Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #388


__ADS_3

Mr Robinson lalu menggenggam erat tangan istrinya itu sembari tersenyum dan langsung mengajaknya berlari menaiki bukit itu. Mereka berdua merasa bahwa telah kembali ke masa muda saat mereka masih berpacaran, walaupun pada saat itu umur Mrs Robinson sudah tidak terlalu muda. Mr Robinson sangat mencintai istrinya itu tidak memandang status bahkan umur sekalipun, dan memang ingin menikahinya untuk menghabiskan waktu bersama seumur hidup mereka hingga maut memisahkan.


Dahulu setelah menikah Mrs Robinson sempat takut jika dirinya sudah tidak bisa mengandung seorang anak karena masih trauma dengan pernikahan sebelumnya, akan tetapi Mr Robinson berusaha untuk meyakinkannya bahwa dirinya benar - benar tulus mencintainya sehingga tidak lama kemudian mereka berdua dikaruniai dua anak kembar laki - laki. Tentunya Mr Robinson merasa senang sekali karena dirinya akan mempunyai dua pewaris sekaligus, tetapi Mrs Robinson tiba - tiba menginginkan untuk mengadopsi seorang bayi mungil yang dia temui di panti asuhan saat kunjungan bulanannya.


Setelah berunding panjang bersama kedua orang tua mereka, akhirnya mereka berdua mengurus surat adopsi seorang anak yang diinginkan oleh Mrs Robinson. Untungnya saja prosesnya tidak begitu lama dan setelah itu mereka bisa membawa bayi mungil itu pulang ke rumah mereka. Lalu mereka berdua menamai bayi cantik itu dengan nama Roseanne Zoe Robinson. Saat ini Mr Robinson dan istrinya sedang duduk di atas bukit sembari melihat pemandangan sekitar dari atas sana.


"Hufftt aku tidak menyangka bahwa kita masih kuat menaiki bukit ini," ucap Mr Robinson memandangi langit biru.


"Benar, aku fikir bahwa aku ini sudah sangat tua dan umurku hampir menyerupai mommy."


"Tidak juga, umurmu saja jauh dari mommy dan hanya berjarak 5 tahun lebih tua dariku."


"Bagaimana kalau misalnya aku sudah semakin tua serta wajahku ini sudah tidak sesempurna seperti dulu?"


Mr Robinson tertawa.


"Hahaha tidak masalah hon apalagi sekarang kan banyak sekali perawatan wajah yang membuat wajah semakin muda jika kita mempunyai uang banyak," ucap Mr Robinson bercanda.


Mrs Robinson langsung menatap suaminya yang sedang cengengesan, dan seketika Mr Robinson langsung berhenti tertawa.


"Y-ya maksudku anu mmm, aku akan tetap mencintaimu sampai mau memisahkan. Aku sudah tekankan sejak dulu bahwa aku benar - benar tulus menyayangimu honey."


"Iya Jo, terima kasih sudah mau menerimaku yang seperti ini. Aku sampai sekarang masih heran mengapa kamu bisa memilihku menjadi istrimu sekaligus pendamping hidupku, padahal banyak sekali wanita yang cantik serta muda yang selalu mengejarmu."


"Halah mereka mengejarku hanya karena harta orang tuaku dan tidak benar - benar tulus mencintaiku, sedangkan kamu sebaliknya. Yah meskipun dahulu aku sangat sulit sekali mendapatkanmu karena traumamu di masa lalu, lagipula siapa sih pria brengsek yang mencampakanmu sampai membuatmu seperti itu?" tanya Mr Robinson merasa kesal.


"Sudah jangan dicari karena dia sudah bahagia bersama keluarganya juga, sama seperti kita yang sudah bahagia bersama."


"Benarkah? apa sampai sekarang kamu masih berhubungan dengannya?"


"Aku hanya pernah bertemu sekali dengannya dan itupun karena tidak sengaja."


"Yang mana orangnya? nanti aku akan meminta orang suruhanku untuk mencarinya."


Mrs Robinson lalu mengusap dada suaminya.


"Sudah sabar Jo, jangan seperti itu ah aku tidak suka jika kamu selalu begitu."


"Ya habisnya aku tidak suka jika kamu masih berhubungan dengan dia, apalagi karena dia orang tuamu menjadi susah."


"Sudah tidak apa - apa karena aku sudah memaafkannya, dan lagipula kedua orang tuaku sudah tenang si alam sana."

__ADS_1


"Kenapa sih kamu sangat baik sekali dengan orang yang sudah berbuat jahat denganmu?" tanya Mr Robinson merasa terheran.


"Karena bagiku untuk apa aku bersusah payah membalaskan dendamku kepada mereka yang telah menyakitiku, sedangkan kita bisa memanfaatkan waktu itu untuk berbuat hal yang lebih bermanfaat sekaligus membahagiakan kita sendiri."


"Nah ini yang aku suka darimu, pemikiranmu sangat dewasa sehingga aku membutuhkan kamu untuk selalu membimbingku yang selalu bersikap gegabah."


"Sekarang baru sadar jika kamu seperti itu?" tanya Mrs Robinson mengejek suaminya.


"Sebenarnya aku sudah sadar diri sejak awal namun aku sangat gengsi untuk mengakuinya hehe."


Mrs Robinson langsung menepuk bahu suaminya.


"Ckckck kamu ini. Sebenarnya sifat kamu sangat mirip sekali dengan Liam, suka bertindak gegabah dan juga selalu terbawa emosi."


"Hahaha benarkah begitu?"


"Iya Jo maka dari itu aku dari dulu sangat ingin sekali jika Liam menikah dengan Jane agar dia bisa membimbing putra kita menuju di jalan yang benar, aku sangat ingin Liam berubah menjadi pria yang dewasa serta tidak selalu mengandalkan egonya."


"Sepertinya pilihanmu itu sangat tepat, karena Liam sekarang sudah mulai berubah namun ada hal yang sepertinya sangat sulit untuk dirubah darinya."


"Apa itu?" tanya Mrs Robinson penasaran.


"Bukankah itu bagus agar dia bisa menjadi anak yant berguna bagi sekitarnya?"


"Tidak juga, aku justru merasa khawatir jika dia dimanfaatkan oleh orang lain. Dahulu dia sering sekali dimanfaatkan oleh orang lain, hufftt sialan bagi orang - orang yang selalu memanfaatkan putraku."


Mrs Robinson langsung memeluk suaminya dari samping.


"Semakin bertambahnya umur kamu justru terlihat sangat gagah serta berkharisma sekali," ucap Mrs Robinson memuji suaminya.


"Benarkah begitu hon?"


"Iya hon."


"Mau cium."


"Heihh tidak ah, ini ditempat umum dan aku tidak mau."


"Kenapa begitu?"


"Aku malu."

__ADS_1


Dengan cepat Mr Robinson langsung mencium bibir istrinya secara sekilas.


"Hahaha kalah cepat denganku."


Mrs Robinson memukul bahu suaminya dan setelah itu mereka berdua berkeliling bukit sembari mencari tempat untuk makan siang. Selama mereka berdua berkeliling di area itu, Mr Robinson terus menggenggam tangan istrinya karena takut dicuri orang, apalagi dahulu dia sangat bersusah payah untuk mendapatkan hatinya. Setelah menemukan tempat untuk makan siang, mereka berdua lalu makan siang bersama sembari melanjutkan perbincangan mereka tadi. Setelah itu mereka mampir sebentar di villa pribadi mereka sembari menghabiskan waktu berdua lebih lama lagi.


"Semakin siang cuacanya sangat panas sekali ya?" tanya Mrs Robinson.


"Oh sebentar."


Mr Robinson langsung berlari untuk mengambil payung.


"Nah sekarang sudah tidak panas kan hon?"


"Kenapa sampai repot - repot seperti ini Jo?" tanyanya mengusap dagu suaminya.


"Agar kamu tidak kepanasan hehe."


"Terima kasih, mmm sepertinya kamu harus mencukur jenggotmu yang sudah mulai tumbuh."


"Kenapa begitu?" tanya Mr Robinson bingung.


"Aku merasa geli saat melihatmu yang tumbuh kumis maupun jenggot."


"Oh begitu, baiklah aku akan mencukurnya nanti."


"Mari kita ke dalam villa, aku akan mencukur kumis serta jenggotmu."


"Baiklah hon, bagaimana kalau kita menginap disini sampai besok?"


"Boleh hon."


"Benarkah?"


"Iya nanti aku akan mengajak anak - anak sekalian."


"Eh aku inginnya hanya berdua denganmu saja."


"Hahaha aku hanya bercanda Jo."


"Oh begitu rupanya hehe."

__ADS_1


__ADS_2