Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #397


__ADS_3

Setelah acara makan malam tersebut Liam dan Jane kembali ke rumahnya karena sudah mulai larut malan, apalagi baby Ace juga sudah harus istirahat. Maklum anak kecil apalagi yang masih bayi harus membutuhkan lebih banyak jam untuk beristirahat. Jane kemudian pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya serta bersih - bersih, sedangkan Liam masih harus menjaga baby Ace di kamarnya. Setelah itu barulah Jane pergi ke kamar baby Ace untuk memberinya susu sekaligus menidurkannya.


Liam memperhatikan baby Ace yang sedang meminum susu sembari dia mengusap rambut baby Ace. Meskipun belum lama ini rambut baby Ace dipotong, akan tetapi sekarang rambutnya sudah mulai tubuh lebat lagi. Liam mengira bahwa mungkin saja rambut baby Ace sangat mirip dengannya karena rambutnya lebih cepat tumbuh lebat. Sekarang setiap 2 bulan sekali pasti Liam selalu pergi ke barbershop untuk potong rambut karena Jane yang menyuruhnya, padahal dahulu Liam selalu pergi ke barbershop setiap 5 bulan sekali.


Dahulu Liam selalu menunggu rambutnya panjang sampai se bahu terlebih dahulu barulah dia potong rambut bahkan sampai tumbuh kumis dan jenggotnya, sekarang setiap dua bulan sekali Liam sudah rutin pergi ke barbershop untuk potong rambut karena Jane yang memaksanya. Setiap dua minggu sekali Jane juga sibuk mencukur kumis serta jenggot Liam karena merasa geli saat Liam menciuminya. Kalau saja hobi Liam tidak menciumi lehernya, pasti Jane tidak akan keberatan untuk membiarkan Liam memelihara kumisnya.


Liam kemudian melangkahkan kakinya menuju ke rooftop rumahnya dan duduk di sofa untuk menatap langit malam. Tidak lama kemudian datanglah Jane yang mengikuti Liam karena dia takut terjadi hal buruk jika dia tidak mengikuti Liam ke rooftop. Setelah itu Jane duduk di samping Liam dan menyandarkan kepalanya di bahu Liam. Jane memeluk Liam dengan sangat erat dan setelah itu beralih menatap wajah Liam dengan sendu.


"Tolong katakan jika kamu ingin pergi ke rooftop," ucqp Jane memohon.


"Kenapa memangnya?"


"Aku sangat takut jika terjadi sesuatu hal yang buruk kepadamu seperti waktu itu, aku sungguh sangat takut jika hal itu kembali terulang lagi."


"Berjanjilah kepadaku jika suatu saat nanti saat aku sudah tiada kamu akan menemukan seorang pria yang lebih baik daripada aku, serta seorang ayah yang baik untuk Ace."


Jane menggeleng pelan.


"Tidak!! cuma kamu yang akan menjadi satu - satunya suamiku serta ayah Ace, kumohon tolong jangan tinggalkan kami berdua."


"Justru harusnya aku yang memohon kepadamu untuk jangan mencegahku pergi, karena ini semua demi kebaikan kita berdua."


"Tidak ada yang baik untuk hal seperti ini, karena yang baik dan paling baik adalah kita bertiga akan selamanya bersama."


"Jane.."


"Liam," ucap Jane menatap wajahnya sendu.


"Sepertinya aku tidak akan lama tinggal disini, karena sungguh aku sudah merasa lelah."


"Kamu sudah berjanji untuk menjadi ayah yang baik untuk Ace, jadi sekali lagi kumohon jangan tinggalkan aku dan Ace."


"Lupakan tentang janjiku padamu, karena yang ku inginkan sekarang adalah kamu merelakan aku pergi."


"Sampai kapanpun aku tidak akan merelakan kamu untuk pergi!! aku tidak ingin kehilanganmu lagi."


"Jane, tolong."


"Berapa yang harus aku bayar agar kamu merasa bahagia Liam? berapa? tanya Jane memukul - mukul dada Liam sembari menangis.


"Tidak ada, aku hanya ingin kamu mengatakan iya."


"Sampai kapanpun aku tidak akan mengatakan hal seperti itu, karena aku sangat menginginkan kamu untuk tetap hidup dan berada disisiku."

__ADS_1


"Hei bukankah kamu sangat menyukai jika aku tidak mengganggumu? maka kamu akan segera mendapatkannya, aku berjanji tidak akan pernah mengganggumu lagi."


"Tidak Liam, aku sangat suka jika kamu menggangguku sepanjang hidupku. Kalaupun misalnya kamu bahagia menikah dengan Yunna, maka cepatlah menikah dengannya dan aku akan memberikan restuku untuk kalian berdua."


"Kenapa begitu? bukankah kamu tidak menginginkan jika aku menikah lagi?"


"Aku memang tidak menyukainya namun jika dengan hal itu bisa membuatmu bahagia, maka aku tidak akan keberatan kamu menikah lagi. Yunna adalah wanita yang kamu cintai bukan? bahkan rasa cintamu kepadanya lebih besar daripada rasa cintamu untukku."


"Tidak, aku tidak mempunyai rasa apapun sekarang dengannya karena aku sudah merasa bahwa hidupku terasa sangat hampa."


Jane kemudian memeluk Liam.


"Beri aku waktu untuk mengisi kekosongan dihidupmu, dan jika aku berhasil maka tetaplah berada disisiku selamanya."


"Aku lelah, dan aku ingin beristirahat."


Liam langsung melepaskan pelukan Jane dan melenggang pergi ke kamarnya. Jane lalu bergegas untuk mengejar Liam ke kamar. Liam kemudian tidur di ranjangnya dengan posisi membelakangi Jane, sedangkan Jane memeluk Liam dari belakang. Saat tengah malam Jane terbangun dari tidurnya dan mendapati bahwa Liam sudah tidak berada di sampingnya. Jane langsung beranjak dari ranjangnya untuk mencari Liam, dan berharap tidak akan ada hal buruk yang terjadi kepada suaminya yang sangat dicintainya itu. Ternyata Liam sedang berdiri di balcony kamarnya dan menatap langit malam.


"Aku menemukanmu lagi," ucap Jane memeluk Liam dari belakang dengan sangat erat.


Liam langsung berbalik.


"Mengapa kamu selalu bisa menemukanku?" tanya Liam memainkan poni rambut Jane.


"Sudah tengah malam, tidurlah!"


Jane menggeleng.


"Tidak mau, aku mau disini menemanimu hehe."


"Nanti kamu kelelahan jika menemaniku begadang disini, apalagi kamu juga akan menjaga baby Ace seharian."


"Tidak masalah, aku kuat untuk begadang kok."


"Tidak Jane, sana tidurlah!" perintah Liam.


Jane masih saja terus bersikukuh untuk ingin menemani Liam begadang, dan karena merasa kasihan akhirnya Liam yang mengalah.


"Baiklah mari kita kembali tidur," ucap Liam menggandeng tangan Jane.


"Hubby gendong," ucap Jane manja.


Liam langsung menggendong Jane layaknya sedang menggendong anak kecil.

__ADS_1


"Kenapa kamu semakin ringan? apa kamu tadi hanya memakan sedikit heum?"


"Tidak juga hubby mungkin kamunya saja yang semakin kuat dan berotot jadi kamu bisa dengan mudah menggendongku," ucap Jane yang menyembunyikan wajahnya di leher Liam.


"Benarkah begitu?"


"Iya, akhir - akhir ini kamu rajin sekali berolahraga."


"Oh begitu."


"Aku sangat menyayangimu hubby, karena aku ingin selalu digendong olehmu."


"Iya."'


"Bagaimana rasanya menggendong baby Ace, apa terasa sangat ringan?" tanya Jane yang terus mengoceh hingga membuat Liam tersenyum tipis.


"Rasanya seperti saat sedang menggendong sebuah boneka."


"Benarkah?"


"Iya sayang," ucapnya menurunkan Jane di atas ranjang.


"Hubby, mau cium."


Liam langsung mencium Jane, bahkan mencium seluruh wajah Jane.


"Sudah kan?"


Jane mengangguk sembari tersenyum memperlihatkan gummy smilenya.


"Iya hubby."


"Sudah ayo tidur, sudah tengah malam ini."


"Kenapa tumben sekali naga hubby tidak keluar?" tanya Jane menggoda Liam.


"Besok saja, naganya sedang kelelahan."


"Besok hari Senin, pasti hubby akan langsung ketiduran."


"Tidak akan, tenang saja."


"Baiklah hubby."

__ADS_1


__ADS_2