu besok akan berangkat ke New York?"
"Tidak."
Jane tersenyum "tidak jadi?"
"Eh kok kamu malah tersenyum kalau aku tidak jadi berangkat."
"Tidak kok, aku senang kamu jadi berangkat."
Liam kembali duduk mendekati Jane "bohong nih pasti."
"Mungkin cuma perasaan kamu saja, sudah sana katanya ingin tidur."
__ADS_1
"Iya hahaha, aku berangkat lusa."
"Oh begitu."